• (GFD-2023-12122) Cek Fakta: Hoaks Artikel Jokowi Pusing Sendiri karena Terlalu Banyak Aturan

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 22/03/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Presiden Jokowi pusing sendiri karena terlalu banyak peraturan. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 22 Februari 2022.
    Dalam postingannya terdapat artikel berjudul, "Jokowi: Terlalu banyak peraturan kita pusing sendiri jadi stres."
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim Presiden Jokowi pusing sendiri karena terlalu banyak peraturan?
     
     
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman Merdeka.com seperti yang terdapat dalam postingan. Di kolom pencarian kami memasukkan kata kunci "Jokowi: Terlalu banyak peraturan kita pusing sendiri jadi stres."
    Hasil pencarian tidak menemukan artikel seperti yang dimaksud dalam postingan. Penelusuran dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci "Jokowi" di kolom pencarian laman Merdeka.com.
    Hasilnya ditemukan artikel dengan foto yang identik dengan postingan. Namun artikel asli berjudul "Presiden Jokowi Cabut Perpres Investasi Minuman Beralkohol" yang tayang pada 2 Maret 2021.
    Berikut isi artikelnya:
    "Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang melegalkan investasi dalam minuman keras. Hal tersebut seiring dengan banyaknya masukan yang diterima Jokowi dari para tokoh agama dan ormas.
    "Bersama ini saya sampaikan saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol, saya nyatakan dicabut," kata Jokowi dalam akun youtube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3).
    Jokowi menjelaskan masukan tersebut didapat daripada MUI, NU, Muhammadiyah, serta masukan dari provinsi dan daerah-daerah.
    "Menerima banyak masukan dari ulama MUI, NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya serta tokoh agama yang lain dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah bersama," tambahnya.
    Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Perpres tersebut merupakan turunan UU Cipta Kerja.
    Salah satu hal yang jadi sorotan dalam Perpres itu adalah pembukaan keran investasi miras. Dalam aturan itu, investasi miras boleh dilakukan di Papua, NTT, Bali, dan Sulut. Perpres itu juga membuka peluang investasi serupa di daerah lain.
    Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis meminta agar Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang melegalkan investasi dalam minuman keras agar dicabut. Dia menilai, aturan tersebut tidak membuat masa depan Indonesia semakin baik.
    "Saya pikir harus dicabut kalau mendengarkan pada aspirasi rakyat karena ini tidak menguntungkan untuk masa depan rakyat, mungkin untung investasi iya, tapi mudaratnya untuk umat iya," katanya dalam pesan singkat, Senin (1/3).
    Dia menerangkan, MUI pada 2009 juga sudah mengeluarkan Fatwa nomer 11 tentang hukuman Alkohol dan minuman keras. Dalam fatwa tersebut menjelaskan, hukum minuman tersebut adalah haram.
    MUI juga telah merekomendasikan pemerintah agar melarang minuman beralkohol di tengah masyarakat, yaitu dengan memberikan izin pendirian pabrik dan produksi hingga perdagangan.
    "Oleh karena itu jelas di sini, menurut fatwa MUI, kita menolak investasi miras meskipun dilokalisir menjadi 4 provinsi saja," jelas Cholil.
    Dia mengungkapkan, bukan hanya persoalan menolak karena Islam tetapi dapat mempengaruhi kepentingan bangsa. Sebab menurut dia dapat merusak akal. Sementara persaingan pada sumber daya manusia saat ini mulai meningkat. Jangan sampai pemerintah malah meracuni otak sehingga merusak generasi akan datang.
    "Sekiranya bisa dihilangkan ya dihilangkan dan dihapuskan, oleh kerena itu tidak bisa atas kearifan lokal, atau sudah lama ada, kalau itu merusak pada rakyat kita," ujar Cholil.
    Dia juga membeberkan dampak negatif dari minuman tersebut pun terlihat. Salah satunya kematian yang meningkat di seluruh dunia."

    Kesimpulan


    Postingan yang mengklaim Presiden Jokowi pusing sendiri karena terlalu banyak peraturan adalah tidak benar. Faktanya judul dalam artikel telah diedit.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12128) [SALAH] Video “HARI NERAKA BAGI MALAYSIA BAGIAN BARAT – MALAYSIA – UCRANIA”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/03/2023

    Berita

    NARASI: “HARI NERAKA BAGI MALAYSIA BAGIAN BARAT – MALAYSIA – UCRANIA – DUNIA MILITER UPDATE – BERITA TERKINI”.

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten yang isinya menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN, FAKTA: isi video TIDAK sesuai dengan judul. Selain berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan, video berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina dengan Rusia menjadi Indonesia dengan Malaysia.

    Salah satu sumber video dengan bagian yang identik, KOMPASTV di YouTube: “JAKARTA, KOMPAS.TV – Presiden Joko Widodo menceritakan bahwa ia dan keluarga pernah merasa tidak nyaman atas kehadiran Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada awal menjabat sebagai Presiden. …”

    Salah satu sumber artikel yang dibaca di video dengan mengganti bagian-bagian tertentu, CNN Indonesia: “Jakarta, CNN Indonesia — Staf Umum militer Ukraina mengatakan pasukan Rusia bersiap menyerang kota-kota di Donetsk, setelah Kremlin berhasil menguasai Kota Lysychansk, Luhansk. “Di arah Sloviansk, unit musuh sedang berupaya menguasai permukiman di Bohorodychne, Mazanivka, dan Dolyna dalam operasi penyerangan,” demikian pernyataan militer Ukraina pada Senin (4/7). Ketiga wilayah tersebut berada di wilayah Donetsk. …”

    Hasil pencarian Google News, kata kunci: “Presiden Jokowi Sempat Risih Diikuti Paspampres”

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, isi video TIDAK sesuai dengan judul. FAKTA: selain berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan, video berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina dengan Rusia menjadi Indonesia dengan Malaysia.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12105) Cek Fakta: Tidak Benar Imbauan Tak Beli Kurma Asal Israel Ini Berasal Dosen UIN Antasari

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 21/03/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim imbauan Dosen UIN Antasari Banjarmasin Anang Saifuddin tidak membeli kurma asal Israel. Kabar tersebut tersebar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
    Berikut klaim imbauan Dosen UIN Antasari Banjarmasin Anang Saifuddin tidak membeli kurma asal Israel.
    "⚠ Jangan Dibeli
    Dr. Anang Saifuddin,  MA Dosen UIN Antasari Bjm 
    Inilah Daftar Merk Kurma Import Asal Israel, Negara Ini Membunuh Kaum Muslimin : 
    Sehubungan Dengan Persiapan Untuk Romadhon, Harap Di Perhatikan Dengan Seksama Agar JANGAN BELI KURMA Dari Israeli, Yang Di Jual Dengan Nama-Nama Merk Sbb:
    1.Bomaja
    2.Carmel Agrexco
    3.Delilah
    4.Desert Diamond
    5.Hadiklaim
    6.Jordan Plains
    7.Jordan River
    8.King Solomon
    9.Paradise Dates
    10.Rapunzel
    11.Red Sea
    12.Royal Treasure
    13.Shams
    14.Tamara
    BANTU SEBARKAN...
    Syukron 🙏🏻"
    Benarkah klaim imbauan Dosen UIN Antasari Banjarmasin Anang Saifuddin tidak membeli kurma asal Israel? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim imbauan Dosen UIN Antasari Banjarmasin Anang Saifuddin tidak membeli kurma asal Israel, keterangan tertulis berjudul "Dosen UIN Antasari Tepis Berita yang Viral ini!"  yang dimuat situs resmi UIN Antasari uin-antasari.ac.id menyebutkan, informasi tersebut bisa menjurus ke hoaks, lantaran pencatutan nama sang dosen, yang mengaku sama sekali tidak pernah membuatnya.
    “Dari redaksinya: menulis menggunakan nama seperti itu dan gelar akademik di platform WhatsApp atau media sosial lainnya, itu tidak pernah saya lakukan,” tegasnya kepada Rektor UIN Antasari via WhatsApp yang diteruskan kepada Humas, Jumat (10/03/2023).
    Lewat klarifikasi tersebut, warganet pun diharapkan teliti sebelum membagikan, karena bisa ikut menyebarkan informasi keliru, seiring sudah mencatut nama dan institusi.
    Seperti diketahui, Dr. Saifuddin, M.A. bernama lengkap Saifuddin Ahmad Husein, yang merupakan pakar linguistik lulusan S-2 University of Colorado Boulder (Amerika Serikat).
     
    Sumber:https://www.uin-antasari.ac.id/dosen-uin-antasari-ini-viral-lagi-menjelang-ramadan-gara-gara-pesan-berantai-merek-kurma-israel/
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim imbauan Dosen UIN Antasari Banjarmasin Anang Saifuddin tidak membeli kurma asal Israel tidak benar.
    Informasi tersebut bisa menjurus ke hoaks, lantaran pencatutan nama sang dosen, yang mengaku sama sekali tidak pernah membuatnya.
  • (GFD-2023-12107) [SALAH] Gambar Tangkapan Layar Artikel Merdeka.com “Jokowi: Terlalu banyak peraturan kita pusing sendiri jadi stres”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 21/03/2023

    Berita

    “Jokowi: Terlalu banyak peraturan kita pusing sendiri jadi stres”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Raden Pandjie pada 22 February 2023 memposting sebuah gambar tangkapan layar artikel Merdeka.com dengan judul “Jokowi: Terlalu banyak peraturan kita pusing sendiri jadi stres”.

    Setelah ditelusuri pada website Merdeka.com tidak ditemukan judul artikel tersebut. Lebih lanjut penelusuran menggunakan kata kunci Jokowi sehingga ditemukan artikel yang asli berjudul “Presiden Jokowi Cabut Perpres Investasi Minuman Beralkohol”. Terdapat kesamaan antara postingan Facebook dengan artikel asli pada gambar yang digunakan artikel yaitu Joko Widodo. Jika dilihat perbedaan terlihat pada judul artikel.

    Dengan demikian gambar tangkapan layar artikel Merdeka.com telah disunting pada bagian judul artikel. Judul yang asli adalah “Presiden Jokowi Cabut Perpres Investasi Minuman Beralkohol”, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).

    Gambar tersebut telah disunting pada bagian judul artikel. Faktanya, judul yang asli adalah “Presiden Jokowi Cabut Perpres Investasi Minuman Beralkohol”.

    Selengkapnya pada bagian penjelasan.

    Rujukan