• (GFD-2025-26140) [HOAKS] Kejagung Umumkan Tersangka Kasus Korupsi Pertamina Dihukum Mati

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video mengeklaim Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan tersangka korupsi Pertamina akan dihukum mati.

    Video itu muncul dalam sebuah unggahan yang tayang pada Maret 2025. Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar aatau hoaks.

    Video yang mengeklaim Kejagung mengumumkan tersangka korupsi Pertamina akan dihukum mati muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun TikTok ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan pegawai Kejagung sedang memberikan keterangan pers. Dalam video terdapat keterangan:

    Kejagung Umumkan Koruptor PERTAMINA akan dihukum mati

    Akun TikTok Tangkapan layar akun TikTok narasi yang mengeklaim Kejagung mengumumkan bahwa tersangka korupsi Pertamina akan dihukum mati

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu identik dengan unggahan di kanal YouTube Metro TV ini.

    Video itu adalah momen ketika penyidik Kejagung menetapkan dua tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga. 

    Dua pegawai PT Pertamina Patra Niaga yang ditetapkan menjadi tersangka baru yakni Direktur Pemasaran dan Niaga, Maya Kusmaya dan Vice President Trading Operations, Edward Corne. 

    Adapun sampai saat tidak ditemukan informasi valid Kejagung telah menjatuhkan hukuman mati terhadap tersangka korupsi Pertamina. 

    Diberitakan Kompas.com, Jaksa Agung ST Burhanuddin belum bisa memastikan para tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang akan dihukum mati. 

    Burhanuddin mengatakan, potensi hukuman yang dijatuhkan kepada para tersangka tergantung hasil penyelidikan.

    "Kita akan melihat hasil nanti selesai penyelidikan ini, kita akan melihat dulu," kata Burhanuddin di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (6/3/2025).

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Kejagung mengumumkan tersangka korupsi Pertamina akan dihukum mati tidak benar atau hoaks.

    Video aslinya adalah momen ketika penyidik Kejagung menetapkan dua tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26521) CEK FAKTA: Token Listrik Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2025

    Berita



    Murianews, Kudus – Marak narasi promo token listrik dari PLN. Cek fakta dan kebenarannya lebih dulu agar tidak menjadi korban kejahatan digital.



    Narasi promo token listrik itu beredar di sejumlah media sosial. Salah satunya beredar di akun Instagram @token_gratis.



    ”DAFTAR DAN KLAIM TOKEN LISTRIK GRATIS RP.250,000,” demikian narasi yang dihembuskan akun tersebut.



    Di akun yang sama ada juga narasi ”DAFTAR DAN DAPATKAN TOKEN LISTRIK GRATIS 2025 SEBESAR RP.300.000”.



    Berikut tangkap layar narasi yang menyebutkan promo token listrik gratis.



    Tangkap layar unggahan yang menarasikan Token Listrik Gratis. (Instagram)



    Berikut tangkap layar narasi yang menyebutkan promo token listrik gratis.



    Tangkap layar unggahan yang menarasikan Token Listrik Gratis. (Instagram)



    Penelusuran...

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri dengan meninjau akun TikTok resmi PLN, yakni @pln_id.



    Dalam akun tersebut PLN memberikan imbauan terkait postingan token listrik gratis. Di video yang diunggah, PLN menyebut narasi token listrik gratis merupakan hoaks.



    Bahkan, PLN membuktikan narasi tersebut hoaks. Di mana, saat mengeklik link yang disematkan dalam bio akun tersebut, justru tidak mengarah ke akun resmi PLN.



    Saat mengeklik link tersebut, pengguna diminta mengisi data pribadi. Modus ini biasa digunakan pelaku kejahatan digital untuk mencuri data pribadi maupun menguras isi tabungan.



    PLN juga mengklarifikasi terkait narasi promo listrik gratis itu lewat akun Instagram resmi milik PLN di @pln_id.



    ”Electrizen, PLN tidak pernah memberikan token listrik gratis melalui program apa pun. Pastikan kamu selalu mendapatkan informasi resmi dari PLN melalui saluran resmi seperti Instagram @pln_id, Facebook PLN, Twitter @_pln_id, website www.pln.co.id, atau aplikasi PLN Mobile. Jika ada tawaran mencurigakan, segera cek keaslian informasi di sumber resmi. Tetap waspada dan hindari penipuan!” demikian caption unggahan itu.



    Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kudus Kota Rahmat Taupik mengatakan, saat ini marak kabar token listrik gratis. Kabar hoaks tersebut beredar di sosial media TikTok.



    ”Modusnya akun tiktok tersebut menyatakan bahwa PLN akan memberikan token listrik gratis dengan syarat bahwa pelanggan harus masuk ke link yang diberikan pada akun tiktok tersebut, dan minta untuk mengisi data data pribadi pelanggan,” ujarnya.



    Kesimpulan...

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com narasi token listrik gratis yang beredar di media sosial merupakan Disinformasi dengan jenis fabricated content.



    Konten ini sangat berbahaya karena tidak bisa dipertanggungjawabkan dan mengarah ke kejahatan digital.



    PLN telah mengonfirmasi, narasi token listrik gratis merupakan hoaks alias informasi palsu.



    Editor: Zulkifli Fahmi
  • (GFD-2025-26102) [SALAH] Masjid Tempat Agenda Teroris

    Sumber: X/Twitter
    Tanggal publish: 13/03/2025

    Berita

    Pada Senin, 10/3/2025 beredar post/cuitan di X/Twitter (arsip cadangan) yang membagikan video dengan narasi:

    “Masjid ini sudah lama selalu menjadi tempat agenda teroris utk menyusun rencana terorisnya ke setiap orang.
    Maka satu satunya jalan adalah dihancurkan... aullohuakbar.. takbirr”

    Hasil Cek Fakta

    Menggunakan perkakas (tools) pencarian video (video search) Google Video, ditemukan beberapa sumber yang sudah membagikan sebelumnya dengan konteks yang benar, salah satunya oleh 20DETIK pada 8 Maret 2025 lalu di unggahan dengan deskripsi "Video: Suasana Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak yang Berlanjut Hari Ini".

    Selain itu, dengan menggunakan perkakas (tools) pencarian foto (image search) Google Images dan pencarian berita (news search) Google News, ditemukan bahwa terdapat beberapa media yang sudah membagikan video dan artikel liputan berkaitan dengan pembongkaran wahana wisata tersebut.

    Verifikasi lokasi menggunakan Google Maps juga menunjukkan beberapa foto yang mengabadikan beberapa bangunan dengan ciri-ciri kubah, bentuk dan warna yang sama.

    Kesimpulan

    Post/cuitan masuk ke kategori konten yang menyesatkan (misleading content), faktanya video yang dibagikan adalah rekaman proses pembongkaran Wahana Wisata Hibisc Fantasy di Puncak, Bogor.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26103) Cek Fakta: Video Banjir di Bekasi Setinggi 4 M Tenggelamkan Perumahan Elit

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/03/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video yang menarasikan kejadian banjir setinggi 4 meter hingga menenggelamkan kawasan perumahan elit di Bekasi.

    Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram “restonewongsolo” pada Minggu (09/03/2025) itu diperlihatkan kondisi banjir yang merendam perumahan hingga hampir mencapai ke atap rumah.

    Terpantau pada Selasa (11/03/2025), unggahan tersebut telah putar sebanyak lebih dari 3 ribu kali.

    Lantas benarkah narasi yang disampaikan?

    Hasil Cek Fakta

    Menyadur artikel TurnBackHoax.

    Diketahui bahwa pekan lalu, banjir besar telah melanda Kota Bekasi tepatnya pada Selasa (04/03/2025) setelah hujan deras mengguyur sejak Senin malam.

    Beberapa titik di Bekasi tergenang air dengan ketinggian mencapai 2,5 meter, menyebabkan ribuan warga terdampak dan harus mengungsi. Perumahan Villa Nusa Indah 1 dan 2 menjadi bdua dari beberapa lokasi terparah, dengan air yang hampir menutup atap rumah satu lantai.

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo lantas mencoba melakukan penelusuran sumber tersebut melalui alat pencarian gambar “Google”. Hasilnya, ditemukan sebuah artikel yang dimuat oleh laman periksa fakta Afrika pesacheck.org berjudul “FALSE: This video isn’t of flooded houses in Machakos” tayang (26/04/2024).

    Dalam artikel tersebut diperlihatkan kondisi banjir serupa seperti yang diunggah pada video sumber informasi di atas. Dari tahun unggahan pun sudah bisa dipastikan video tersebut bukan merupakan kondisi yang terjadi di Bekasi, karena tayang pada tahun 2024.