Benarkah Presiden Mengutus TNI untuk Bantu Usut Kasus Vina Cirebon? Cek Faktanya
TNI turun tangan usut kasus kematian Vina Cirebon? Simak penelusurannya
Beredar video YouTube dengan narasi Presiden Jokowi resmi mengutus Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu mengusut kasus kematian Vina Cirebon karena tak kunjung usai.
Judul video yang diunggah:
“GEGER SIANG INI.!! TERCEGANG JOKOWI RESMIKAN TNI BANTU KAPOLRI BONGKAR KASUS VINA & BANDAR SABU."
Sedangkan thumbnail dalam video tersebut menampilkan foto Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jendaral Agus Subiyanto.
"BREAKING NEWS PERINTAH TEGAS JOKOWI BONGKAR REKAYASA IPTU RUBIANA & BANDAR SABU KASUS VINA”
(GFD-2024-24565) Benarkah Presiden Mengutus TNI untuk Bantu Usut Kasus Vina Cirebon? Cek Faktanya
Sumber:Tanggal publish: 21/07/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, thumbnail dalam video identik dengan unggahan Antara saat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai bersilaturahmi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/12/2023).
TNI dan Polri membahas agenda patroli bersama antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas mulai dari tingkat kecamatan hingga provisi untuk mengawal Pemilu 2024 agar berjalan aman, nyaman, dan lancar sesuai agenda.
Jadi, thumbnail dalam video tersebut merupakan beberapa momen yang diedit dalam satu frame.
Selain itu, narator dalam video tersebut juga membacakan artikel dari TVOne yang berjudul “Denny Darko Si Ahli Tarot Ramalkan Kasus Vina Cirebon Masih Jauh dari Selesai: Akankah Pegi Setiawan Dibebaskan?”.
Dalam artikel tersebut, tidak ada narasi Jokowi meresmikan TNI akan membantu polisi dalam penyelesaian kasus Vina Cirebon.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon akan diusut tuntas dengan mengerahkan segala tim mulai dari Bareskrim, Propam dan Itwasum Polri untuk melakukan pendalaman.
Menurut Sigit, meski kasus pembunuhan Vina dan Eky sudah berlalu sejak delapan tahun lalu, Polri memiliki kewajiban untuk mendalami dan mengungkap dalang di balik pembunuhan tersebut.
"Walaupun itu sudah terjadi 8 tahun yang lalu ya, 2016. Namun tentunya kami memiliki kewajiban untuk melakukan pendalaman," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (17/7).
Sigit pun berjanji Polri akan menindaklanjuti sejumlah laporan yang masuk ke Bareskrim Polri soal perjalanan penyidikan kasus pembunuhan Vina dan Eky dari Polda Jawa Barat.
"Kasus yang ada yang saat ini sedang berjalan, tentunya Polri menindaklanjuti. Beberapa waktu yang lalu ada laporan di Bareskrim terkait dengan proses perjalanan yang di Jawa Barat dan saat ini pendalaman-pendalaman sedang kita lakukan," kata dia.
TNI dan Polri membahas agenda patroli bersama antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas mulai dari tingkat kecamatan hingga provisi untuk mengawal Pemilu 2024 agar berjalan aman, nyaman, dan lancar sesuai agenda.
Jadi, thumbnail dalam video tersebut merupakan beberapa momen yang diedit dalam satu frame.
Selain itu, narator dalam video tersebut juga membacakan artikel dari TVOne yang berjudul “Denny Darko Si Ahli Tarot Ramalkan Kasus Vina Cirebon Masih Jauh dari Selesai: Akankah Pegi Setiawan Dibebaskan?”.
Dalam artikel tersebut, tidak ada narasi Jokowi meresmikan TNI akan membantu polisi dalam penyelesaian kasus Vina Cirebon.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon akan diusut tuntas dengan mengerahkan segala tim mulai dari Bareskrim, Propam dan Itwasum Polri untuk melakukan pendalaman.
Menurut Sigit, meski kasus pembunuhan Vina dan Eky sudah berlalu sejak delapan tahun lalu, Polri memiliki kewajiban untuk mendalami dan mengungkap dalang di balik pembunuhan tersebut.
"Walaupun itu sudah terjadi 8 tahun yang lalu ya, 2016. Namun tentunya kami memiliki kewajiban untuk melakukan pendalaman," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (17/7).
Sigit pun berjanji Polri akan menindaklanjuti sejumlah laporan yang masuk ke Bareskrim Polri soal perjalanan penyidikan kasus pembunuhan Vina dan Eky dari Polda Jawa Barat.
"Kasus yang ada yang saat ini sedang berjalan, tentunya Polri menindaklanjuti. Beberapa waktu yang lalu ada laporan di Bareskrim terkait dengan proses perjalanan yang di Jawa Barat dan saat ini pendalaman-pendalaman sedang kita lakukan," kata dia.
Kesimpulan
Video yang mengeklaim TNI akan bantu menyelesaikan kasus Vina Cirebon adalah keliru. Faktanya, keseluruhan isi video tidak ada pernyataan terkait Presiden Jokowi menunjuk TNI turun gunung selesaikan kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=2OjIMP6MifI
- https://www.tvonenews.com/lifestyle/trend/223704-denny-darko-si-ahli-tarot-ramalkan-kasus-vina-cirebon-masih-jauh-dari-selesai-akankah-pegi-setiawan-dibebaskan
- https://www.antaranews.com/berita/4199388/cek-fakta-tni-akan-bantu-polri-dalam-penyelesaian-kasus-vina-cirebon
(GFD-2024-21238) Cek Fakta: Hoaks Deteksi Kesehatan Lambung dengan Melihat Gerakan Jari Tangan Kiri
Sumber:Tanggal publish: 21/07/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim cara memeriksa kesehatan lambung hanya dengan melihat gerakan jari tangan kiri. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 17 Juli 2024.
Dalam postingannya terdapat video sebagai berikut:
"Tes kesehatan lambung dengan tangan kiri. Buka telapak tangan kiri Anda, kemudian satukan ibu jari dan jari kelingking. Jika jari tengah dan jari manis lurus sejajar itu tandanya lambung Anda sehat. Dan jika jari manis tidak bisa lurus itu tandanya lambung Anda bermasalah."
Akun itu menambahkan narasi "Cek kesehatan lambung dengan tangan kiri"
Hingga saat ini postingan tersebut telah dilihat dua juta kali. Mendapat 685 komentar, 8,4 ribu likes dan 1,4 ribu kali dibagikan.
Lalu benarkah postingan yang mengklaim cara memeriksa kesehatan lambung hanya dengan melihat gerakan jari tangan kiri?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menghubungi dr. Muhamad Fajri Adda'i. Ia menyebut postingan yang beredar viral itu tidak benar.
"Secara medis tidak ada bukti ilmiah bahwa gerakan-gerakan jari seperti di video tersebut bisa memeriksa kesehatan lambung kita. Kita tidak bisa melihat gangguan lambung atau pencernaan hanya dari gerakan jari saja," ujar dr. Fajri saat dihubungi Minggu (21/7/2024).
"Pemeriksaan lambung diawali dengan adakah gejala-gejala, lalu pemeriksaan fisik, kemudian ada juga pemeriksaan endoskopi atau cek darah. Jadi pemeriksaannya cukup panjang, tidak bisa melalui cara seperti di video," katanya menambahkan.
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim cara memeriksa kesehatan lambung hanya dengan melihat gerakan jari tangan kiri adalah tidak benar.
(GFD-2024-21248) [HOAKS] Video Wawancara Metro TV Promosikan Situs Judi
Sumber:Tanggal publish: 20/07/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang menampilkan seorang bandar mempromosikan situs judi saat diwawancarai presenter Metro TV.
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video seorang bandar mempromosikan situs judi saat diwawancarai presenter Metro TV muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Bandar judi itu mengatakan, mereka memberikan kemenangan kepada pemain baru. Ia menyebutkan, para pemain sudah pasti untung dan tidak akan rugi.
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video seorang bandar mempromosikan situs judi saat diwawancarai presenter Metro TV muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini.
Bandar judi itu mengatakan, mereka memberikan kemenangan kepada pemain baru. Ia menyebutkan, para pemain sudah pasti untung dan tidak akan rugi.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Metro TV ini. Video mencuplik klip pada menit 2:54.
Video menampilkan presenter Metro TV Aviani Malik mewawancarai seorang perempuan berinsial RM yang merupakan operator judi online.
Dalam video, RM bercerita soal awal mula terlibat di perusahaan judi online. RM mengoperasikan 50 situs judi dengan omzet sekitar Rp 4 miliar per hari.
Selanjutnya, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara dalam video promosi judi online menggunakan Hive Moderation.
Hasilnya, suara bandar judi itu terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI dengan probabilitas mencapai 99,9 persen.
Sehingga, dapat dipastikan konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Video menampilkan presenter Metro TV Aviani Malik mewawancarai seorang perempuan berinsial RM yang merupakan operator judi online.
Dalam video, RM bercerita soal awal mula terlibat di perusahaan judi online. RM mengoperasikan 50 situs judi dengan omzet sekitar Rp 4 miliar per hari.
Selanjutnya, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek suara dalam video promosi judi online menggunakan Hive Moderation.
Hasilnya, suara bandar judi itu terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI dengan probabilitas mencapai 99,9 persen.
Sehingga, dapat dipastikan konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Kesimpulan
Video seorang bandar mempromosikan situs judi saat diwawancarai presenter Metro TV merupakan hasil manipulasi.
Dalam video aslinya, orang tersebut merupakan operator judi online berinisial RM. Ia bercerita soal awal mula terlibat di perusahaan judi online saat diwawancarai Metro TV.
Dalam video aslinya, orang tersebut merupakan operator judi online berinisial RM. Ia bercerita soal awal mula terlibat di perusahaan judi online saat diwawancarai Metro TV.
Rujukan
(GFD-2024-21255) [HOAKS] Air Mineral Tidak Layak Konsumsi karena Kadar Zat Besi Tinggi
Sumber:Tanggal publish: 20/07/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar narasi air mineral dalam kemasan merek Le Minerale dan Aqua tidak aman dikonsumsi karena mengandung zat besi dalam kadar tinggi.
Narasi itu disertai video seorang pria membuktikan kandungan zat besi dalam air mineral dengan cara mencelupkan ujung kabel ke air untuk menyalakan lampu.
Terdapat tiga gelas air yang diuji. Air di gelas pertama gagal menyalakan lampu, sedangkan air dari gelas Le Minerale dan Aqua berhasil membuat lampu menyala.
Menurut pria tersebut, air dari gelas Le Minerale dan Aqua dapat menyalakan lampu karena mengandung zat besi tinggi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi soal air mineral merek Le Minerale dan Aqua tidak aman dikonsumsi karena mengandung zat besi tinggi dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Kamis (18/7/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Kenapa Produk yg berAfiliasi dgn IsraHell berbahaya.. contoh m Air Mineral seperti Aqua dan Le Mineral..? Simak sampai habis..
Narasi itu disertai video seorang pria membuktikan kandungan zat besi dalam air mineral dengan cara mencelupkan ujung kabel ke air untuk menyalakan lampu.
Terdapat tiga gelas air yang diuji. Air di gelas pertama gagal menyalakan lampu, sedangkan air dari gelas Le Minerale dan Aqua berhasil membuat lampu menyala.
Menurut pria tersebut, air dari gelas Le Minerale dan Aqua dapat menyalakan lampu karena mengandung zat besi tinggi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi soal air mineral merek Le Minerale dan Aqua tidak aman dikonsumsi karena mengandung zat besi tinggi dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Kamis (18/7/2024).
Berikut narasi yang dibagikan:
Kenapa Produk yg berAfiliasi dgn IsraHell berbahaya.. contoh m Air Mineral seperti Aqua dan Le Mineral..? Simak sampai habis..
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, narasi air mineral tidak aman dikonsumsi karena mengandung zat besi dalam kadar tinggi sudah lama beredar.
Narasi itu telah dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pada 2 Juli 2020, melalui keterangan di situs resmi.
BPOM menjelaskan, air mineral bisa menghantarkan listrik karena mengandung mineral yang merupakan sumber elektrolit dan mempunyai sifat penghantar listrik.
Adapun persyaratan keamanan dan mutu produk air mineral, termasuk batas kandungan zat besi, telah ditetapkan mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan diberlakukan secara wajib berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 78/M-IND/Per/11/2016.
BPOM akan menilai keamanan, mutu, dan gizi produk pangan sebelum diedarkan. Produk yang memiliki kandungan cemaran melebihi batas, tidak akan mendapat izin edar.
"Kepada masyarakat diimbau agar menjadi konsumen cerdas yang tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial," kata BPOM.
Sementara itu, pihak Le Minerale melalui Corporate Secretary Mayora, Indah Yuni Gunawan mengatakan, narasi tersebut tidak benar.
Air mineral memang mengandung mineral yang bersifat konduktor listrik. Sedangkan, air demineral tidak akan menghantarkan listrik karena mineralnya telah dihilangkan.
Menurut Yuni, metode pengujian kandungan zat besi dalam air mineral yang diperagakan dalam video tersebut keliru dan menyesatkan.
"Jelas ini metode yang salah, tidak valid dan menyesatkan yang dilakukan oleh oknum yang tidak mempunyai kapasitas dan tidak kredibel di dalam pemahaman mengenai pelaksanaan metode pengujian keamanan makanan dan minuman," tutur Yuni, dikutip dari Liputan6.com, pada 6 Juli 2020.
Narasi itu telah dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pada 2 Juli 2020, melalui keterangan di situs resmi.
BPOM menjelaskan, air mineral bisa menghantarkan listrik karena mengandung mineral yang merupakan sumber elektrolit dan mempunyai sifat penghantar listrik.
Adapun persyaratan keamanan dan mutu produk air mineral, termasuk batas kandungan zat besi, telah ditetapkan mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan diberlakukan secara wajib berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 78/M-IND/Per/11/2016.
BPOM akan menilai keamanan, mutu, dan gizi produk pangan sebelum diedarkan. Produk yang memiliki kandungan cemaran melebihi batas, tidak akan mendapat izin edar.
"Kepada masyarakat diimbau agar menjadi konsumen cerdas yang tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial," kata BPOM.
Sementara itu, pihak Le Minerale melalui Corporate Secretary Mayora, Indah Yuni Gunawan mengatakan, narasi tersebut tidak benar.
Air mineral memang mengandung mineral yang bersifat konduktor listrik. Sedangkan, air demineral tidak akan menghantarkan listrik karena mineralnya telah dihilangkan.
Menurut Yuni, metode pengujian kandungan zat besi dalam air mineral yang diperagakan dalam video tersebut keliru dan menyesatkan.
"Jelas ini metode yang salah, tidak valid dan menyesatkan yang dilakukan oleh oknum yang tidak mempunyai kapasitas dan tidak kredibel di dalam pemahaman mengenai pelaksanaan metode pengujian keamanan makanan dan minuman," tutur Yuni, dikutip dari Liputan6.com, pada 6 Juli 2020.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi air mineral merek Le Minerale dan Aqua tidak aman dikonsumsi karena mengandung zat besi tinggi adalah hoaks.
BPOM menjelaskan, air mineral bisa menghantarkan listrik karena mengandung mineral yang merupakan sumber elektrolit dan mempunyai sifat penghantar listrik.
BPOM menjelaskan, air mineral bisa menghantarkan listrik karena mengandung mineral yang merupakan sumber elektrolit dan mempunyai sifat penghantar listrik.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61552410976691/videos/3841922096044117/
- https://www.facebook.com/watch/?v=410186214753167
- https://www.facebook.com/61561591432499/videos/1562868237596030/
- https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penjelasan-badan-pom-ri-tentang-air-mineral-yang-diberitakan-tidak-aman-dikonsumsi-karena-mengandung-zat-besi
- https://www.liputan6.com/health/read/4296686/viral-video-air-mineral-mengandung-besi-ini-kata-bpom-dan-produsen?page=5
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3232/7951


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4897112/original/036912600_1721530000-cek_fakta_lambung.jpg)


