KOMPAS.com - Sebuah unggahan video memperlihatkan kepala Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipukul dari belakang oleh seorang pria saat berpidato.
Trump sontak menengok ke belakang, seolah ingin mengejar pria tersebut tetapi segera dihadang pengawalnya.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif. Konten ini merupakan satire atau candaan yang perlu diluruskan informasinya.
Video kepala Trump dipukul dari belakang saat pidato disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (10/4/2025):
Presiden Trump lagi pidato dikeplak Ndase lucu.. Jangan sampai terjadi pada pemimpin konoha..
(GFD-2025-26540) [KLARIFIKASI] Manipulasi Video Kepala Trump Dipukul dari Belakang Saat Pidato
Sumber:Tanggal publish: 12/04/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Video yang beredar bersumber dari momen pidato Trump di Bandara Internasional Dayton di Ohio, pada 12 Maret 2016.
Momen itu didokumentasikan sejumlah media, seperti New York Daily News, CNN, dan Storyful News & Weather.
Dalam video, Trump sempat kaget dan menengok ke belakang di tengah pidato.
Namun dalam video yang beredar tidak terdapat sosok pria yang memukul kepalanya dari belakang.
Dilansir NBC News, orang di kerumunan tampaknya memperingatkan Trump bahwa seseorang ada di belakangnya.
Trump segera menyentak kepalanya. Lantas, empat agen Secret Service segera naik ke panggung dan mengelilinginya untuk menjadi perisai pelindung.
"Seorang pria berusaha melanggar penyangga keamanan dan disingkirkan dengan cepat dan profesional," kata juru bicara Trump, Hope Hicks dilansir Bloomberg.
Trump melanjutkan pidatonya setelah insiden itu
Video dari momen tersebut disunting, dengan menambahkan sosok pria di belakang Trump.
Momen itu didokumentasikan sejumlah media, seperti New York Daily News, CNN, dan Storyful News & Weather.
Dalam video, Trump sempat kaget dan menengok ke belakang di tengah pidato.
Namun dalam video yang beredar tidak terdapat sosok pria yang memukul kepalanya dari belakang.
Dilansir NBC News, orang di kerumunan tampaknya memperingatkan Trump bahwa seseorang ada di belakangnya.
Trump segera menyentak kepalanya. Lantas, empat agen Secret Service segera naik ke panggung dan mengelilinginya untuk menjadi perisai pelindung.
"Seorang pria berusaha melanggar penyangga keamanan dan disingkirkan dengan cepat dan profesional," kata juru bicara Trump, Hope Hicks dilansir Bloomberg.
Trump melanjutkan pidatonya setelah insiden itu
Video dari momen tersebut disunting, dengan menambahkan sosok pria di belakang Trump.
Kesimpulan
Video kepala Donald Trump dipukul dari belakang saat sedang berpidato merupakan konten manipulatif.
Video aslinya bersumber dari momen pidato Trump di Bandara Internasional Dayton di Ohio, pada 12 Maret 2016.
Tidak terdapat sosok pria yang memukul kepala Trump dalam pidato tersebut.
Adapun konten itu merupakan satire atau lelucon, namun perlu diluruskan informasinya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Video aslinya bersumber dari momen pidato Trump di Bandara Internasional Dayton di Ohio, pada 12 Maret 2016.
Tidak terdapat sosok pria yang memukul kepala Trump dalam pidato tersebut.
Adapun konten itu merupakan satire atau lelucon, namun perlu diluruskan informasinya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Rujukan
- https://www.facebook.com/adib.s.siraj/videos/1632093931516636
- https://www.facebook.com/heroe.heroe.75457/videos/1683295132274242
- https://www.facebook.com/bakri.hasbullah.3/videos/474478315660958
- https://www.youtube.com/watch?v=gTddfg245Ws
- https://www.youtube.com/watch?v=C1QMl757kAQ
- https://www.youtube.com/watch?v=R1QL1MmyMhQ
- https://www.nbcnews.com/politics/2016-election/secret-service-rushes-stage-protect-donald-trump-ohio-rally-n537181
- https://www.bloomberg.com/politics/articles/2016-03-12/agents-rush-stage-to-protect-trump-at-dayton-rally
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26541) [KLARIFIKASI] Video Kapal Tua Menempel di Tebing adalah Manipulasi AI
Sumber:Tanggal publish: 12/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang memperlihatkan kapal tua menempel dan tersangkut di tebing.
Video itu diklaim sebagai bukti bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan lautan.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video kapal tua menempel di tebing disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (5/4/2025):
Ini bukti jika tekhnologi itu sudah ada sejak nenek moyang kita
Sementara berikut teks yang tertera dalam video:
Penampakan sebuah kapal yang sudah usang nempel di tebing, itu artinya tempat ini dulu lautan
Video serupa tanpa teks di dalamnya juga ditemukan di kanal YouTube ini.
Video itu diklaim sebagai bukti bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan lautan.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video kapal tua menempel di tebing disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (5/4/2025):
Ini bukti jika tekhnologi itu sudah ada sejak nenek moyang kita
Sementara berikut teks yang tertera dalam video:
Penampakan sebuah kapal yang sudah usang nempel di tebing, itu artinya tempat ini dulu lautan
Video serupa tanpa teks di dalamnya juga ditemukan di kanal YouTube ini.
Hasil Cek Fakta
Video yang beredar bukanlah bersumber dari peristiwa atau lokasi nyata.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek campur tangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam video yang beredar.
Salah satu tools yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi konten yang dihasilkan kecerdasan buatan adalah Hive Moderation.
Hasil pengindetifikasian Hive Moderation menunjukkan, video kapal tua menempel di tebing memiliki probabilitas 92,2 persen dihasilkan AI.
Meski tidak merugikan secara langsung, tetapi konten-konten AI perlu diberi konteks dan label yang jelas agar tidak menyesatkan pengguna media sosial.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek campur tangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam video yang beredar.
Salah satu tools yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi konten yang dihasilkan kecerdasan buatan adalah Hive Moderation.
Hasil pengindetifikasian Hive Moderation menunjukkan, video kapal tua menempel di tebing memiliki probabilitas 92,2 persen dihasilkan AI.
Meski tidak merugikan secara langsung, tetapi konten-konten AI perlu diberi konteks dan label yang jelas agar tidak menyesatkan pengguna media sosial.
Kesimpulan
Video kapal tua menempel di tebing merupakan konten manipulatif. Hive Moderation mengidentifikasinya sebagai video yang dihasilkan oleh AI.
Konten ini perlu diluruskan karena narasi dalam unggahan yang menyatakan kapal itu bukti bahwa lautan di masa lalu setinggi bukit merupakan informasi tidak tepat.
Konten ini perlu diluruskan karena narasi dalam unggahan yang menyatakan kapal itu bukti bahwa lautan di masa lalu setinggi bukit merupakan informasi tidak tepat.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61557388207732/videos/4085159501809388
- https://www.facebook.com/reel/2219542865115462
- https://www.facebook.com/reel/1267337184723147
- https://www.youtube.com/shorts/uAAJEhZyoYE
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26464) [SALAH] Video “Dokumentasi Gempa Myanmar di Area Pantai”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 11/04/2025
Berita
Akun Facebook “Rahmat Alafasy” pada Senin (31/3/2025) mengunggah video [arsip] berdurasi 10 detik dengan narasi:
“Penampakan gempa bumi Thailand Myanmar yg berada di pantai 😱"
Per Jumat (11/4/2025), konten tersebut sudah ditonton lebih dari 22 ribu kali.
“Penampakan gempa bumi Thailand Myanmar yg berada di pantai 😱"
Per Jumat (11/4/2025), konten tersebut sudah ditonton lebih dari 22 ribu kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,3 persen.
TurnBackHoax kemudian menelusuri berita gempa Myanmar dengan memasukkan kata kunci “daerah terdampak gempa Myanmar” ke mesin pencarian Google.
Penelusuran mengarah ke pemberitaan cnbcindonesia.com “Fakta Gempa Dahsyat Myanmar-Thailand, Pakar Beri Peringatan Ini”.
Dalam berita yang tayang Sabtu (29/4/2025), diketahui bahwa gempa kembar bermagnitudo 7,7 telah melanda Myanmar pada Jumat (28/3/2025). Gempa tersebut menyebabkan bangunan runtuh di lima kota besar dan kecil, sementara jalanan retak serta sebuah jembatan runtuh di Jalan Tol Yangon-Mandalay.
TurnBackHoax kemudian menelusuri berita gempa Myanmar dengan memasukkan kata kunci “daerah terdampak gempa Myanmar” ke mesin pencarian Google.
Penelusuran mengarah ke pemberitaan cnbcindonesia.com “Fakta Gempa Dahsyat Myanmar-Thailand, Pakar Beri Peringatan Ini”.
Dalam berita yang tayang Sabtu (29/4/2025), diketahui bahwa gempa kembar bermagnitudo 7,7 telah melanda Myanmar pada Jumat (28/3/2025). Gempa tersebut menyebabkan bangunan runtuh di lima kota besar dan kecil, sementara jalanan retak serta sebuah jembatan runtuh di Jalan Tol Yangon-Mandalay.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “dokumentasi gempa Myanmar di area pantai” merupakan konten palsu (fabricated content).
(Ditulis oleh ‘Ainayya)
(Ditulis oleh ‘Ainayya)
Rujukan
- http[hivemoderation.com] Hasil deteksi AI [cnbcindonesia.com] Fakta Gempa Dahsyat Myanmar Thailand, Pakar Beri Peringatan Ini
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20250329174331-4-622772/fakta-gempa-dahsyat-myanmar-thailand-pakar-beri-peringatan-ini
- https://web.facebook.com/watch/?v=2114333439029730 (unggahan akun Facebook “Rahmat Alafasy”)
- https://archive.ph/ZrlJN (arsip unggahan akun Facebook “Rahmat Alafasy”)
- https://turnbackhoax.id/2025/04/11/salah-video-dokumentasi-gempa-myanmar-di-area-pantai/2/
(GFD-2025-26469) Video Erupsi Gunung Gede pada Awal April 2025, Benarkah?
Sumber:Tanggal publish: 11/04/2025
Berita
tirto.id - Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 melanda Bogor sekitarnya, Kamis (10/4/2025) malam. Gempa terjadi pada pukul 22.16 WIB dengan episenter di darat pada koordinat 6.62 LS dan 106.8 BT, sekitar 2 kilometer tenggara Kota Bogor.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa ini berjenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu dari aktivitas sesar aktif jalur Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip).
Nemun demikian, sebelum kejadian itu, beredar video aktivitas sebuah gunung yang diklaim sebagai cuplikan erupsi Gunung Gede, yang terletak dalam wilayah tiga Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yakni Kabupaten Cianjur, Bogor, dan Sukabumi. Akun Facebook bernama “Kang Nazcjr Kang Nascjr” (arsip) membagikan klip berdurasi satu menit ini pada Selasa (8/4/2025).
Dalam video, sebuah gunung di tepi sawah terlihat mengeluarkan asap. Video juga diiringi suara kicauan burung dan dengung sepeda motor.
“INFO TERBARU. INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI'UUN. GUNUNG GEDE CIANJUR -BOGOR ERUPSI. SEMOGA TIDAK TERJADI YANG TIDAK DI INGINKAN,” bunyi takarir penyertanya.
Per Jumat (11/4/2025), unggahan ini sudah dibagikan ke 55 orang lainnya, dan meraup 75 tanda suka serta 55 komentar. Meski ada warganet yang ikut melontarkan kalimat istirja, ada juga pengguna Facebook lain yang mengatakan bahwa narasi yang beredar hoaks.
Tak cuman di Facebook, klaim senada juga berlalu-lalang di TikTok (arsip).
Lantas, bagaimana faktanya?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa ini berjenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu dari aktivitas sesar aktif jalur Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip).
Nemun demikian, sebelum kejadian itu, beredar video aktivitas sebuah gunung yang diklaim sebagai cuplikan erupsi Gunung Gede, yang terletak dalam wilayah tiga Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yakni Kabupaten Cianjur, Bogor, dan Sukabumi. Akun Facebook bernama “Kang Nazcjr Kang Nascjr” (arsip) membagikan klip berdurasi satu menit ini pada Selasa (8/4/2025).
Dalam video, sebuah gunung di tepi sawah terlihat mengeluarkan asap. Video juga diiringi suara kicauan burung dan dengung sepeda motor.
“INFO TERBARU. INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI'UUN. GUNUNG GEDE CIANJUR -BOGOR ERUPSI. SEMOGA TIDAK TERJADI YANG TIDAK DI INGINKAN,” bunyi takarir penyertanya.
Per Jumat (11/4/2025), unggahan ini sudah dibagikan ke 55 orang lainnya, dan meraup 75 tanda suka serta 55 komentar. Meski ada warganet yang ikut melontarkan kalimat istirja, ada juga pengguna Facebook lain yang mengatakan bahwa narasi yang beredar hoaks.
Tak cuman di Facebook, klaim senada juga berlalu-lalang di TikTok (arsip).
Lantas, bagaimana faktanya?
Hasil Cek Fakta
Usai menyaksikan video secara utuh, Tim Riset Tirto melakukan penelusuran Google dengan kata kunci “erupsi Gunung Gede April 2025”. Hasilnya, narasi ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah memastikan informasi aktivitas erupsi Gunung Gede yang beredar di berbagai media sosial pada April 2025 adalah kabar hoaks. Mengutip rilis Badan Geologi, klip tersebut nyatanya diambil dari aktivitas erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat.
Menurut pemantauan aktivitas visual dari Pos PGA Gunung Gede yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga Selasa (8/4/2025), diketahui tidak terjadi erupsi maupun keluarnya kolom abu di atas kawah Gunung Gede.
“Pengamatan visual sejak 1 Januari 2025 hingga tanggal 8 April 2025 menunjukkan aktivitas yang tampak di permukaan masih berupa hembusan asap putih tipis hingga sedang yang berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap kawah berkisar antara 50 – 100 meter,” tulis Badan Geologi ESDM di laman resminya, Selasa (8/4/2025).
Erupsi terakhir Gunung Gede sendiri terjadi pada tahun 1957, berupa kolom erupsi mencapai 3 ribu meter di atas Kawah Ratu. Sementara pemantauan kegempaan menunjukkan, sejak peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA) pada tanggal 1 April 2025, tidak terjadi peningkatan aktivitas hembusan asap kawah ataupun terjadi lagi peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA).
“Pada periode 2 April 2025 hingga 8 April 2025 pukul 06.00 WIB terekam 1 kali gempa Tornillo, 2 kali gempa Vulkanik-Dalam, 6 kali gempa Tektonik Lokal, dan 14 kali gempa Tektonik Jauh. Dengan demikian tingkat aktivitas G. Gede hingga tanggal 8 April 2025 pukul 06.00 WIB masih ditetapkan pada Level I (Normal),” begitu bunyi rilis lanjutannya.
Dengan status itu, ESDM mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Gede dan pengunjung atau wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati dan bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.
Per Jumat (11/4/2025), situs ESDM https://magma.vsi.esdm.go.id/ untuk mengecek stasus vulkanik gunung pun memperlihatkan kalau Gunung Gede masih berstatus level 1 atau normal, dan tidak terlihat adanya erupsi.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah memastikan informasi aktivitas erupsi Gunung Gede yang beredar di berbagai media sosial pada April 2025 adalah kabar hoaks. Mengutip rilis Badan Geologi, klip tersebut nyatanya diambil dari aktivitas erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat.
Menurut pemantauan aktivitas visual dari Pos PGA Gunung Gede yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga Selasa (8/4/2025), diketahui tidak terjadi erupsi maupun keluarnya kolom abu di atas kawah Gunung Gede.
“Pengamatan visual sejak 1 Januari 2025 hingga tanggal 8 April 2025 menunjukkan aktivitas yang tampak di permukaan masih berupa hembusan asap putih tipis hingga sedang yang berasal dari Kawah Wadon dengan ketinggian asap kawah berkisar antara 50 – 100 meter,” tulis Badan Geologi ESDM di laman resminya, Selasa (8/4/2025).
Erupsi terakhir Gunung Gede sendiri terjadi pada tahun 1957, berupa kolom erupsi mencapai 3 ribu meter di atas Kawah Ratu. Sementara pemantauan kegempaan menunjukkan, sejak peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA) pada tanggal 1 April 2025, tidak terjadi peningkatan aktivitas hembusan asap kawah ataupun terjadi lagi peningkatan Gempa Vulkanik-Dalam (VA).
“Pada periode 2 April 2025 hingga 8 April 2025 pukul 06.00 WIB terekam 1 kali gempa Tornillo, 2 kali gempa Vulkanik-Dalam, 6 kali gempa Tektonik Lokal, dan 14 kali gempa Tektonik Jauh. Dengan demikian tingkat aktivitas G. Gede hingga tanggal 8 April 2025 pukul 06.00 WIB masih ditetapkan pada Level I (Normal),” begitu bunyi rilis lanjutannya.
Dengan status itu, ESDM mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Gede dan pengunjung atau wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati dan bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.
Per Jumat (11/4/2025), situs ESDM https://magma.vsi.esdm.go.id/ untuk mengecek stasus vulkanik gunung pun memperlihatkan kalau Gunung Gede masih berstatus level 1 atau normal, dan tidak terlihat adanya erupsi.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa video erupsi Gunung Gede pada awal April 2025 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Narasi ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Klip tersebut nyatanya diambil dari aktivitas erupsi Gunungapi Marapi di Sumatera Barat.
Menurut pemantauan aktivitas visual dari Pos PGA Gunung Gede yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga Selasa (8/4/2025), diketahui tidak terjadi erupsi maupun keluarnya kolom abu di atas kawah Gunung Gede.
Narasi ini sudah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Klip tersebut nyatanya diambil dari aktivitas erupsi Gunungapi Marapi di Sumatera Barat.
Menurut pemantauan aktivitas visual dari Pos PGA Gunung Gede yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga Selasa (8/4/2025), diketahui tidak terjadi erupsi maupun keluarnya kolom abu di atas kawah Gunung Gede.
Rujukan
- https://web.facebook.com/reel/1216578853473943
- https://archive.ph/EpOtq
- https://www.tiktok.com/search?q=erupsi%20gunung%20gede&t=1744335024894
- https://archive.ph/EpsVz
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-detik-detik-erupsi-gunung-gede-2-april-2025
- https://geologi.esdm.go.id/media-center/klarifikasi-badan-geologi-tentang-berita-hoax-erupsi-gunungapi-gede-jawa-barat
Halaman: 1915/7923


