• (GFD-2024-17610) [HOAKS] Situasi Amerika Serikat Mencekam karena Pemerintahnya Dukung Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Unggahan video yang menampilkan kerusuhan di jalanan kota-kota di Amerika Serikat (AS) beredar di media sosial.

    Narasi yang beredar menyebutkan, video itu sebagai situasi yang mencekam di AS karena pemerintah mendukung Israel.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.

    Video situasi AS mencekam karena pemerintah mendukung Israel disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (25/3/2024):

    AMERIKA situasi mencekam*, Karena Pemerintah Mendukung ISRAEL, maka RAKYAT nya marah... Penjarahan & Perusakan Terjadi di Seluruh AMERIKA'...!!!*Seluruh warga Israel di usir paksa dan asetnya dihancurkan

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Senin (25/3/2024), soal situasi AS mencekam karena pemerintah mendukung Israel.

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar menampilkan beberapa lokasi kerusuhan yang berbeda-beda.

    Ambil contoh dua video di menit awal, menampilkan asap di jalanan dengan gedung tinggi di sekitarnya.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan metode reverse images search untuk mengetahui jejak digital klip tersebut.

    Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke video akun TikTok @kendralustofficial pada 7 Juni 2020.

    Berdasarkan pelacakan menggunakan Google Maps, diketahui lokasi pengambilan video berada dekat Philadelphia City Hall, Pennsylvania, AS.

    Terdapat patung kuda, lampu merah, dan markah sama dengan video yang beredar.

    Berbekal kata kunci tersebut, ditemukan video lain di jalanan yang sama tetapi dari sudut pandang berlawanan di kanal YouTube "Daily Pennsylvanian".

    Video tersebut merupakan aksi protes ratusan orang atas kematian George Floyd. Adapun George Floyd merupakan pria berkulit hitam yang meninggal setelah mendapat kekerasan dari polisi di Minneapolis, AS.

    Kemudian, artikel yang diunggah Philadelphia Inquirer menyertakan foto di lokasi serupa di Philadelphia.

    Foto diambil pada Sabtu, 30 Mei 2020 saat massa aksi membakar kendaraan polisi di luar gedung Philadelphia City Hall.

    Video berikutnya menampilkan massa aksi menggulingkan sebuah patung.

    Patung itu adalah patung Edward Carmack. Dilansir Wate, patung digulingkan pada 30 Mei 2020 sebagai bentuk aksi protes atas rasialisme yang menimpa Floyd.

    Sementara, klip lainnya menampilkan kerusuhan di jalanan yang dipenuhi mobil, identik dengan video yang diunggah akun X @RT_com pada 4 Juni 2020.

    Tertera tagar yang menunjukkan bahwa video berlokasi di New York.

    Kemudian, video perusakan toko dengan nama G-Shock juga berkaitan dengan insiden pembunuhan Floyd.

    Video mirip ditemukan di akun X @NY_Scoop pada 2 Juni 2020. Aksi perusakan terjadi di Kota Manhattan.

    Semua klip berkaitan dengan aksi protes atas tewasnya warga kulit hitam George Floyd, akibat lehernya ditindih lutut polisi bernama Derek Chauvin.

    Insiden pembunuhan tersebut lantas memantik aksi besar-besaran di berbagai kota di AS, dengan mengangkat isu rasialisme bertajuk black lives matter.

    Kesimpulan

    Potongan klip aksi protes atas insiden pembunuhan George Floyd disebarkan dengan konteks keliru.

    Klip yang beredar diambil dari aksi protes di beberapa kota, seperti Philadelphia, Nashville, New York, dan Manhattan.

    Aksi tersebut tidak bersinggungan dengan sikap pemerintah AS terhadap konflik antara Israel dan Palestina.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17365) Cek Fakta: Tidak Benar Kartun The Simpsons Memprediksi Runtuhnya Jembatan di Baltimore

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/03/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang kartun The Simpsons memprediksi runtuhnya jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Amerika Serikat beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 29 Maret 2024.
    Akun Facebook tersebut mengunggah gambar berisi salah satu karakter di kartun The Simpsons yakni Homer Simpsons yang tengah melihat sebuah kapal menabrak jembatan.
    Gambar itu kemudian dikaitkan dengan peristiwa jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Amerika Serikat yang runtuh setelah ditabrak sebuah kapal kargo.
    "The Simpsons never disappoint with their eeriely accurate predictions," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 29 kali dibagikan dan mendapat 12 respons dari warganet.
    Sebelumnya, sebagian dari Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, AS runtuh setelah sebuah kapal kargo bertabrakan dengannya pada Selasa 26 Maret 2024 pagi, menyebabkan banyak kendaraan jatuh ke air.
    Sekitar pukul 01.30, sebuah kapal menabrak jembatan, terbakar lalu tenggelam. Sebuah video yang diposting di X terlihat menunjukkan sebagian besar jembatan sepanjang 2,6 km itu ambruk karena sejumlah kendaraan jatuh ke air di bawahnya.
     "Semua jalur ditutup kedua arah karena kejadian di Jembatan Kunci I-695. Lalu lintas dialihkan," tulis Otoritas Transportasi Maryland di X seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (26/3/2024). 
    Benarkah dalam gambar tersebut kartun The Simpsons memprediksi runtuhnya jembatan di Baltimore, Amerika Serikat? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kartun The Simpsons memprediksi runtuhnya jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Amerika Serikat. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "bridge in baltimore the simpsons" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Viral Image Does Not Show ‘The Simpsons’ Predicting Baltimore Bridge Collapse" yang dimuat situs thequint.com pada 28 Maret 2024.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa tidak ada episode The Simpsons yang menayangkan soal peristiwa jembatan di Baltimore runtuh karena ditabrak kapal.
    The Quint kemudian melakukan pencarian gambar terbalik pada foto tersebut. Hasil pencarian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam desain karakter Homer Simpsons, pria yang terlihat dalam foto viral tersebut.
    Terlihat bahwa pola zig-zag yang menunjukkan rambut Homer dalam gambar tersebut jauh lebih sempit daripada desain sebenarnya. Selain itu, desain telinga karakternya juga berbeda. The Quint menyimpulkan bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa digital.
    Masih menurut artikel tersebut, kartun The Simpsons sering dikaitkan dengan peristiwa di dunia nyata. Misalnya, gambar The Simpsons kemudian diedit dan dikaitkan dengan beberapa peristiwa.
    Contohnya peristiwa ledakan kapal selam Titan di OceanGate, runtuhnya Bank Silicon Valley, dan unjuk rasa pengemudi truk pada tahun 2022 di Kanada, yang memprotes negara yang mewajibkan vaksin COVID-19.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang kartun The Simpsons memprediksi runtuhnya jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Amerika Serikat ternyata tidak benar. Faktanya, gambar kartun The Simpsons yang dikaitkan dengan peristiwa tersebut merupakan hasil rekayasa digital.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17621) Hoaks! Formasi Kabinet Indonesia Maju II

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/03/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Beredar susunan Kabinet Indonesia Maju II atau jilid 2 kembali beredar di media sosial TikTok.

    Dalam formasi tersebut terdapat foto Mahfud Md, Airlangga Hartanto, Zulkifli Hasan, dan Erick Thohir yang dinarasikan sebagai Menteri Koordinator.

    Selain itu, dijabatan Menteri Bidang Teknis terdapat foto, AHY, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Sri Mulyani, Yenny Wahid, Kaesang Pangarep hingga Raffi Ahmad.

    Namun, benarkah poster formasi Kabinet Indonesia Maju jilid 2 tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, belum ada informasi resmi mengenai formasi kabinet Prabowo-Gibran mendatang. Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden Ari Dwipayana merespons narasi yang dikembangkan sejumlah pihak terkait keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pengangkatan menteri kabinet pemerintahan 2024--2029.

    "Pengangkatan menteri dalam kabinet pemerintahan mendatang sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden terpilih setelah dilantik 20 Oktober 2024," kata Ari Dwipayana, dilansir dari ANTARA.

    Calon wakil presiden nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka menyebut pembahasan soal susunan kabinet pada pemerintahan RI mendatang akan ada waktunya sendiri. Menurut dia, hal itu akan ditentukan oleh Prabowo Subianto selaku calon presiden dan sejauh ini belum ada pembicaraan terkait susunan kabinet.

    "Belum, nanti ada waktunya sendiri," katanya, dilansir dari ANTARA.

    Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad juga menyebut bahwa pihaknya tidak pernah menawarkan kursi dalam kabinet pemerintahan 2024-2029 kepada calon presiden Ganjar Pranowo ataupun Anies Baswedan.

    "Kami tidak pernah atau belum pernah menawarkan kepada Pak Ganjar ataupun Pak Anies soal kursi di kabinet, bahwa kemudian berita-berita disampaikan itu tidak benar," kata Dasco, dilansir dari ANTARA.

    Sebelumnya, formasi kabinet Indonesia Maju juga pernah beredar dan dibantah di sini.

    Klaim: Formasi kabinet Indonesia Maju Jilid 2, ada Mahfud Md, Anies dan Ganjar

    Rating: Disinformasi

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-17366) Cek Fakta: Tidak Benar Jembatan di Baltimore Ambruk karena Ledakan Dinamit

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/03/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Amerika Serikat ambruk karena ledakan dinamit beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 27 Maret 2024.
    Akun Facebook tersebut mengunggah gambar detik-detik ambruknya jembatan tersebut. Dalam gambar terdapat letupan api di beberapa titik jembatan. Gambar tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa runtuhnya jembatan disebabkan ledakan dinamit.
    "Bridge in Baltimore allegedly hit by a cargo hacked by cyber attack.
    It might be a 9/11 like inside job. Video show something like dynamite explosions on bridge.
    Check out the video clip (attached) at 9, 11, and 13 second marks.
    Pure evil!!!
    Don’t loose sight on election fraud, child sex trafficking, and other problems," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 9 kali dibagikan dan mendapat 9 respons dari warganet.
    Benarkah Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Amerika Serikat ambruk karena ledakan dinamit? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Amerika Serikat ambruk karena ledakan dinamit. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "jembatan di baltimore ambruk" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai penyebab jembatan di Baltimore, Amerika Serikat ambruk. Satu di antaranya artikel berjudul "Kapal Kargo Dali Alami Mati Listrik Sebelum Tabrak Jembatan Ikonik di Baltimore AS, 6 Orang Diyakini Tewas" yang dimuat situs Liputan6.com pada 27 Maret 2024.
    Liputan6.com, Washington, DC - Ketika awak kapal Dali, kapal kargo berukuran 289 meter, menyadari apa yang terjadi pada Selasa (26/3/2024), semuanya sudah terlambat. Kapal – pada awal perjalanan 27 hari dari pelabuhan Baltimore ke Sri Lanka – mengalami mati listrik setelah meninggalkan pelabuhan dan meluncur menuju Jembatan Francis Scott Key yang menjadi ikon kota yang terletak di Negara Bagian Maryland, Amerika Serikat, tersebut.
    Saat itu tengah malam dan awak kapal semakin gelap gulita ketika lampu kapal tiba-tiba padam. Kapal itu mati: tidak ada alat elektronik dan - yang terpenting - tidak ada tenaga mesin. Mereka terkatung-katung, namun tak berdaya menghentikan apa yang terjadi.
    Beberapa alarm berbunyi ketika kru melakukan tes yang gagal dalam upaya putus asa untuk memperbaiki masalah dan mendapatkan kembali kekuatan.
    Pilot lokal yang berada di atas kapal dengan panik memberi perintah, menyuruh awak kapal untuk mengarahkan kemudi dengan keras ke kiri dan membuang jangkar agar tidak melayang ke kanan.
    Meskipun generator darurat diyakini telah berfungsi, kapal tersebut tidak pernah dapat menggunakan kembali mesinnya.
    Pilot tidak punya pilihan. Sesaat sebelum pukul 01.30 pada Selasa, mereka mengeluarkan seruan mayday yang memperingatkan pihak berwenang bahwa tabrakan akan segera terjadi.
    "Ada sebuah kapal mendekat dan kehilangan kemudinya," kata seorang pejabat Otoritas Transportasi Maryland sebagaimana yang terekam dalam lalu lintas radio, seperti dilansir BBC, Rabu (27/3). "Sampai hal itu terkendali, kita harus menghentikan semua lalu lintas."
    Gubernur Maryland Wes Moore kemudian memuji para kru sebagai "pahlawan" dan mengatakan respons cepat mereka "menyelamatkan nyawa" karena pihak berwenang mampu menghentikan arus lalu lintas kendaraan ke jembatan dalam waktu dua menit antara panggilan dan tabrakan.
    Namun hal ini tidak menghentikan apa yang terjadi ketika Dali menabrak tiang beton di jembatan sepanjang 2,4 km, yang dengan cepat runtuh, sepotong demi sepotong, ke dalam perairan Sungai Patapsco yang gelap dan dingin.
    Enam orang – semuanya diyakini pekerja di jembatan – diperkirakan tewas karena suhu air dan waktu yang telah berlalu. Penjaga Pantai AS mengatakan pada Selasa malam bahwa mereka telah menyimpulkan orang-orang telah tewas dan bermaksud untuk menghentikan upaya pencarian dan penyelamatan besar-besaran, yang dipersulit oleh cuaca dingin dan mendung.
     

    Kesimpulan


    Kabar tentang Jembatan Francis Scott Key di Baltimore, Amerika Serikat ambruk karena ledakan dinamit ternyata tidak benar. Faktanya, jembatan tersebut runtuh lantaran ditabrak kapal kargo berukuran 289 meter. Sebelum menabrak jembatan, kapal tersebut mengalami mati listrik.