(GFD-2021-6506) [SALAH] Hidayat Nurwahid Akui PKS Tak Menganut Ideologi Pancasila
Sumber: facebook.comTanggal publish: 12/03/2021
Berita
Beredar sebuah narasi di media sosial Facebook, yang menyatakan bahwa Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nurwahid mengakui bahwa PKS tidak menganut ideologi Pancasila. Unggahan ini pun menyertakan sebuah tangkapan layar artikel pada Januari 2019.
Hasil Cek Fakta
Namun setelah dilakukan penelusuran, ternyata narasi dan tangkapan artikel tersebut adalah hoaks. Melalui pencarian gambar dari Google, artikel dalam unggahan tidak ditemukan. Sumber artikel tersebut tidak jelas dan adanya kemungkinan manipulasi karena foto Hidayat tersebut memang sering digunakan di berbagai artikel media. Salah satunya pada artikel dari media Merdeka.com tahun 2013 lalu yang berjudul “PKS Siapkan Hidayat dan Anis Matta Sebagai Capres”.
Jika melansir dari artikel Detik.com, PKS bukannya menolak ideologi Pancasila, namun hanya menolak jika ideologi Pancasila digunakan sebagai asas tunggal dalam RUU Ormas.
“Kita masih dalam posisi yang sama, menolak, karena secara prinsip tentang asas kita sudah punya rujukan yakni UU tentang parpol, bukan asas tunggal Pancasila,” kata Hidayat seperti dilansir Detik.com pada 4 April 2013.
Hidayat menjelaskan asas dalam UU Parpol adalah terbukanya asas lain sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila. Klausul di dalam RUU Ormas dianggap melenceng dari aturan sebelumnya.
Hoaks ini pun termasuk dalam jenis hoaks yang berulang. Dimulai sejak 2019 dan 2020, sampai beredar kembali di tahun 2021.
Jadi dari hasil penelusuran dapat disimpulkan, pernyataan tentang Hidayat Nurwahid yang mengaku bahwa PKS tidak menganut ideologi Pancasila, merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Jika melansir dari artikel Detik.com, PKS bukannya menolak ideologi Pancasila, namun hanya menolak jika ideologi Pancasila digunakan sebagai asas tunggal dalam RUU Ormas.
“Kita masih dalam posisi yang sama, menolak, karena secara prinsip tentang asas kita sudah punya rujukan yakni UU tentang parpol, bukan asas tunggal Pancasila,” kata Hidayat seperti dilansir Detik.com pada 4 April 2013.
Hidayat menjelaskan asas dalam UU Parpol adalah terbukanya asas lain sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila. Klausul di dalam RUU Ormas dianggap melenceng dari aturan sebelumnya.
Hoaks ini pun termasuk dalam jenis hoaks yang berulang. Dimulai sejak 2019 dan 2020, sampai beredar kembali di tahun 2021.
Jadi dari hasil penelusuran dapat disimpulkan, pernyataan tentang Hidayat Nurwahid yang mengaku bahwa PKS tidak menganut ideologi Pancasila, merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Rujukan
(GFD-2021-6505) [SALAH] Daftar Bumbu Masakan Mengandung Babi
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 12/03/2021
Berita
Beredar sebuah narasi melalui media sosial Whatsapp tentang daftar bumbu masakan yang mengandung babi. Narasi ini pun mengatasnamakan Bidang Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, sebagai validasi atas informasi tersebut.
Bumbu masak mengandung babi
Royko mengandung babi
Bumbu masak mengandung babi
Royko mengandung babi
Hasil Cek Fakta
Namun setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa hoaks ini merupakan hoaks lama yang kembali muncul. Setidaknya pada 2018 lalu, hoaks yang beredar ini telah dibantah oleh Wakil Sekretaris Jendral MUI, Dr. Najamudin Ramli.
Melansir dari media Kompas.com, Najamudin membantah kabar yang beredar tersebut.
“Berita bohong itu,” ujar Najamudin saat dikonfirmasi oleh Kompas.com.
Berita yang sama juga beredar di tahun 2020. Saat itu kabar yang beredar adalah tentang sejumlah bumbu masakan dan bumbu indomie yang mengandung babi.
Namun Wakil Direktur LPPOM MUI Muti Arintawati mengatakan, informasi klaim MUI menetapkan Masako, Sasa, Ajinomoto dan bumbu Indomie goreng haram karena mengandung babi adalah hoaks.
Muti menambahkan jika masyarakat ingin mengetahui apakah sebuah produk memiliki sertifikat halal, bisa langsung memeriksa produk tersebut di www.halalmui.org, atau aplikasi “Halal MUI”.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi yang mengklaim jenis-jenis bumbu masakan yang mengandung babi adalah narasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Melansir dari media Kompas.com, Najamudin membantah kabar yang beredar tersebut.
“Berita bohong itu,” ujar Najamudin saat dikonfirmasi oleh Kompas.com.
Berita yang sama juga beredar di tahun 2020. Saat itu kabar yang beredar adalah tentang sejumlah bumbu masakan dan bumbu indomie yang mengandung babi.
Namun Wakil Direktur LPPOM MUI Muti Arintawati mengatakan, informasi klaim MUI menetapkan Masako, Sasa, Ajinomoto dan bumbu Indomie goreng haram karena mengandung babi adalah hoaks.
Muti menambahkan jika masyarakat ingin mengetahui apakah sebuah produk memiliki sertifikat halal, bisa langsung memeriksa produk tersebut di www.halalmui.org, atau aplikasi “Halal MUI”.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa narasi yang mengklaim jenis-jenis bumbu masakan yang mengandung babi adalah narasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.
Kesimpulan
Narasi tersebut salah. Faktanya MUI sendiri telah membantah kabar terkait jenis-jenis bumbu masakan yang mengandung babi pada tahun 2018.
Rujukan
- https://amp.kompas.com/nasional/read/2018/07/24/12182281/pesan-berantai-dari-mui-soal-bumbu-dan-makanan-mengandung-babi-hoaks
- https://m.liputan6.com/cek-fakta/read/4435523/cek-fakta-hoaks-mui-haramkan-masako-sasa-ajinomoto-dan-bumbu-indomie-goreng-karena-mengandung-babi
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/0kp4dBRk-cek-fakta-beredar-daftar-bumbu-masak-mengandung-babi-ini-faktanya
(GFD-2021-6504) [SALAH] Bio Farma Mengadakan Vaksinasi Covid-19 pada Jumat, 12 Maret 2021
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 12/03/2021
Berita
Telah beredar pesan berantai di Whatsapp tentang ajakan vaksinasi Covid-19 pada Jumat (12/3/2021) di Bio Farma. Dalam pesan tersebut disebutkan vaksinasi akan dimulai pada pukul 09.00 hingga 11.00 di Gedung Publik 2 Biofarma, selain itu tercantum juga nomor telepon atas nama Fahmi untuk mendapatkan info lebih lanjut.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari Liputan6.com, Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan bahwa pesan tersebut adalah tidak benar.
“Itu tidak benar ya. Semoga pengumuman ini bisa membuat masyarakat clear,” ujar Bambang saat dihubungi Kamis (11/3/2021).
Menanggapi pesan ajakan vaksinasi Covid-19 di Bio Farma yang beredar di media sosial, Bio farma telah membantah informasi tersebut, hal itu disampaikannya melalui akun Instagram resmi @biofarmaid pada Kamis (11/3/2021).
“Sehubungan dengan beredarnya pengumuman melalui aplikasi pesan WhatsApp mengenai ajakan vaksinasi Covid-19 di Bio Farma Jum’at 12 Maret 2021, pada pukul 09:00-11:00 dapat kami sampaikan bahwa berita tersebut TIDAK BENAR,” tulis pernyataan Bio Farma di Instagram.
“Untuk Pelaksanaan vaksinasi Covid-19, mohon untuk dipastikan bahwa Anda sudah mendaftarkan diri melalui link resmi dari pemerintah, dan sudah mendapatkan konfirmasi resmi dari tempat fasilitas pelayanan vaksinasi Covid-19.”
Dengan demikian, pesan berantai mengenai ajakan vaksinasi Covid-19 di Bio Farma pada Jumat 12 Maret 2021 adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten palsu.
“Itu tidak benar ya. Semoga pengumuman ini bisa membuat masyarakat clear,” ujar Bambang saat dihubungi Kamis (11/3/2021).
Menanggapi pesan ajakan vaksinasi Covid-19 di Bio Farma yang beredar di media sosial, Bio farma telah membantah informasi tersebut, hal itu disampaikannya melalui akun Instagram resmi @biofarmaid pada Kamis (11/3/2021).
“Sehubungan dengan beredarnya pengumuman melalui aplikasi pesan WhatsApp mengenai ajakan vaksinasi Covid-19 di Bio Farma Jum’at 12 Maret 2021, pada pukul 09:00-11:00 dapat kami sampaikan bahwa berita tersebut TIDAK BENAR,” tulis pernyataan Bio Farma di Instagram.
“Untuk Pelaksanaan vaksinasi Covid-19, mohon untuk dipastikan bahwa Anda sudah mendaftarkan diri melalui link resmi dari pemerintah, dan sudah mendapatkan konfirmasi resmi dari tempat fasilitas pelayanan vaksinasi Covid-19.”
Dengan demikian, pesan berantai mengenai ajakan vaksinasi Covid-19 di Bio Farma pada Jumat 12 Maret 2021 adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan bahwa pesan tersebut adalah tidak benar. Bio Farma melalui laman Instagram resminya mengimbau masyarakat untuk memastikan bahwa sudah mendaftarkan diri melalui link resmi dari pemerintah, dan sudah mendapatkan konfirmasi resmi dari tempat fasilitas pelayanan vaksinasi Covid-19.
Rujukan
(GFD-2021-6501) [SALAH] “Tidak Mampu Membayar Nasi Bungkus, Seorang Yang Mengaku Laskar FPI Babak Belur Dihajar Pengunjung Warteg”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/03/2021
Berita
Akun Facebook Soddiq Herby (fb.com/siddex.hermi) pada 7 Maret 2021 mengunggah sbeuah gambar yang seolah merupakah tangkapan layar artikel berjudul “Tidak Mampu Membayar Nasi Bungkus, Seorang Yang Mengaku Laskar FPI Babak Belur Dihajar Pengunjung Warteg” ke grup Save Abu Janda Permadi Arya.
Di gambar tersebut, artikel itu seolah ditayangkan pada 30 Desember 2020, pukul 12:30. Selain itu terdapat foto pria berpakaian putih dengan kepala berlumuran darah. Terdapat juga narasi “KOMPAS.COM/FADLAN MUKTHAR ZAIN” dan “Laskar FPI Yang Dihajar Massa setelah Ketahuan Belum Membayar Pesanan Nasi Bungkus di Warteg JL. KS Tubun.”
Di gambar tersebut, artikel itu seolah ditayangkan pada 30 Desember 2020, pukul 12:30. Selain itu terdapat foto pria berpakaian putih dengan kepala berlumuran darah. Terdapat juga narasi “KOMPAS.COM/FADLAN MUKTHAR ZAIN” dan “Laskar FPI Yang Dihajar Massa setelah Ketahuan Belum Membayar Pesanan Nasi Bungkus di Warteg JL. KS Tubun.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya gambar artikel berjudul “Tidak Mampu Membayar Nasi Bungkus, Seorang Yang Mengaku Laskar FPI Babak Belur Dihajar Pengunjung Warteg” yang ditayangkan di situs Kompas.com pada 30 Desember 2020, pukul 12:30 merupakan klaim yang keliru.
Faktanya, gambar itu merupakan gambar editan. Kompas.com tidak pernah menerbitkan artikel tersebut. Anggota FPI di foto itu, berlumuran darah usai terjadi bentrok dengan aparat kepolisian yang membubarkan aksi anarkis massa FPI saat melakukan unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, 3 Oktober 2014.
Melalui fitur pencarian gambar Google Images, ditemukan fakta bahwa foto anggota Front Pembela Islam (FPI) yang dimuat di gambar tersebut merupakan dimuat di situs Tempo dalam artikel berjudul “Demonstran FPI Diperiksa di Polda Metro Jaya” yang tayang pada Jumat, 3 Oktober 2014 20:31 WIB. Foto tersebut diabadikan pewarta dari Tempo, Dasril Roszandi.
Sementara itu, hasil penelusuran berdasarkan tanggal di gambar tersebut, faktanya Kompas.com tidak pernah menerbitkan artikel dengan judul seperti di gambar sumber klaim.
Faktanya, gambar itu merupakan gambar editan. Kompas.com tidak pernah menerbitkan artikel tersebut. Anggota FPI di foto itu, berlumuran darah usai terjadi bentrok dengan aparat kepolisian yang membubarkan aksi anarkis massa FPI saat melakukan unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, 3 Oktober 2014.
Melalui fitur pencarian gambar Google Images, ditemukan fakta bahwa foto anggota Front Pembela Islam (FPI) yang dimuat di gambar tersebut merupakan dimuat di situs Tempo dalam artikel berjudul “Demonstran FPI Diperiksa di Polda Metro Jaya” yang tayang pada Jumat, 3 Oktober 2014 20:31 WIB. Foto tersebut diabadikan pewarta dari Tempo, Dasril Roszandi.
Sementara itu, hasil penelusuran berdasarkan tanggal di gambar tersebut, faktanya Kompas.com tidak pernah menerbitkan artikel dengan judul seperti di gambar sumber klaim.
Kesimpulan
Gambar EDITAN. Kompas.com tidak pernah menerbitkan artikel tersebut. Anggota FPI di foto itu, berlumuran darah usai terjadi bentrok dengan aparat kepolisian yang membubarkan aksi anarkis massa FPI saat melakukan unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, 3 Oktober 2014.
Rujukan
Halaman: 5888/6938



