• (GFD-2025-27061) Sebagian Benar: Video-video Kebakaran Hutan di Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    SEJUMLAH akun di Facebook membagikan dua video, satu [arsip] dan dua tentang kebakaran hutan di Israel yang terjadi pada akhir April lalu.

    Video itu memperlihatkan kobaran api di pepohonan dan langit memerah dampak kebakaran hutan, serta upaya pemadaman menggunakan helikopter. “Israel sekarang jadi neraka. Ratusan pemadam tidak bisa memadamkan api,” tulis pengunggah konten.



    Namun, benarkah klip-klip itu memperlihatkan kondisi kebakaran hutan di Israel?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu menggunakan pendeteksi kecerdasan buatan dan melibatkan Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Misinformation Combat Alliance–aliansi lintas industri, perusahaan media, dan organisasi untuk memerangi disinformasi terbesar di India. Berikut hasil penelusurannya:



    Salah satu klip dalam konten yang beredar memperlihatkan upaya pemadaman kebakaran hutan di Israel dari udara. Tempo menggunakan aplikasi pendeteksi konten AI, Aiornot.com yang menghasilkan 67 persen video tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Pada hasil analisis menunjukkan 65 persen keterlibatan flux.ai, alat generator gambar berbasis kecerdasan buatan dan satu persen melibatkan aplikasi Midjourney. 



    Klip yang menunjukkan sebuah mobil putih di tengah angin dan kebakaran hutan, juga terdeteksi 90 persen dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Aplikasi tersebut mengidentifikasi 62 persen penggunaan 4o image generator milik OpenAI, 16 persen, Stable Diffusion (16 persen), GAN (6 persen), Mid Journey (5 persen), dan Flux (1 persen).



    Pada klip berikutnya, yang menampilkan langit merah, juga 86 persen melibatkan kecerdasan buatan. Pembuatan konten diduga menggunakan 40 image generator milik OpenAI (80 persen) dan Flux (4 persen). 

    Sedangkan menurut DAU, hasil uji Hive AI dengan menggunakan potongan-potongan gambar kunci dari video itu, menemukan satu gambar yang diidentifikasi sebagai konten yang dihasilkan oleh AI. Sisanya dinyatakan tidak. 



    Menurut DAU, visual dalam klip tersebut bergerak sangat cepat, jauh lebih cepat daripada video generatif mana pun yang pernah mereka tangani. Mereka pernah menemukan konten serupa sebelumnya,  di mana pelaku jahat secara diam-diam menyisipkan beberapa visual, baik di tengah video dalam bentuk gambar yang berkedip atau di akhir video, untuk memperpanjang durasi video jauh melampaui konten audio-visualnya. Cara seperti itu dilakukan, biasanya untuk menghindari filter moderasi konten. 

    “Berdasarkan hal tersebut, sangat mungkin bahwa pelaku jahat telah menyisipkan satu atau lebih klip yang dihasilkan oleh AI ke dalam klip nyata dan menggabungkannya menjadi satu kolase,” tulis DAU melalui surat elektronik kepada Tempo, Selasa, 20 Mei 2025. 

    Kebakaran di Israel

    Dilansir Tempo, kebakaran hutan memang terjadi di area perbukitan antara Kota Tel Aviv dan Yerusalem pada 30 April 2025. Api dilaporkan berhasil dikendalikan keesokan harinya atau setelah 30 jam upaya pemadaman. Perintah evakuasi dan penutupan jalan antara Tel Aviv dan Yerusalem oleh otoritas Israel pun telah dicabut.

    Hingga 2 Mei 2025, kebakaran telah menghanguskan enam ribu hektare lahan, di mana dua ribu di antaranya termasuk kawasan hutan.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan klip-klip yang beredar memperlihatkan kebakaran hutan di Israel adalah klaim yang sebagian benar. Klip-klip itu sebagian dibuat menggunakan mesin AI.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27063) [HOAKS] Video Pesawat Bantuan China Tembus Blokade Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - China dikabarkan berhasil menerobos blokade Israel dan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina.

    Di media sosial beredar video menampilkan barisan pesawat melewati Piramida Giza, Mesir lalu menurunkan paket bantuan melalui parasut.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.

    Video pesawat bantuan China menembus blokade Israel untuk mengirim bantuan kemanusiaan disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (19/5/2025):

    China Terobos Blokade israel Untuk Kirimkan Bantuan Untuk Palestina Hingga Gemparkan Dunia

    Hasil Cek Fakta

    Terdapat dua klip berbeda dari video yang beredar. Pertama, klip menampilkan jet tempur China yang melewati Piramida Giza di Mesir.

    Video dari momen serupa ditemukan di akun Instagram @ahmed.attarr, 2 Mei 2025.

    Keberadaan pesawat tersebut merupakan bagian dari latihan angkatan udara gabungan di Mesir bertajuk Eagle of Civilization, yang diadakan pada akhir April 2025.

    Berdasarkan pemberitaan South China Morning Post, Flightradar24 mengonfirmasi kedatangan sedikitnya lima pesawat Y20, sebuah pesawat peringatan dini dan kontrol udara KJ-500.

    Klip berikutnya menampilkan parasut berisi bantuan kemanusiaan diturunkan dari udara. Salah satu klip yang serupa diunggah di akun Instagram @hema.alkhalili, 20 April 2024.

    Parasut berisi bantuan kemanusaan memang pernah diturunkan di Gaza. Bantuan tersebut dikirimkan oleh Amerika Serikat (AS), Turkiye, hingga Uni Emirat Arab.

    Momen penurunan bantuan kemanusiaan tersebut dapat dilihat di kanal YouTube AFP News Agency, Anadolu Agency, dan Al Arabiya English.

    Berdasarkan laporan UNRWA, tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza selama lebih dari 10 minggu sejak 2 Maret 2025.

    Badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu melaporkan persediaan makanan, bahan bakar, bantuan medis, dan vaksin yang sangat menipis di wilayah Gaza.

    Sebagai informasi, sejak gagalnya gencatan senjata kedua pada 18 Maret 2025, Israel telah memperketat blokade dan mengintensifkan operasi militer.

    Sepanjang 7 Oktober 2023 sampai 14 Mei 2025, Israel menjalankan operasi militernya di Gaza dan wilayah sekitarnya.

    Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 52.928 warga Palestina tewas di Jalur Gaza, sementara 119.846 warga dilaporkan terluka.

    Kesimpulan

    Video pesawat bantuan China menembus blokade Israel untuk mengirim bantuan kemanusiaan merupakan konten dengan konteks keliru.

    UNRWA melaporkan, tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza selama lebih dari 10 minggu sejak 2 Maret 2025.

    Klip yang beredar merupakan video lama ketika AS, Turkiye, dan Uni Emirat Arab mengirimkan bantuan dengan parasut.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27066) [KLARIFIKASI] Video Kapal Pesiar Buang Limbah ke Laut adalah Buatan AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang diklaim menunjukkan kapal pesiar membuang limbah ke laut.

    Dalam video itu tampak limbah berwarna kecoklatan dibuang langsung ke laut dari kapal pesiar mengggunakan pipa besar.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu perlu diluruskan.

    Memang benar ada kasus kapal pesiar membuang limbah ke laut. Namun, video itu adalah hasil manipulasi artificial intelligence (AI).

    Hasil Cek Fakta

    Video yang diklaim menunjukkan kapal pesiar membuang limbah ke laut dibagikan oleh akun Instagram ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    What Is being dumped Into the ocean? (Apa yang dibuang ke laut?)

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian video tersebut menggunakan Hive Moderation, yang dapat mendeteksi apakah sebuah konten dibuat menggunakan perangkat AI.

    Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan, video yang diklaim kapal pesiar buang limbah ke laut itu memiliki probabilitas 97,9 persen dibuat menggunakan perangkat AI.

    Di sisi lain, pengelolaan limbah kapal pesiar memang menjadi masalah yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian banyak pihak. Misalnya, kasus di perairan Kanada.

    Dilansir The Guardian, perjalanan kapal pesiar di sepanjang pantai barat Kanada selama dua atau tiga hari meninggalkan jejak limbah beracun, termasuk di kawasan yang dilindungi.

    Menurut laporan oleh organisasi lingkungan Stand.earth dan West Coast Environmental Law (WCEL), lebih dari 31 miliar liter polusi per tahun diperkirakan dibuang di lepas pantai barat Kanada oleh kapal pesiar dalam perjalanan mereka ke dan dari Alaska.

    Polusi kapal pesiar mencakup sejumlah besar limbah beracun dari toilet, air limbah dari wastafel, pancuran, dan tempat cucian, serta air lambung kapal (cairan berminyak yang terkumpul di bagian paling bawah kapal).

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan kapal pesiar membuang limbah ke laut perlu diluruskan.

    Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan, video tersebut memiliki probabilitas 97,9 persen dibuat menggunakan perangkat AI.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27067) [KLARIFIKASI] Kebakaran di Dubai Dinarasikan sebagai Serangan Rudal Pakistan ke India

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial diklaim menampilkan momen pangkalan udara militer India terbakar karena serangan rudal dari Pakistan.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi sehingga informasinya keliru.

    Video yang diklaim menampilkan pangkalan militer udara India terbakar salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan kobaran api di sebuah tempat. Berikut keterangan teks dalam unggahan tersebut:

    Pangkalan Udara Angkatan Darat India di Gujarat, yang dianggap sebagai salah satu pangkalan udara paling penting dan utama di negara ini, tidak hanya bertanggung jawab atas kontrol udara di wilayah selatan Pakistan, tetapi juga untuk perlindungan udara di Samudra Hindia utara dan perbatasan Pakistan.

    Pagi ini, pangkalan udara tersebut menjadi sasaran serangan rudal berat oleh Pakistan, dan beberapa rudal Fatah Pakistan menghancurkan pangkalan udara tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu sudah ada sebelum konflik antara India dan Pakistan memanas.

    Video identik dengan unggahan di akun X ini pada 8 Juli 2021. Keterangan dalam unggahan menyebutkan, video itu adalah kebakaran di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai.  

    Dikutip dari Al Jazeera, kebakaran itu disebabkan oleh ledakan dari kontainer yang beredar di atas kapal. 

    Ledakan tersebut menimbulkan gelombang kejut yang mengguncang bangunan hingga sejauh 25 kilometer (15 mil) dari pelabuhan. Tidak ada korban  jiwa dalam peristiwa itu. 

    Diberitakan Al Jazeera sebelumnya, pada 10 Mei 2025 India dan Pakistan saling melancarkan serangan ke pangkalan militer satu sama lain. 

    Pihak Pakistan menjelaskan, pihaknya melancarkan serangan udara terhadap beberapa pangkalan militer India.

    Salah satu yang menjadi target serangan adalah Pangkalan Udara Udhampur, Pangkalan Udara Pathankot, Pangkalan Udara Adampur, serta Pangkalan Udara Bhuj. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan kebakaran di pangkalan udara militer India tidak benar dan informasinya perlu diluruskan.

    Faktanya, video itu adalah kebakaran di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai pada 2021. Kebakaran terjadi karena ledakan dari dalam kontainer yang berada di kapal.

    Rujukan