• (GFD-2024-17536) [KLARIFIKASI] Video Ledakan di Jembatan Crimea, Bukan Runtuhnya Jembatan Baltimore

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan sudut pandang lain dari runtuhnya Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat (AS).

    Dalam video, tampak ledakan disertai kobaran api dan kepulan asap terjadi di atas jembatan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut keliru. Jembatan dalam video bukan berlokasi di Baltimore.

    Video yang diklaim memperlihatkan ledakan di Jembatan Baltimore dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Rabu (27/3/2024)

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Alternate angle on Francis Scott Key bridge shows a large explosion.

    (Sisi lain dari jembatan Francis Scott Key menunjukkan ledakan besar).

    Screenshot Konteks keliru, video yang dibagikan adalah ledakan di Jembatan Crime pada 2022

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video itu menggunakan teknik reverse image search dengan Google Lens.

    Hasilnya, video serupa diunggah oleh akun X (Twitter) ini pada 8 Oktober 2022.

    Takarir atau caption video menyebutkan, ledakan terjadi pada sebuah jembatan di Crimea, wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia.

    Kemudian, Kompas.com menelusuri pemberitaan tentang ledakan di Jembatan Crimea dan menemukan video serupa diunggah oleh kanal YouTube The Guardian, pada 8 Oktober 2022.

    Berikut deskripsi yang dicantumkan:

    Rekaman CCTV menunjukkan saat jembatan yang menghubungkan Crimea dan Rusia dihantam ledakan besar pada Sabtu (8 Oktober 2022) pagi.

    Dikutip dari Kompas.id, Jembatan Crimea atau Jembatan Kerch menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Crimea, yang diresmikan pada 2018.

    Jembatan Crimea adalah wilayah yang sebetulnya “abu-abu” karena secara de facto menjadi wilayah pendudukan Rusia sejak invasi Februari-Maret 2014, namun secara de jure masih diakui dunia internasional sebagai wilayah Ukraina.

    Rusia menyebut ledakan di Jembatan Crimea dipicu oleh bom truk, tanpa mengatakan siapa yang merencanakannya.

    Pelaku peledakan jembatan tersebut belum jelas, sebab, hampir tak mungkin truk pembawa bahan peledak mampu melewati sensor X-ray di pintu jembatan.

    Sementara, militer Ukraina sudah lama memiliki kemampuan menarget jembatan itu dengan roket, namun menahan diri karena tindakan itu berisiko memantik amarah Rusia.

    Adapun Jembatan Francis Scott Key ambruk setelah kapal kontainer menabrak tiang penyangga, pada Selasa (26/3/2024).

    Kecelakaan itu menyebabkan Pelabuhan Baltimore, pelabuhan kargo internasional terbesar kesembilan di AS, ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa sebuah video menampilkan sudut pandang lain dari peristiwa runtuhnya Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, AS, merupakan narasi keliru.

    Video tersebut memperlihatkan ledakan di Jembatan Kerch, yang menghubungkan wilayah Crimea dengan Rusia, pada 8 Oktober 2022.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17025) [SALAH] Gerhana Matahari Hibrida Pertanda Pembaiatan Imam Mahdi

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 27/03/2024

    Berita

    Beredar sebuah pesan berantai yang menunjukan gambar fenomena gerhana matahari hibrida yang terjadi pada tanggal 25 Maret 2024. Fenomena tersebut juga dikaitkan dengan kemunculan Imam Mahdi.

    NARASI:
    Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan akan adanya “Gerhana Bulan Penumbra”. Pada tanggal 25 Maret 2024. “Gerhana Matahari Total” Akan terjadi pada tanggal 8 April 2024, betepatan pada akhir Ramadhan 2024 sebelum lebaran Idul Fitri (Namun gerhana ini tidak melintas di Indonesia)

    “Siapkanlah diri kita dengan keimanan, jika sudah waktunya tiba, maka kita akan menjadi pengikutnya. (Semoga Allah mengumpulkan kita semua bersama orang-orang yang Allah cintai) amiinn.
    #bmkg#infobencana#infoterkini#beritaviral

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, fenomena gerhana matahari hibrida tidak ada hubungannya dengan munculnya Imam Mahdi. Informasi tersebut juga pernah beredar pada bulan April 2023.

    Gerhana matahari hibrida adalah perpaduan dari gerhana matahari total dan gerhana matahari cincin. Selain itu, kabar terkait dengan fenomena tersebut yang terjadi pada 25 Maret 2024 adalah tidak benar. Gerhana matahari hibrida hanya berlangsung selama 1 hingga 2 kali dalam seabad, dan terkahir sudah terjadi pada 20 April 2023.

    Dilansir dari Suara.com, berdasarkan isu yang beredar terjadinya gerhana matahari hibrida akan menjadi momen munculnya Imam Mahdi. Hal ini lantas membuat masyarakat panik. Apalagi, kemunculan Imam Mahdi dipercaya sebagai tanda-tanda hari kiamat.

    Melihat banyaknya informasi tersebut, Buya Yahya mengatakan, kemunculan Imam Mahdi memang dipercaya akan terjadi. Hal ini juga sebagai pertanda hari akhir. Namun, kemunculannya itu tidak ada hubungannya dengan gerhana matahari.

    Dengan demikian, informasi terkait dengan fenomena gerhana matahari hibrida yang terjadi pada Maret 2024 serta munculnya Imam Mahdi adalah tidak benar, sehingga masuk ke dalam kategori konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Tidak benar. Gerhana matahari hibrida hanya berlangsung selama 1 hingga 2 kali dalam seabad, dan terkahir sudah terjadi pada 20 April 2023. Kemunculan Imam Mahdi juga tidak ada hubungannya dengan gerhana matahari.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17537) [HOAKS] Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kanker Turbo

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi mengenai kesaksian penemu mRNA yang menyebut perusahaan farmasi Moderna mengetahui vaksin Covid-19 menyebabkan kanker turbo.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.

    Narasi mengenai penemu mRNA bersaksi bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan kanker turbo disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Sebagai sumber informasi, pengguna Facebook menyertakan tangkapan layar artikel dan tautan situs web The People's Voice.

    akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Rabu (20/3/2024), soal penemu mRNA bersaksi soal vaksin Covid-19 menyebabkan kanker turbo.

    Hasil Cek Fakta

    Situs yang menjadi rujukan pengguna media sosial memiliki rekam jejak menyebarkan informasi keliru.

    Media Bias Fact Check mengidentifikasi The People Voice sebagai situs yang memiliki bias dan kredibilitas rendah.

    Situs tersebut berada di bawah perusahaan induk Newspunch LLC yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat.

    Sejak 2014, The People Voice rutin menerbitkan artikel konspirasi, propaganda, dan narasi bias ekstrem sayap kanan.

    Artikel yang beredar mengutip pernyataan Robert Malone yang merupakan seorang spesialis penyakit menular yang populer di kalangan antivaksin.

    Dilansir Politifact, Malone telah mempromosikan beberapa klaim palsu dan menyesatkan tentang vaksin dan pandemi Covid-19.

    Faktanya, Malone sudah mendapat dua dosis vaksin Moderna dan masih hidup sampai saat ini.

    Adapun isu soal vaksin Covid-19 penyebab kanker turbo beredar sejak 2022.

    Dilansir Reuters, hingga kini tidak ada bukti bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan penyakit yang lebih agresif, yang disebut "kanker turbo".

    Pakar imunologi dan peneliti senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, Gigi Gronvall mengatakan, narasi mengenai vaksin penyebab kanker tidak berdasar. Hal senada juga disampaikan para peneliti dan ahli lainnya.

    Pandemi berdampak pada terbatasnya akses pasien penderita kanker terhadap layanan kesehatan, sehingga berpengaruh pada peningkatan jumlah kanker yang pertama kali terdeteksi.

    Laporan The Lancet Oncology, ada sekitar 100 juta pemeriksaan terlewat dan 50 persen tidak diperiksa oleh dokter atau menerima pengobatan tepat waktu di seluruh Eropa.

    Kendati demikian, fakta tersebut tidak serta merta membuktikan vaksin sebagai penyebab kanker.

    Kesimpulan

    Narasi soal penemu mRNA bersaksi bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan kanker turbo merupakan hoaks.

    Artikel tersebut mengutip pernyataan Robert Malone yang dikenal pernah membuat klaim palsu tentang vaksin dan pandemi Covid-19.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17033) Keliru, Video yang Diklaim Dampak Gempa Tuban, Jawa Timur pada 22 Maret 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/03/2024

    Berita



    Di media sosial dan grup percakapan, sebuah video beredar dengan klaim kondisi bangunan porak-poranda serta tanah terbelah usai gempa Tuban. Video tersebut dibagikan dengan klaim dampak gempa Tuban, Jawa Timur setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas II Pasuruan mengungkap rentetan gempa yang mengguncang Tuban, Jawa Timur, Jumat 22 Maret 2024. 



    Apa benar ini video dampak gempa di Tuban Jawa Timur pada 22 Maret 2024?

    Hasil Cek Fakta



    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video dan melakukan penelusuran lanjutan di internet dengan menggunakan reverse image Google. 

    Hasilnya, video tersebut bukanlah dampak gempa di Tuban, Jawa Timur pada 22 Maret 20204, melainkan dampak gempa di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.

    Video identik dengan konten yang pernah diunggah ke YouTube oleh kanal resmi dari stasiun TV Liputan6 pada 22 November 2022 dengan judul “Pasca Dihantam Gempa Cianjur, Begini Kondisi Desa Sarampad”.



    Desa Sarampad di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berada dalam kondisi mengenaskan, sehari sejak gempa Cianjur yang meluluhlantakkan kota tersebut, Senin, 21 November 2022 silam.

    Video identik juga pernah diunggah kanal YouTube IDX CHANNEL pada 24 November 2022 dengan judul "Begini Kondisi Warga Desa Sarampad usai Jalan Terputus pascagempa Cianjur".

    Kemudian oleh kanal YouTube resmi iNews pada 25 November 2022 dengan judul, "Kampung Sarampad Cugenang Masih Minim Bantuan, Warga Mengungsi di Area Terbuka #iNewsSore 25/11".



    Gempa Tuban

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas II Pasuruan mengungkap rentetan gempa yang mengguncang Tuban, Jawa Timur, Jumat, 22 Maret 2024 disebabkan oleh sesar lokal di Laut Jawa.

    "Penyebab gempa adalah sesar lokal di Laut Jawa dengan mekanisme sumber pergerakan sesar geser atau strike slip," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Pasuruan, Rully Oktavia Hermawan saat dihubungi, Jumat, 22 Maret 2024.

    "Pusat gempa berada di 130 km Timur Laut Tuban Jawa Timur. Lokasi tepatnya berada di 5.76 Lintang Selatan, 112.33 Bujur Timur di kedalaman 10 kilometer," ujarnya. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

    Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi. "Kepada Masyarakat yang rumah/bangunan yang rusak dan dirasakan tidak aman untuk tidak ditinggali terlebih dahulu antisipasi terjadi gempa susulan," ujar dia.

    Kesimpulan



    Berdasarkan verifikasi Tempo, video dengan klaim dampak gempa Tuban, Jawa Timur, pada 22 Maret 2024 adalah keliru. 

    Konten tersebut adalah dampak gempa di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.

    Rujukan