Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menampilkan tangkapan layar berita yang mengutip perkataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang menyebut peti jenazah Paus Fransiskus bercahaya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengutus Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk menghadiri pemakaman pemimpin tertinggi Gereja Khatolik, Paus Fransiskus, di Vatikan.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Joko Widodo: Peti Yang Mulia Paus Fransiskus Mengeluarkan Cahaya, Ini Menjadi Sejarah Dalam Hidup Saya.”
Namun, benarkah artikel Jokowi klaim peti Paus Fransiskus bercahaya?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(GFD-2025-26802) Cek fakta, artikel Jokowi yang sebut peti Paus Fransiskus bercahaya
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, tidak ditemukan artikel yang menyatakan Jokowi mengeluarkan pernyataan sebagaimana diklaim dalam unggahan yang beredar itu.
Namun, ANTARA menemukan artikel lain dengan elemen yang serupa, yakni foto, tanggal, dan sumber media yang sama, yang berjudul berbeda, yaitu “Mengapa Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus?”. Artikel ini dipublikasikan di laman Tempo pada 26 April 2025.
Isi artikel tersebut membahas latar belakang serta tanggapan pro dan kontra terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Joko Widodo sebagai Utusan Khusus Presiden untuk menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.
Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut penunjukan Jokowi sebagai utusan khusus Presiden untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus ke Vatikan, karena Jokowi pernah bertemu langsung dengan Paus ketika berkunjung ke Indonesia pada September 2024. Dengan demikian tidak benar artikel terkait Jokowi yang menyebut peti jenazah Paus Fransiskus bercahaya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Namun, ANTARA menemukan artikel lain dengan elemen yang serupa, yakni foto, tanggal, dan sumber media yang sama, yang berjudul berbeda, yaitu “Mengapa Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus?”. Artikel ini dipublikasikan di laman Tempo pada 26 April 2025.
Isi artikel tersebut membahas latar belakang serta tanggapan pro dan kontra terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Joko Widodo sebagai Utusan Khusus Presiden untuk menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.
Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut penunjukan Jokowi sebagai utusan khusus Presiden untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus ke Vatikan, karena Jokowi pernah bertemu langsung dengan Paus ketika berkunjung ke Indonesia pada September 2024. Dengan demikian tidak benar artikel terkait Jokowi yang menyebut peti jenazah Paus Fransiskus bercahaya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
(GFD-2025-26805) Cek Fakta: Kemensos Bagi-Bagi Tunjangan Kesehatan untuk TKI
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2025
Berita
Murianews, Kudus – Beredar sebuah video yang menarasikan Kementerian Sosial (Kemensos) membagikan tunjangan kesehatan untuk Tenaga Kerja Indonesia. Yuk cek fakta lebih dulu sebelum dibagikan.
Video itu salah satunya diunggah akun Facebook bernama Humas Kemensos RI pada Kamis (24/4/2025) pukul 16.30 WIB. Dalam video itu menampilkan Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengenakan baju putih. Terdapat pula logo Kemensos di kiri atas video.
Dalam video tersebut, Sekjen Kemensos menjanjikan akan memberikan tunjangan kesehatan sebesar Rp 150 juta bagi 20 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di berbagai negara.
Berikut penjelasan Robben dalam video tersebut:
”Saya Robin Riko Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial ingin menyampaikan putusan raker kepada para tenaga kerja Indonesia bahwa putusan hasil rapat dengan Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan anggaran tunjangan kesehatan kepada 20 orang setiap negara senilai Rp150 juta untuk proses penerimaan bantuan tersebut silahkan inbox nama dan negara tempat anda bekerja”
Akun tersebut juga memberikan keterangan pada video unggahannya dengan nada berikut:
”Kesempatan Bagi Para TKI
Mendapatkan Tunjangan Kesehatan..!” tulis keterangan unggahan video tersebut.
Untuk melihat postingan tersebut dapat dicek di tautan ini dan berikut tangkap layar postingan dengan narasi Kemensos membagikan tunjangan Kesehatan untuk TKI:
Tangkap layar video yang menarasikan Kemensos Bagikan Tunjangan Kesehatan untuk TKI. (Istimewa/Facebook)
Penelusuran…
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri informasi tersebut lewat mesin pencarian Google dengan kata kunci ”Kemensos Beri Tunjangan Kesehatan untuk TKI”.
Hasilnya, tidak ada pemberitaan dengan narasi Kemensos Beri Tunjangan Kesehatan untuk TKI.
Setelah video tersebut dicek dengan pendeteksi kecerdasan buatan AI, diketahui audio dalam video itu 97,6 persen merupakan hasil kecerdasan buatan, sebagaimana dilansir Antara.
Video tersebut identik dengan foto milik Kemensos RI yang digunakan suarhijrah.com untuk artikel berjudul ”Sekjen Kemensos RI Dorong Inovasi, Hadiri Rapat Usulan Peningkatan Unit Pelaksana untuk Layanan Sosial yang Lebih Baik” pada Jumat, 15 Maret 2024 pukul 14.00 WIB.
Foto yang diduga diubah menjadi video menggunakan teknologi AI dapat klik di tautan ini.
Akun Facebook bernama Humas Kemensos RI yang menarasikan Kemensos Bagikan Tunjangan Kesehatan untuk TKI diketahui baru dibuat pada 24 April 2025 dengan kategori Jasa Keuangan. Dipastikan akun tersebut bukan merupakan akun resmi milik Kemensos RI.
Sebelumnya, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan memberikan dana Rp 45 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk membantu mengatasi berbagai persoalan TKI terutama untuk biaya pemberangkatan, pelatihan dan pemberdayaan.
Rencananya, dana tersebut dikeluarkan secara bertahap, sebanyak tiga kali dalam lima tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo. Nilai masing-masing penyalurannya yakni Rp 15 triliun.
Kesimpulan…
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran itu, video dengan narasi Kemensos Bagikan Tunjangan Kesehatan untuk TKI merupakan konten disinformasi dengan jenis misleading content alias konten menyesatkan.
Audio dalam video tersebut diketahui dibuat menggunakan kecerdasan buatan AI. Video tersebut diduga merupakan foto yang kemudian diubah menjadi video.
(GFD-2025-26814) [KLARIFIKASI] Foto Kebakaran di Yerusalem pada 2021, Bukan 2025
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Israel dilanda kebakaran hutan hebat mulai Rabu (30/4/2025). Kebakaran hutan menutup jalan raya utama yang menghubungkan Tel Aviv ke Yerusalem.
Di media sosial beredar sebuah foto kebakaran yang terjadi di Yerusalem.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut disebarkan dengan konteks keliru.
Foto kebakaran yang terjadi di Yerusalem disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah akun pada Rabu (30/4/2025):
Israel kebakaran hutan hebat, apinya menyebar hingga ke Yerusalem
Foto serupa ditemukan di akun Threads ini.
Di media sosial beredar sebuah foto kebakaran yang terjadi di Yerusalem.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto tersebut disebarkan dengan konteks keliru.
Foto kebakaran yang terjadi di Yerusalem disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah akun pada Rabu (30/4/2025):
Israel kebakaran hutan hebat, apinya menyebar hingga ke Yerusalem
Foto serupa ditemukan di akun Threads ini.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan teknik reverse image search untuk mencari jejak digital foto yang beredar.
Foto kebakaran di Yerusalem itu telah beredar di internet sebelum peristiwa kebakaran pada Rabu (30/5/2025).
Hasil pencarian di Google mengarahkan ke portal berita Jerusalem Post dan Times of Israel.
Kebakaran berlokasi di Beit Meir, Israel yang dipotret oleh Ariel Kadem pada 15 Agustus 2021.
Adapun kebakaran yang terjadi selama tiga hari tersebut membakar lebih dari 2.400 hektar lahan di Yerusalem.
Meski lokasinya betul di Yerusalem, tetapi konteks waktunya keliru.
Kejernihan informasi di media sosial penting di saat genting, terutama bencana.
Foto kebakaran di Yerusalem itu telah beredar di internet sebelum peristiwa kebakaran pada Rabu (30/5/2025).
Hasil pencarian di Google mengarahkan ke portal berita Jerusalem Post dan Times of Israel.
Kebakaran berlokasi di Beit Meir, Israel yang dipotret oleh Ariel Kadem pada 15 Agustus 2021.
Adapun kebakaran yang terjadi selama tiga hari tersebut membakar lebih dari 2.400 hektar lahan di Yerusalem.
Meski lokasinya betul di Yerusalem, tetapi konteks waktunya keliru.
Kejernihan informasi di media sosial penting di saat genting, terutama bencana.
Kesimpulan
Foto kebakaran di Yerusalem pada 2021 disebarkan dengan konteks keliru. Informasinya perlu diluruskan agar tidak menjadi gangguan informasi.
Adapun foto itu dikaitkan dengan perisitwa kebakaran di Israel pada Rabu (30/5/2025). Padahal, peristiwa kebakarannya terjadi pada Agustus 2021 di Beit Meir, Israel.
Adapun foto itu dikaitkan dengan perisitwa kebakaran di Israel pada Rabu (30/5/2025). Padahal, peristiwa kebakarannya terjadi pada Agustus 2021 di Beit Meir, Israel.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1350930209474372&set=a.150293236204748
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=4856850854539412&set=gm.1239244367911397&idorvanity=280136903822153
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=4131736097071017&set=gm.3916160995265324&idorvanity=3079867942227971
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=9278520512256577&set=a.110745292367524
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=9095151350590244&set=a.321337817971685
- https://www.threads.com/@feovle/post/DI3TSoHzJtd
- https://www.google.com/search?sca_esv=3f7130ea1a77a2bb&lns_surface=26&sxsrf=AHTn8zohZ2PxMh_VCDEunv_0UHjtzrIKew:1746177236763&udm=48&si=APYL9btjK_SNHmRaLFZVMyGWr-LxT8rQIr8yewLrph5b0QvV687i4otOMPkih6w3Y8GPY-knPwhWeq0tCqX_j_y0yaEJABK9lHPT_Kctk5IpIqUhpSQgTP31Viz4UsDWkph_LWzPXYZiw2Z03amP5O2GK9ahFNBf9sh_80Lg2s6H8U8BJi7gaDSJNg0cUQ2_Zqi8PXJkbcqv&vsint=CAIqDAoCCAcSAggiGAAgATojChYNAAAAPxUAAAA_HQAAgD8lAACAPzABENAFGJwEJQAAgD8&vsrid=CPKPscXy9pr04AEQAhgBIiQ5NTk2ZThiNi02ZGVkLTRmMjEtYmUxMC0wYWJhNTkyYmU2N2I&lns_mode=un&source=lns.web.ukn&vsdim=720,540&gsessionid=1ULZe5ZnZvaR9kTHWVnD1q1DlFoau4tFRgzSHUCW7mMmDFINcp9BcQ&lsessionid=e3JxBtZFc1rwjuzxMVnnpmtKKddrfEj9BfOyXhUv_GgdbHnVVY14mA&sa=X&ved=2ahUKEwjo56WPuYSNAxVWUfUHHUTgGzAQpOwNegQIYxAA&biw=1075&bih=790&dpr=1.2
- https://www.jpost.com/israel-news/my-home-was-damaged-in-the-jerusalem-fires-how-do-i-get-reimbursed-677064
- https://www.timesofisrael.com/jerusalem-area-wildfire-burns-into-the-night-as-police-hunt-for-two-missing/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26815) [HOAKS] Video TKI Mengaku Dapat Bansos Rp 300 Juta dari BP2MI
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial muncul unggahan video yang diklaim menampilkan seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan mendapat bantuan sosial (bansos) Rp 300 juta.
Menurut unggahan, bantuan sosial itu diperoleh seorang TKI dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi. Waspada, konten ini diindikasi sebagai penipuan.
Video yang diklaim menampilkan seorang TKI di Taiwan mendapat bansos Rp 300 juta dari BP2MI salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Pria yang ada dalam video mengatakan, ia mendapat bantuan Rp 300 juta BP2MI.
Ia meminta pekerja migran yang belum mendapat bantuan untuk menghubungi sebuah nomor WhatsApp dan mengirim foto KTP atau paspor.
Keterangan di video yakni sebagai berikut:
Eman TKI dari Taiwan Penerima Bansos 300 Juta dari BP2MI.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video TKI mengaku mendapat bansos Rp 300 juta dari BPSMI
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu memanipulasi unggahan di akun Instagram milik Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI ini.
Pria yang ada dalam video diketahui merupakan calon TKI bernama Faisal Adam Fauziyang sedang mengurus perizinan di BP2MI.
Dalam video asli, Faisal tidak mengatakan mendapat bansos Rp 300 juta, namun ia menyampaikan soal pelayanan di BP2MI yang dianggap memuaskan.
Sementara, ketika dicek di website dan media sosial BP2MI tidak ditemukan informasi soal program pemberian bansos Rp 300 juta kepada TKI.
Unggahan tersebut mengarah pada penipuan.
Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com juga telah membantah beberapa hoaks soal penawaran bantuan mengatasnamakan BP2MI.
Penelusurannya bisa dilihat di sini, di sini, dan di sini.
Pria yang ada dalam video diketahui merupakan calon TKI bernama Faisal Adam Fauziyang sedang mengurus perizinan di BP2MI.
Dalam video asli, Faisal tidak mengatakan mendapat bansos Rp 300 juta, namun ia menyampaikan soal pelayanan di BP2MI yang dianggap memuaskan.
Sementara, ketika dicek di website dan media sosial BP2MI tidak ditemukan informasi soal program pemberian bansos Rp 300 juta kepada TKI.
Unggahan tersebut mengarah pada penipuan.
Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com juga telah membantah beberapa hoaks soal penawaran bantuan mengatasnamakan BP2MI.
Penelusurannya bisa dilihat di sini, di sini, dan di sini.
Kesimpulan
Video seorang TKI mengaku mendapat bansos Rp 300 juta dari BP2MI merupakan hasil manipulasi.
Video aslinya menampilkan calon TKI bernama Faisal Adam Fauzi yang menyampaikan soal pelayanan BP2MI yang dianggap memuaskan. Dalam video asli tidak ada pemberian dana Rp 300 juta.
Video aslinya menampilkan calon TKI bernama Faisal Adam Fauzi yang menyampaikan soal pelayanan BP2MI yang dianggap memuaskan. Dalam video asli tidak ada pemberian dana Rp 300 juta.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/v/1HBoKqaGqb/
- https://www.facebook.com/share/v/1FMyjFMTqq/
- https://www.facebook.com/share/p/1JCVMYdcgQ/
- https://www.instagram.com/kemenp2mi/
- https://bp2mi.go.id/
- https://www.instagram.com/kemenp2mi/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/05/02/100100682/-hoaks-bp2mi-salurkan-bantuan-dana-rp-300-juta-untuk-pekerja-migran
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/04/22/100100582/-hoaks-bantuan-dana-rp-150-juta-untuk-pekerja-migran-indonesia
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/02/05/185800882/-hoaks-pendaftaran-bansos-bp2mi-lewat-nomor-whatsapp
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2044/8124

