KOMPAS.com - Sebuah video viral di media sosial Facebook menampilkan bangkai gerbong kereta bekas di atas tebing.
Video itu mendapat lebih dari 6.100 likes, 244 komentar, dan disebarkan ulang oleh 55 akun Facebook.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video bangkai gerbong kereta di tebing disebarkan oleh akun Facebook ini pada 9 April 2025.
Berikut narasi yang ditulis:
Bangkai Gerbong kereta bekas kecelakaan karena jembatan runtuh mangkrak di ujung tebing
Tangkapan layar video itu lantas disebarkan oleh akun Facebook ini.
(GFD-2025-26686) [KLARIFIKASI] Video Bangkai Gerbong Kereta di Tebing Dibuat dengan AI
Sumber:Tanggal publish: 23/04/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri jejak digital video yang beredar.
Hasil pencarian reverse image Google mengarahkan ke video serupa di kanal YouTube ini dan ini.
Lantas, salah satu video tanpa teks di dalamnya dicek menggunakan Hive Moderation.
Tools tersebut dapat membantu mengidentifikasi campur tangan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) dalam teks, gambar, video, bahkan audio.
Hasilnya, video bangkai gerbong kereta di tebing diidentifikasi memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan AI.
Hasil pencarian reverse image Google mengarahkan ke video serupa di kanal YouTube ini dan ini.
Lantas, salah satu video tanpa teks di dalamnya dicek menggunakan Hive Moderation.
Tools tersebut dapat membantu mengidentifikasi campur tangan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) dalam teks, gambar, video, bahkan audio.
Hasilnya, video bangkai gerbong kereta di tebing diidentifikasi memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan AI.
Kesimpulan
Video bangkai gerbong kereta di tebing merupakan konten manipulatif.
Hive Moderation mengidentifikasi video tersebut memiliki probabilitas 99,8 persen dibuat dengan AI. Konten ini sepertinya dibuat dengan tujuan hiburan, namun agar tidak menjadi informasi yang keliru perlu diluruskan.
Hive Moderation mengidentifikasi video tersebut memiliki probabilitas 99,8 persen dibuat dengan AI. Konten ini sepertinya dibuat dengan tujuan hiburan, namun agar tidak menjadi informasi yang keliru perlu diluruskan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/654317350535195
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=511701325351500&set=a.236552582866377
- https://www.google.com/search?source=lns.web.gsbubb&vsdim=357,501&gsessionid=1ZMcrL7pNRX-xS9kj3O-tooSk9TLaJSVwzC7PztZS2ZskYlxQJ9cCw&lsessionid=-7LKXxb9yKxeQuczTYxWMtYIUdteQHS0tPk4gnvCUueX-xETSxIW7Q&lns_surface=26&biw=1600&bih=790&hl=en-ID&vsrid=CPGNpcvp_9bzvwEQBBgBIiQ3MzBCNDU3Ny1FMzhFLTRBM0MtOUE5Mi1BNjAzRDkxM0JDM0U&udm=26&q&vsint=CAQqCgoCCAcSAggHIAE6IwoWDQAAAD8VAAAAPx0AAIA_JQAAgD8wARDlAhj1AyUAAIA_&lns_mode=un&qsubts=1745217799073&stq=1&cs=1&lei=AekFaJq5LKzn1e8P152HkAs
- https://www.youtube.com/watch?v=tNP1OqdX1Qc
- https://www.youtube.com/watch?v=NbnevDwmd34
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26694) [HOAKS] E-Money Mandiri Tidak Bisa untuk Transaksi Tiket KRL Commuterline
Sumber:Tanggal publish: 23/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan yang mengeklaim uang elektronik atau E-money dari Bank Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket Kereta Rel Listrik atau KRL Commuterline mulai 23 April 2025.
Namun setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut e-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL
Namun setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut e-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari Antara, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus membantah narasi tersebut.
Ia menegaskan, informasi soal E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL Commuterline adalah hoaks.
"Informasi tersebut merupakan berita tidak benar, hoaks. Dan KAI Commuter tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut," kata Joni.
Menurut Joni, E-money Mandiri masih tetap bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran tiket KRL Commuterline.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk jeli dan tidak menyebarkan berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Joni menjelaskan, informasi resmi dari KAI Commuter hanya diumumkan melalui akun perusahaan @commuterline atau informasi yang diberikan pejabat berwenang kepada media massa.
Ia menegaskan, informasi soal E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL Commuterline adalah hoaks.
"Informasi tersebut merupakan berita tidak benar, hoaks. Dan KAI Commuter tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut," kata Joni.
Menurut Joni, E-money Mandiri masih tetap bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran tiket KRL Commuterline.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk jeli dan tidak menyebarkan berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Joni menjelaskan, informasi resmi dari KAI Commuter hanya diumumkan melalui akun perusahaan @commuterline atau informasi yang diberikan pejabat berwenang kepada media massa.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim E-money Mandiri tidak bisa digunakan untuk transaksi pembayaran tiket KRL tidak benar atau hoaks.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus memastikan, E-money Mandiri masih tetap bisa digunakan di KRL Commuterline.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus memastikan, E-money Mandiri masih tetap bisa digunakan di KRL Commuterline.
Rujukan
(GFD-2025-26695) [HOAKS] Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Meninggal pada April 2025
Sumber:Tanggal publish: 23/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial muncul unggahan pada 15 April 2025 yang mengeklaim mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Namun setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia muncul di media sosial, misalnya yang dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Video itu menampilkan foto Mahathir serta sejumlah orang yang sedang mengangkat keranda jenazah.
Keterangan di video sebagai berikut:
INNALILLAHI, KHABAR SEBAK MANTAN PERDANA MENTERI MAHATHIR MOHAMMAD MENINGGAL DUNIA HARI INI. AL FATIHAH
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia pada April 2025
Namun setelah ditelusuri unggahan tersebut tidak benar atau hoaks.
Narasi yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia muncul di media sosial, misalnya yang dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Video itu menampilkan foto Mahathir serta sejumlah orang yang sedang mengangkat keranda jenazah.
Keterangan di video sebagai berikut:
INNALILLAHI, KHABAR SEBAK MANTAN PERDANA MENTERI MAHATHIR MOHAMMAD MENINGGAL DUNIA HARI INI. AL FATIHAH
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia pada April 2025
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri foto yang menampilkan sejumlah orang menggotong keranda jenazah menggunakan teknik reverse image search.
Hasilnya, foto itu mirip dengan unggahan di laman Tempo.co ini.
Foto tersebut adalah momen ketika para pelayat menggotong keranda jenazah terdakwa kasus Bom Bali I, Imam Samudera di Masjid Al Manar, Lopang, Serang, Banten, pada 9 November 2008.
Sehingga, dapat dipastikan yang ada dalam keranda jenazah itu bukanlah Mahathir Mohamad.
Hingga Selasa (22/4/2025), tidak ditemukan informasi valid Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Sebelumnya pada September 2024 juga pernah muncul unggahan yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Hasilnya, foto itu mirip dengan unggahan di laman Tempo.co ini.
Foto tersebut adalah momen ketika para pelayat menggotong keranda jenazah terdakwa kasus Bom Bali I, Imam Samudera di Masjid Al Manar, Lopang, Serang, Banten, pada 9 November 2008.
Sehingga, dapat dipastikan yang ada dalam keranda jenazah itu bukanlah Mahathir Mohamad.
Hingga Selasa (22/4/2025), tidak ditemukan informasi valid Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Sebelumnya pada September 2024 juga pernah muncul unggahan yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Unggahan yang mengeklaim Mahathir Mohamad meninggal dunia pada April 2025 tidak benar atau hoaks.
Foto dalam unggahan yang beredar adalah momen ketika sejumlah pelayat menggotong keranda jenazah terdakwa kasus Bom Bali I, Imam Samudera pada 2008.
Sampai dengan Selasa (22/4/2025) tidak ditemukan informasi valid Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Foto dalam unggahan yang beredar adalah momen ketika sejumlah pelayat menggotong keranda jenazah terdakwa kasus Bom Bali I, Imam Samudera pada 2008.
Sampai dengan Selasa (22/4/2025) tidak ditemukan informasi valid Mahathir Mohamad meninggal dunia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/1BKnfvxXVE/
- https://www.facebook.com/share/p/16XgRXKfRY/
- https://www.facebook.com/share/p/1DXEt9cqc9/
- https://www.datatempo.co/foto/detail/P1011200800128/jenazah-imam-samudra
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/09/30/132034482/hoaks-mantan-pm-malaysia-mahathir-mohamad-wafat-29-september-2024
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26637) [SALAH] Gelombang Tinggi Pantai Pasir Putih Kangean Sumenep Hingga 10 Meter
Sumber: TikTok.comTanggal publish: 22/04/2025
Berita
Sebuah video [arsip] yang diunggah oleh akun TikTok “alongsigli” pada Minggu (6/4/2025), menunjukkan suasana pantai yang ramai dikunjungi oleh masyarakat diduga mengalami kenaikan gelombang tinggi hingga 10 meter. Dalam unggahannya, lokasi tersebut berada di pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep, Jawa Timur.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah diputar sebanyak 3 juta kali, 22 ribu penyuka, dan 1.400 interaksi komentar.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah diputar sebanyak 3 juta kali, 22 ribu penyuka, dan 1.400 interaksi komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran sumber tersebut melalui alat pencarian “InVid” dengan Google. Hasilnya, ditemukan sebuah unggahan serupa oleh akun TikTok “masens si Railfans” pada Jumat (4/4/2025) dan sudah diputar sebanyak 6 juta kali.
Video tersebut bukan terjadi di pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep, Jawa Timur. Melainkan Pantai Pangandaran yang berada di Jawa barat. Video yang diunggah oleh sumber sengaja dipercepat dan terkesan dramatis.
Di lokasi Pantai Pangandaraan pada unggahan asli tersebut, memang sedang terjadi gempa bumi. Dilansir dari detik.com, Gempa berkekuatan M 4,0 itu terdeteksi di kedalaman 22 kilometer. Gempa itu terdeteksi berada pada lokasi 8.11 LS dan 107.90 BT. Pusat gempa disebut berjarak 80 kilometer dari barat daya Pangandaran.
Selain itu, tidak ditemukan pula keterangan resmi bahwa Pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep terjadi peningkatan gelombang setinggi 10 meter.
Video tersebut bukan terjadi di pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep, Jawa Timur. Melainkan Pantai Pangandaran yang berada di Jawa barat. Video yang diunggah oleh sumber sengaja dipercepat dan terkesan dramatis.
Di lokasi Pantai Pangandaraan pada unggahan asli tersebut, memang sedang terjadi gempa bumi. Dilansir dari detik.com, Gempa berkekuatan M 4,0 itu terdeteksi di kedalaman 22 kilometer. Gempa itu terdeteksi berada pada lokasi 8.11 LS dan 107.90 BT. Pusat gempa disebut berjarak 80 kilometer dari barat daya Pangandaran.
Selain itu, tidak ditemukan pula keterangan resmi bahwa Pantai Pasir Putih Kangean, Sumenep terjadi peningkatan gelombang setinggi 10 meter.
Kesimpulan
Unggahan “gelombang tinggi Pantai Pasir Putih Kangean Sumenep hingga 10 meter” merupakan konteks yang salah (false context).
(Ditulis oleh Arief Putra Ramadhan)
(Ditulis oleh Arief Putra Ramadhan)
Rujukan
- http[detik.com] Gempa M 4,0 Guncang Pangandaran Jabar
- https://www.tiktok.com/@masennyepur/video/7489008820136594696?_r=1&_t=ZS-8vbIHI0vV5U (unggahan video akun tiktok “masens si Railfans”)
- https://www.tiktok.com/@alongsigli/video/7490175819487251719 (unggahan akun tiktok “alongsigli”)
- https://web.archive.org/web/20250417043959/
- http://web.archive.org/screenshot/
- https://www.tiktok.com/@alongsigli/video/7490175819487251719 (arsip unggahan akun tiktok “alongsigli”)
Halaman: 1884/7927
