KOMPAS.com - Pekan lalu terjadi mati listrik atau blackout di seluruh wilayah Bali, tepatnya pada Jumat (2/5/2025).
Peristiwa tersebut dikaitkan dengan konspirasi mengenai uji coba kontrol populasi dan pandemi terencana yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi yang mengaitkan mati listrik di Bali dengan uji coba pandemi oleh WHO disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (5/5/2025):
Uji coba simulasi menuju total kontrol populasiWHO Plandemic Treaty (Lockdown/Lock Step)
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Senin (5/5/2025), yang mengaitkan mati listrik di Bali dengan uji coba pandemi oleh WHO.
(GFD-2025-26898) [HOAKS] Mati Listrik di Bali Jadi Uji Coba Kontrol Populasi oleh WHO
Sumber:Tanggal publish: 08/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Mati listrik yang terjadi di seluruh Bali bukanlah uji coba kontrol populasi.
Penyebab mati listrik yakni gangguan kelistrikan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang Unit 2.
"Indikasi awal gangguan terjadi di PLTU Celukan Bawang Unit #2 yang menyebabkan terhentinya pasokan listrik di sebagian wilayah Bali," kata Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana seperti diberitakan sebelumnya oleh Kompas.com.
PLTU Celukan Bawang Unit 2 menjadi pemicu utama lepasnya trip, sebagai respons sistem pembangkit lainnya di Bali.
Setelah diusut, gangguan bersumber dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang berlokasi di Jawa Timur.
Terdapat empat jalur kabel laut yang menyalurkan total daya sebesar 270 MW ke Bali.
Namun akibat gangguan di SUTT Jawa Timur, pasokan daya ini tiba-tiba anjlok drastis hingga mencapai 0 MW.
Ketimpangan daya lantas membuat frekuensi listrik di Bali anjlok.
Gangguan kelistrikan tersebut tidak ada kaitannya dengan konspirasi kontrol populasi atau uji coba pandemi yang direncanakan oleh WHO.
Mati listrik yang terjadi di seluruh wilayah Bali bukanlah kesengajaan.
Penyebab mati listrik yakni gangguan kelistrikan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang Unit 2.
"Indikasi awal gangguan terjadi di PLTU Celukan Bawang Unit #2 yang menyebabkan terhentinya pasokan listrik di sebagian wilayah Bali," kata Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana seperti diberitakan sebelumnya oleh Kompas.com.
PLTU Celukan Bawang Unit 2 menjadi pemicu utama lepasnya trip, sebagai respons sistem pembangkit lainnya di Bali.
Setelah diusut, gangguan bersumber dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang berlokasi di Jawa Timur.
Terdapat empat jalur kabel laut yang menyalurkan total daya sebesar 270 MW ke Bali.
Namun akibat gangguan di SUTT Jawa Timur, pasokan daya ini tiba-tiba anjlok drastis hingga mencapai 0 MW.
Ketimpangan daya lantas membuat frekuensi listrik di Bali anjlok.
Gangguan kelistrikan tersebut tidak ada kaitannya dengan konspirasi kontrol populasi atau uji coba pandemi yang direncanakan oleh WHO.
Mati listrik yang terjadi di seluruh wilayah Bali bukanlah kesengajaan.
Kesimpulan
Narasi yang mengaitkan mati listrik di Bali dengan uji coba pandemi oleh WHO merupakan hoaks.
Mati listrik yang terjadi di seluruh wilayah Bali terjadi karena gangguan di PLTU Celukan Bawang Unit 2.
Gangguan tersebut bersumber dari pasokan listrik yang anjlok di Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang berlokasi di Jawa Timur.
Mati listrik yang terjadi di seluruh wilayah Bali terjadi karena gangguan di PLTU Celukan Bawang Unit 2.
Gangguan tersebut bersumber dari pasokan listrik yang anjlok di Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang berlokasi di Jawa Timur.
Rujukan
- https://www.facebook.com/cahaya.simarmata.732609/videos/1725939661632597/
- https://www.facebook.com/photo?fbid=674049028572365&set=pcb.674049061905695
- https://www.facebook.com/cahaya.simarmata.732609/videos/4283570675296622/
- https://denpasar.kompas.com/read/2025/05/02/202112278/pln-ungkap-penyebab-mati-listrik-di-bali
- https://www.kompas.com/kalimantan-timur/read/2025/05/03/152829588/listrik-padam-total-apa-penyebab-bali-blackout-jelang-hari-raya?page=all#page2
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26899) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Luis Antonio Tagle Resmi Terpilih Jadi Paus pada 6 Mei 2025
Sumber:Tanggal publish: 08/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial muncul unggahan yang mengeklaim Kardinal Luis Antonio Tagle telah resmi terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025.
Namun, setelah ditelusuri informasi tersebut tidak benar dan informasinya perlu diluruskan.
Sebab, pada 6 Mei 2025 belum dimulai proses konklaf atau pemilihan pengganti Paus Fransiskus yang telah tutup usia.
Luis Antonio Tagle merupakan salah satu kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus, tetapi belum ada Paus terpilih hingga artikel ini diturunkan.
Narasi yang mengeklaim Kardinal Luis Antonio Tagle telah resmi terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025 salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan foto Luis Antonio Tagle dan diberi keterangan demikian:
AKHIRNYA PAUS TERPILIH
FAHAR BARU DARIBASIA
Mgr. Prof. Dr. Luis Antonio Gokim Kardinal Tagle (bahasa Latin: Aloysius Antonius Tagle, bahasa Italia: Ludovico Antonio Tagle; lahir 21 Juni 1957) adalah Uskup Agung Manila yang menjadi kardinal setelah ditunjuk Paus Benediktus XVI pada tahun 2012.
Ia juga merupakan Kardinal-imam tituler di gereja San Felice da Cantalice a Centocelle[1][2] dan Primat de facto Filipina.
Tagle lahir di Ibu Kota Manila, Filipina, 21 Juni 1957 dan saat ini memimpin gereja Santo Felix.
Dia juga mengajar teologi di Sekolah Teologi Loyola. Tagle ditahbiskan menjadi Uskup Agung Manila pada 2011 pada usia 54
Ia diangkat menjadi kardinal pada bulan November 2012. Lihat Lebih Sedikit
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Luis Antonio Tagle telah terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025
Namun, setelah ditelusuri informasi tersebut tidak benar dan informasinya perlu diluruskan.
Sebab, pada 6 Mei 2025 belum dimulai proses konklaf atau pemilihan pengganti Paus Fransiskus yang telah tutup usia.
Luis Antonio Tagle merupakan salah satu kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus, tetapi belum ada Paus terpilih hingga artikel ini diturunkan.
Narasi yang mengeklaim Kardinal Luis Antonio Tagle telah resmi terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025 salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan foto Luis Antonio Tagle dan diberi keterangan demikian:
AKHIRNYA PAUS TERPILIH
FAHAR BARU DARIBASIA
Mgr. Prof. Dr. Luis Antonio Gokim Kardinal Tagle (bahasa Latin: Aloysius Antonius Tagle, bahasa Italia: Ludovico Antonio Tagle; lahir 21 Juni 1957) adalah Uskup Agung Manila yang menjadi kardinal setelah ditunjuk Paus Benediktus XVI pada tahun 2012.
Ia juga merupakan Kardinal-imam tituler di gereja San Felice da Cantalice a Centocelle[1][2] dan Primat de facto Filipina.
Tagle lahir di Ibu Kota Manila, Filipina, 21 Juni 1957 dan saat ini memimpin gereja Santo Felix.
Dia juga mengajar teologi di Sekolah Teologi Loyola. Tagle ditahbiskan menjadi Uskup Agung Manila pada 2011 pada usia 54
Ia diangkat menjadi kardinal pada bulan November 2012. Lihat Lebih Sedikit
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Luis Antonio Tagle telah terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari Vatican News, konklaf atau pemilihan Paus baru resmi dimulai pada Rabu (7/5/2025).
Total ada 133 kardinal yang memasuki Kapel Sistina untuk ambil bagian dalam acara tersebut.
Konklaf tahun ini merupakan salah satu konklaf paling beragam dalam sejarah, dengan para elektor yang berasal dari 70 negara.
Konklaf hari pertama belum menghasilkan kesepakatan soal pengganti Paus Fransiskus. Asap hitam yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina Rabu (7/5/2025) malam menandakan pemungutan suara pertama telah diadakan tanpa pemilihan Paus.
Para kardinal elektor belum mencapai syarat minimum dua pertiga suara yang dibutuhkan untuk memilih Paus baru.
Masyarakat pun begitu antusias menunggu hasil konklaf. Sekitar 45.000 orang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menunggu pengumuman tersebut.
Dikutip dari Reuters, beberapa pihak menyebut Luis Antonio Tagle merupakan salah satu kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus.
Kardinal asal Filipina itu dianggap memiliki kemiripan dengan Paus Fransiskus. Ia diharapkan mampu melanjutkan langkah progresif yang selama ini dilakukan Paus Fransiskus.
Total ada 133 kardinal yang memasuki Kapel Sistina untuk ambil bagian dalam acara tersebut.
Konklaf tahun ini merupakan salah satu konklaf paling beragam dalam sejarah, dengan para elektor yang berasal dari 70 negara.
Konklaf hari pertama belum menghasilkan kesepakatan soal pengganti Paus Fransiskus. Asap hitam yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina Rabu (7/5/2025) malam menandakan pemungutan suara pertama telah diadakan tanpa pemilihan Paus.
Para kardinal elektor belum mencapai syarat minimum dua pertiga suara yang dibutuhkan untuk memilih Paus baru.
Masyarakat pun begitu antusias menunggu hasil konklaf. Sekitar 45.000 orang berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menunggu pengumuman tersebut.
Dikutip dari Reuters, beberapa pihak menyebut Luis Antonio Tagle merupakan salah satu kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus.
Kardinal asal Filipina itu dianggap memiliki kemiripan dengan Paus Fransiskus. Ia diharapkan mampu melanjutkan langkah progresif yang selama ini dilakukan Paus Fransiskus.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Kardinal Luis Antonio Tagle telah resmi terpilih menjadi Paus pada 6 Mei 2025 merupakan informasi yang tidak benar dan perlu diluruskan.
Faktanya, konklaf atau pemilihan Paus baru dimulai pada 7 Mei 2025. Di hari pertama konklaf belum ada keputusan terkait pengganti Paus Fransiskus.
Luis Antonio Tagle memang menjadi salah satu kandidat Paus, tetapi masih ada nama lain yang juga diprediksi sebagai calon kuat.
Faktanya, konklaf atau pemilihan Paus baru dimulai pada 7 Mei 2025. Di hari pertama konklaf belum ada keputusan terkait pengganti Paus Fransiskus.
Luis Antonio Tagle memang menjadi salah satu kandidat Paus, tetapi masih ada nama lain yang juga diprediksi sebagai calon kuat.
Rujukan
- https://web.facebook.com/share/p/1DjqaZXthb/
- https://www.vaticannews.va/en/vatican-city/news/2025-05/the-conclave-begins-2025-election-267th-pope-may-7.html
- https://www.vaticannews.va/en/vatican-city/news/2025-05/black-smoke-end-first-day-conclave-no-pope.html
- https://www.reuters.com/world/cardinals-could-pick-filipino-tagle-asian-francis-next-pope-2025-05-05/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26900) [HOAKS] Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates adalah Upaya Pemasangan Chip 666
Sumber:Tanggal publish: 08/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Uji coba vaksin TBC di Indonesia diklaim sebagai upaya pemasangan chip 666. Vaksin tersebut dikembangkan oleh Bill & Melinda Gates Foundation.
Narasi tersebut beredar di media sosial setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pendiri Gates Foundation, Bill Gates, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (7/5/2025).
Setelah pertemuan itu, Prabowo mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi lokasi uji coba fase 3 vaksin TBC hasil pengembangan Gates Foundation.
Adapun chip 666 merupakan teori konspirasi yang dikaitkan dengan satanisme. Narasi tersebut sebelumnya dikaitkan dengan vaksin Covid-19.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim uji coba vaksin TBC Bill Gates di Indonesia adalah upaya pemasangan chip 666 merupakan hoaks.
Narasi yang mengeklaim uji coba vaksin TBC Bill Gates di Indonesia adalah upaya pemasangan chip 666 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Bill Gates Akan Uji Coba Vaksin TBC Buatannya di Indonesia. Apakah itu Benar-benar Vaksin atau Pasang Chips 666.
Narasi tersebut beredar di media sosial setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pendiri Gates Foundation, Bill Gates, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (7/5/2025).
Setelah pertemuan itu, Prabowo mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi lokasi uji coba fase 3 vaksin TBC hasil pengembangan Gates Foundation.
Adapun chip 666 merupakan teori konspirasi yang dikaitkan dengan satanisme. Narasi tersebut sebelumnya dikaitkan dengan vaksin Covid-19.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim uji coba vaksin TBC Bill Gates di Indonesia adalah upaya pemasangan chip 666 merupakan hoaks.
Narasi yang mengeklaim uji coba vaksin TBC Bill Gates di Indonesia adalah upaya pemasangan chip 666 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Bill Gates Akan Uji Coba Vaksin TBC Buatannya di Indonesia. Apakah itu Benar-benar Vaksin atau Pasang Chips 666.
Hasil Cek Fakta
Isu kandungan mikrocip atau cip dalam vaksin telah beberapa kali beredar. Sebelumnya, beredar narasi yang mengeklaim vaksin Covid-19 mengandung mikrocip.
Sebagaimana yang telah ditulis Kompas.com pada 20 Juli 2022, narasi tersebut dibantah oleh Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki Hadinegoro.
Dia mengatakan, narasi vaksin Covid-19 mengandung mikrocip tidak benar. Sebab, lubang jarum suntik sangat kecil sehingga tidak ada partikel magnetik yang bisa melewatinya.
"Vaksin berisi protein, garam, lipid, pelarut dan tidak mengandung logam. Jadi perlu dijelaskan bahwa berita itu hoaks," kata Sri Rezeki.
Sementara itu, teori konspirasi chip 666 sudah beredar di Amerika Serikat tidak lama setelah Undang-Undang Kesehatan atau Obamacare disahkan pada 2010.
Vaksinasi disebut sebagai cara memasukkan mikrocip 666 ke dalam tubuh manusia. Mikrocip tersebut berfungsi untuk mengontrol manusia, bukan berfungsi untuk kesehatan.
Namun menurut pemeriksa fakta Snopes.com, Obamacare atau HR3590 tidak mencantumkan aturan apa pun mengenai kewajiban implan chip RFID.
Ada kemungkinan hoaks ini muncul akibat kesalahan dalam menafsirkan Affordable Care Act yang tidak disahkan, yaitu HR3200.
Dalam HR3200, sempat disinggung mengenai pengumpulan data terkait obat-obatan dan sejumlah perangkat seperti chip RFID yang dapat diimplan.
Adapun kandidat vaksin M72/AS01E yang dikembangkan Gates Foundation telah menjalani uji coba fase 2b di Afrika Selatan, Zambia dan Kenya.
Dikutip dari situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari hasil pengujian tersebebut, tidak ada laporan tentang pemasangan chip pada peserta uji coba.
Hasil uji coba menunjukkan, pemberian dua dosis vaksin M72/AS01E berhasil menurunkan perkembangan penyakit TB aktif dengan efikasi sebesar 50 persen pada orang dewasa HIV negatif dengan infeksi Mycobacterium tuberculosis laten.
Sebagaimana yang telah ditulis Kompas.com pada 20 Juli 2022, narasi tersebut dibantah oleh Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki Hadinegoro.
Dia mengatakan, narasi vaksin Covid-19 mengandung mikrocip tidak benar. Sebab, lubang jarum suntik sangat kecil sehingga tidak ada partikel magnetik yang bisa melewatinya.
"Vaksin berisi protein, garam, lipid, pelarut dan tidak mengandung logam. Jadi perlu dijelaskan bahwa berita itu hoaks," kata Sri Rezeki.
Sementara itu, teori konspirasi chip 666 sudah beredar di Amerika Serikat tidak lama setelah Undang-Undang Kesehatan atau Obamacare disahkan pada 2010.
Vaksinasi disebut sebagai cara memasukkan mikrocip 666 ke dalam tubuh manusia. Mikrocip tersebut berfungsi untuk mengontrol manusia, bukan berfungsi untuk kesehatan.
Namun menurut pemeriksa fakta Snopes.com, Obamacare atau HR3590 tidak mencantumkan aturan apa pun mengenai kewajiban implan chip RFID.
Ada kemungkinan hoaks ini muncul akibat kesalahan dalam menafsirkan Affordable Care Act yang tidak disahkan, yaitu HR3200.
Dalam HR3200, sempat disinggung mengenai pengumpulan data terkait obat-obatan dan sejumlah perangkat seperti chip RFID yang dapat diimplan.
Adapun kandidat vaksin M72/AS01E yang dikembangkan Gates Foundation telah menjalani uji coba fase 2b di Afrika Selatan, Zambia dan Kenya.
Dikutip dari situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari hasil pengujian tersebebut, tidak ada laporan tentang pemasangan chip pada peserta uji coba.
Hasil uji coba menunjukkan, pemberian dua dosis vaksin M72/AS01E berhasil menurunkan perkembangan penyakit TB aktif dengan efikasi sebesar 50 persen pada orang dewasa HIV negatif dengan infeksi Mycobacterium tuberculosis laten.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim uji coba vaksin TBC Bill Gates di Indonesia adalah upaya pemasangan chip 666 merupakan hoaks.
Isu kandungan cip dalam vaksin telah berulang kali dibantah. Lubang jarum suntik untuk vaksinasi sangat kecil sehingga tidak ada partikel magnetik yang bisa melewatinya.
Isu kandungan cip dalam vaksin telah berulang kali dibantah. Lubang jarum suntik untuk vaksinasi sangat kecil sehingga tidak ada partikel magnetik yang bisa melewatinya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/PiterOwen1/posts/pfbid0hu4Cr7RAsrxCF25tj4fhVLh6DysrTeztfxz8WbTHQXy4UD7LzfRLbqVimMpHY72sl
- https://www.facebook.com/togar2009/posts/pfbid0gG9oBzZ283aqHR1WdiVuf2QyhrZianU6XKRfFieugpCwes3jEEXURQcSpkuQ5wyLl
- https://www.facebook.com/yunusiyah.l.rahma/videos/1842733289793380/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/07/20/154846382/hoaks-vaksinasi-bertujuan-memasukkan-mikrocip-666-ke-tubuh-manusia?page=all
- https://www.snopes.com/fact-check/us-residents-to-be-implanted-with-microchips/
- https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/vaccines-and-immunization-investigational-vaccine-candidate-m72-as01e
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26876) Keliru: Situs Detik.com Memberitakan Pesan Terakhir Nadiem Makarim
Sumber:Tanggal publish: 08/05/2025
Berita
Sebuah akun di media sosial X [arsip] membagikan tangkapan layar berita berlogo Detik.com tentang pesan terakhir mantan Menteri Pendidikan RI, Nadiem Makarim.
Tangkapan layar itu memperlihatkan foto Nadiem dengan judul: Hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi seluruh Nadiem Makarim. Tidak ada keterangan lebih lanjut terkait konteks narasi tersebut. Namun, pemilik akun menyebarkan tautan pada laman https://yureta.kesug.com/ yang tak bisa diakses. Namun, benarkah gambar tangkapan layar berita itu benar-benar pernah ditayangkan Detik.com?
Tangkapan layar itu memperlihatkan foto Nadiem dengan judul: Hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi seluruh Nadiem Makarim. Tidak ada keterangan lebih lanjut terkait konteks narasi tersebut. Namun, pemilik akun menyebarkan tautan pada laman https://yureta.kesug.com/ yang tak bisa diakses. Namun, benarkah gambar tangkapan layar berita itu benar-benar pernah ditayangkan Detik.com?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten tersebut dengan mengkonfirmasi langsung kepada pemimpin redaksi detik.com. Serta menelusuri pada layanan berita detik dengan kata kunci. Hasilnya, tangkapan layar tersebut adalah palsu.
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Detik.com, Alfito Deannova Ginting, mengatakan, tangkapan layar itu rekayasa alias bukan tangkapan layar berita Detik.com. “Ini rekayasa,” kata Alfito melalui WhatsApp, Rabu, 7 Mei 2025.
Menurutnya masyarakat harus lebih cermat dalam mengkonsumsi berita. “Cek sumber utamanya dan lebih kritis dalam mengkonsumsi berita,” kata dia lagi.
Gambar di unggahan X itu diklaim memperlihatkan berita Detik.com yang terbit tanggal 4 Mei 2025. Padahal, pencarian pada situs Detik.com untuk artikel tertanggal 4 Mei 2025, tidak ditemukan adanya berita tentang Nadiem.
Tidak ada berita tentang Nadiem Makarim di portal detik.com pada 4 Mei 2025. [sumber: tangkapan layar Tempo)
Foto Nadiem yang digunakan dalam tangkapan layar palsu itu bersumber dari dokumentasi Kemendikbud saat Nadiem menjabat Menteri Pendidikan, sebagaimana yang dijelaskan Tempo dalam beberapa artikel.
Tata letak pada tangkapan layar yang beredar juga berbeda dengan tata letak berita di kaman resmi detik.com. misalnya pada posisi judul berita. Biasanya detik.com memposisikan judul dan waktu penerbitan pada bagian atas foto, bukan di bagian bawah atau menempel pada foto.
Perbedaan-perbedaan itu menambah bukti bahwa gambar yang beredar di X tersebut adalah hasil rekayasa.
Hati-hati Phishing
Cuitan yang mengandung gambar rekayasa dengan menyematkan tautan juga bisa menyebabkan risiko lainnya, seperti penipuan atau scam digital. Hal ini perlu diwaspadai masyarakat pengguna media sosial.
Dilansir artikel perusahaan jasa keamanan digital, Checkpoint.com, tautan yang disembunyikan dalam teks atau gambar di internet menjadi salah satu cara penjahat melakukan phishing atau pencurian data pribadi.
Cara lain yang mereka gunakan adalah social engineering atau rekayasa sosial, typosquatting atau membuat url yang mirip alamat web aslinya, pemalsuan email, pemendekan url, dan pengalih alamat website.
Artikel itu juga menyarankan lima cara melindungi organisasi dari serangan phishing, yakni dengan pelatihan karyawan, memperkuat keamanan email, memantau perangkat keras milik organisasi untuk mencegah penyusupan, melakukan uji atau simulasi ketahanan terhadap serangan, dan kelola hak akses pada data dengan tepat.
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Detik.com, Alfito Deannova Ginting, mengatakan, tangkapan layar itu rekayasa alias bukan tangkapan layar berita Detik.com. “Ini rekayasa,” kata Alfito melalui WhatsApp, Rabu, 7 Mei 2025.
Menurutnya masyarakat harus lebih cermat dalam mengkonsumsi berita. “Cek sumber utamanya dan lebih kritis dalam mengkonsumsi berita,” kata dia lagi.
Gambar di unggahan X itu diklaim memperlihatkan berita Detik.com yang terbit tanggal 4 Mei 2025. Padahal, pencarian pada situs Detik.com untuk artikel tertanggal 4 Mei 2025, tidak ditemukan adanya berita tentang Nadiem.
Tidak ada berita tentang Nadiem Makarim di portal detik.com pada 4 Mei 2025. [sumber: tangkapan layar Tempo)
Foto Nadiem yang digunakan dalam tangkapan layar palsu itu bersumber dari dokumentasi Kemendikbud saat Nadiem menjabat Menteri Pendidikan, sebagaimana yang dijelaskan Tempo dalam beberapa artikel.
Tata letak pada tangkapan layar yang beredar juga berbeda dengan tata letak berita di kaman resmi detik.com. misalnya pada posisi judul berita. Biasanya detik.com memposisikan judul dan waktu penerbitan pada bagian atas foto, bukan di bagian bawah atau menempel pada foto.
Perbedaan-perbedaan itu menambah bukti bahwa gambar yang beredar di X tersebut adalah hasil rekayasa.
Hati-hati Phishing
Cuitan yang mengandung gambar rekayasa dengan menyematkan tautan juga bisa menyebabkan risiko lainnya, seperti penipuan atau scam digital. Hal ini perlu diwaspadai masyarakat pengguna media sosial.
Dilansir artikel perusahaan jasa keamanan digital, Checkpoint.com, tautan yang disembunyikan dalam teks atau gambar di internet menjadi salah satu cara penjahat melakukan phishing atau pencurian data pribadi.
Cara lain yang mereka gunakan adalah social engineering atau rekayasa sosial, typosquatting atau membuat url yang mirip alamat web aslinya, pemalsuan email, pemendekan url, dan pengalih alamat website.
Artikel itu juga menyarankan lima cara melindungi organisasi dari serangan phishing, yakni dengan pelatihan karyawan, memperkuat keamanan email, memantau perangkat keras milik organisasi untuk mencegah penyusupan, melakukan uji atau simulasi ketahanan terhadap serangan, dan kelola hak akses pada data dengan tepat.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gambar di X tersebut tangkapan layar berita Detik.com tentang Nadiem Makarim yang menyampaikan pesan terakhir adalah klaim keliru.
Rujukan
https://twitter.com/Beaverhousen95/status/1919635150675054856?t=xiydHgEvdWd_L5XyatPvlg&s=08
https://mvau.lt/media/8b552770-1e06-4c66-97cd-987e0a1ec4f9
https://yureta.kesug.com
https://news.detik.com/indeks?date=05%2F04%2F2025
https://www.tempo.co/politik/nadiem-makarim-dikritik-tata-kelola-pendidikan-2020-dianggap-sporadis-553092
https://www.checkpoint.com/cyber-hub/threat-prevention/what-is-phishing
*) Artikel ini direpublikasi dari website cekfakta.com
Rujukan
https://twitter.com/Beaverhousen95/status/1919635150675054856?t=xiydHgEvdWd_L5XyatPvlg&s=08
https://mvau.lt/media/8b552770-1e06-4c66-97cd-987e0a1ec4f9
https://yureta.kesug.com
https://news.detik.com/indeks?date=05%2F04%2F2025
https://www.tempo.co/politik/nadiem-makarim-dikritik-tata-kelola-pendidikan-2020-dianggap-sporadis-553092
https://www.checkpoint.com/cyber-hub/threat-prevention/what-is-phishing
*) Artikel ini direpublikasi dari website cekfakta.com
Halaman: 2028/8125