tirto.id - Belum lama ini, di media sosial, tersebar narasi soal uang kertas terbaru pecahan Rp25 ribu. Uang itu diklaim bergambar Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, lengkap dengan logo Bank Indonesia (BI), lambang Garuda Pancasila, serta peta Indonesia.
Akun Facebook bernama “Cak War Aewes” (arsip) adalah salah satu akun yang menyebarkan klaim ini pada Jumat (21/2/2025). Dalam unggahan tersebut, warna uang tampak memiliki gradasi biru kehijauan atau cyan di bagian atas dan ungu pada bagian bawah.
“Alhamdulillah, Presiden Prabowo Subianto mengabadikan Guru Bangsa Gus Dur dalam pecahan Uang Rp.25.000, sebuah penghargaan bagi Nahdliyyin khususnya,” tulis akun pengunggah mengapresiasi Presiden Prabowo.
Per Selasa (11/3/2025), unggahan ini sudah dibagikan sebanyak 6 kali, memperoleh 96 reaksi emoji, serta 18 komentar. Meski sebagian warganet terlihat percaya terhadap klaim ini, beberapa justru mempertanyakan informasi resminya. Ada juga seorang pengguna Facebook yang menyatakan narasi ini hoaks.
Meski informasi ini masih simpang siur, Tirto menjumpai klaim serupa dibagikan oleh akun Facebook “Iffa Hannie” (arsip) dan “El Hasan” (arsip). Tak hanya di Facebook, narasi ini juga beredar di TikTok, seperti bisa dilihat di sini, di sini, dan di sini.
Lantas, bagaimana faktanya?
(GFD-2025-26077) Benarkah BI Luncurkan Uang Pecahan Rp25 Ribu Bergambar Gus Dur?
Sumber:Tanggal publish: 11/03/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk mencari tahu kebenaran klaim yang berlalu lalang, Tim Riset Tirto mula-mula mengunjungi akun Instagram resmi @bank_indonesia. Hasilnya, kami tak menemukan adanya informasi yang membenarkan adanya peluncuran uang kertas pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur.
Tirto lalu memanfaatkan penelusuran Google untuk melakukan pencarian lanjutan. Setelah memasukkan kata kunci “BI keluarkan uang bergambar Gus Dur” ke kolom pencarian, kami menemukan narasi ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 2 Maret 2025 lalu.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M Anwar Bashori, menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum mengeluarkan kebijakan adanya uang rupiah emisi baru pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur.
Menurut Anwar, setiap uang pecahan baru yang dikeluarkan oleh BI bakal diumumkan di media sosial dan situs resmi institusi tersebut. BI mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mempercayai informasi yang beredar.
Menukil laman resmi BI, uang rupiah yang berlaku saat ini di antaranya uang kertas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2022, Rp50.000 tahun emisi 2022, Rp20.000 tahun emisi 2022, Rp10.000 tahun emisi 2022, Rp5.000 tahun emisi 2022, Rp2.000 tahun emisi 2022, dan Rp 1.000 tahun emisi 2022.
Sementara untuk uang koin, pecahan yang berlaku yakni Rp1.000 tahun emisi 2016, Rp500 tahun emisi 2016, Rp200 tahun emisi 2016, Rp100 tahun emisi 2016, Rp1.000 tahun emisi 2010, dan Rp500 bergambar bunga melati tahun emisi 2003.
Masyarakat bisa mengecek informasi lengkap tentang uang rupiah yang masih berlaku di laman https://www.bi.go.id/id/rupiah/gambar-uang/Default.aspx.
Tirto lalu memanfaatkan penelusuran Google untuk melakukan pencarian lanjutan. Setelah memasukkan kata kunci “BI keluarkan uang bergambar Gus Dur” ke kolom pencarian, kami menemukan narasi ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 2 Maret 2025 lalu.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M Anwar Bashori, menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum mengeluarkan kebijakan adanya uang rupiah emisi baru pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur.
Menurut Anwar, setiap uang pecahan baru yang dikeluarkan oleh BI bakal diumumkan di media sosial dan situs resmi institusi tersebut. BI mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mempercayai informasi yang beredar.
Menukil laman resmi BI, uang rupiah yang berlaku saat ini di antaranya uang kertas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2022, Rp50.000 tahun emisi 2022, Rp20.000 tahun emisi 2022, Rp10.000 tahun emisi 2022, Rp5.000 tahun emisi 2022, Rp2.000 tahun emisi 2022, dan Rp 1.000 tahun emisi 2022.
Sementara untuk uang koin, pecahan yang berlaku yakni Rp1.000 tahun emisi 2016, Rp500 tahun emisi 2016, Rp200 tahun emisi 2016, Rp100 tahun emisi 2016, Rp1.000 tahun emisi 2010, dan Rp500 bergambar bunga melati tahun emisi 2003.
Masyarakat bisa mengecek informasi lengkap tentang uang rupiah yang masih berlaku di laman https://www.bi.go.id/id/rupiah/gambar-uang/Default.aspx.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, narasi soal pemerintah mengeluarkan uang kertas pecahan Rp25.000 dengan gambar Gus Dur pada Februari 2025 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Tirto tak menemukan adanya informasi yang membenarkan adanya peluncuran uang pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur dari situs resmi maupun akun media sosial resmi Bank Indonesia (BI).
Narasi ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M Anwar Bashori, menjelaskan, sampai saat ini BI belum mengeluarkan kebijakan adanya uang rupiah emisi baru pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur.
Tirto tak menemukan adanya informasi yang membenarkan adanya peluncuran uang pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur dari situs resmi maupun akun media sosial resmi Bank Indonesia (BI).
Narasi ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M Anwar Bashori, menjelaskan, sampai saat ini BI belum mengeluarkan kebijakan adanya uang rupiah emisi baru pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0GqscjyoU9CfJisUbuwrpmF6mm8UXaTSHYv3FRyMRDGQC1xG63dxzrLq8qHs59YYwl&id=100074897087265
- https://archive.ph/ImfFA
- https://web.facebook.com/reel/968298101571066
- https://archive.ph/P4j9k/image
- https://web.facebook.com/groups/728672723922884/posts/8964248920365182/
- https://archive.ph/3IdHD
- https://www.tiktok.com/@ahmad.aripin14/video/7474111726019939589?q=uang%2025%20ribu%20gus%20dur&t=1741663621929
- https://www.tiktok.com/@mediasentralnusantara/video/7475346847792385288?q=uang%2025%20ribu%20gus%20dur&t=1741663621929
- https://www.tiktok.com/@isfaedi/video/7473867746275609862?q=uang%2025%20ribu%20gus%20dur&t=1741663750491
- https://www.instagram.com/bank_indonesia/?hl=en
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-pemerintah-keluarkan-uang-pecahan-rp25000-bergambar-gus-dur
- https://www.bi.go.id/id/rupiah/gambar-uang/Default.aspx
(GFD-2025-26078) Salah, Tautan Pendaftaran Bansos Ramadhan 2025 Rp1,5 Juta
Sumber:Tanggal publish: 11/03/2025
Berita
tirto.id - Bulan Ramadhan, yang notabene menjadi bulan suci dan penuh berkah bagi umat Muslim, tak jarang dimanfaatkan kelompok tak bertanggung jawab sebagai momentum untuk menyebarkan narasi miring terkait bantuan uang tunai.
Akun-akun media sosial seperti ini kerap mengatasnamakan lembaga otoritatif seperti Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menciptakan kepercayaan publik. Akun Facebook bernama “Seputar Info Bantuan Ramadhan 2025” misalnya, membagikan klaim ini beserta poster dan sebuah tautan pendaftaran.
Akun pengunggah menyebut bantuan sosial Ramadhan ini bernilai Rp1,5 juta per orang. Untuk mendapatkannya, masyarakat perlu memasukkan nomor Telegram aktif.
“BANTUAN SOSIAL RAMADHAN TAHUN 2025 1446 HIJRIAH. Bantuan Sosial Sebesar Rp.1.500.000, Per Orang. Daftarkan Diri Anda & Dapatkan Sekarang Di Bawah Ini👇,” begitu bunyi keterangan yang dibubuhkan dalam unggahan.
Sejak disebarkan pada Senin (3/3/2025) sampai Selasa (11/3/2025), unggahan ini sudah dibagikan ke 13 orang, dan memperoleh 747 tanda suka, serta 21 komentar.
Meski kolom komentarnya banyak dijejali testimoni warga yang berhasil klaim bantuan, ada juga seorang pengguna Facebook yang memberi peringatan untuk tidak membuka tautan. Sebab, menurut pengalaman akun tersebut, usai mengklik tautan, akun Telegram-nya terkena hack.
Tautan semacam ini tentu berbahaya, sehingga perlu diperiksa kebenarannya. Apalagi beberapa akun Facebook lain juga terlihat membagikan klaim serupa, seperti ini dan ini.
Lantas, bagaimana faktanya?
Akun-akun media sosial seperti ini kerap mengatasnamakan lembaga otoritatif seperti Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menciptakan kepercayaan publik. Akun Facebook bernama “Seputar Info Bantuan Ramadhan 2025” misalnya, membagikan klaim ini beserta poster dan sebuah tautan pendaftaran.
Akun pengunggah menyebut bantuan sosial Ramadhan ini bernilai Rp1,5 juta per orang. Untuk mendapatkannya, masyarakat perlu memasukkan nomor Telegram aktif.
“BANTUAN SOSIAL RAMADHAN TAHUN 2025 1446 HIJRIAH. Bantuan Sosial Sebesar Rp.1.500.000, Per Orang. Daftarkan Diri Anda & Dapatkan Sekarang Di Bawah Ini👇,” begitu bunyi keterangan yang dibubuhkan dalam unggahan.
Sejak disebarkan pada Senin (3/3/2025) sampai Selasa (11/3/2025), unggahan ini sudah dibagikan ke 13 orang, dan memperoleh 747 tanda suka, serta 21 komentar.
Meski kolom komentarnya banyak dijejali testimoni warga yang berhasil klaim bantuan, ada juga seorang pengguna Facebook yang memberi peringatan untuk tidak membuka tautan. Sebab, menurut pengalaman akun tersebut, usai mengklik tautan, akun Telegram-nya terkena hack.
Tautan semacam ini tentu berbahaya, sehingga perlu diperiksa kebenarannya. Apalagi beberapa akun Facebook lain juga terlihat membagikan klaim serupa, seperti ini dan ini.
Lantas, bagaimana faktanya?
Hasil Cek Fakta
Tim Riset Tirto pertama-tama mengecek profil akun pengunggah. Akun itu rupanya baru dibuat pada 3 Maret 2025 dan hanya memiliki 12 pengikut. Dalam berandanya tampak hanya satu unggahan yang pernah dibagikan, yakni terkait bantuan Ramadan 2025.
Sudah jelas bahwa akun tersebut bukanlah akun asli Kemensos. Akun Facebook resmi Kemensos sendiri bernama “Kementerian Sosial RI” yang memiliki centang biru dan diikuti oleh 184 ribu orang. Tirtotak menemukan adanya informasi yang membenarkan klaim yang beredar dalam akun media sosial resmi Kemensos.
Narasi ini bahkan telah dinyatakan hoaks oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Penyaluran bansos dari pemerintah tidak menggunakan Telegram dan pemerintah pada triwulan 1-2025 masih menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk penyaluran bansos.
Hasil penelusuran menggunakan urlscan.io juga menemukan kalau tautan yang disebarkan akun palsu tak mengarah ke situs resmi maupun akun-akun media sosial Kemensos. Tautan seperti ini umumnya merupakan modus penipuan atau pencurian data pribadi (phishing).
Kemensos lewat akun Instagram-nya telah menyatakan bahwa pihaknya tidak membuat situs ataupun tautan yang membuka pendaftaran bantuan sosial.
Dalam highlight story “HOAKS”, Kemensos menyatakan bahwa penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/BPNT dan PKH, adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diusulkan Pemerintah Daerah atau dapat mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos.
Dilaporkan Kompas TV, Sabtu (1/3/2025), Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, pun menegaskan kalau tidak akan ada penambahan bansos khusus selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah alias pada tahun 2025 ini. Hal itu karena penyaluran bantuan sosial untuk perlindungan sosial di tiga bulan pertama tahun 2025 sudah dilakukan, dengan tingkat penyaluran mencapai lebih dari 90 persen.
"Tetap kita bansos untuk perlindungan sosial di tiga bulan pertama ini sudah salur ya, sudah 90 persen lebih. Nanti kita akan menyalurkan lagi pada 3 bulan ke depan," ungkapnya.
Untuk bantuan sosial pada triwulan kedua tahun 2025, Kemensos akan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penerima manfaat.
Adapun beberapa bansos yang cair bertepatan dengan bulan Ramadan, seperti dilansir CNBC Indonesia, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras 10 kilogram (kg), bantuan pangan non-tunai (BNPT), dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Untuk PKH, masyarakat bisa memantau status penyaluran bantuan sosial yang mereka terima lewat situs http://cekbansos.kemensos.go.id/. Di situ, masyarakat bisa memilih lokasi domisili, memasukkan nama lengkap sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan mengklik tombol "cari data".
Tirto sebelumnya pernah memeriksa klaim tidak benar terkait PKH 2025 dan PKH 2024.
Sudah jelas bahwa akun tersebut bukanlah akun asli Kemensos. Akun Facebook resmi Kemensos sendiri bernama “Kementerian Sosial RI” yang memiliki centang biru dan diikuti oleh 184 ribu orang. Tirtotak menemukan adanya informasi yang membenarkan klaim yang beredar dalam akun media sosial resmi Kemensos.
Narasi ini bahkan telah dinyatakan hoaks oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Penyaluran bansos dari pemerintah tidak menggunakan Telegram dan pemerintah pada triwulan 1-2025 masih menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk penyaluran bansos.
Hasil penelusuran menggunakan urlscan.io juga menemukan kalau tautan yang disebarkan akun palsu tak mengarah ke situs resmi maupun akun-akun media sosial Kemensos. Tautan seperti ini umumnya merupakan modus penipuan atau pencurian data pribadi (phishing).
Kemensos lewat akun Instagram-nya telah menyatakan bahwa pihaknya tidak membuat situs ataupun tautan yang membuka pendaftaran bantuan sosial.
Dalam highlight story “HOAKS”, Kemensos menyatakan bahwa penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/BPNT dan PKH, adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diusulkan Pemerintah Daerah atau dapat mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos.
Dilaporkan Kompas TV, Sabtu (1/3/2025), Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, pun menegaskan kalau tidak akan ada penambahan bansos khusus selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah alias pada tahun 2025 ini. Hal itu karena penyaluran bantuan sosial untuk perlindungan sosial di tiga bulan pertama tahun 2025 sudah dilakukan, dengan tingkat penyaluran mencapai lebih dari 90 persen.
"Tetap kita bansos untuk perlindungan sosial di tiga bulan pertama ini sudah salur ya, sudah 90 persen lebih. Nanti kita akan menyalurkan lagi pada 3 bulan ke depan," ungkapnya.
Untuk bantuan sosial pada triwulan kedua tahun 2025, Kemensos akan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penerima manfaat.
Adapun beberapa bansos yang cair bertepatan dengan bulan Ramadan, seperti dilansir CNBC Indonesia, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras 10 kilogram (kg), bantuan pangan non-tunai (BNPT), dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Untuk PKH, masyarakat bisa memantau status penyaluran bantuan sosial yang mereka terima lewat situs http://cekbansos.kemensos.go.id/. Di situ, masyarakat bisa memilih lokasi domisili, memasukkan nama lengkap sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan mengklik tombol "cari data".
Tirto sebelumnya pernah memeriksa klaim tidak benar terkait PKH 2025 dan PKH 2024.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, tautan pendaftaran untuk mendapat bantuan sosial Ramadhan 2025 dari Kementerian Sosial (Kemensos) bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Akun pengunggah bukan merupakan akun asli Kemensos dan tautan yang disertakan tidak mengarah ke situs resmi maupun akun-akun media sosial Kemensos. Tautan seperti ini umumnya merupakan modus penipuan atau pencurian data pribadi (phishing).
Kemensos lewat akun Instagramnya telah menyatakan bahwa kementerian tidak membuat situs ataupun tautan yang membuka pendaftaran bantuan sosial. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, pun menegaskan kalau tidak akan ada penambahan bansos khusus selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah atau pada tahun 2025.
Akun pengunggah bukan merupakan akun asli Kemensos dan tautan yang disertakan tidak mengarah ke situs resmi maupun akun-akun media sosial Kemensos. Tautan seperti ini umumnya merupakan modus penipuan atau pencurian data pribadi (phishing).
Kemensos lewat akun Instagramnya telah menyatakan bahwa kementerian tidak membuat situs ataupun tautan yang membuka pendaftaran bantuan sosial. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, pun menegaskan kalau tidak akan ada penambahan bansos khusus selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah atau pada tahun 2025.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0LFDVUCcDhpW1NaruYTVdQY1JhwPpFF1JguivJMjpgjMTD4ER2XfrSQkngbn94Goil&id=61573836868246
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02JzPh2Pzpuu4xnhnP4bvpkfiWyBgWuMjpGuEr4oX14GryGSSg9wzsTBmo6h12J52l&id=61573984341177
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0W5WdumURVZsWW9if9dq6f8d867HMFt82nyNG6nw866sz9wXE5xqPu7iLR1GYXdGMl&id=61573161163117
- https://web.facebook.com/KemsosRI/?locale=id_ID&_rdc=1&_rdr
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-bantuan-sosial-dari-pemerintah-sebesar-rp15-juta-pada-ramadan-2025
- https://urlscan.io/result/019583de-5c06-7ff3-993b-d27d59499632/
- https://www.instagram.com/stories/highlights/17919200135209639/?hl=en
- https://www.kompas.tv/nasional/577258/kemensos-ungkap-2-bansos-ini-tetap-cair-selama-ramadan-2025-simak-rinciannya
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20250305093601-4-615753/daftar-bansos-yang-cair-di-bulan-ramadan-2025
- https://tirto.id/hoaks-tautan-bantuan-sosial-pkh-tahun-2025-g8cF
- https://tirto.id/hoaks-tautan-bantuan-sosial-pkh-tahun-2024-g81o
(GFD-2025-26082) [HOAKS] Dosen Unair Jalani Sidang Pidana karena Minta Mahasiswa Demo
Sumber:Tanggal publish: 11/03/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar video di media sosial dengan narasi yang mengeklaim dosen Universitas Airlangga (Unair), Surabaya harus menjalani sidang pidana karena menyuruh mahasiswa melakukan demonstrasi.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tidak benar atau hoaks.
Video soal dosen Unair menjalani sidang pidana karena menyuruh mahasiswa melakukan demonstrasi salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini dan ini.
Video itu menampilkan seorang pria memakai rompi tahanan keluar dari sebuah ruangan. Berikut keterangan teks yang disertakan:
dosen Bem Unair juga menjalani sidang pidana karena menyuruh mahasewa untuk berdemo
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tidak benar atau hoaks.
Video soal dosen Unair menjalani sidang pidana karena menyuruh mahasiswa melakukan demonstrasi salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini dan ini.
Video itu menampilkan seorang pria memakai rompi tahanan keluar dari sebuah ruangan. Berikut keterangan teks yang disertakan:
dosen Bem Unair juga menjalani sidang pidana karena menyuruh mahasewa untuk berdemo
Hasil Cek Fakta
Penelusuran di Google Search tidak menemukan adanya informasi valid terkait dosen Unair yang menjalani sidang pidana karena menyuruh mahasiswa melakukan demo.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan akun Facebook ini. Tim Cek Fakta Kompas.com juga menemukan video mirip di akun TikTok ini.
Keterangan di video menyebutkan, pria yang memakai rompi tahanan bukan dosen Unair, melainkan pengusaha produk skincare asal Makassar Agus Salim Bucar.
Dikutip dari Tribunnews , Agus Salim Bucar ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan pada 20 Januari 2025.
Agus ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggunaan merkuri dalam produk skincare miliknya.
Dia ditangkap bersama tersangka produk skincare merkuri lainnya, yakni Mira Hayati dan suami pengusaha Fenny Frans, Mustadir Daeng Sila.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan akun Facebook ini. Tim Cek Fakta Kompas.com juga menemukan video mirip di akun TikTok ini.
Keterangan di video menyebutkan, pria yang memakai rompi tahanan bukan dosen Unair, melainkan pengusaha produk skincare asal Makassar Agus Salim Bucar.
Dikutip dari Tribunnews , Agus Salim Bucar ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan pada 20 Januari 2025.
Agus ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggunaan merkuri dalam produk skincare miliknya.
Dia ditangkap bersama tersangka produk skincare merkuri lainnya, yakni Mira Hayati dan suami pengusaha Fenny Frans, Mustadir Daeng Sila.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan dosen Unair menjalani sidang pidana karena menyuruh mahasiswa melakukan demonstrasi adalah hoaks.
Faktanya, pria yang memakai rompi tahanan bukan dosen Unair, melainkan pengusaha skincare asal Makassar Agus Salim Bucar.
Agus ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggunaan merkuri dalam produk skincare.
Faktanya, pria yang memakai rompi tahanan bukan dosen Unair, melainkan pengusaha skincare asal Makassar Agus Salim Bucar.
Agus ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggunaan merkuri dalam produk skincare.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/948711734118170
- https://www.facebook.com/share/p/1FVqwQuW6d/
- https://www.facebook.com/share/p/19uDwrBKNh/
- https://www.facebook.com/share/p/1EJVWfpnxC/
- https://www.tiktok.com/@kulitintamks/video/7475308242281811208?_r=1&_t=ZM-8uYZVU4ipCZ
- https://sumsel.tribunnews.com/2025/01/21/sosok-agus-salim-tersangka-kasus-skincare-merkuri-di-makassar-dibantarkan-ke-rs-owner-ratu-glow
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26083) [HOAKS] Program Umrah Gratis dari Kemenag Tahun 2025
Sumber:Tanggal publish: 11/03/2025
Berita
KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) diklaim mengadakan program umrah gratis untuk periode 2025.
Umrah itu diklaim merupakan undangan dari Raja Arab Saudi dengan kuota sebanyak 50 orang.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Waspada, karena konten ini mengarah pada penipuan.
Narasi yang mengeklaim Kemenag mengadakan program umrah gratis pada 2025 dibagikan akun Instagram ini.
Kemudian, warganet diminta mendaftar melalaui QR code yang ada di poster. Keterangan dalam unggahan sebagai berikut:
Segera Daftarkan Diri Anda, Tahun Ini Kerajaan ARAB SAUDI Memberikan Program UMROH GRATIS Untk 50 Orang Dari INDONESIA, Daftar Klik Link Di Bawah
Akun Instagram Poster yang mengeklaim Kemenag mengadakan program umrah gratis tahun 2025
Umrah itu diklaim merupakan undangan dari Raja Arab Saudi dengan kuota sebanyak 50 orang.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Waspada, karena konten ini mengarah pada penipuan.
Narasi yang mengeklaim Kemenag mengadakan program umrah gratis pada 2025 dibagikan akun Instagram ini.
Kemudian, warganet diminta mendaftar melalaui QR code yang ada di poster. Keterangan dalam unggahan sebagai berikut:
Segera Daftarkan Diri Anda, Tahun Ini Kerajaan ARAB SAUDI Memberikan Program UMROH GRATIS Untk 50 Orang Dari INDONESIA, Daftar Klik Link Di Bawah
Akun Instagram Poster yang mengeklaim Kemenag mengadakan program umrah gratis tahun 2025
Hasil Cek Fakta
Melalui unggahan di akun Instagram-nya, Kemenag membantah bahwa pihaknya mengeluarkan poster soal umrah gratis.
Kemenag tidak pernah mengadakan program umrah gratis pada 2025, apalagi yang diklaim sebagai undangan dari Raja Arab Saudi.
"Kemenag RI tidak pernah mengadakan program umroh gratis. Jangan percaya jika ada pihak yang mengatasnamakan Kemenag dengan tawaran serupa," tulis Kemenag di akun Instagramnya.
Adapun informasi resmi dari Kemenag bisa diakses melalui melalui laman Kemenag.go.id.
Sebelumnya, di media sosial juga pernah muncul hoaks yang menyebut Kemenag mengadakan program haji gratis pada 2025 untuk 100 peserta. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Kemenag tidak pernah mengadakan program umrah gratis pada 2025, apalagi yang diklaim sebagai undangan dari Raja Arab Saudi.
"Kemenag RI tidak pernah mengadakan program umroh gratis. Jangan percaya jika ada pihak yang mengatasnamakan Kemenag dengan tawaran serupa," tulis Kemenag di akun Instagramnya.
Adapun informasi resmi dari Kemenag bisa diakses melalui melalui laman Kemenag.go.id.
Sebelumnya, di media sosial juga pernah muncul hoaks yang menyebut Kemenag mengadakan program haji gratis pada 2025 untuk 100 peserta. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Kemenag mengadakan program umrah gratis pada tahun 2025 tidak benar atau hoaks.
Kemenag tidak pernah mengadakan program umrah gratis di tahun 2025. Unggahan itu mengarah pada penipuan.
Kemenag tidak pernah mengadakan program umrah gratis di tahun 2025. Unggahan itu mengarah pada penipuan.
Rujukan
- https://www.instagram.com/p/DGsyJBgJ9_b/?igsh=OXluM2J3Z3hqZHJk
- https://www.instagram.com/p/DG70OSKJpn9/?igsh=ajVoamVtNnVraTg3
- https://kemenag.go.id/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/02/03/100100182/-hoaks-pendaftaran-haji-gratis-tahun-2025-untuk-100-orang
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 2007/7915



