• (GFD-2024-19339) [SALAH] PDIP RAPAT DARURAT, MEGAWATI SIAP OPOSISI LAWAN PRABOWO

    Sumber: youtube.com
    Tanggal publish: 25/04/2024

    Berita

    PENYATAAN SIKAP MEGAWATI !! PDIP SIAP OPOSISI DI PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN

    BREAKING NEWS
    PDIP RAPAT DARURAT
    SUSUL PKS, MEGAWATI SIAP OPOSISI LAWAN PRABOWO

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah video bernarasikan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) melakukan rapat darurat dan Megawati siap oposisi lawan Prabowo beredar dari channel youtube bernama KOPI POLITIK pada 24 April 2024. Klaim itu diperkuat dengan gambar thumbnail suasana ruang rapat anggota PDIP.

    Setelah dilakukan penelusuran, thumbnail yang menampilkan suasana ruang rapat anggota PDIP tersebut merupakan foto Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP Tahun 2021, di sekolah partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Juni 2022.

    Foto aslinya dimuat pada artikel palapapos.co.id dengan judul “Megawati : Siapa Bermanuver Silahkan Keluar” yang dimuat pada 21 Juni 2022.

    Narasi yang dibacakan dalam video tersebut bersumber dari artikel tribunnews.com berjudul “Akhirnya Terjawab Sikap Megawati dan PDIP Usai Gugatan 03 Ditolak MK, Pilih Oposisi atau Koalisi?” yang tayang pada 23 April 2024.

    Artikel ini membahas tentang sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan partai pengusung Ganjar-Mahfud usai gugatan 03 ditolak MK.

    Dengan demikian, narasi mengenai PDIP melakukan rapat darurat dan Megawati siap oposisi lawan Prabowo tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
    Faktanya tidak ditemukan pemberitaan terkait PDIP melakukan rapat darurat dan Megawati siap oposisi lawan Prabowo. Video tersebut hanya berisi gabungan dari beberapa cuplikan video berbeda yang ditambahi dengan narasi menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19346) [HOAKS] Sri Mulyani Jelaskan soal Utang Negara di Sidang MK

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani diklaim menyampaikan soal utang negara dalam sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

    Dalam video, Sri Mulyani mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah melunasi utang negara senilai Rp 7.000 triliun.

    Setelah ditelusuri, narasi itu tidak benar dan video yang dibagikan merupakan hasil manipulasi.

    Sebagai konteks, pada Jumat (5/4/2024), MK memanggil empat menteri Kabinet Indonesia Maju sebagai saksi dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2024. 

    Selain Sri Mulyani, ada pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Tri Rismaharini, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

    Video yang mengeklaim Sri Mulyani menyampaikan soal utang negara dalam sidang sengketa Pilpres 2024 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Sri Mulyani sedang memberikan keterangan kepada hakim MK.

    Sri Mulyani mengatakan, Presiden Jokowi telah menulansi utang warisan sebesar Rp 7.000 triliun. 

    Ia juga mengatakan bahwa utang Indonesia sedikit, hanya 35 persen dari pendapatan negara.

    Video tersebut diberikan keterangan demikian:

    MENTERI KEUANGAN RI SRI MULYANI TEGASKAN SOAL HUTANG NEGARA | Lengkap jelas padat No Muter Muter.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Sri Mulyani menyinggung soal utang negara pada sidang MK

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menyimak video pernyataan Sri Mulyani saat sidang sengketa Pilpres 2024 pada 5 April 2024. Tidak terdapat penjelasan Sri Mulyani soal utang negara. 

    Dalam video, Sri Mulyani memberikan keterangan terkait sumber alokasi dana kunjungan presiden dan dana bantuan kemasyarakatan dari presiden.

    Sri Mulyani memaparkan beberapa hal, seperti sumber dana bantuan kemasyarakatan dari presiden tidak berasal dari anggaran perlindungan sosial (Perlinsos).

    Sri Mulyani membantah memblokir anggaran kementerian untuk pembiayaan bantuan sosial (bansos).

    Ia mengatakan, anggaran kegiatan kunjungan kerja dan bantuan kemasyarakatan yang dibagikan Presiden Joko Widodo berasal dari dana operasional presiden.

    Ia memastikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 tidak terpengaruh dengan Pemilu 2024.

    Seperti diberitakan Kompas.com, Sri Mulyani dan tiga menteri lainnya dipanggil setelah pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, mendalilkan adanya politisasi bansos.

    Bansos yang digelontorkan menjelang Pilpres 2024 dianggap sebagai bagian untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Sri Mulyani menyampaikan soal utang negara dalam sidang sengketa Pilpres 2024 adalah tidak benar dan merupakan hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya, Sri Mulyani memberikan sejumlah keterangan terkait asal alokasi dana kunjungan presiden dan dana bantuan kemasyarakatan dari presiden.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19347) [HOAKS] Video Unjuk Rasa Warga Papua Terkait Pencurian Suara pada Pilpres 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video kerumunan orang yang dikaitkan dengan unjuk rasa di Papua mengenai pencurian suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

    Narasi yang disertakan, Papua tidak akan damai sampai perolehan suara pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dikembalikan.

    Setelah ditelusuri, narasi tersebut hoaks dan tidak sesuai dengan konteks video sebenarnya.

    Video dengan narasi soal unjuk rasa warga Papua menuntut kemenangan paslon nomor urut 1 dibagikan oleh akun Facebook ini, pada 13 April 2024.

    Video tersebut diberi keterangan demikian:

    Papua Bersatu

    PAPUA TAKKAN DAMAI SAMPAI ANGKA" KEMENANGANNYA 01 DIKEMBALIKAN YANG CURI 02ygsok jago membela 02 pintutrbuka buat anda

    Demi NKRI

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut identik dengan konten di kanal YouTube iNews TV ini, yang diunggah pada Desember 2023.

    Video itu menampilkan momen masyarakat Papua mengantarkan peti jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe menuju Sekolah Teologia Atas Injili (STAKIN) Jayapura.

    Seperti diberitakan Kompas.com, ribuan warga Papua mengeluarkan peti jenazah dari ambulans di Bandara Sentani dan mengantarkannya ke STAKIN Jayapura.

    Jenazah Lukas Enembe disemayamkan di STAKIN Jayapura kemudian dibawa ke kediaman pribadinya di Kota Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

    Untuk mengamankan prosesi pemakaman Lukas Enembe, TNI-Polri menurunkan 2.000 aparat gabungan, 500 personel di Kabupaten Jayapura dan 1.500 di Kota Jayapura.

    Lukas Enembe meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada 26 Desember 2023 akibat gagal ginjal.

    Kesimpulan

    Video warga Papua mengantarkan peti jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe pada Desember 2023 disebarkan dengan narasi keliru.

    Video tersebut bukan memperlihatkan unjuk rasa masyarakat Papua terkait pencurian suara pada Pilpres 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19350) [SALAH] Merry Riana Mengatakan Indonesia Akan Bubar

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 25/04/2024

    Berita

    Beredar sebuah video oleh akun Twitter @siregar_najeges yang memperlihatkan seorang motivator, Merry Riana, menyatakan Indonesia akan bubar. Dalam video itu ditampakkan bahwa Merry menyatakan Indonesia tidak ada harapan dan menyatakan “Damai Indonesiaku” tidak akan terwujud. Video tersebut ramai diperbincangkan karena muncul setelah putusan MK menjelang pengumuman penetapan capres dan cawapres Indonesia.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran dengan menggunakan kata kunci “Merry Riana – Indonesia akan bubar”, ditemukan artikel yang mengangkat informasi serupa pada laman Turnbackhoax.id.

    Video tersebut merupakan hoaks lama yang beredar kembali. Awal beredar video motivator, Merry Riana, muncul pada tahun 2019. Merry pun sudah memberikan klarifikasinya terkait video suntingan yang beredar. Melalui akun Instagramnya, yakni @merryriana, Merry menyampaikan bahwa video aslinya dibuat untuk menyebarkan optimisme terhadap Indonesia.

    Ia menyayangkan, ada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab mengedit dan memotong video tersebut hingga tersisa di bagian awalnya dan sangat negatif. Merry pun mengimbau, untuk menyebarkan video klarifikasi yang dibuatnya kepada orang lain dan mengajak orang-orang untuk menonton video yang lengkap agar tidak terjadi kesalah pahaman.

    “Video editan itu disebar di Facebook, Whatsapp Grup, dan media sosial lainnya. Ini tidak benar! Sama Sekali tidak benar!,” tegas Merry.

    Dengan demikian, video Merry Riana yang mengatakan Indonesia akan bubar adalah tidak benar, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hoaks lama beredar kembali. Merry menyampaikan bahwa video aslinya dibuat untuk menyebarkan optimisme terhadap Indonesia. Namun sengaja dipotong untuk menggiring opini.

    Rujukan