(GFD-2025-26817) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran BLT Anak Sekolah SD, SMP dan SMA
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BLT anak sekolah SD, SMP dan SMA, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 24 April 2025.
Klaim link pendaftaran BLT anak sekolah SD, SMP dan SMA berupa tulisan sebagai berikut.
"Ayo daftar BLT Anak sekolah SD,SMP,SMA
SISWA SD/MI:RP900.000 PERBULAN
SISWA SMP/MTS:RP1.200.000 PERBULAN
SISWA SMA/MA:RP2.000.000 PERBULAN
PENDAFTARAN SECARA GRATIS"
Unggahan tersebut mengarahkan penerimanya untuk mengakses link pendaftaran BLT anak sekolah SD, SMP dan SMA.
Berikut linknya:
"https://pendaftaran4-blt-anak-sekolah.2025-online.com/?fbclid=IwY2xjawKE_l9leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFDTUk2bHBNQU9hVlNtYjl6AR6UGduSMeGhY500-i3IG73TXqD-o_zqAOfFaTWdH3ZTJEq0fH8x7hGog_10Ig_aem_7Vw_IRNRUkG1HYhY7XFfpg"
Link tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas seperti nama, provinsi dan nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran BLT anak sekolah SD, SMP dan SMA? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BLT anak sekolah SD, SMP dan SMA, penelusuran mengarah pada pengumuman berjudul "Waspada Hoaks terkait Bantuan Sosial" yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Sosial kemensos.go.id.
Berikut pengumumannya:
"Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantau berisi link/tautan yang di dalanya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah."
Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya.
Mari saling ingatkan dan lebih kritis terhadap informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI agar kita terhindar dari hoaks maupun modus penipuan lainnya katanya menambahkan."
Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Cara Mengecek Bantuan PKH, Panduan Lengkap untuk Penerima Manfaat" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 2 Oktober 2024.
Artikel situs Liputan6.com menyebutkan, cara mendaftar Bantuan Sosial PKH secara online bagi yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan PKH namun merasa berhak menerimanya bisa dilakukan dengan mengikut langkah-langkah untuk mendaftar secara online:
Setelah pendaftaran selesai, data Anda akan melalui proses validasi dan verifikasi oleh pihak berwenang. Sistem akan memeriksa kelayakan Anda sebagai penerima Bantuan Sosial PKH berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Sumber: https://kemensos.go.id/waspada-hoaks-terkait-bantuan-sosial
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BLT anak sekolah SD, SMP dan SMA tidak benar.
Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.
(GFD-2025-26820) [HOAKS] Dedi Mulyadi Sebut Orang yang Ragukan Ijazah Jokowi sebagai Kaum Radikal
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di jagat maya beredar tangkap layar sebuah artikel dengan judul yang mengeklaim Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut orang yang meragukan ijazah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sebagai kaum radikal.
Artikel itu diklaim diterbitkan media Tempo pada 29 April 2025. Namun, setelah ditelusuri konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Sebagai konteks, isu soal keaslian ijazah Jokowi saat ini masih menjadi polemik. Teranyar, sejumlah orang yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) meragukan keaslian ijazah Jokowi sebagai lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Artikel Dedi Mulyadi menyebut orang yang meragukan ijazah Jokowi sebagai kaum radikal muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini. ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul: "Dedi Mulyadi: Hanya Kaum Radikal Yang Meragukan Ijazah Pak Jokowi, Tangkap Dan Penjarakan Orang-Orang Yang Menebar Fitnah Kepada Presiden ke-7 Indonesia".
Artikel itu diklaim diterbitkan media Tempo pada 29 April 2025. Namun, setelah ditelusuri konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Sebagai konteks, isu soal keaslian ijazah Jokowi saat ini masih menjadi polemik. Teranyar, sejumlah orang yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) meragukan keaslian ijazah Jokowi sebagai lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Artikel Dedi Mulyadi menyebut orang yang meragukan ijazah Jokowi sebagai kaum radikal muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini. ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul: "Dedi Mulyadi: Hanya Kaum Radikal Yang Meragukan Ijazah Pak Jokowi, Tangkap Dan Penjarakan Orang-Orang Yang Menebar Fitnah Kepada Presiden ke-7 Indonesia".
Hasil Cek Fakta
Ketika dicermati, konten tersebut tampak janggal. Hal itu bisa dilihat dari judul artikel yang sangat panjang dan penggunaan kata yang tidak efektif.
Setelah ditelusuri, di laman Tempo.co tidak ditemukan artikel soal Dedi Mulyadi menyebut orang yang meragukan ijazah Jokowi sebagai kaum radikal.
Konten yang beredar memanipulasi artikel di laman Tempo.co ini berjudul "Dedi Mulyadi Akan Jadikan Vasektomi sebagai Syarat Terima Bansos".
Artikel aslinya memuat pernyataan Dedi soal rencana kebijakan agar vasektomi atau KB pria menjadi syarat masyarakat prasejahtera di Jawa Barat mendapat bantuan sosial (bansos).
Dedi juga mengusulkan, warga yang bersedia vasektomi akan diberi insentif Rp 500 ribu.
Menurut Dedi, kebijakan itu bertujuan agar angka kelahiran bisa diatur sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan.
Setelah ditelusuri, di laman Tempo.co tidak ditemukan artikel soal Dedi Mulyadi menyebut orang yang meragukan ijazah Jokowi sebagai kaum radikal.
Konten yang beredar memanipulasi artikel di laman Tempo.co ini berjudul "Dedi Mulyadi Akan Jadikan Vasektomi sebagai Syarat Terima Bansos".
Artikel aslinya memuat pernyataan Dedi soal rencana kebijakan agar vasektomi atau KB pria menjadi syarat masyarakat prasejahtera di Jawa Barat mendapat bantuan sosial (bansos).
Dedi juga mengusulkan, warga yang bersedia vasektomi akan diberi insentif Rp 500 ribu.
Menurut Dedi, kebijakan itu bertujuan agar angka kelahiran bisa diatur sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan.
Kesimpulan
Judul artikel Dedi Mulyadi menyebut orang yang meragukan ijazah sebagai kaum radikal merupakan hasil manipulasi. Konten itu hoaks dan informasinya perlu diluruskan.
Artikel aslinya di laman Tempo.co berjudul "Dedi Mulyadi Akan Jadikan Vasektomi sebagai Syarat Terima Bansos".
Artikel tersebut membahas usulan Dedi Mulyadi agar vasektomi atau KB pria menjadi syarat masyarakat prasejahtera menerima bansos. Tidak ada pembahasan mengenai ijazah Jokowi.
Artikel aslinya di laman Tempo.co berjudul "Dedi Mulyadi Akan Jadikan Vasektomi sebagai Syarat Terima Bansos".
Artikel tersebut membahas usulan Dedi Mulyadi agar vasektomi atau KB pria menjadi syarat masyarakat prasejahtera menerima bansos. Tidak ada pembahasan mengenai ijazah Jokowi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/1AkELXCe5q/
- https://www.facebook.com/share/p/14Ef7khAuFT/
- https://www.facebook.com/share/p/1PYXM84gTU/
- https://www.facebook.com/share/p/1DeN9DiaSY/?mibextid=NOb6eG
- https://www.facebook.com/share/p/1CBK7xvW1G/
- https://www.tempo.co/politik/dedi-mulyadi-akan-jadikan-vasektomi-sebagai-syarat-terima-bansos-1284804
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26821) Cek fakta, video kebakaran dahsyat hanguskan kota di Israel
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial X menanarasikan bahwa sebuah kota di Israel tengah dilanda kebakaran dahsyat disertai video yang menampilkan kepulan asap tebal dan kobaran api besar.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“This is not Gaza. This is Israel. #Israel #IsraelTerroristState #Israel77 #israelfire #IsraelFires #Jerusalemfire #GARANTI #LingOrm #LoveLanguage #LISAxPRICELESS #SFxPerthSanta”
Namun, benarkah video kebakaran tersebut terjadi di Israel?
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“This is not Gaza. This is Israel. #Israel #IsraelTerroristState #Israel77 #israelfire #IsraelFires #Jerusalemfire #GARANTI #LingOrm #LoveLanguage #LISAxPRICELESS #SFxPerthSanta”
Namun, benarkah video kebakaran tersebut terjadi di Israel?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA menggunakan perangkat Google Lens, ditemukan berita-berita dengan foto dan video serupa salah satunya artikel berita media asing Times Now dengan judul “Massive Fire Destroys Royal Yak Casino In Culiacán, Mexico.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Artikel tersebut membahas tentang kebakaran besar yang terjadi pada sebuah kasino bernama Royal Yak Casino di Sinaloa, Meksiko yang terjadi pada Kamis (16/1/2025).
Sebelumnya, pada Rabu (30/4/2025) Israel mengalami bencana kebakaran hutan yang terjadi dii kawasan Eshtaol Forest yang terletak antara Yerusalem dengan Tel Aviv. Dilaporkan sebanyak sekitar 24 orang terluka akibat menghirup asap.
Media melaporkan bahwa Israel membatalkan semua perayaan "Hari Kemerdekaan" yang dijadwalkan karena kebakaran hutan besar-besaran. Sementara itu pada Minggu (4/5/2025) kelompok Houthi Yaman, Ansar Allah, meluncurkan roket ke bandara utama Israel, yaitu Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv. Serangan tersebut menyebabkan lumpuhnya penerbangan. Baca selengkapnya di sini.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Artikel tersebut membahas tentang kebakaran besar yang terjadi pada sebuah kasino bernama Royal Yak Casino di Sinaloa, Meksiko yang terjadi pada Kamis (16/1/2025).
Sebelumnya, pada Rabu (30/4/2025) Israel mengalami bencana kebakaran hutan yang terjadi dii kawasan Eshtaol Forest yang terletak antara Yerusalem dengan Tel Aviv. Dilaporkan sebanyak sekitar 24 orang terluka akibat menghirup asap.
Media melaporkan bahwa Israel membatalkan semua perayaan "Hari Kemerdekaan" yang dijadwalkan karena kebakaran hutan besar-besaran. Sementara itu pada Minggu (4/5/2025) kelompok Houthi Yaman, Ansar Allah, meluncurkan roket ke bandara utama Israel, yaitu Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv. Serangan tersebut menyebabkan lumpuhnya penerbangan. Baca selengkapnya di sini.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
(GFD-2025-26822) Hoaks! OJK putihkan utang pinjol mulai 1 Mei
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menarasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memutihkan utang pinjaman online (pinjol) terutama bagi masyarakat yang gagal bayar.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan OJK akan memulai program pemutihan pinjol tersebut mulai 1 Mei 2025. Dalam unggahan itu juga disertakan tautan yang langsung menghubungkan ke pengisian data diri.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“KABAR GEMBIRA UNTUK KITA SEMUA..
OJK Resmikan Pemutihan Data Bagi Nasaba Pinjol Terutama Bagi Nasaba Gagal bayar Mulai 1 Mei 2025.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan Ini OJK Resmikan Cara Pemutihannya .
Konsultasi Pinjol Dan Daftarkan Diri Kalian Sekarang Juga....!!”
Namun, benarkah OJK putihkan utang pinjol mulai 1 Mei?
Dalam unggahan tersebut dijelaskan OJK akan memulai program pemutihan pinjol tersebut mulai 1 Mei 2025. Dalam unggahan itu juga disertakan tautan yang langsung menghubungkan ke pengisian data diri.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“KABAR GEMBIRA UNTUK KITA SEMUA..
OJK Resmikan Pemutihan Data Bagi Nasaba Pinjol Terutama Bagi Nasaba Gagal bayar Mulai 1 Mei 2025.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan Ini OJK Resmikan Cara Pemutihannya .
Konsultasi Pinjol Dan Daftarkan Diri Kalian Sekarang Juga....!!”
Namun, benarkah OJK putihkan utang pinjol mulai 1 Mei?
Hasil Cek Fakta
OJK melalui akun Instagram resminya mengonfirmasi bahwa informasi terkait pemutihan data pinjaman online (pinjol) adalah hoaks. OJK menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan atau kebijakan terkait penghapusan data pinjaman online, sebagaimana yang beredar di media sosial.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sehubungan dengan maraknya informasi palsu tersebut, OJK mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan lembaga OJK. Masyarakat juga diingatkan agar hanya mengakses informasi resmi melalui kanal media sosial OJK yang terverifikasi atau menghubungi langsung layanan konsumen OJK melalui kontak 157.
Lebih lanjut, OJK juga menyoroti bahwa pinjaman online ilegal masih menjadi bentuk aktivitas keuangan ilegal yang paling dominan ditemukan oleh Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI). Sepanjang tahun 2024, Satgas PASTI telah berhasil menghentikan 2.930 entitas pinjol ilegal dari total 3.240 entitas aktivitas keuangan ilegal yang teridentifikasi.
Temuan ini menunjukkan bahwa penyebaran pinjol ilegal masih menjadi ancaman serius bagi keamanan keuangan masyarakat dan perlu direspons dengan peningkatan literasi keuangan serta kewaspadaan publik.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sehubungan dengan maraknya informasi palsu tersebut, OJK mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan lembaga OJK. Masyarakat juga diingatkan agar hanya mengakses informasi resmi melalui kanal media sosial OJK yang terverifikasi atau menghubungi langsung layanan konsumen OJK melalui kontak 157.
Lebih lanjut, OJK juga menyoroti bahwa pinjaman online ilegal masih menjadi bentuk aktivitas keuangan ilegal yang paling dominan ditemukan oleh Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI). Sepanjang tahun 2024, Satgas PASTI telah berhasil menghentikan 2.930 entitas pinjol ilegal dari total 3.240 entitas aktivitas keuangan ilegal yang teridentifikasi.
Temuan ini menunjukkan bahwa penyebaran pinjol ilegal masih menjadi ancaman serius bagi keamanan keuangan masyarakat dan perlu direspons dengan peningkatan literasi keuangan serta kewaspadaan publik.
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
Halaman: 2039/8124
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5208658/original/012814300_1746413170-blt_pelajar.jpg)

