(GFD-2021-8827) Keliru, Poster Film The Omicron Variant yang Ditayangkan Tahun 1963
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 03/12/2021
Berita
Sebuah poster film berjudul The Omicron Variant yang diklaim telh ditayangkan pada tahun 1963 beredar di media sosial. Poster tersebut dibagikan seiring munculnya Covid-19 varian Omicron.
Poster film tersebut memperlihatkan potongan tangan dengan seekor serangga serta sepasang pria dan wanita dengan posisi wajah menengadah.
Di Facebook, poster tersebut dibagikan akun ini pada 2 Desember 2021. Berikut narasi lengkapnya:
“Tidak ada sesuatu yang KEBETULAN di dunia ini. Film th.1963 "The Omicron Variant. DELTAOMICRON = MEDIACONTROL. Percaya atau tidak...itu terserah anda!”
Hingga artikel ini dimuat, poster tersebut telah mendapat 17 komentar dan dibagikan sebanyak 41 kali. Apa benar ini poster film berjudul The Omicron Variant yang telah ditayangkan pada 1963?
Tangkapan layar unggahan dengan klaim Poster Film The Omicron Variant yang Ditayangkan Tahun 1963
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri jejak digital poster tersebut dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasilnya, poster tersebut merupakan suntingan poster film berbeda.
Poster yang identik pernh dimuat situs Dcine.org dengan judul, ”Sucesos En La Cuarta Fase”. Keterangan poster menyebutkan bahwa ini merupkan poster resmi dari film berjudul “Sucesos En La IV Fase".
Poster berbeda dari film Sucesos En La IV Fase juga muncul dalam versi yang menonjolkan gambar telapak tangan dengan serangga yang menempel pada bercak darah.
Dilansir dari filmin.es, Sucesos En La IV Fase menceritakan bagaimana semut akan menjadi penguasa dunia jika mereka memiliki dasar intelektual yang sama dengan manusia.
Film yang disutradarai oleh Saul Bass,mengisahkan fenomena astronomi yang aneh, para insinyur, mistikus, dan astronom dari seluruh dunia mulai mempelajari konsekuensinya. Tetapi efeknya tidak diperhatikan kecuali oleh seorang ahli biologi Inggris bernama Ernest D. Hobbs, seorang profesor di institut Colorado.
Pengamatan di lembah Arizona menunjukkan bhwa permusuhan antara dua spesies semut telah berhenti, mereka mulai mengatur dan tiba-tiba pemangsa mereka menghilang dari lingkungan. Situasi itu dapat menyebabkan peningkatan populasi semut yang tak terhindarkan. Untuk alasan ini, ia menyarankan untuk membangun stasiun percobaan di tempat di mana peristiwa telah diamati.
Reverse image juga menampilkan jejak digital sebuah poster film berjudul "Omicron” (bukan The Omicron Variant) dengan keterangan waktu 1963.
Poster film Omicron sendiri juga muncul dalam setidaknya dua versi.
Poster pertama beredar dengn gambar tiga wajah pria. Di poster tercantum nama pemeran utama yakni aktor berkebangsaan Italia bernama Renato Salvatori.
Poster versi berbeda dari film Omicron pernah dimuat situs Cristaldifilm.com dengan judul yng sama. Bedanya, poster ini hanya menampilkan satu wajah tokoh dalam film tersebut.
Film ini berkisah tentang seorang alien bernama Omicron yang mengambil alih jasad seorang pekerja pabrik bernama Trabucco. Omicron sendiri adalah alien penghuni planet Ultra yang tak terlihat, yang penghuninya berniat untuk menyerang Bumi.
Omicron berhasil membuat otot, mata, telinga, kelenjar air mata dan pernapasan bekerja. Ia belum mampu mengurai bahasa manusia karena belum berhasil membangkitkan pengetahuan, namun sementara itu, karena kemampuan otomatisnya yang luar biasa, ia diringkas di pabrik tempatnya bekerja.
Ketika dia menyadari dia mencintai Lucia dia mulai sadar kembali: sekarang Omicron ingin kembali ke planetnya tapi dia tidak bisa melakukannya sampai Trabucco terbunuh saat mendesak para pekerja untuk menyerang. Invasi ke bumi kini telah dimulai.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, poster yang diklaim sebagai poster film The Omicron Variant yang telah ditayangkan pada 1963,keliru. Poster tersebut merupakan hasil suntingan dari poster film Sucesos En La IV Fase. Judul film yang asli dihilangkan dan diganti dengan judul The Omicron Variant.
Film berjudul Omicron sendiri memang pernah beredar pada 1963, namun film tersebut bukan berkisah mengenai virus, melainkan seorang alien yang mengambil alih jasad seorang pekerja pabrik.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Rujukan
- httptempo.co/tag/omicron
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=660945458398695&set=a.125224011970845&type=3
- https:/www.dcine.org/sucesos-en-la-cuarta-fase
- https://www.filmin.es/pelicula/sucesos-en-la-cuarta-fase
- https://www.themoviedb.org/movie/47356-omicron
- https://www.cristaldifilm.com/film/157/omicron.php
(GFD-2021-8828) Keliru, Tabel Jadwal Peluncuran Varian Omicron dari WHO, John Hopkin University dan World Economic Forum
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 03/12/2021
Berita
Narasi munculnya varian virus baru Omicron yang telah dijadwalkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), John Hopkin University dan World Economic Forum beredar di Facebook, 29 November 2021.
Unggahan di Facebook oleh salah satu akun, berisi daftar tabel nama varian dalam alfabet Yunani dan tabel berisi jadwal dalam bahasa Spanyol. Sebuah tanda biru diarahkan pada tabel abjad Omicron dengan keterangan tanggal May 2022.
Dokumen tersebut juga memuat logo WHO, John Hopkin University dan World Economic Forum. Pengunggah dokumen itu menulis, “Plandemi, #masih percaya?”
Tangkapan layar unggahan tabel jadwal peluncuran varian Omicron dari WHO, John Hopkin University dan World Economic Forum
Hasil Cek Fakta
Unggahan ini telah beredar di media sosial pada Juli 2020, ketika varian virus Delta menyerang dan menyebabkan kenaikan jumlah kasus dan angka kematian di berbagai negara.
Akan tetapi dokumen yang diklaim jadwal peluncuran varian baru Covid-19 tersebut adalah dokumen yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Dikutip dari Reuters edisi 2 Agustus 2021, juru bicara World Economic Forum dan WHO membantah bahwa dokumen itu tidak terkait dengan organisasi mereka.
“Ini adalah dokumen palsu dan tidak ada hubungannya dengan Forum Ekonomi Dunia,” kata Peter Vanham, Kepala Komunikasi di Kantor Ketua Forum Ekonomi Dunia, mengatakan kepada Reuters melalui email.
Seorang juru bicara WHO juga mengkonfirmasi: “ini bukan dokumen WHO.”
Tempo juga telah membantah klaim ini sebelumnya dalam konteks penyebaran varian Delta.
Alfabet Yunani seperti Delta dan Omicron digunakan oleh WHO sejak 31 Mei 2021 sebagai nama varian virus Covid-19. Cara ini dipilih untuk menghilangkan stigma dari penyebutan yang melekatkan dengan nama negara tertentu seperti varian India.
Selain itu, penamaan dengan alfabet Yunani lebih mudah digunakan dibandingkan dengan nama asli sainsnya.
Varian virus baru bukan hasil ciptaan manusia. WHO dalam laporannya pada 25 Januari 2021, menjelaskan, evolusi pada virus merupakan sesuatu yang wajar terjadi sehingga memunculkan varian baru dari virus awalnya. Mutasi tersebut dapat mengakibatkan virus menjadi lebih cepat menular, meningkatkan keparahan penyakit atau mempengaruhi kemanjuran diagnostik, terapeutik atau vaksin.
Selain itu, Tempo menemukan tanggal ditemukannya varian baru virus Corona dalam tabel tidak akurat. Varian Delta misalnya, yang tertulis diluncurkan pada Juni 2021. Padahal varian ini ditemukan pertama kali di India pada Oktober 2020, menurut laporan Deutsche Welle (DW), Jerman.
Kemudian varian Kappa, menurut Pusat Pencegahan dan Penanganan Penyakit ( CDC ) Amerika Serikat, virus ini pertama kali teridentifikasi di India pada Desember 2020. Sementara dalam unggahan, tertulis Desember 2021.
Varian Omicron sendiri tertulis Mei 2022, padahal varian ini telah diidentifikasi di Afrika Selatan pada 24 November 2021.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa varian virus baru Omicron yang telah dijadwalkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), John Hopkin University dan World Economic Forum adalah keliru. Dokumen itu disebut palsu oleh juru bicara World Economic Forum dan dibantah oleh WHO.
Penggunaan alfabet Yunani untuk nama varian virus Covid-19 bukan berarti varian tersebut diciptakan oleh manusia. Menurut WHO, evolusi pada virus merupakan sesuatu yang wajar terjadi sehingga memunculkan varian baru dari virus awalnya
Tim Cek Fakta Tempo
(GFD-2021-7937) [SALAH] Foto “Storm Approaching Paris, France”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 02/12/2021
Berita
Akun Twitter Jerimiah Treefog mengunggah cuitan berupa foto Menara Eiffel dengan awan gelap yang ia klaim sebagai badai mendekati Paris, Perancis. Cuitan yang diunggahnya pada 27 November 2021 itu mendapat atensi berupa 89 retweet dan 225 suka.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan hasil seni digital karya seorang seniman bernama Brent Shavnore. Hasil karyanya itu pertama kali diunggah di akun Instagram pribadinya (@shavnore) pada 29 Desember 2020. Shavnore kerap kali membagikan video cara menyunting foto melalui akun Youtubenya (Shavnore). Selain itu, ia juga menjual hasil karyanya yang diberi nama “Tears of Paris” pada situs iCanvas.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Twitter Jerimiah Treefog (@WorldofPicture5) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.
Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun Twitter Jerimiah Treefog (@WorldofPicture5) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, foto tersebut bukanlah badai yang akan terjadi sungguhan, melainkan hasil seni digital karya seniman bernama Brent Shavnore.
Faktanya, foto tersebut bukanlah badai yang akan terjadi sungguhan, melainkan hasil seni digital karya seniman bernama Brent Shavnore.
Rujukan
(GFD-2021-7938) [SALAH] Foto Anies Baswedan Calon Presiden 2024 Bersama Petinggi ISIS
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 02/12/2021
Berita
Telah beredar foto di WhatsApp dengan klaim Anies Baswedan bersama dengan pimpinan ISIS bernama Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi dan politikus PKS Hidayat Nur Wahid. Selain itu, dalam foto itu juga disebutkan bahwa Anies Baswedan yang akan mencalonkan diri menjadi Presiden RI tahun 2024 berafiliasi dengan petinggi ISIS.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto dengan klaim Anies bersama pemimpin ISIS adalah hoaks lama yang telah beredar sejak tahun 2017. Syeikh Yusuf al-Qaradawi merupakan ahli ijtihad (tafsir) yang lahir di Kairo, Mesir pada September 1926. Mengutip dari Telegraph, ia pernah mengecam deklarasi khilafah yang digaungkan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi pada tahun 2014. Ia juga bahkan mengkritisi sepak terjang ISIS dari beberapa penyataan yang pernah dilontarkannya.
Hoaks yang sama sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] “INI BUKTI ANIS BAS EDAN ANGGOTA ISIS, Bersama Syekh Yusuf Al-Qaradhawi pimpinan ISIS” dan [SALAH] Foto Anies Baswedan Berfoto bersama Tokoh ISIS Syekh Yusuf Al-Qaradhawi.
Dari berbagai fakta di atas, foto yang disebarkan melalui WhatsApp itu dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
Hoaks yang sama sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] “INI BUKTI ANIS BAS EDAN ANGGOTA ISIS, Bersama Syekh Yusuf Al-Qaradhawi pimpinan ISIS” dan [SALAH] Foto Anies Baswedan Berfoto bersama Tokoh ISIS Syekh Yusuf Al-Qaradhawi.
Dari berbagai fakta di atas, foto yang disebarkan melalui WhatsApp itu dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, foto tersebut adalah hoaks lama yang telah beredar sejak tahun 2017. Syeikh Yusuf al-Qaradawi bukanlah pemimpin ISIS, melainkan aktivis Ikhwanul Muslimin kelahiran Mesir.
Faktanya, foto tersebut adalah hoaks lama yang telah beredar sejak tahun 2017. Syeikh Yusuf al-Qaradawi bukanlah pemimpin ISIS, melainkan aktivis Ikhwanul Muslimin kelahiran Mesir.
Rujukan
Halaman: 6360/7986



