• (GFD-2021-6860) [SALAH] Mudik Dilarang, Pintu Tol Pejagan Ditutup

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 03/05/2021

    Berita

    Sebuah video yang diklaim pintu Tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah ditutup beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun TikTok mak.ranti pada 1 Mei 2021.

    Dalam video 24 detik itu, tampak pintu masuk Tol Pejagan ditutup dengan menggunakan barier. Terdapat juga beberapa petugas yang mengarahkan kendaraan untuk tidak masuk ke pintu tol tersebut.

    Akun TikTok mak.ranti kemudian mengaitkan video tersebut dengan larangan mudik yang diterapkan pemerintah.

    "Ga usah mudik gaes, kita ke ragunan aja yang ga ditutup," tulis akun TikTok mak.ranti.

    Video yang disebarkan akun TikTok mak.ranti telah 702 ribu kali ditonton dan mendapat beragam komentar dari warganet.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim pintu Tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah ditutup karena larangan mudik. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "pintu tol Pejagan ditutup" di kolom komentar warganet.

    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Video Penutupan Gerbang Tol Pejagan Hoaks, Terjadi 2020 Lalu" yang dimuat situs Liputan6.com pada 1 Mei 2021.

    Liputan6.com, Jakarta - Viral video penutupan Tol Pejagan beberapa hari ini. Kasi Lalin GT Pejagan, Ami membantah telah terjadi penutupan tol jelang larangan mudik.

    Dia mengatakan, video yang beredar tentang penutupan tol tersebut merupakan kejadian pada 2020 lalu.

    "(Video) tidak benar, itu video waktu lebaran 2020 saat awal Covid," kata Ami saat dikonfirmasi Merdeka, Jumat 30 April 2021.

    Dia menegaskan, larangan mudik sendiri akan diberlakukan mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 mendatang. Itupun pihaknya hanya melakukan penyekatan karena sejumlah kendaraan masih diperbolehkan lewat, seperti kendaraan yang mengangkut orang sakit.

    "Penyekatan ya, bukan berarti semua tidak boleh melintas," jelas Ami soal penyekatan tol.

    Sebelumnya, sebuah video yang menayangkan penutupan Gerbang Tol (GT) Pejagan viral. Padahal, larangan mudik baru berlaku pada 6 Mei 2021.

    "Tol ditutup, arah Jakarta sudah ditutup kita putar balik. Semua sudah tutup, tolong sampaikan ke kawan-kawan kita share yang ada di lapangan sana. Semua putar balik, arah Jakarta ke Jawa ditutup. Arah Jakarta ke Semarang ditutup," ujar seorang pria yang merekam video tersebut seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu (1/5/2021).

    Pada video tersebut, sejumlah pengendara kebingungan. Mereka tak punya pilihan untuk memutar balik kendaraan, lantaran gerbang tol telah disekat dengan pembatas jalan.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim pintu Tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah ditutup karena larangan mudik ternyata tidak benar. Faktanya, video yang disebarkan akun TikTok mak.ranti merupakan video lama. Peristiwa penutupan pintu tol dalam video tersebut terjadi pada 2020 lalu.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6861) [SALAH] Pesan Berantai Mengatasnamakan Satgas Covid-19 Pusat

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 03/05/2021

    Berita

    Beredar melalui aplikasi percakapan dan media sosial pesan berantai mengatasnamakan Satgas covid-19 Pusat. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

    Salah satu yang membagikannya adalah akun bernama Putu Lhaksmi. Dia mengunggahnya di Facebook pada 30 April 2021.

    Berikut isi pesan berantai tersebut:

    "Dari WAGDear Bapak/Ibu Ketua Tim Satgas Pusat dan Daerah beserta jajaran

    Pagi semua...semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan dan perlindungaNya.bapak ibu, kasus india sangat seram.mari kita belajar dari kasus india...peningkatan kasus pada gelombang ke-2 saat ini, jauh lebih berbahaya, karena :

    1. window time jauh sangat singkat. mutasi virus terbaru di india, lebih seram. virus tidak transit/mampir ke tenggorokan dan hidung, tapi langsung ke paru (akibatnya pneumonia). sehingga gejala awal seolah tidak ada (shg tidak ada batuk, demam, nyeri sendi, lemes). tidak heran meningkatkan angka kematian yang sangat pesat, dan hasil swab sellau negatif. namun jka di X-Ray, paru oarunya penuh bercak putih (pneumonia). Sedihnya, orang merasa baik baik saja, padahal dia sedang menuju sekarat...

    2. jika dilakukan swab nasal/hidung dan faring (perbatasan lapisan dalam antara permukaan hidung dengan tenggorokan) sellau negatif covid. krn virusnya langsung ke paru oleh karenanya , yang terbaik adalah :

    1. prokes 5M (masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas/efisiensi dan efektifkan waktu kegiatan anda).

    2. jangan euforia dengan sertifikat telah divaksin, karena tidak ada gunanya jika tidak menerapkan prokes

    3. memperketat komunikasi ke setiap jajaran masing masing hingga pelaksana teknis terbawahAstrid - Sekretaris 1 Satgas Covid Pusat"

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel berjudul "[HOAKS] Pesan Berantai Mengatasnamakan Astrid - Sekretaris 1 Satgas Covid Pusat" yang tayang 30 April 2021 di laman Kominfo.

    Di sana terdapat penjelasan dari Hery Trianto Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Pusat.

    "Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar di media sosial terutama di wa group yang mengatasnamakan Satgas serta memakai nama Astrid - Sekretaris 1 Satgas Covid Pusat, maka dapat disampaikan bahwa informasi tersebut tidak pernah dikeluarkan dan tidak ada nama bersangkutan dari Satgas Covid-19 Pusat," ujar Hery.

    "Penjelasan resmi dari Satgas Covid-19 Pusat dapat diikuti melalui media sosial resmi BNPB, Covid19.go.id, @lawancovid maupun jalur resmi lainnya."

    Terkait isi dari pesan berantai yang menyebut virus tidak transit/mampir ke tenggorokan dan hidung, tapi langsung ke paru juga belum terbukti. Cek Fakta Liputan6.com meminta penjelasan dari dr.Muhamad Fajri Adda'i.

    "Isi pesan ini masih opini dan belum ada pembuktian bahwa virus covid-19 itu langsung menyerang paru-paru tanpa hinggap di saluran pernafasan atas. Publikasi terkait varian baru virus covid-19 belum terdeteksi PCR belum ada sejauh ini," ujarnya.

    Kesimpulan

    Pesan berantai yang mengklaim dari Satgas Covid-19 Pusat adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6863) [SALAH] Shopee Bagikan Cashback Senilai Rp2 Juta Kepada Pengguna Aplikasi Shopee

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 03/05/2021

    Berita

    “Kaka mendapatkan cashback dari Shopee senilai Rp2.000.000 kaka Mau di uangkan atau mau di ShopeePay aja kak? Silahkan kak ambil claimcashback nya https://wp[dot]me/pd0psf-z”

    Hasil Cek Fakta

    Belum lama ini, sempat beredar pesan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Shopee terkait pemberian cashback kepada pengguna Shopee senilai Rp2 juta dengan cara melakukan klaim cashback pada sebuah link yang dikirimkan oleh pihak yang mengaku sebagai pegawai resmi Shopee.

    Berdasarkan hasil penelusuran atas kebenaran pesan tersebut. Faktanya ialah informasi mengenai pemberian cashback dari Shopee senilai Rp2 juta adalah informasi palsu.

    Melansir dari tekno.kompas.com terdapat korban atas penipuan yang mengatasnamakan Shopee dalam hal pemberian cashback senilai 2 juta rupiah dengan syarat korban tersebut harus mengaktifkan fitur Shopee Pinjaman atau SPinjaman serta diharuskan pula untuk mengirimkan nomor kartu ATM agar dapat mencairkan cashback senilai Rp2 juta tersebut. Tidak hanya itu, melansir dari m.chyberthreat.id salah satu korban lain atas penipuan yang mengatasnamakan Shopee menyatakan bahwa korban diharuskan untuk mengirimkan nomor OTP kepada pelaku penipuan sebagai syarat untuk dapat mencairkan cashback yang diberikan kepada korban sebelumnya.

    Selain itu, dilansir dari channel youtube resmi SHOPEE Indonesia, melalui salah satu video yang diunggah Shopee dalam channel youtube nya tersebut, pihak Shopee mengimbau kepada para pengguna untuk berhati-hati terhadap penipuan yang dilakukan melalui telepon, pesan singkat (sms), Direct Message (DM) INSTAGRAM, sebuah Link website, ataupun pesan WhatsApp dengan mengatasnamakan Shopee.

    Melalui video tersebut, pihak Shopee mengingatkan kepada para pengguna bahwa berbagai informasi resmi terkait Shopee hanya diinformasikan melalui website resmi serta media sosial resmi Shopee yang telah terferivikasi. Shopee juga mengimbau kembali kepada para pengguna untuk tidak memberitahukan kode OTP, Password, ataupun PIN Shopee kepada siapapun.

    Berdasar pada seluruh referensi, informasi terkait pemberian cashback senilai 2 juta rupiah kepada pengguna Shopee adalah hoaks dengan kategori fabricated content atau konten palsu

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Novita Kusuma Wardhani (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta).

    Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, pihak Shopee mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan Shopee.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6849) [SALAH] Video “Seseorang yang wafat karena terinfeksi virus Covid-19 mempercayakan teman baiknya untuk membuang uangnya di Times Square di New York”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 02/05/2021

    Berita

    Akun Facebook Rinaldi Munir (fb.com/rinaldi.munir) pada 4 April 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “(copas) Seseorang yang terinfeksi virus Covid-19 dan baru wafat, meninggalkan deposit yang besar. Dia mempercayakan teman baiknya untuk membuang uangnya di Times Square di New York. Karena benar, jika dia mati tidak akan membawa semua uangnya itu. Siapa yang mau ikut memungut uang gratis ini?”

    Video itu menunjukkan seorang pria yang melemparkan uang kepada orang-orang di Times Square di Kota New York.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video beserta klaim seseorang yang wafat karena terinfeksi virus Covid-19 mempercayakan teman baiknya untuk membuang uangnya di Times Square di New York adalah konten yang salah.
    Faktanya, bukan meninggal karena Covid-19. Pria di video itu menyatakan bahwa dia memberikan penghormatan terhadap temannya yang diduga tewas akibat ditembak.

    Video aslinya, diunggah di YouTube oleh akun toko perhiasan TraxNYC yang berbasis di Kota New York pada tanggal 21 Maret 2021 dengan judul “Free CASH MONEY For The People in TIME SQUARE ! In Memory of my friend : RIP Joe KUSH” atau yang jika diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu berbunyi: “UANG TUNAI GRATIS Untuk Orang-orang di TIME SQUARE! Untuk Mengenang teman saya: RIP Joe KUSH.”

    Sebagian deskripsi video tersebut berbunyi: “Kehilangan teman baik, pelanggan hebat satu tahun lalu. RIP @thegod_joekush. Yang saya tahu dia ditembak mati di suatu tempat di Detroit, mungkin karena cemburu.”

    Selain itu, akun Facebook toko perhiasan Trax NYC membagikan video yang sama di sini dengan keterangan serupa pada tanggal 16 Maret 2021. Keterangan video tersebut tidak menyebutkan perihal Covid-19.

    Pria di video tersebut terdengar berkata: “Setahun yang lalu hari ini seorang teman saya meninggal. Dia adalah pria yang luar biasa pintar. Namanya Joe Kush. Dia terbunuh. Dan ada beberapa lagu yang dia buat yang tidak pernah dia selesaikan … dia adalah seorang pria yang menghasilkan banyak uang, dan terbunuh sia-sia. Dan aku ingin mengenang dia.”

    “Joe Kush” merujuk pada rapper Amerika yang juga dikenal dengan nama Joseph Rivers. Ia sempat aktif di media sosial tetapi berhenti mengunggah postingan di semua akunnya sejak tanggal 13 Maret 2020. Sampai dengan saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari tim manajemennya atau laporan media yang kredibel mengenai kematian Joe Kush.

    Kesimpulan

    BUKAN meninggal karena Covid-19. Pria di video itu menyatakan bahwa dia memberikan penghormatan terhadap temannya yang diduga tewas akibat ditembak.

    Rujukan