• (GFD-2021-6847) [SALAH] “Tol Pejagan Brebes Di Tutup Total”

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 01/05/2021

    Berita

    Beredear sebuah video pada akun YouTube "Nama channel dan sablenx 21" dengan Narasi “Larangan Mudik Gerbang Tol Pejagan Brebes Di Tutup Total.#Shorts”

    Hasil Cek Fakta

    FAKTANYA, video sudah pernah beredar sebelumnya pada tahun lalu (2020). Salah satu sumber video, dibagikan pada 30 April 2020 (tahun lalu). Dari CirebonRaya.com: “Manajemen Operasi Ruas tol Kanci-Pejagan membantah jika telah terjadi penyekatan di pintu tol menuju arah Jakarta. Video yang beredar luas dan viral di berbagai laman media sosial (medsos) termasuk di WhattsApp (WA) sama sekali tidak benar. Video tersebut bukan merupakan penyetakan jalan di pintu tol Kanci-Pejagan untuk mencegah arus mudik lebaran 2021, apalagi menutup jalan ke arah Jakarta”. Dari SuaraJakarta.id: “Terkait ini, pihak manajemen operasi ruas Tol Kanci Pejagan memberikan klarifikasinya bahwa video tersebut adalah hoax. Pihak manajemen operasi ruas Tol Kanci Pejagan menyebut bahwa berdasarkan kondisi update saat ini, arus lalu lintas masih normal tanpa penyekatan.”

    Kesimpulan

    FAKTANYA, selain menggunakan video yang sudah pernah beredar sebelumnya pada tahun lalu (2020), sudah diklarifikasi oleh pihak pengelola bahwa rencana kegiatan penyekatan di Gerbang Tol Pejagan baru akan dilakukan pada 6 sampai 17 Mei 2021 nanti.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6848) [SALAH] “Klub sepak bola yang pertama kali ditayangkan di televisi adalah pertandingan Arsenal vs Everton pada tahun 1937”

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 01/05/2021

    Berita

    Akun Instagram DUNIA UNIK (instagram.com/duniaunik.id) pada 23 April 2021 mengunggah sebuah gambar yang berisi foto yang menunjukkan sejumlah pesepak bola sedang mengerubungi sebuah kamera di tepi lapangan dan narasi “Tahukah kamu? Klub sepak bola yang pertama kali ditayangkan di televisi adalah pertandingan Arsenal vs Everton pada tahun 1937.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya foto yang menunjukkan sejumlah pesepak bola sedang mengerubungi sebuah kamera di tepi lapangan yang diklaim sebagai pertandingan yang pertama kali ditayangkan di televisi adalah pertandingan Arsenal vs Everton pada tahun 1937 adalah konten yang salah.

    Faktanya, bukan pertandingan Arsenal vs Everton. Pertandingan di foto itu adalah pertandingan Arsenal melawan tim cadangannya pada 16 September 1937.

    Berdasarkan hasil penelusuran gambar menggunakan Google Images, foto asli salah satunya diunggah di situs agensi foto Getty Images dengan narasi “Arsenal Football team peering into a camera at Highbury after playing in the first football match to be filmed live on television, Arsenal vs Arsenal Reserves” atau jika diterjemahkan:

    “Tim sepak bola Arsenal melihat ke sebuah kamera di Highbury usai pertandingan sepak bola pertama yang disiarkan di televisi, Arsenal melawan tim cadangannya.”

    Foto itu juga diterbitkan harian The Guardian di artikel berjudul “How Arsenal blazed TV trail, jostling for airtime with cartoons and smut” pada tanggal 16 September 2015 untuk memperingati 78 tahun pertandingan tersebut.

    Kesimpulan

    BUKAN pertandingan Arsenal vs Everton. Pertandingan di foto itu adalah pertandingan Arsenal melawan tim cadangannya pada 16 September 1937.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8608) Keliru, Klaim Ini Foto Kremasi Massal saat Tsunami Covid India

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 30/04/2021

    Berita


    Foto yang memperlihatkan suasa di sebuah lokasi kremasi jenazah beredar di media sosial. Foto itu dibagikan bersama narasi-narasi yang menyinggung kondisi pandemi Covid-19 di India saat ini. Beberapa hari terakhir, India memang sedang dilanda "tsunami Covid", karena melonjaknya jumlah kasus infeksi virus Corona di sana.
    Di Twitter, akun terverifikasi ini membagikan foto itu pada 18 April 2021 dengan narasi sebagai berikut: "#POSTPONE_SSC_CSHL Ujian harus ditunda selama pandemi Covid-19 semacam ini. Itu akan sulit bagi siswa untuk menjangkau pusat ujian. Mereka sangat rentan terinfeksi." Hingga artikel ini dimuat, cuitan itu telah di-retweet lebih dari 150 kali dan disukai 85 kali.
    Sementara akun terverifikasi ini mengunggah foto tersebut pada 17 April 2021 dalam komentarnya terhadap cuitan Perdana Menteri India Narendra Modi soal pandemi Covid-19. "Setelah ini?? Anda bertanggung jawab atas ini," demikian komentar akun itu, merujuk pada foto yang diunggahnya. Hingga kini, cuitan tersebut telah di-retweet lebih dari 100 kali dan disukai 771 kali.
    Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter berisi foto yang tidak terkait dengan narasinya soal kondisi pandemi Covid-19 saat ini di India.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolGoogle dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu adalah foto lama, yang tidak terkait dengan pandemi Covid-19. Foto tersebut memperlihatkan suasana di Manikarnika Ghat, salah satu tempat kremasi di tepi sungai suci (ghat) di sepanjang Sungai Gangga, Kota Varanasi, Uttar Pradesh, India.
    Tempo menemukan foto itu telah beredar di internet setidaknya sejak Maret 2010. Foto ini diunggah di sebuah blog, Blog of Krishna Sharma, pada 17 Maret 2010. Foto itu terdapat dalam tulisan yang berjudul "Banaras (Manikarnika Ghat)". Dalam tulisan ini, terdapat foto-foto lain yang diambil dari lokasi yang sama.
    Foto-foto yang sama juga dimuat di blog lain, Hindi Script Writer, namun dengan nama pemilik yang sama, Krishna Sharma, pada Januari 2012. Foto-foto ini terdapat dalam tulisan yang berjudul "Banaras (Baranasi) Kota Paling Kuno di Dunia dan Masih Hidup (Manikarnika Ghat dari Varanasi)".
    Foto tersebut pun pernah diunggah di sejumlah situs sepanjang 2018-2019. Situs Naukrinama.com misalnya, memuat foto itu dalam artikelnya pada 3 September 2018, dengan penjelasan yang serupa. Sementara situs Jansatta.com mencantumkan foto tersebut dalam artikelnya pada 18 Juni 2019, juga dengan keterangan yang sama, bahwa foto itu diambil di Manikarnika Ghat.
    Situs pemeriksa fakta asal India, Alt News, juga telah memverifikasi klaim beserta foto tersebut. Alt News menghubungi pemilik blog di atas, yang bernama Krishna Kumar. Dia berkata, "Ya, saya mengambil foto ini dari ponsel saya. Foto itu menunjukkan Manikarnika Ghat di Banaras. Saya mengunggah foto ini pada Januari 2012."
    Foto-foto kremasi jenazah Covid-19 di India
    Foto-foto yang menunjukkan kremasi jenazah pasien yang meninggal akibat infeksi virus Corona di India, di tengah gelombang kedua Covid-19  di sana, telah dimuat oleh berbagai situs media. Tempo mengunggah foto-foto tersebut dalam sejumlah artikel, yakni sebagai berikut:
    Petugas menggunakan pakaian pelindung hazmat membawa jenazah korban Covid-19 yang akan dikremasi pada kremasi massal di New Delhi, India, 26 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut adalah foto kremasi massal jenazah di tengah tsunami Covid di India, keliru. Foto itu adalah foto lama yang telah beredar di internet setidaknya sejak Maret 2010, jauh sebelum terjadinya pandemi virus Corona  pada Desember 2019. Foto tersebut memperlihatkan suasana di Manikarnika Ghat, salah satu tempat kremasi di tepi sungai suci (ghat) di sepanjang Sungai Gangga, Kota Varanasi, Uttar Pradesh, India.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-8609) Keliru, Klaim Ini Foto-foto Jenazah Awak KRI Nanggala yang Terdampar di Madura

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 30/04/2021

    Berita


    Foto-foto yang memperlihatkan satu mayat yang terdampar di pantai beredar di Facebook. Foto-foto itu diklaim sebagai foto jenazah salah satu awak KRI Nanggala 402 yang terdampar di Madura. Foto-foto tersebut beredar setelah, pada 21 April 2021 lalu, kapal selam milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) itu tenggelam dalam latihan tempur di perairan Bali.
    Akun ini membagikan foto-foto tersebut pada 27 April 2021. Akun itu pun menulis, “Ditemukan mayat terdampar di perairan selatan Pulau Mandangin, yang identitasnya masih belum jelas tetapi jika dilihat dari pakaian yang dikenakan seperti korban awak kapal NANGGALA 402, mari bantu sebarkan agar mayat segera dievakuasi.”
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait foto-foto penemuan mayat di Madura yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto-foto tersebut denganreverse image tool Source dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto-foto itu pernah dimuat oleh sejumlah situs media. Menurut laporan situs-situs tersebut, mayat itu memang ditemukan di pinggir pantai Pulau Mandangin, Sampang, Madura, pada 27 April 2021.
    Namun, hasil otopsi menunjukkan mayat itu diperkirakan berusia 60 tahun dan telah meninggal selama 16 hari. KRI Nanggala 402 sendiri tenggelam pada 21 April 2021, atau enam hari sebelum mayat itu ditemukan. Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama Julius Widjojono juga telah memastikan tidak ada awak KRI Nanggala 402 yang berusia 60 tahun ke atas.
    Salah satu foto yang identik pernah dimuat oleh situs kantor berita Radio Republik Indonesia, Rri.co.id, pada 28 April 2021 dalam artikelnya yang berjudul “Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pulau Mandangin”. Menurut artikel itu, mayat berjenis kelamin laki-laki dalam foto itu ditemukan di pantai Pulau Mandangin, Sampang, Madura, pada 27 April 2021.
    Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Pulau Mandangin, Zaini, membenarkan penempuan mayat tersebut dan menyatakan bahwa mayat itu masih akan dilakukan visum di lokasi. “Iya benar di Pulau Mandangin ditemukan satu mayat dengan kondisi tubuh yang sudah hancur, tepatnya di pinggir pantai,” katanya. Menurut dia, mayat itu diduga berjenis kelamin laki-laki.
    Foto yang identik lainnya juga pernah dimuat oleh situs media lokal Koranmadura.com pada 27 April 2021 dalam artikelnya yang berjudul “Sesosok Mayat dengan Kondisi Tak Utuh Ditemukan di Pantai Pulau Mandangin”. Dalam artikel ini, Shadiqin, warga Mandangin, menuturkan mayat dengan kondisi yang sudah tidak utuh lagi itu ditemukan oleh seorang warga di pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, di pinggir pantai di Dusun Candin, Pulau Mandangin.
    Menurut laporan Advokasi.co, warga Dusun Candin yang menemukan mayat itu bernama Damhuji, 40 tahun. Saat memancing sekitar pukul 10.00 WIB, ia melihat sesosok mayat yang mengapung di laut. Damhuji pun kembali ke pantai untuk mengambil perahu yang lebih besar, sekaligus mengajak dua warga lainnya untuk membawa mayat tersebut ke darat. Saat ditemukan, tidak terdapat kartu identitas di pakaian mayat itu. Oleh polisi, mayat ini dibawa ke RSUD dr. Mohammad Zyn untuk diotopsi.
    Dilansir dari Beritajatim.com, hasil otopsi menunjukkan mayat tanpa identitas yang terdampar di pantai Pulau Mandangin pada 27 April 2021 tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan organ tubuh yang sudah tidak lengkap. Mayat ini memiliki tinggi 156 centimeter, diperkirakan berusia 60 tahun, dan telah meninggal 16 hari yang lalu. Mayat itu juga memakai kaos berwarna putih terbalik yang bertuliskan "Margi Budi Harto Partai Perindo".
    Tempo kemudian menghubungi Kadispenal Laksamana Pertama Julius Widjojono untuk menanyakan usia para awak KRI Nanggala 402. Julius memastikan bahwa tidak awak KRI Nanggal yang berusia 60 tahun ke atas. “Tidak ada (awak) usia 60 tahun, pasti sudah pensiun,” kata Julius saat dihubungi pada 30 April 2021. Agar terhindar dari hoaks tentang KRI Nanggala, Julius menyarankan publik untuk mengikuti informasi terbaru di situs resmi TNI AL.
    Evakuasi KRI Nanggala 402
    Hingga artikel ini dimuat, TNI AL dan tim evakuasi belum melaporkan temuan jenazah awak kapal selam KRI Nanggala. Pada 25 April 2021, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan bakal mengupayakan pengangkatan badan KRI Nanggala. "Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait, khususnya International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (Ismerlo)."
    Kerja sama dengan Ismerlo disebut sangat diperlukan karena lokasi tenggelamnya kapal selam itu berada di kedalaman 838 meter. Butuh upaya dan fasilitas yang jauh lebih maju untuk mengangkat kapal dari laut dalam seperti itu. Yudo berkomitmen mengangkat kapal ini. Keinginan mengangkat badan kapal selam itu juga muncul dari keluarga besar Korps Hiu Kencana, satuan kapal selam TNI AL.
    Tawaran bantuan dari negara-negara yang tergabung dalam Ismerlo sebenarnya juga telah ada. Namun, Yudo mengatakan pengajuan bantuan merupakan keputusan pemerintah dan harus mendapat persetujuan dari petinggi negara. "Saya akan mengajukan kepada Panglima TNI dan nanti akan berjenjang ke atas dan tentunya sudah ada keputusan kita akan angkat kapal itu," kata Yudo.
    Pada 27 April 2021, seperti dikutip dari Kompas.com, Yudo mengatakan bahwa TNI AL akan menggandeng Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam evakuasi badan KRI Nanggala yang tenggelam di kedalaman 838 meter. Menurut dia, kapal SKK Migas memiliki kemampuan mengevakuasi di kedalaman tersebut.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto-foto tersebut adalah foto jenazah salah satu awak KRI Nanggala 402 yang terdampar di Madura, keliru. Foto itu memang menunjukkan sesosok mayat yang ditemukan di Pulau Mandangin, Sampang, Madura, pada 27 April 2021. Namun, hasil otopsi menunjukkan mayat itu diperkirakan berusia 60 tahun dan telah meninggal selama 16 hari (sekitar 11 April 2021). KRI Nanggala sendiri tenggelam pada 21 April 2021, atau enam hari sebelum mayat itu ditemukan. Kadispenal Laksamana Pertama Julius Widjojono juga telah memastikan tidak ada awak KRI Nanggala yang berusia 60 tahun ke atas.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan