• (GFD-2025-26515) CEK FAKTA: Pendaftaran Haji Gratis 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/01/2025

    Berita



    Murianews, Kudus – Tim Cek Fakta Murianews.com mendapati unggahan yang menarasikan adanya Pendaftaran Haji Gratis 2025 yang dilakukan Kemenag RI.



    Informasi itu salah satunya diunggah di akun Facebook bernama Open Recruitment Petugas Haji 2025. Postingan tersebut diunggah pada 26 Januari 2025 pada pukul14.03 WIB.



    ”Pendaftaran Haji Gratis Khusus 100 Orang Yang Beruntung Akan Di Berangkatkan Tahu 2025Buruan Daftarkan Nama Anda,” bunyi unggahan tersebut.



    Dalam unggahannya, akun tersebut menyebutkan pendaftaran gratis dan biaya keberangkatan akan ditanggung pemerintah. Disebutkan juga beberapa persyaratannya.



    ”PENDAFTARAN GRATIS DAN BIAYA KEBERANGKATAN DITANGGUN PEMERINTAHANMINIMAL UMUR 25 TAHUN - 65 TAHUNSYARAT SEHAT JASMANI DAN ROHANITIDAK HAMIL/MENGANDUNGPENDAFTARAN INI SECARA GARTIS TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN,” bunyi unggahan itu.



    Akun tersebut juga menyebut, mereka yang mendaftar akan diundi. Dan pengundian akan disiarkan langsung di stasiun TV Indonesia.



    Unggahan dengan narasi pendaftaran haji gratis bisa klik di tautan ini.



    Penelusuran...

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri kebenaran informasi yang menarasikan Pendaftaran Haji Gratis 2025 itu dengan membuka akun Instagram resmi @informasihaji.



    Dalam unggahannya, akun resmi milik Kemenag RI itu menyatakan Kemenag RI tidak pernah membuka pendaftaran haji gratis dengan persyaratan tertentu.



    ”Kemenag RI tidak pernah membuka pendaftaran haji gratis dengan persyaratan tertentu,” tulis akun tersebut.



    Kemenag RI juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati pada pihak yang mengatasnamakan Kemenag Ri untuk percepatan keberangkatan haji gratis.



    ”Jika ada pihak yang mengatasnamakan Kemenag RI untuk percepatan keberangkatan haji gratis harap berhati-hati. Dan jika ada kerugian yang terjadi segera laporkan kepada pihak berwajib,” tulis akun tersebut.



    Unggahan terkait pernyataan dari Kemenag RI dapat diklik di tautan ini.



    Di laman resmi Kemenag RI juga tidak ditemukan informasi adanya pendaftaran haji gratis yang diselenggarakan pemerintah.



    Kesimpulan...

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, informasi yang menarasikan adanya pendaftaran haji gratis merupakan disinformasi dengan kategori fabricated content atau konten palsu.
  • (GFD-2025-25340) Cek Fakta: Gambar Bunker yang Menginspirasi Serial Squid Game

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/01/2025

    Berita

    Suara.com - Beredar di media sosial sebuah foto yang dinarasikan sebagai inspirasi dari pembuatan serial Netflix Squid Game. Salah satu akun Facebook membagikan foto tersbut pada 7 Januari 2025 lalu.

    Tampak dalam foto tersebut sebuah ruangan dengan warna pink dan hijau. Ruangan yang tampak kosong itu dihubungkan dengan tangga menuju ke ruangan lainnya. Narasi yang disebutkan, ruangan tersebut merupakan bunker yang kemudian menginspirasi serial Squid Game.

    Berikut narasi yang disampaikan:

    "WAIT IS THIS TRUE

    SQUID GAME was based on a true event in (1986). It took place in a bunker in no man's land in South Korea* where people were held hostages and had to complete several games to survive. The host with unhuman like thoughts was never found," tulis salah satu akun Facebook.

    Konten tersebut telah 44 kali dibagikan dan mendapat 49 komentar dari warganet.

    Lantas benarkah narasi yang disampaikan? Simak faktanya!

    Hasil Cek Fakta

    Mengutip hasil penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Liputan6.com, penelusuran terhadap foto bunker yang diklaim sebagai inspirasi dari serial Squid Game, dilakukan dengan mengunggah gambar tersebut ke situs Google Images.

    Dari penelusuran itu, terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut. Salah satunya adalah artikel berjudul "AI bunker images spark misinformation on Squid Game origin" yang dimuat situs afp.com pada 14 Januari 2025.

    Berikut gambar tangkapan layarnya:

    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa foto bunker yang diklaim sebagai inspirasi dari serial Squid Game pernah diunggah oleh akun Instagram @cityhermitai pada 19 Oktober 2024.

    Akun Instagram tersebut dikelola oleh penulis yang berbasis di Turki, Efe Levent. Ia kerap mengunggah gambar yang dihasilkan oleh perangkat artificial intelligence (AI).

    Pencipta Squid Game, Hwang Dong-yuk dalam wawancara dengan AFP mengatakan bahwa serial ini terinspirasi oleh komik Jepang seperti Battle Royale dan Liar Game. Hwang Dong-hyuk menambahkan bahwa karakter utama Gi-hun terinspirasi oleh serangan kekerasan Ssangyong di Korea Selatan.

    Ssangyong, kata Hwang Dong-hyuk, merupakan perusahaan mobil yang sedang mengalami kesulitan pada 2009 dan memangkas 40 persen tenaga kerjanya, hingga berujung pada aksi mogok massal selama 77 hari.

    Setelahnya terjadi bentrokan antara pekerja. Banyak anggota serikat pekerja yang dipukuli dengan kejam dan beberapa dipenjarakan.

    "Saya ingin menunjukkan bahwa setiap masyarakat kelas menengah di dunia yang kita tinggali saat ini dapat jatuh ke tangga ekonomi terbawah dalam semalam," kata Hwang kepada AFP pada tahun 2021.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa gambar bunker yang dinarasikan sebagai inspirasi serial Squid Game tidaklah benar alias hoax.
  • (GFD-2025-25343) Hoaks Terjadi Tsunami Setelah Kebakaran Hebat di Los Angeles

    Sumber:
    Tanggal publish: 28/01/2025

    Berita

    tirto.id - Musibah yang menimpa wilayah Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) pada awal tahun 2025, terus berlanjut. Sejak kebakaran hebat yang dimulai tanggal 7 Januari 2025, kondisi "Kota Para Malaikat" belum kunjung pulih hingga kini.

    Berdasarkan informasi dari petugas, kebakaran itu menewaskan 27 orang dan menghanguskan lebih dari 12.300 bangunan. Informasi terakhir menyebut, kondisi di Los Angeles masih masuk kategori sangat berbahaya dan Pusat Prediksi Badai mengumumkan zona kebakaran "sangat kritis".

    Hembusan angin kencang diperkirakan akan memperburuk keadaan dan diperkirakan dapat menyebabkan kebakaran susulan.

    Di media sosial, pembahasan mengenai kondisi Los Angeles juga terus berlanjut dan menjadi bola liar. Salah satu unggahan di Facebook menyebut kalau terjadi tsunami di Los Angeles.

    “Setelah api neraka mulai redah. . Los Angeles di landa sunami besar... Dan menguncang Kalifornia baru,” begitu bunyi pesan penyerta video dari akun “Yohanes Dede Bili” pada 19 Januari 2025 lalu (arsip).

    Pesan tersebut tersemat dalam sebuah video reels singkat. Dalam video, terlihat kondisi suatu pantai dan ada ombak besar. Ombak tersebut kemudian menggulung habis orang-orang dan barang-barang yang berada di tepi pantai tersebut.

    Video tersebut mengumpulkan lebih dari 285 ribu penonton, 1.400 tanda suka, 166 komentar, dan telah dibagikan ulang 163 kali sampai Rabu (22/1/2025).

    Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar ada tsunami di Los Angeles pada Januari 2025?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba menyaksikan video singkat berdurasi 15 detik tersebut. Terdapat beberapa detail yang mencurigakan, seperti pergerakan orang dan bentuk manusia dalam video tersebut.

    Kami lantas mencoba melakukan pemindaian menggunakan perangkat Hive Moderation. Hasilnya, video tersebut memilik 94,6 persen kemungkinan dibuat menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI).

    Kami juga mengambil beberapa potongan dan menggunakan perangkat wasitai.com, yang dapat mendeteksi gambar dengan kandungan AI. Beberapa potongan, terutama dari potongan video awal, mendapat penilaian dengan tingkat keyakinan tinggi buatan AI. "Kami cukup yakin bahwa gambar ini, atau bagian pentingnya, dibuat oleh AI," begitu pesan hasil pemindaian perangkat tersebut.

    Kami juga mencoba melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search). Hasilnya mengarahkan ke video serupa dari unggahan TikTok berikut. Bio akun @pavoros0 menyebut dirinya sebagai pembuat tsunami.

    Dari beberapa video yang ia unggah terlihat dia memang membagikan video-video kejadian tsunami, namun dalam beberapa video terlihat cukup jelas kreasi buatan AI.

    Kami juga mengunjungi kanal YouTube-nya yang tertera di bio. Video yang tersebar di Facebook terlihat aslinya terdiri dari dua buah video yang disatukan. Kedua video tersebut diunggah pada 16 dan 17 Januari 2025. Keterangan penyerta unggahan mengatakan adanya gelombang raksasa tersebut terjadi di Rio, mengacu ke Rio De Janeiro, kota di Brasil.

    Menariknya, dua video unggahan di YouTube tersebut mendapat keterangan kalau video tersebut adalah konten hasil modifikasi atau sintetis.

    Dalam halaman pusat bantuan YouTube disebut kalau hal ini mengindikasikan video, "menghasilkan adegan yang terlihat realistis yang sebenarnya tidak pernah terjadi". Catatan konten sintetis ini kemungkinan diberikan oleh pengunggah konten atau mendapat tanda otomatis dari YouTube karena terindikasi menggunakan perangkat Dream Track atau Dream Screen.

    Berdasar informasi dari Layanan Cuaca Nasional (National Weather Service) AS, tidak ada peringatan tsunami sejak 7 Januari 2025. Pesan tsunami terakhir dikeluarkan di sekitar wilayah AS, terjadi pada 2 Januari 2025, di sisi barat Sacramento, California.

    Peristiwa kebakaran hebat di Los Angeles memang menarik perhatian banyak orang. Di media sosial, ada sejumlah narasi yang ternyata adalah misinformasi. Tirto sempat membahas beberapa narasi soal hoaks terkait kebakaran di Los Angeles.

    Baca juga:

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan narasi adanya tsunami di Los Angeles pada Januari 2025 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Video yang tersebar di media sosial adalah buatan AI. Tidak ada informasi mengenai bahaya tsunami di Los Angeles selepas terjadinya kebakaran hebat sejak 7 Januari 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25332) [SALAH] Warga China Tendang Wajah Anak di Pulau Rempang

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/01/2025

    Berita

    Akun Facebook “Handri Kampai Bendang” pada Selasa (21/01/2025) mengunggah video [arsip] yang menunjukan rekaman aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh warga China kepada anak di pulau Rempang. Dalam aksinya, pria tersebut menendang dalam kondisi tangan korban terikat. Terdengar pelaku penendangan berbicara dengan bahasa Melayu. Disebutkan aksi bermula ketika anak SMP yang pulang dari sekolah sedang mempertahankan rumahnya yang akan dirobohkan paksa oleh China. Akun tersebut mempertanyakan kebenaran dari kejadian itu, dengan narasi sebagai berikut:

    Apakah benar kejadian seperti tulisan dinawah ini :

    Kejadian ini di Tanah Rempang yg tanah nya di Rampas Oleh Oligarki di lindungi Rezim Jokowi. di Rempang..anak SMP Pulang dri Skolah Mempertahankan Rumah nya yg akan di Robohkan paksa Oleh Cina..dia tdk mau pergi lalu di seret ke luar di hajar Oleh Warga Cina yg sdh di buatkan KTP Non Pribumi…!

    Bagaimana Jk itu terjadi pd anak Cucu kt yg akan dtg..itu blm seberapa Cina Menghajarnya Tp bsk klo sdh Menguasai Indonesia akan lebih Kejam lagi. Bagai mana Jk itu terjadi korban nya anak Cucumu Yg tdk tau apa2..

    Wahai Para Pemuja2 Jokowi..para Anthek2 Jokowi para Penjilat2. Hidup mu di akirat sdh Ikut tanggung Jawap Pemimpin yg kau Pilih di Siksa di Neraka..anak Cucumu di Perlakukan Sperti itu Oleh asing Cina Penjajah Ibu Pertiwi?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian dengan menggunakan alat “InVid” untuk memilih bingkai gambar yang akan digunakan untuk menelusuri potongan video. Hasilnya, ditemukan artikel dari medcom.id berjudul “[Cek Fakta] Pria Tiongkok Tendang Wajah Anak Indonesia? Ini Faktanya” yang tayang Sabtu (10/07/2021).

    Faktanya, video tersebut diduga terjadi di Malaysia dan sudah beredar sejak 2014. Tangkapan layar video tersebut salah satunya diunggah oleh warganet asal Malaysia di situs blog darulehsantoday.blogspot.com. Dalam blognya, penulis menyoroti sejumlah kasus di Malaysia yang terkesan tidak adil. Penulis mengkritik pria penganiaya dalam video tersebut masih bebas.

    Per Senin (27/01/2025) video tersebut sudah ditonton lebih dari 2,5 ribu kali.

    Kesimpulan

    Unggahan video “warga China tendang wajah anak di Pulau Rempang” adalah konten yang menyesatkan (misleading content)

    (Ditulis oleh Arief Putra Ramadhan)

    Rujukan