KOMPAS.com - Beredar narasi yang mengeklaim Pemerintah Indonesia akan menampung 2 juta warga Gaza, Palestina. Narasi ini muncul pada Januari 2025 di media sosial.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan.
Narasi yang mengeklaim Pemerintah Indonesia akan menampung 2 juta warga Gaza dibagikan oleh akun Facebook ini pada Selasa (21/1/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Pemerintah RI beri makan & lapangan kerja bagi warga negaranya sendiri saja kesulitan, eh tetiba mau tampung 2 juta warga Gaza
Screenshot Klarifikasi, penjelasan Kemlu RI soal narasi 2 juta warga Gaza dipindah ke Indonesia
(GFD-2025-25235) [KLARIFIKASI] Penjelasan Kemenlu soal Isu RI Akan Tampung 2 Juta Penduduk Gaza
Sumber:Tanggal publish: 21/01/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Isu Indonesia akan menjadi tempat penampungan warga Gaza pernah dikemukakan oleh Steve Witkoff, pejabat transisi pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dilansir NBC News, Minggu (19/1/2025) Witkoff mengatakan, sebanyak 2 juta warga Palestina dapat direlokasi untuk sementara selama Gaza dibangun ulang.
Menurut Witkoff, Indonesia merupakan salah satu lokasi yang sedang didiskusikan untuk menjadi tujuan beberapa dari mereka.
Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan tidak pernah mendapat informasi resmi terkait upaya pemerintah AS di bawah kepemimpinan Trump merelokasi 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia.
Juru Bicara Kemenlu, Roy Soemirat mengatakan, Pemerintah Indonesia tidak pernah mendapatkan informasi apa pun mengenai rencana itu.
"Pemerintah RI tidak pernah mendapatkan informasi apa pun mengenai hal ini" kata Roy, seperti diberitakan Kompas.com, Senin (20/1/2025).
Dilansir NBC News, Minggu (19/1/2025) Witkoff mengatakan, sebanyak 2 juta warga Palestina dapat direlokasi untuk sementara selama Gaza dibangun ulang.
Menurut Witkoff, Indonesia merupakan salah satu lokasi yang sedang didiskusikan untuk menjadi tujuan beberapa dari mereka.
Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan tidak pernah mendapat informasi resmi terkait upaya pemerintah AS di bawah kepemimpinan Trump merelokasi 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia.
Juru Bicara Kemenlu, Roy Soemirat mengatakan, Pemerintah Indonesia tidak pernah mendapatkan informasi apa pun mengenai rencana itu.
"Pemerintah RI tidak pernah mendapatkan informasi apa pun mengenai hal ini" kata Roy, seperti diberitakan Kompas.com, Senin (20/1/2025).
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Pemerintah Indonesia akan menampung 2 juta warga Gaza perlu diluruskan.
Isu Indonesia akan menjadi tempat penampungan warga Gaza dikemukakan oleh Steve Witkoff, pejabat transisi pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Namun, Kemenlu Indonesia menegaskan tidak pernah mendapat informasi resmi terkait upaya pemerintah AS di bawah kepemimpinan Trump merelokasi 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia.
Isu Indonesia akan menjadi tempat penampungan warga Gaza dikemukakan oleh Steve Witkoff, pejabat transisi pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Namun, Kemenlu Indonesia menegaskan tidak pernah mendapat informasi resmi terkait upaya pemerintah AS di bawah kepemimpinan Trump merelokasi 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/tohir.effendi/posts/pfbid0M8jeJouQAUqxKFVLmjtESCjAtDbyaKkELQsvCvHWL9mXpbRWisxh3axtL9pRZHJ5l
- https://www.nbcnews.com/politics/donald-trump/trump-middle-east-steve-witkoff-consider-visit-gaza-strip-rcna188274
- https://nasional.kompas.com/read/2025/01/20/19405531/kemlu-ri-tegaskan-belum-dapat-informasi-soal-rencana-trump-pindahkan-2-juta
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25257) [KLARIFIKASI] Pemprov Sumut Bantah Larang Pengajian di Masjid Kompleks Rumah Dinas Gubernur
Sumber:Tanggal publish: 21/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video dengan narasi yang menyatakan bahwa sejumlah ibu-ibu dilarang melakukan pengajian rutin di masjid kompleks rumah dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut).
Larangan itu disebut berasal dari Gubernur Sumut terpilih, Bobby Nasution. Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Informasi keliru ini menyinggung isu sensitif terkait agama dan perlu diklarifikasi untuk mencegah perpecahan di masyarakat.
Narasi mengenai adanya larangan melakukan pengajian rutin di masjid kompleks rumah dinas Gubernur Sumut muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Video itu menampilkan sejumlah ibu-ibu sedang membaca Al Quran. Kemudian, perekam video mengatakan bahwa itu adalah pengajian terakhir di masjid kompleks rumah dinas Gubernur Sumut karena telah dilarang oleh Bobby Nasution.
Salah satu akun menuliskan keterangan:
*Mesjid Kompleks Rumah Dinas GUBERNUR PROV SUMATERA UTARA, di Jln. Sudirman MEDAN Tidak Boleh lagi Ada Kegiatan membaca mentadabburi Kitab Suci Al Quran dan didalam masjid sudah tidak tersedia lagi mushaf Al Qur:an*.
*Pelarangan Baca Al-Qur'an Juga Berlaku di Masjid2 lain *
*Instruksi Dari Gubernur MEDAN Boby Nasution (Mantu Jokowi)*.
*TANGKAP, ADILI & HUKUM MATI JOKOWI dan DINASTINYA....*
*VIRALKAN *Mana nih.. Orang Medan.. SumUt Ayo bergerak...
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi soal pelarangan melakukan pengajian di masjid kompleks rumah dinas Gubernur Sumatera Utara
Larangan itu disebut berasal dari Gubernur Sumut terpilih, Bobby Nasution. Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan.
Informasi keliru ini menyinggung isu sensitif terkait agama dan perlu diklarifikasi untuk mencegah perpecahan di masyarakat.
Narasi mengenai adanya larangan melakukan pengajian rutin di masjid kompleks rumah dinas Gubernur Sumut muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Video itu menampilkan sejumlah ibu-ibu sedang membaca Al Quran. Kemudian, perekam video mengatakan bahwa itu adalah pengajian terakhir di masjid kompleks rumah dinas Gubernur Sumut karena telah dilarang oleh Bobby Nasution.
Salah satu akun menuliskan keterangan:
*Mesjid Kompleks Rumah Dinas GUBERNUR PROV SUMATERA UTARA, di Jln. Sudirman MEDAN Tidak Boleh lagi Ada Kegiatan membaca mentadabburi Kitab Suci Al Quran dan didalam masjid sudah tidak tersedia lagi mushaf Al Qur:an*.
*Pelarangan Baca Al-Qur'an Juga Berlaku di Masjid2 lain *
*Instruksi Dari Gubernur MEDAN Boby Nasution (Mantu Jokowi)*.
*TANGKAP, ADILI & HUKUM MATI JOKOWI dan DINASTINYA....*
*VIRALKAN *Mana nih.. Orang Medan.. SumUt Ayo bergerak...
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi soal pelarangan melakukan pengajian di masjid kompleks rumah dinas Gubernur Sumatera Utara
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari Tribun Medan, Bobby Nasution mengatakan, dirinya hingga saat ini belum tinggal di rumah dinas Gubernur Sumut.
Dengan demikian, ia tidak bisa memberikan instruksi di lingkungan rumah dinas tersebut.
"Saya belum tinggal di sana, apalagi sampai memberikan instruksi di lingkungan rumah dinas Gubsu. Secara aturan belum bisa masuk ke rumah dinas gubernur, tinggal daja belum boleh apalagi kasih instruksi," ucapnya.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Juliadi Zurdani Harahap juga membantah narasi soal larangan mengaji di masjid kompleks rumah dinas gubernur.
Menurut dia, tidak ada pelarangan terkait pengajian.
"Video yang mengklaim demikian (pelarangan pengajian) itu tidak benar, Pemprov Sumut tidak pernah melarang masyarakat melakukan kegiatan di masjid gubernur," kata Juliadi dikutip dari laman Pemrov Sumut.
Juliadi pun mengimbau masyarakat lebih bijak ketika menerima informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar memverifikasi lebih dulu informasi yang bentuknya konten video, suara atau teks, cari tahu dulu sebenarnya baru disebarkan," kata Juliadi.
Dengan demikian, ia tidak bisa memberikan instruksi di lingkungan rumah dinas tersebut.
"Saya belum tinggal di sana, apalagi sampai memberikan instruksi di lingkungan rumah dinas Gubsu. Secara aturan belum bisa masuk ke rumah dinas gubernur, tinggal daja belum boleh apalagi kasih instruksi," ucapnya.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Juliadi Zurdani Harahap juga membantah narasi soal larangan mengaji di masjid kompleks rumah dinas gubernur.
Menurut dia, tidak ada pelarangan terkait pengajian.
"Video yang mengklaim demikian (pelarangan pengajian) itu tidak benar, Pemprov Sumut tidak pernah melarang masyarakat melakukan kegiatan di masjid gubernur," kata Juliadi dikutip dari laman Pemrov Sumut.
Juliadi pun mengimbau masyarakat lebih bijak ketika menerima informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar memverifikasi lebih dulu informasi yang bentuknya konten video, suara atau teks, cari tahu dulu sebenarnya baru disebarkan," kata Juliadi.
Kesimpulan
Narasi soal larangan melakukan pengajian rutin di masjid kompleks rumah dinas Gubernur Sumut keliru dan dibantah oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, Juliadi Zurdani Harahap menjelaskan, tidak ada larangan melakukan pengajian di masjid rumah dinas gubernur.
Sementara, Gubernur Sumut terpilih, Bobby Nasution juga mengungkapkan, saat ini ia belum tinggal di rumah dinas sehingga tidak mungkin memberikan instruksi tersebut.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, Juliadi Zurdani Harahap menjelaskan, tidak ada larangan melakukan pengajian di masjid rumah dinas gubernur.
Sementara, Gubernur Sumut terpilih, Bobby Nasution juga mengungkapkan, saat ini ia belum tinggal di rumah dinas sehingga tidak mungkin memberikan instruksi tersebut.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=928724986069901&rdid=XqIYzXXCax5s5Isl
- https://www.facebook.com/reel/1752286005343267
- https://www.facebook.com/watch/?v=920682183378271&rdid=Fv6P9S8ALBXf1zDw
- https://medan.tribunnews.com/2025/01/13/heboh-masjid-di-rumdis-gubsu-tak-boleh-dipakai-pengajian-bobby-nasution-belum-tinggal-di-sana
- https://sumutprov.go.id/artikel/artikel/pemprov-sumut-tegaskan-tidak-ada-pelarangan-pengajian-masyarakat-di-masjid-gubernur
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25258) [HOAKS] Taylor Swift Kaitkan Kebakaran LA dengan Dukungan ke Israel
Sumber:Tanggal publish: 21/01/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan penyanyi asal Amerika Serikat (AS), Taylor Swift berkomentar tentang kebakaran yang melanda Los Angeles, California yang terjadi sejak 7 Januari 2025.
Swift menyebutkan, kebakaran yang terjadi merupakan hukuman Tuhan atas AS, karena membiayai persenjataan Israel yang digunakan untuk menyerang penduduk Gaza.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video Taylor Swift mengaitkan kebakaran di California dengan dukungan AS ke Israel disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (17/1/2025):
Luar biasa..! Penyanyi Taylor Swift menyebut bhw bencana kebakaran di Amerika terjadi krn Pemerintah Amerika (dgn uang pajak rakyat Amerika) mendukung penindasan Israel di Gaza. #justiceforpalestine
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Jumat (17/1/2025), menampilkan video Taylor Swift mengaitkan kebakaran di California dengan dukungan AS ke Israel.
Swift menyebutkan, kebakaran yang terjadi merupakan hukuman Tuhan atas AS, karena membiayai persenjataan Israel yang digunakan untuk menyerang penduduk Gaza.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video Taylor Swift mengaitkan kebakaran di California dengan dukungan AS ke Israel disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (17/1/2025):
Luar biasa..! Penyanyi Taylor Swift menyebut bhw bencana kebakaran di Amerika terjadi krn Pemerintah Amerika (dgn uang pajak rakyat Amerika) mendukung penindasan Israel di Gaza. #justiceforpalestine
akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, Jumat (17/1/2025), menampilkan video Taylor Swift mengaitkan kebakaran di California dengan dukungan AS ke Israel.
Hasil Cek Fakta
Video Taylor Swift bersumber dari acara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, 12 November 2021.
Dalam video aslinya, Swift membagikan cerita di balik peluncuran album RED (Taylor's Version) yang salah satunya membuat lagu "All Too Well" berdurasi 10 menit.
Tampak pakaian dan latar belakang videonya sama.
Dalam video itu tidak ada pernyataan Swift mengenai kebakaran di California atau pun perang di Gaza.
Pengguna media sosial menyunting video tersebut dengan mengubah suara aslinya.
Pakar forensik media digital di Universitas Buffalo, Siwei Lyu menggambarkannya video yang beredar sebagai deep-sync, video manipulatif yang disinkronkan dengan gerak bibir.
Dilansir USA Today, apabila diperhatikan gigi Swift tampak tidak konsisten, bergantian antara buram dan jernih, dan menunjukkan bahwa setelah sekitar 30 detik, video dan audio menjadi tidak sinkron.
Pendapat senada disampaikan oleh James O'Brien, seorang profesor ilmu komputer di Universitas California.
Bahasa tubuh Swift dalam video, menurut O'Brien, tidak senada dengan ucapannya.
Karakteristik audionya juga terdengar lebih mirip Siri, asisten suara di perangkat Apple. Misalnya, ada bagian suara yang tiba-tiba berubah menjadi aksen Inggris.
Sebagai informasi, AS memang memberikan dukungan kepada Israel.
Watson Institute dari Brown University melaporkan, AS menghabiskan 22,76 miliar dollar AS untuk mendukung perang Israel di Gaza dan operasi melawan Houthi di Yaman.
Dikutip dari Al Jazeera, sebagian besar persenjataan yang dikirim AS adalah amunisi, termasuk peluru artileri dan bom seberat 2.000 pon.
Sejauh ini, belum ada komentar atau pernyataan dari Swift mengenai dukungan AS ke Israel.
Dalam video aslinya, Swift membagikan cerita di balik peluncuran album RED (Taylor's Version) yang salah satunya membuat lagu "All Too Well" berdurasi 10 menit.
Tampak pakaian dan latar belakang videonya sama.
Dalam video itu tidak ada pernyataan Swift mengenai kebakaran di California atau pun perang di Gaza.
Pengguna media sosial menyunting video tersebut dengan mengubah suara aslinya.
Pakar forensik media digital di Universitas Buffalo, Siwei Lyu menggambarkannya video yang beredar sebagai deep-sync, video manipulatif yang disinkronkan dengan gerak bibir.
Dilansir USA Today, apabila diperhatikan gigi Swift tampak tidak konsisten, bergantian antara buram dan jernih, dan menunjukkan bahwa setelah sekitar 30 detik, video dan audio menjadi tidak sinkron.
Pendapat senada disampaikan oleh James O'Brien, seorang profesor ilmu komputer di Universitas California.
Bahasa tubuh Swift dalam video, menurut O'Brien, tidak senada dengan ucapannya.
Karakteristik audionya juga terdengar lebih mirip Siri, asisten suara di perangkat Apple. Misalnya, ada bagian suara yang tiba-tiba berubah menjadi aksen Inggris.
Sebagai informasi, AS memang memberikan dukungan kepada Israel.
Watson Institute dari Brown University melaporkan, AS menghabiskan 22,76 miliar dollar AS untuk mendukung perang Israel di Gaza dan operasi melawan Houthi di Yaman.
Dikutip dari Al Jazeera, sebagian besar persenjataan yang dikirim AS adalah amunisi, termasuk peluru artileri dan bom seberat 2.000 pon.
Sejauh ini, belum ada komentar atau pernyataan dari Swift mengenai dukungan AS ke Israel.
Kesimpulan
Video Taylor Swift mengaitkan kebakaran di California dengan dukungan AS ke Israel merupakan konten manipulatif.
Video aslinya bersumber dari wawancara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, 12 November 2021. Namun video itu disunting dengan mengubah suara Swift.
Dalam video aslinya, Swift membagikan cerita di balik peluncuran album RED (Taylor's Version).
Video aslinya bersumber dari wawancara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, 12 November 2021. Namun video itu disunting dengan mengubah suara Swift.
Dalam video aslinya, Swift membagikan cerita di balik peluncuran album RED (Taylor's Version).
Rujukan
- https://www.facebook.com/mohammad.ismet/videos/1309771573657847
- https://www.facebook.com/mohammad.ismet/videos/1309771573657847
- https://www.facebook.com/dinitriazra.tri/videos/1028322926006604/
- https://www.facebook.com/reel/616337191337544
- https://www.youtube.com/watch?v=0Kr4JO9591c&t=257s
- https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2025/01/16/taylor-swift-california-wildfires-us-israel-aid-fact-check/77715749007/
- https://www.aljazeera.com/news/2024/10/7/us-spends-more-than-20bn-in-aid-to-israel-middle-east-conflicts-report
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-25175) Cek Fakta: Senjata Canggih yang Terarah Sebabkan Kebakaran di California
Sumber:Tanggal publish: 20/01/2025
Berita
Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video dengan narasi yang menyebut penyebab kebakaran di Los Angeles, California, Amerika Serikat adalah uji coba senjata terarah atau direct energy weapon (DEW).
Pada Jumat (10/1/2025) akun Facebook “ساتريا الفاروق” membagikan video dan foto dengan narasi sebagai berikut:
“Kebakaran besar di beberapa titik di AS yg telah membakar ribuan rumah disinyalir kuat akibat serangan salah satu senjata militer AS yaitu : Senjata berenergi terarah (DEW)
Salah satu agenda “Inside Job” dari pihak AS sendiri yg salah satu tujuannya adalah utk Great Reset dan akan dibangun LA Smart City 2028.”
Terpantau pada hari Minggu (19/1/2025), unggahan mendapat lebih dari 38 tanda suka, 4 komentar dan telah bagikan ulang 19 kali.
Lantas benarkah demikian?
Pada Jumat (10/1/2025) akun Facebook “ساتريا الفاروق” membagikan video dan foto dengan narasi sebagai berikut:
“Kebakaran besar di beberapa titik di AS yg telah membakar ribuan rumah disinyalir kuat akibat serangan salah satu senjata militer AS yaitu : Senjata berenergi terarah (DEW)
Salah satu agenda “Inside Job” dari pihak AS sendiri yg salah satu tujuannya adalah utk Great Reset dan akan dibangun LA Smart City 2028.”
Terpantau pada hari Minggu (19/1/2025), unggahan mendapat lebih dari 38 tanda suka, 4 komentar dan telah bagikan ulang 19 kali.
Lantas benarkah demikian?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran fakta oleh Tim Kompas.com, ditemukan bahwa Angin kencang menjadi penyebab utama meluasnya kebakaran hutan di Los Angeles.
Mengutip USA Today, Layanan Cuaca Nasional telah mengeluarkan angin kencang dan peringatan tertinggi untuk kondisi kebakaran ekstrem di sebagian besar wilayah Los Angeles, sebelum kebakaran besar melanda.
Sementara itu, Penasihat Kebakaran dari Universitas Pertanian dan Sumber Daya Alam Universitas California, Luca Carmignani mengatakan, angin kencang dapat menyebabkan kabel listrik bergerak, yang dapat menghasilkan percikan api yang akhirnya mengenai bahan bakar kering seperti rumput atau tumbuh-tumbuhan.
Narasi ini ternyata juga sudah dicek dan ditelusuri oleh Pemeriksa fakta Reuters, yang akhirnya membantah teori konspirasi yang mengklaim DEW sebagai penyebab kebakaran di California.
Mengutip USA Today, Layanan Cuaca Nasional telah mengeluarkan angin kencang dan peringatan tertinggi untuk kondisi kebakaran ekstrem di sebagian besar wilayah Los Angeles, sebelum kebakaran besar melanda.
Sementara itu, Penasihat Kebakaran dari Universitas Pertanian dan Sumber Daya Alam Universitas California, Luca Carmignani mengatakan, angin kencang dapat menyebabkan kabel listrik bergerak, yang dapat menghasilkan percikan api yang akhirnya mengenai bahan bakar kering seperti rumput atau tumbuh-tumbuhan.
Narasi ini ternyata juga sudah dicek dan ditelusuri oleh Pemeriksa fakta Reuters, yang akhirnya membantah teori konspirasi yang mengklaim DEW sebagai penyebab kebakaran di California.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa unggahan berisi klaim “senjata canggih yang terarah (direct energy weapon/DEW) jadi penyebab kebakaran di California” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Halaman: 2196/7897
