Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menarasikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel) meminta masyarakat untuk memberikan sumbangan ke pemerintah karena kas negara kosong.
Dalam tangkapan layar yang disertakan dalam unggahan tersebut, berita diunggah pada 26 Maret 2025 pukul 13.50 oleh media CNBC Indonesia.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Wamenaker Kas Negara Kosong Bantulah Pemerintah dalam bentuk sumbangan apapun yang ada”
Namun, benarkah artikel sebut Wamenaker minta masyarakat sumbang pemerintah karena kas kosong?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(GFD-2025-26379) Hoaks! Artikel sebut Wamenaker minta masyarakat sumbangan karena kas kosong
Sumber:Tanggal publish: 30/03/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, artikel dengan penulis, waktu, tanggal serupa berjudul “Wamenaker Kibarkan Bendera Perang Berantas Ormas Tukang Palak”. Dalam penjelasannya, Wamenaker akan mengambil sikap tegas terhadap aksi premanisme yang dilakukan oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang memalak para pengusaha menjelang hari raya. Ia menegaskan, tindakan semacam ini tidak dapat ditoleransi karena merugikan dunia usaha dan menghambat iklim investasi.
Terkait kas negara, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan surat yang memerintahkan kementerian/lembaga untuk melakukan efisiensi anggaran terhadap 16 pos belanja.
Dalam surat bernomor S-37/MK.02/2025 yang dikutip di Jakarta, Selasa, Menkeu menyatakan surat tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025. Lewat Inpres itu, Presiden Prabowo Subianto meminta K/L untuk mengefisiensikan anggaran hingga Rp256,1 triliun. Dengan demikian, tangkapan layar yang menampilkan artikel masyarakat diminta untuk sumbangan membantu pemerintah adalah hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Terkait kas negara, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan surat yang memerintahkan kementerian/lembaga untuk melakukan efisiensi anggaran terhadap 16 pos belanja.
Dalam surat bernomor S-37/MK.02/2025 yang dikutip di Jakarta, Selasa, Menkeu menyatakan surat tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025. Lewat Inpres itu, Presiden Prabowo Subianto meminta K/L untuk mengefisiensikan anggaran hingga Rp256,1 triliun. Dengan demikian, tangkapan layar yang menampilkan artikel masyarakat diminta untuk sumbangan membantu pemerintah adalah hoaks.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
(GFD-2025-26380) Cek fakta, Kim Jong Un berkunjung ke Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 30/03/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube berdurasi satu jam yang menarasikan kisah kunjungan sejarah Presiden Korea Utara Kim Jong Un ke Indonesia yang diunggah pada 19 Maret 2025.
Dalam keterangan video tersebut, Kim Jong Un juga dinarasikan mempelajari tentang budaya, agama dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“SUBHANALLAH UMAT MUSLIM INDONESIA JADI ALASAN KIM JONG UN CINTA DENGAN ISLAM
Dalam video ini, kami mengungkapkan kisah mengejutkan tentang bagaimana Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, mengungkapkan kekagumannya terhadap Islam setelah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Selama perjalanan tersebut, Kim Jong Un dilaporkan mempelajari lebih dalam tentang budaya, agama, dan kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. Temukan lebih lanjut mengenai bagaimana pengalaman ini mengubah pandangannya terhadap Islam dan bagaimana hal ini bisa mempengaruhi hubungan internasional di masa depan.”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Kim Jong Un berkunjung ke Indonesia pada Maret 2025?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, sejak menjabat sebagai pemimpin Korea Utara pada 2011, Kim Jong Un belum pernah mengunjungi Indonesia.
Dilansir dari ANTARA, berikut adalah rangkuman perjalanan luar negeri Kim Jong Un sejak ia menjabat sebagai pemimpin Korea Utara pada tahun 2011:
25–28 Maret 2018 – China 27 April 2018 – Korea Selatan 7–8 Mei 2018 – China 10–12 Juni 2018 – Singapura 19–20 Juni 2018 – China 7–10 Januari 2019 – China 26–28 Februari 2019 – Vietnam 24 April 2019 – Rusia 30 Juni 2019 – Korea Selatan September 2023 – Rusia
Indonesia pernah mendapatkan kunjungan pemimpin Korea Utara yakni Kim Il Sung tepatnya pada 10 hingga 20 April 1965 atas undangan Presiden Soekarno. Kunjungan itu menjadi salah satu momen penting dalam hubungan antara Korea Utara dan Indonesia.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilansir dari ANTARA, berikut adalah rangkuman perjalanan luar negeri Kim Jong Un sejak ia menjabat sebagai pemimpin Korea Utara pada tahun 2011:
25–28 Maret 2018 – China 27 April 2018 – Korea Selatan 7–8 Mei 2018 – China 10–12 Juni 2018 – Singapura 19–20 Juni 2018 – China 7–10 Januari 2019 – China 26–28 Februari 2019 – Vietnam 24 April 2019 – Rusia 30 Juni 2019 – Korea Selatan September 2023 – Rusia
Indonesia pernah mendapatkan kunjungan pemimpin Korea Utara yakni Kim Il Sung tepatnya pada 10 hingga 20 April 1965 atas undangan Presiden Soekarno. Kunjungan itu menjadi salah satu momen penting dalam hubungan antara Korea Utara dan Indonesia.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
(GFD-2025-26448) [HOAKS] Video Gempa di Nepal pada Maret 2025
Sumber:Tanggal publish: 30/03/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan gempa bumi di Nepal. Video itu beredar pada 25 Maret 2025.
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan gempa bumi di Nepal salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan sebuah permukiman diguncang gempa dan terdapat seorang pesepeda yang panik.
Keterangan dalam video yakni sebagai berikut:
Gempa Yg Sangat Besar
Innalillahi wainna ilahi rojiun#gempanepal #beritaviral #beritagempa #reelsviral#luarnegeri #fyp viral #viralreels #fypviral #viralreelsfb #reelsfb #fyp
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan gempa di Nepal pada akhir Maret 2025
Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan gempa bumi di Nepal salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan sebuah permukiman diguncang gempa dan terdapat seorang pesepeda yang panik.
Keterangan dalam video yakni sebagai berikut:
Gempa Yg Sangat Besar
Innalillahi wainna ilahi rojiun#gempanepal #beritaviral #beritagempa #reelsviral#luarnegeri #fyp viral #viralreels #fypviral #viralreelsfb #reelsfb #fyp
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan gempa di Nepal pada akhir Maret 2025
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com pada akhir Maret 2025 tidak ditemukan informasi terjadi gempa besar di Nepal.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube Nippon TV News 24 Japan yang diunggah pada 5 Februari 2024. Video bisa dilihat pada detik ke-41.
Video itu adalah momen ketika gempa bumi dahsyat menghantam Semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa, Jepang yang kemudian diikuti dengan tsunami.
Dikutip Nippon.com, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa pada 1 Januari 2024.
Berdasarkan pengumuman pemerintah Jepang, bencana tersebut mengakibatkan hampir 500 korban jiwa, termasuk kematian yang disebabkan karena kesulitan evakuasi.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube Nippon TV News 24 Japan yang diunggah pada 5 Februari 2024. Video bisa dilihat pada detik ke-41.
Video itu adalah momen ketika gempa bumi dahsyat menghantam Semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa, Jepang yang kemudian diikuti dengan tsunami.
Dikutip Nippon.com, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa pada 1 Januari 2024.
Berdasarkan pengumuman pemerintah Jepang, bencana tersebut mengakibatkan hampir 500 korban jiwa, termasuk kematian yang disebabkan karena kesulitan evakuasi.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan gempa bumi di Nepal pada Maret 2025 tidak benar atau hoaks.
Faktanya, video asli memperlihatkan gempa bumi di Prefektur Ishikawa, Jepang pada Januari 2024.
Faktanya, video asli memperlihatkan gempa bumi di Prefektur Ishikawa, Jepang pada Januari 2024.
Rujukan
(GFD-2025-26447) [HOAKS] Tautan yang Diklaim untuk Cairkan THR dari Kemnaker dan Kemenkeu
Sumber:Tanggal publish: 29/03/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan disertai tautan yang diklaim sebagai akses untuk mendapatkan tunjangan hari raya (THR) Lebaran 2025 mengatasnamakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.
Tautan yang diklaim untuk mendapatkan THR Lebaran 2025 atas nama Kemnaker dan Kemenkeu dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini pada 18 Maret 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Kabar Gembira!!! THR RAMADHAN 2025 TELAH CAIR Pemerintah melalui KEMENAKER & KEMENKEU resmi membagikan Tunjangan Hari Raya ( THR ) Ramadhan 2025 sebesar- Rp.3.500.000 kepada masyarakat yang memenuhi syarat
Segera Cek dan Daftarkan diri anda Untuk Penerima Bantuan Sosial PKH Bulan iniMelalui Website Resmi Komensos Di bawah ini
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.
Tautan yang diklaim untuk mendapatkan THR Lebaran 2025 atas nama Kemnaker dan Kemenkeu dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini pada 18 Maret 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Kabar Gembira!!! THR RAMADHAN 2025 TELAH CAIR Pemerintah melalui KEMENAKER & KEMENKEU resmi membagikan Tunjangan Hari Raya ( THR ) Ramadhan 2025 sebesar- Rp.3.500.000 kepada masyarakat yang memenuhi syarat
Segera Cek dan Daftarkan diri anda Untuk Penerima Bantuan Sosial PKH Bulan iniMelalui Website Resmi Komensos Di bawah ini
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek akun Instagram resmi Kemnaker dan Kemenkeu untuk memverifikasi kebenaran tautan yang dibagikan di Facebook.
Namun, baik Kemnaker maupun Kemenkeu sama-sama tidak membagikan tautan untuk mendapatkan THR Lebaran 2025.
Kemudian, Kompas.com mengecek tautan yang beredar di Facebook dan menemukan bahwa tautan tersebut mengarah ke sebuah situs mencurigakan.
Situs tersebut meminta pengunjung memasukkan informasi pribadi seperti nama lengkap, usia, jenis kelamin, dan nomor akun Telegram.
Tautan tersebut kemungkinan adalah modus phishing atau pencurian data dengan memanfaatkan momen pembagian THR jelang Lebaran.
Sebelumnya, Kompas.com telah membantah tautan yang diklaim untuk mengakses pencairan THR dari pemerintah sebesar Rp 2,75 juta per kartu keluarga (KK).
Namun, tautan tersebut mengarah ke sebuah laman yang meminta pengunjungnya mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor ponsel yang terhubung dengan aplikasi Telegram.
Namun, baik Kemnaker maupun Kemenkeu sama-sama tidak membagikan tautan untuk mendapatkan THR Lebaran 2025.
Kemudian, Kompas.com mengecek tautan yang beredar di Facebook dan menemukan bahwa tautan tersebut mengarah ke sebuah situs mencurigakan.
Situs tersebut meminta pengunjung memasukkan informasi pribadi seperti nama lengkap, usia, jenis kelamin, dan nomor akun Telegram.
Tautan tersebut kemungkinan adalah modus phishing atau pencurian data dengan memanfaatkan momen pembagian THR jelang Lebaran.
Sebelumnya, Kompas.com telah membantah tautan yang diklaim untuk mengakses pencairan THR dari pemerintah sebesar Rp 2,75 juta per kartu keluarga (KK).
Namun, tautan tersebut mengarah ke sebuah laman yang meminta pengunjungnya mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor ponsel yang terhubung dengan aplikasi Telegram.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang diklaim untuk mendapatkan THR Lebaran 2025 atas nama Kemnaker dan Kemenkeu adalah hoaks.
Baik Kemnaker maupun Kemenkeu sama-sama tidak membagikan tautan untuk mendapatkan THR Lebaran 2025.
Tautan tersebut kemungkinan adalah modus phishing atau pencurian data dengan memanfaatkan momen pembagian THR jelang Lebaran.
Baik Kemnaker maupun Kemenkeu sama-sama tidak membagikan tautan untuk mendapatkan THR Lebaran 2025.
Tautan tersebut kemungkinan adalah modus phishing atau pencurian data dengan memanfaatkan momen pembagian THR jelang Lebaran.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/622805228160730/?multi_permalinks=2127476537693584&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.facebook.com/groups/1501859320135775/?multi_permalinks=4128551507466530&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0zwAY6MabYdJVMzauVyZJHdJyir74BGcWkThntz1unxXZLVtzptYz3emPZ35xLvCul&id=100087796706514
- https://www.facebook.com/61574020834685/videos/983902847209055/
- https://www.instagram.com/kemnaker/
- https://www.instagram.com/kemenkeuri/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/03/12/153800182/-hoaks-link-untuk-pencairan-thr-rp-2-75-juta-dari-pemerintah
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1938/7923


