Pada Rabu (16/4/2025) akun Tiktok “suarakan.kebenaran” membagikan video [arsip] disertai klaim:
“BOBBY NASUTION & KAESANG PANGAREP HARI INI PERIKSA KEJAGUNG & KPK SEPUTAR KASUS BLOK MEDAN SERTA KASUS TAMBANG TIMAH HINGGA GRATIFIKASI HANYA SAJA MEDIA DILARANG MELIPUT”
Hingga Rabu (7/5/25), unggahan mendapatkan lebih dari 2.400 tanda suka, 586 komentar, dan telah 735 kali dibagikan ulang.
(GFD-2025-26864) [SALAH] KPK Periksa Bobby dan Kaesang Terkait Kasus ‘Blok Medan’
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 05/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Anti Hoax antaranews.com
Kode ‘Blok Medan’ disebut-sebut mengarah ke blok tambang di Halmahera Timur, Maluku Utara. Istilah ini terungkap pertama kali saat persidangan kasus korupsi dengan terdakwa mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK).
Berdasarkan penelusuran antaranews.com, tidak ada informasi resmi yang menarasikan KPK periksa Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep.
Pada Agustus 2024 lalu, Bobby Nasution menyatakan kesiapannya apabila diminta hadir oleh KPK terkait penyebutan ‘Blok Medan’ dalam sidang kasus dugaan korupsi yang melibatkan AGK. KPK akan melakukan diskusi internal untuk membahas kelanjutan kasus yang melibatkan AGK usai yang bersangkutan meninggal dunia pada Jumat (14/3).
Sementara itu, untuk dugaan perkara lain yang berkaitan dengan AGK, seperti Blok Medan, KPK masih menunggu hasil persidangan yang melibatkan almarhum dan pengusaha Muhaimin Syarif (MS).
Dengan demikian, tidak benar KPK memeriksa menantu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo yakni Bobby Nasution dan juga putra bungsu Jokowi yakni Kaesang Pangarep pada April 2025.
Kode ‘Blok Medan’ disebut-sebut mengarah ke blok tambang di Halmahera Timur, Maluku Utara. Istilah ini terungkap pertama kali saat persidangan kasus korupsi dengan terdakwa mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK).
Berdasarkan penelusuran antaranews.com, tidak ada informasi resmi yang menarasikan KPK periksa Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep.
Pada Agustus 2024 lalu, Bobby Nasution menyatakan kesiapannya apabila diminta hadir oleh KPK terkait penyebutan ‘Blok Medan’ dalam sidang kasus dugaan korupsi yang melibatkan AGK. KPK akan melakukan diskusi internal untuk membahas kelanjutan kasus yang melibatkan AGK usai yang bersangkutan meninggal dunia pada Jumat (14/3).
Sementara itu, untuk dugaan perkara lain yang berkaitan dengan AGK, seperti Blok Medan, KPK masih menunggu hasil persidangan yang melibatkan almarhum dan pengusaha Muhaimin Syarif (MS).
Dengan demikian, tidak benar KPK memeriksa menantu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo yakni Bobby Nasution dan juga putra bungsu Jokowi yakni Kaesang Pangarep pada April 2025.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “KPK periksa Bobby dan Kaesang terkait kasus ‘blok Medan’” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[antaranews.com] Hoaks! KPK periksa Bobby dan Kaesang terkait kasus ‘Blok Medan’ pada awal April
- https://www.antaranews.com/berita/4798729/hoaks-kpk-periksa-bobby-dan-kaesang-terkait-kasus-blok-medan-pada-awal-april
- https://www.tiktok.com/@suarakan.kebenaran/video/7493838930089987346 (arsip unggahan akun Tiktok “@suarakan.kebenaran”)
- https://turnbackhoax.id/wp-content/uploads/2025/05/photo_6098305501474439954_y.jpg (arsip unggahan akun Tiktok “@suarakan.kebenaran”)
(GFD-2025-26806) Keliru: Rosianna Silalahi Promosi Pengobatan Mata dengan Soda Dapur
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2025
Berita
SEBUAH akun di Facebook [arsip] mengunggah video berlogo Kompas TV yang menyiarkan Rosianna Silalahi memberikan informasi pengobatan mata. Sebagai presenter, Rosi menyampaikan tentang penemuan metode memulihkan penglihatan hingga 100 persen hanya dalam waktu 48 jam.
Dalam video itu, Rosi menyebut seorang dokter mata asal Indonesia yang telah menemukan minuman untuk memulihkan penglihatan. Obat tersebut diklaim telah menyembuhkan 5 juta orang.
Benarkah Rossi menayangkan program promosi pengobatan mata dengan soda dapur yang ditemukan oleh seorang dokter?
Dalam video itu, Rosi menyebut seorang dokter mata asal Indonesia yang telah menemukan minuman untuk memulihkan penglihatan. Obat tersebut diklaim telah menyembuhkan 5 juta orang.
Benarkah Rossi menayangkan program promosi pengobatan mata dengan soda dapur yang ditemukan oleh seorang dokter?
Hasil Cek Fakta
Verifikasi Tempo menunjukkan, potongan video Rosianna Silalahi di Kompas TV yang menyiarkan pengobatan mata tersebut adalah hasil suntingan. Audio itu diubah dari aslinya dengan menggunakan kecerdasan buatan (generated-AI audio).
Tempo menelusuri video Kompas TV dengan menggunakan kata kunci di Youtube. Hasilnya, video Rosi tersebut sebenarnya pernah dipublikasikan di akun YouTube Kompas TV pada 8 November 2024 dengan judul [FULL] Mendikti Saintek Klarifikasi soal LPDP, UKT Mahal berujung Pinjol, sampai Obral Gelar | ROSI.
Video tersebut berisi obrolan antara Rosianna Silalahi dengan mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Kabinet Merah Putih, Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro. Saat itu, Satryo menjawab permasalahan yang dialami mahasiswa mulai dari UKT mahal yang berujung pinjol, pembungkaman suara kritis, hingga perisakan.
Dalam video itu, Rosi tidak mempromosikan minuman pemulih penglihatan hingga 100 persen seperti pada unggahan di atas.
Pria yang memberikan testimoni dalam video tersebut adalah Prof. dr. Budu, PhD, SPM, MMedEdu dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Video tersebut pernah dirilis oleh kanal YouTube Identitas Unhas pada 1 Desember 2021, yang membahas pemilihan rektor Unhas.
Prof. Budu menceritakan tentang alasannya maju dalam pemilihan rektor 2021 dan visi-misinya setelah terpilih sebagai rektor. Dia tidak menyampaikan testimoni tentang keberhasilan pengobatan mata dengan metode soda dapur, seperti dalam konten di atas.
Tempo juga memverifikasi video dengan alat pemindai AI, Hive Moderation.com. Hasil analisis menunjukkan bahwa 99 persen kemungkinan audio dalam video Kompas TV itu telah diubah dengan generator AI.
Manfaat Soda untuk Mata
Narasi bahwa soda bisa mengobati penyakit mata atau memperbaiki penglihatan, pernah beredar di India. Dikutip dari The Healthy Indian Project, organisasi pemeriksa fakta kesehatan di India, soda tidak dapat menyembuhkan masalah penglihatan.
Masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisma biasanya disebabkan oleh bentuk mata atau kesehatan retina dan tidak dapat diperbaiki dengan pengobatan rumahan atau perawatan eksternal seperti soda. Kondisi ini memerlukan lensa korektif, pembedahan, atau intervensi medis, tergantung pada tingkat keparahannya.
Tidak ada bukti bahwa penglihatan dapat diperbaiki 100% dalam 24 jam. Perbaikan penglihatan memerlukan waktu dan didasarkan pada kondisi spesifik yang sedang dirawat.
Tempo menelusuri video Kompas TV dengan menggunakan kata kunci di Youtube. Hasilnya, video Rosi tersebut sebenarnya pernah dipublikasikan di akun YouTube Kompas TV pada 8 November 2024 dengan judul [FULL] Mendikti Saintek Klarifikasi soal LPDP, UKT Mahal berujung Pinjol, sampai Obral Gelar | ROSI.
Video tersebut berisi obrolan antara Rosianna Silalahi dengan mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Kabinet Merah Putih, Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro. Saat itu, Satryo menjawab permasalahan yang dialami mahasiswa mulai dari UKT mahal yang berujung pinjol, pembungkaman suara kritis, hingga perisakan.
Dalam video itu, Rosi tidak mempromosikan minuman pemulih penglihatan hingga 100 persen seperti pada unggahan di atas.
Pria yang memberikan testimoni dalam video tersebut adalah Prof. dr. Budu, PhD, SPM, MMedEdu dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Video tersebut pernah dirilis oleh kanal YouTube Identitas Unhas pada 1 Desember 2021, yang membahas pemilihan rektor Unhas.
Prof. Budu menceritakan tentang alasannya maju dalam pemilihan rektor 2021 dan visi-misinya setelah terpilih sebagai rektor. Dia tidak menyampaikan testimoni tentang keberhasilan pengobatan mata dengan metode soda dapur, seperti dalam konten di atas.
Tempo juga memverifikasi video dengan alat pemindai AI, Hive Moderation.com. Hasil analisis menunjukkan bahwa 99 persen kemungkinan audio dalam video Kompas TV itu telah diubah dengan generator AI.
Manfaat Soda untuk Mata
Narasi bahwa soda bisa mengobati penyakit mata atau memperbaiki penglihatan, pernah beredar di India. Dikutip dari The Healthy Indian Project, organisasi pemeriksa fakta kesehatan di India, soda tidak dapat menyembuhkan masalah penglihatan.
Masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisma biasanya disebabkan oleh bentuk mata atau kesehatan retina dan tidak dapat diperbaiki dengan pengobatan rumahan atau perawatan eksternal seperti soda. Kondisi ini memerlukan lensa korektif, pembedahan, atau intervensi medis, tergantung pada tingkat keparahannya.
Tidak ada bukti bahwa penglihatan dapat diperbaiki 100% dalam 24 jam. Perbaikan penglihatan memerlukan waktu dan didasarkan pada kondisi spesifik yang sedang dirawat.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa video klaim Rosiana Silalahi menyiarkan tentang metode penyembuhan mata dengan soda dapur adalah keliru.
TIM CEK FAKTA TEMPO
**Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]
TIM CEK FAKTA TEMPO
**Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]
Rujukan
- https://www.facebook.com/61557649612464/videos/648265191274958/?rdid=5J97HRWiYnIOTEIg
- https://mvau.lt/media/601ceb3e-2659-4201-87c8-4853b8b57b47
- https://www.youtube.com/watch?v=Lw7MbD8aQo8
- https://www.youtube.com/watch?v=yj4T_8boLXI
- http://hivemoderation.com
- https://www-thip-media.translate.goog/health-news-fact-check/can-a-5-second-baking-soda-remedy-cure-vision-problems/95449/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=wapp&_x_tr_hist=true /cdn-cgi/l/email-protection#1d7e78767b7c76697c5d6978706d72337e72337479
(GFD-2025-26807) Keliru: Video yang Diklaim Memperlihatkan Balas Dendam Tentara AS-Israel pada TNI di Gaza
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2025
Berita
SEBUAH video beredar di WhatsApp [arsip] dan Facebook, memuat klaim gabungan tentara AS dan Israel menyerang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Serangan itu diklaim menyebabkan Letkol Infanteri Wisnu gugur, beserta 40 anggota pasukan khusus TNI dibombardir pesawat gabungan Israel.
Video itu memperlihatkan sejumlah kegiatan militer yang membawa senjata masing-masing dalam kondisi perang. Berikut narasinya: “Letkol Inf. Wisnu gugur beserta 40 anggota pasukan khusus TNI yang bersandi garuda hitam PBB, dalam misinya di Gaza akibat dibombardir pesawat gabungan Israel dan AS pada Jum'at malam 25 April 2025, setelah sebelumnya menghancurkan gudang senjata milik Israel di otoritas Gaza.”
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah video itu memperlihatkan tentara AS-Israel yang menyerang TNI di Gaza?
Video itu memperlihatkan sejumlah kegiatan militer yang membawa senjata masing-masing dalam kondisi perang. Berikut narasinya: “Letkol Inf. Wisnu gugur beserta 40 anggota pasukan khusus TNI yang bersandi garuda hitam PBB, dalam misinya di Gaza akibat dibombardir pesawat gabungan Israel dan AS pada Jum'at malam 25 April 2025, setelah sebelumnya menghancurkan gudang senjata milik Israel di otoritas Gaza.”
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah video itu memperlihatkan tentara AS-Israel yang menyerang TNI di Gaza?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, konten yang memuat klaim 40 anggota pasukan khusus TNI tewas karena serangan militer Amerika Serikat dan Israel adalah informasi bohong. Kolase video yang beredar tersebut berasal dari peristiwa yang lain.
Tempo menggunakan reverse image search Google dan Yandex untuk memverifikasi video tersebut.
Pada menit ke-1, video yang memperlihatkan asap yang membumbung di antara gedung-gedung tinggi, Klip itu sesungguhnya memperlihatkan gedung yang roboh setelah diserang berkali-kali oleh militer Israel melalui udara sebagaimana diberitakan Sky News. Target serangan itu adalah Hamas, bukan TNI.
Peristiwa itu dipublikasikan pada 18 Mei 2021. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan angkatan udara negara tersebut mengatakan, mereka telah menyerang 65 target Hamas di Jalur Gaza dalam semalam, dengan menggunakan 62 jet tempur dan 110 senjata.
Klip berikutnya memperlihatkan sejumlah tentara berjalan di gundukan tanah yang tak rata. Video itu juga tidak memperlihatkan militer AS-Israel menyerang TNI. Video itu sesungguhnya memperlihatkan kondisi tentara Israel (IDF) yang sedang berperang dengan militer Lebanon sebagaimana keterangan di akun Twitter mereka pada 21 Oktober 2024.
Akun tersebut menulis: “Pasukan IDF melanjutkan operasi yang ditargetkan di sektor Lebanon, dan dengan kerja sama erat antara pasukan udara, intelijen, dan api, 7 komandan brigade, 21 komandan batalion, dan 24 komandan kompi di organisasi teroris Hizbullah telah dieliminasi sejauh ini.”
Berikutnya klip di konten itu memperlihatkan beberapa tentara yang merunduk sambil mengarahkan senapan pada musuh. Video itu sesungguhnya bersumber dari akun X US Marine pada 7 November 2017 yang tak ada hubungannya dengan TNI.
Bantahan dari TNI
Dikutip dari Antara, Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan, pernyataan yang beredar merupakan hoaks.
Indonesia tidak mengirimkan pasukan militer ke Gaza untuk melawan Israel. Menurut situs Mabes TNI, tim yang dikirim Indonesia yakni 40 tenaga kesehatan, terdiri dari dokter, perawat, dan ahli medis lainnya yang diberangkatkan dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan 25 personel yang berangkat pada 9 Agustus 2024 pukul 00.45 WIB.
Gelombang dua sebanyak 25 nakes TNI diberangkatkan pada Senin, 16 Desember 2024 dari Denpasar, Bali.
Kemudian, gelombang ketiga terdiri dari 25 personel, yang merupakan gabungan dari berbagai tenaga medis dan paramedis, diberangkatkan April 2025.
Tempo menggunakan reverse image search Google dan Yandex untuk memverifikasi video tersebut.
Pada menit ke-1, video yang memperlihatkan asap yang membumbung di antara gedung-gedung tinggi, Klip itu sesungguhnya memperlihatkan gedung yang roboh setelah diserang berkali-kali oleh militer Israel melalui udara sebagaimana diberitakan Sky News. Target serangan itu adalah Hamas, bukan TNI.
Peristiwa itu dipublikasikan pada 18 Mei 2021. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan angkatan udara negara tersebut mengatakan, mereka telah menyerang 65 target Hamas di Jalur Gaza dalam semalam, dengan menggunakan 62 jet tempur dan 110 senjata.
Klip berikutnya memperlihatkan sejumlah tentara berjalan di gundukan tanah yang tak rata. Video itu juga tidak memperlihatkan militer AS-Israel menyerang TNI. Video itu sesungguhnya memperlihatkan kondisi tentara Israel (IDF) yang sedang berperang dengan militer Lebanon sebagaimana keterangan di akun Twitter mereka pada 21 Oktober 2024.
Akun tersebut menulis: “Pasukan IDF melanjutkan operasi yang ditargetkan di sektor Lebanon, dan dengan kerja sama erat antara pasukan udara, intelijen, dan api, 7 komandan brigade, 21 komandan batalion, dan 24 komandan kompi di organisasi teroris Hizbullah telah dieliminasi sejauh ini.”
Berikutnya klip di konten itu memperlihatkan beberapa tentara yang merunduk sambil mengarahkan senapan pada musuh. Video itu sesungguhnya bersumber dari akun X US Marine pada 7 November 2017 yang tak ada hubungannya dengan TNI.
Bantahan dari TNI
Dikutip dari Antara, Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan, pernyataan yang beredar merupakan hoaks.
Indonesia tidak mengirimkan pasukan militer ke Gaza untuk melawan Israel. Menurut situs Mabes TNI, tim yang dikirim Indonesia yakni 40 tenaga kesehatan, terdiri dari dokter, perawat, dan ahli medis lainnya yang diberangkatkan dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan 25 personel yang berangkat pada 9 Agustus 2024 pukul 00.45 WIB.
Gelombang dua sebanyak 25 nakes TNI diberangkatkan pada Senin, 16 Desember 2024 dari Denpasar, Bali.
Kemudian, gelombang ketiga terdiri dari 25 personel, yang merupakan gabungan dari berbagai tenaga medis dan paramedis, diberangkatkan April 2025.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan tentara AS-Israel yang menyerang TNI di Gaza karena balas dendam adalah klaim keliru.
Rujukan
- https://s3.eu-west-1.amazonaws.com/check-api-live/capi/683787434137164
- https://web.facebook.com/jumadi.awal.127/videos/2121431805001794/?__cft__[0]=AZVAWum8kV2bnJwZEeTe4Hwz2BjAfTaYawdY7JyqcJe9X9XkzAgw65NOE4ul7zTQuXPvmBSiejiCeTAlIl7oRBCRG7n9NrgW4oc982R-MHNIQOTkzwtSIGgxT32eoYck65A0A3cX1po4kF1kYIWCjhm443BHXasoQIBgpkcfUHwFDCLZuT0yXgEu-Db8PErsrZg&__tn__=%2CO%2CP-R
- https://news.sky.com/story/israel-gaza-conflict-eighth-night-of-violence-as-biden-makes-fresh-call-for-ceasefire-12309638
- https://x.com/idfonline/status/1848394096332742881
- https://x.com/USMC/status/927883347036008449
- https://www.antaranews.com/berita/4802945/hoaks-41-pasukan-khusus-tni-gugur-saat-melakukan-misi-kemanusiaan-di-gaza
- https://tni.mil.id/view-244693-tni-kirimkan-tenaga-kesehatan-ke-gaza-untuk-misi-kemanusiaan.html
- https://www.kemhan.go.id/2024/12/13/menhan-sjafrie-beri-pembekalan-nakes-tni-gelombang-dua.html
- https://www.kemhan.go.id/2025/04/16/wamenhan-beri-pengarahan-kepada-satgas-nakes-tni-gelombang-iii-misi-kemanusiaan-gaza.html /cdn-cgi/l/email-protection#99fafcf2fff8f2edf8d9edfcf4e9f6b7faf6b7f0fd
(GFD-2025-26799) [SALAH] Jalan Napal Belah di Bukit Kemuning, Lampung Utara Putus
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/05/2025
Berita
Beredar video [arsip] dari akun Facebook “Fernandes Andes” yang menampilkan sebuah jalan yang terputus dengan narasi:
Jalan napal belah bukit kemuning putus Lampung Utara 22 April 2025
Sejak diunggah Selasa (22/4/2025), video itu telah ditonton 187 kali dan disukai oleh 3 pengguna Facebook lainnya per Sabtu (3/5/2025).
Jalan napal belah bukit kemuning putus Lampung Utara 22 April 2025
Sejak diunggah Selasa (22/4/2025), video itu telah ditonton 187 kali dan disukai oleh 3 pengguna Facebook lainnya per Sabtu (3/5/2025).
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “jalan Napal Belah di Bukit Kemuning, Lampung Utara putus” ke mesin pencarian Google. Hasilnya ditemukan bantahan dari laman binamarga.pu.go.id.
Dalam laman tersebut dijelaskan jalan yang terputus adalah jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Jambi-Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Bungo, Jambi pada Minggu (2/3/2025) dan bukan berada di Lampung Utara.
Dalam laman tersebut dijelaskan jalan yang terputus adalah jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Jambi-Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Bungo, Jambi pada Minggu (2/3/2025) dan bukan berada di Lampung Utara.
Kesimpulan
Faktanya, video tersebut merupakan peristiwa jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Jambi-Sumatera Barat terputus pada Minggu (2/3/2025).
Rujukan
Halaman: 2043/8124





