• (GFD-2025-26315) [PENIPUAN] Akun WA Disdukcapil Minta Aktivasi IKD Lewat Telepon

    Sumber: whatsapp
    Tanggal publish: 26/03/2025

    Berita

    Beredar akun WhatsApp (WA) yang mencatut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta. Akun WA +62821-7645-6617 [arsip] itu menghubungi sejumlah pihak dan meminta aktivasi identitas kependudukan digital (IKD).

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel jalahoaks.jakarta.go.id

    Berdasarkan hasil koordinasi Tim Jalahoaks dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin, diketahui bahwa nomor tersebut adalah penipuan. Ia menjelaskan pihak Disdukcapil tidak pernah meminta atau melakukan aktivasi IKD melalui telepon kepada masyarakat.

    “Aktivasi IKD melalui telepon tidak dibenarkan, untuk aktivasi IKD melalui loket-loket pelayanan di kelurahan, kecamatan, suku dinas (Sudin) dan dinas,” tandasnya.

    Kesimpulan

    Kesimpulan

    Akun WhatsApp yang mencatut Disdukcapil beserta seluruh pesan yang dikirim merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-26316) [SALAH] Ketua DPR Puan Maharani Tolak RUU Perampasan Aset

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 26/03/2025

    Berita

    Akun TikTok “rudihartono172000” pada Kamis (6/3/2025) mengunggah video [arsip] yang menampilkan Ketua DPR Puan Maharani berbaju merah sedang memegang palu di tengah suasana rapat.

    Unggahan disertai narasi:

    “RUU Perampasan Aset Di Tolak Oleh DPR RI

    Presiden Prabowo Meminta RUU Perampasan Aset Di Sahkan Menjadi RUU Namun Tetapi DPR RI Menolak RUU Perampasan Aset, Ada Apa Dengan DPR RI Menolak RUU Perampasan Aset?

    Apa Harapan Kalian Untuk DPR?”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran menggunakan Google Image, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan foto Puan Maharani tersebut mirip dengan unggahan liputan6.com dalam pemberitaan “Pidato Pertama Puan Maharani Sebagai Ketua DPR, Bicara NKRI Hingga Kritik” yang tayang Oktober 2019. Konteks asli foto tak ada kaitannya dengan RUU Perampasan Aset.

    Terkait perkembangan RUU Perampasan Aset, dilansir dari pemberitaan tempo.co “Sampai Mana Perkembangan RUU Perampasan Aset” yang tayang Senin (17/3/2025), diketahui kalau RUU tersebut gagal masuk ke program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2025. Belum ada informasi resmi perihal DPR resmi menolak RUU Perampasan Aset.

    Kesimpulan

    Unggahan video disertai klaim “Ketua DPR Puan Maharani tolak RUU Perampasan Aset” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-26323) [SALAH] Ajakan untuk Tarik Uang sebelum Hal Buruk Terjadi

    Sumber: X.com
    Tanggal publish: 26/03/2025

    Berita

    Akun X “TheEagle_BEN” pada Selasa (18/3/2025) membagikan foto [arsip] Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, disertai narasi:
    “YG PUNYA TABUNGAN DI BANK, AMBIL SEMUA DUIT KALIAN SEBELUM TERLAMBAT. DI DEPAN ADA SESUATU YG LEBIH NGERI AKAN TERJADI. KARENA KETIKA TIDAK ADA LAGI YG BISA DI CURI. PEMERINTAH AKAN MERAMPOK RAKYATNYA SENDIRI.😬😬😬”

    Hingga Rabu (26/3/2025) unggahan tersebut telah disukai oleh 23.000-an pengguna, menuai 1.000-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 4.000 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.

    Tempo mewawancarai dua pakar ekonomi untuk memverifikasi klaim tersebut. Diketahui, menarik uang secara massal di perbankan justru dapat mendorong krisis keuangan lebih besar.

    Dalam laporan Tempo sebelumnya, munculnya seruan agar masyarakat mengambil uang tabungan di bank, terjadi setelah Pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Februari 2025. Danantara bekerja dengan mengumpulkan aset BUMN untuk mencari uang. Aset tersebut akan digadaikan sebagai jaminan utang atau bahkan dijual.

    Kepala Danantara Muliaman Darmansyah Hadad menyebut Danantara bertugas mengelola investasi negara di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, mengatakan, mengambil uang tabungan di bank secara massal (bank runs atau rush money) merupakan perbuatan keliru.

    Ajakan tersebut bisa berujung pada masalah yang lebih besar dan berdampak, seperti:
    - kurangnya likuiditas bank,
    - bank menjadi kolaps,
    - stabilitas sistem keuangan terganggu, dan
    - berpotensi berlanjut pada krisis finansial.

    Menurut Esther, pemerintah tidak mungkin mengambil uang dari rekening tabungan masyarakat. Di sisi lain, perbankan juga akan melindungi uang nasabah.

    Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah mengatakan ajakan masyarakat mengambil tabungan dapat mengganggu perekonomian nasional termasuk perekonomi masyarakat, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1997-1998.

    “Rush money saat itu berujung terjadinya krisis moneter,” kata Piter melalui telepon, Kamis (20/3/2025).

    Pengambilan uang secara massal dalam membuat perbankan kolaps, kata dia, karena sebagian besar uang yang masuk ke bank, digunakan sebagai kredit ke berbagai badan usaha mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Sementara bank hanya menyimpan sedikit uang tunai.

    “Uang yang masuk ke bank disalurkan kembali ke masyarakat,” tandasnya.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “pemerintah akan merampok tabungan rakyat, tarik uang di bank sebelum hal buruk terjadi” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

  • (GFD-2025-26324) [PENIPUAN] Raffi Ahmad Bagi-Bagi Bantuan untuk Tenaga Kerja Indonesia

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 26/03/2025

    Berita

    Akun Facebook “Rans family177” pada Kamis (20/3/2025) membagikan video [arsip] disertai narasi:
    “GIVEAWAY RANS ENTERTAINMENT. RAFFI NAGITA Memberikan Dana Bantuan Total Rp100.000.000'- .Untuk warga INDONESIA yang berada di luar negeri khususnya TKI & TKW IKUTI SYARAT DAN KETENTUAN: siapa nama anak pertama RAFFINAGITA: A. RAYYANZA MALIK AHMAD B. RAFATHAR MALIK AHMAD Like share postingan dan Ikuti halaman ini. SEMOGA BERHASIL DAN TERIMAKASIH”
    “Assalamualaikum, saya Raffi Ahmad bersama RANS entertainment bagi-bagi rejeki buat 17 orang tenaga kerja Indonesia dengan total Rp1 miliar silahkan inbox nama dan negara Anda berasal saya himbau buat semua TKI tolong dihiraukan jika ada yang mengirimkan WhatsApp dan link di kolom komentar. Karena itu, adalah oknum yang tidak bertanggung jawab”

    Hingga Rabu (26/3/2025) unggahan tersebut telah disukai oleh 200-an pengguna dan menuai 53 komentar yang mayoritas mempercayai video tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta kompas.com.

    Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi soal pembagian dana untuk tenaga kerja Indonesia atau pekerja migran Indonesia (PMI) di akun media sosial RANS Entertainment maupun Raffi Ahmad.

    Tim kemudian mengecek video yang dibagikan di Facebook itu menggunakan AI Voice Detector untuk menentukan apakah suara Raffi Ahmad dalam video tersebut asli. Hasil pengecekan AI Voice Detector menunjukkan, suara Raffi Ahmad dalam video memiliki probabilitas 89,02 persen dihasilkan oleh AI.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Raffi Ahmad bagi-bagi bantuan untuk tenaga kerja Indonesia” merupakan konten tiruan (impostor content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan