• (GFD-2025-26796) Cek fakta, video Roy Suryo dan Dokter Tifa ditahan terkait tuduhan ijazah palsu pada akhir April

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/05/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Beredar unggahan di media sosial TikTok berikut ini dan ini yang menarasikan bahwa Roy Suryo dan Dokter Tifa ditahan polisi terkait tuduhan penggunaan ijazah palsu oleh Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.

    Dalam unggahan tersebut, ditampilkan potongan video konferensi pers seorang polisi yang menyatakan keduanya ditahan atas tuduhan ujaran kebencian terhadap Jokowi.

    Roy Suryo yang merupakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo bersama pegiat media sosial Dokter Tifa bersama dua lainnya dilaporkan ke Polrestabes Semarang oleh Relawan Alap-alap Jokowi (AAJ) terkait dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan soal ijazah Jokowi.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “VIRAL

    SEBUT IJAZAH JOKOWI PALSU ROY SURYO DAN DOKTER TIFA DI TAHAN POLISI”

    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Tim Cek Fakta ANTARA melakukan penelusuran menggunakan fitur Google Lens dan mencocokkan transkrip dari isi video yang beredar.

    Ditemukan bahwa video tersebut identik dengan tayangan di kanal YouTube KOMPASTV berjudul “BREAKING NEWS - Roy Suryo Ditahan Polisi Terkait Kasus Meme Stupa Borobudur” yang tayang pada Jumat (5/8/2022) lalu.

    Dalam video itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan memberikan keterangan pers mengenai penahanan Roy Suryo sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

    Kasus tersebut berkaitan dengan meme stupa Candi Borobudur yang diedit menyerupai wajah Presiden Joko Widodo, dan dilaporkan oleh perwakilan umat Buddha Indonesia. Simak selengkapnya di sini.

    Selain laporan AAJ, Roy Suryo juga dilaporkan Ketua Umum Pemuda Patriot Nusantara, Andi Kurniawan, yang melaporkan Roy Suryo, Rismon H. Sianipar, Tifauziah Tyassuma, dan Rizal Fadilah ke Polres Metro Jakarta Pusat. Keempatnya dilaporkan atas dugaan tindak pidana penghasutan di muka umum terkait polemik dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi. Baca selengkapnya di sini.

    Sebelumnya, Jokowi pada Rabu (30/4/2025) mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan tudingan ijazah palsu yang dituduhkan kepada dirinya.

    "Ya ini, sebetulnya masalah ringan. Urusan tuduhan ijazah palsu. Tetapi perlu dibawa ke ranah hukum, agar semua jelas dan gamblang ya," kata Jokowi saat ditemui di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu. Baca selengkapnya di sini.

    Dengan demikian, tidak ditemukan informasi resmi mengenai penahanan Roy Suryo maupun Dokter Tifa atas tuduhan ujaran kebencian terkait ijazah Presiden Jokowi. Video yang digunakan dalam unggahan viral tersebut merupakan potongan lama dari kasus berbeda yang terjadi pada 2022.



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});





    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Rujukan

  • (GFD-2025-26797) [KLARIFIKASI] Jenazah dalam Video Ini adalah Paus Benediktus XVI, Bukan Paus Fransiskus

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang diklaim menampilkan prosesi pemakaman Paus Fransiskus beredar di media sosial pada April 2025. Video beredar setelah Paus tutup usia pada 21 April 2025.

    Dalam video, terdapat jenazah seorang pria yang memakai jubah merah yang diklaim sebagai Paus Fransiskus.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar.

    Video yang diklaim sebagai prosesi pemakaman Paus Fransiskus muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini dan Instagram ini. 

    Video itu menampilkan jenazah seorang pria dengan jubah berwarna merah. Video diberi keterangan sebagai berikut:

    Paus Fransiskus telah meninggalkan kita selamanya, tetapi amanat dan ajaran Tuhan akan selalu menginspirasi kita untuk terus maju! Semoga Paus beristirahat dengan tenang di pelukan Tuhan, Amin

    Hasil Cek Fakta

    Saat dicermati, wajah jenazah dalam video tidak mirip dengan Paus Fransiskus. Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut menggunakan teknik reverse image search. 

    Hasilnya, video identik dengan unggahan di akun Facebook EWTN dan Vatican News. Video itu diunggah pada 2023, jauh sebelum Paus Fransiskus meninggal.

    Faktanya, video itu menunjukkan jenazah Paus Benediktus XVI yang direkam pada Januari 2023.

    Video di akun Facebook EWTN  diberi keterangan berbahasa Inggris yang artinya sebagai berikut: 

    "Jenazah Paus Emeritus Benediktus XVI dipindahkan pada Senin pagi ke Basilika Santo Petrus, tempat mendiang paus disemayamkan hingga 4 Januari. Ribuan orang memasuki basilika Vatikan untuk berdoa dan memberikan penghormatan kepada Benediktus XVI". 

    Dikutip dari Vatican News Paus Benediktus XVI meninggal di usia 95 tahun pada 31 Desember 2022 di kediamannya di Biara Mater Ecclesiae, Vatikan.

    Ia kemudian dimakamkan di Basilika Santo Petrus, Roma pada 5 Januari 2023

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan prosesi pemakaman Paus Fransiskus tidak benar. Informasinya keliru sehingga perlu diluruskan.

    Jenazah yang ada di dalam video adalah Paus Benediktus XVI yang meninggal pada 31 Desember 2022. Sementara, Paus Fransiskus baru dimakamkan pada 26 April 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26798) [HOAKS] Sekjen Kemensos Janjikan Tunjangan Kesehatan untuk Pekerja Migran

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menjanjikan bantuan bagi pekerja migran Indonesia.

    Dalam video yang beredar, Robben mengatakan bahwa pemerintah telah menyetujui tunjangan kesehatan senilai Rp 150 juta kepada 20 orang pekerja migran.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut hoaks dan merupakan hasil manipulasi.

    Video Sekjen Kemensos Robben Rico menjanjikan tunjangan kesehatan untuk pekerja migran dibagikan akun Facebook ini pada Jumat (2/5/2025).

    Berikut ucapan Robben dalam video:

    "Saya Robben Rico, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, ingin menyampaikan putusan raker kepada para tenaga kerja Indonesia."

    "Bahwa putusan hasil rapat dengan Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan anggaran tunjangan kesehatan kepada 20 orang setiap negara senilai Rp150 juta. Untuk proses penerimaan bantuan tersebut silahkan inbox nama dan negara tempat anda bekerja."

    Screenshot Hoaks, Sekjen Kemensos Robben Rico janjikan tunjangan kesehatan untuk pekerja migran

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan pernyataan resmi Sekjen Kemensos Robben Rico terkait pemberian tunjangan kesehatan Rp 150 juta untuk pekerja migran Indonesia.

    Kemudian, Kompas.com mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation untuk mendeteksi adanya manipulasi artificial intelligence.

    Video tersebut diunduh dan diubah formatnya menjadi audio (mp3), dan selanjutnya diunggah ke situs Hive Moderation.

    Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan, audio Robben Rico dalam video itu memiliki probabilitas 97,6 persen dihasilkan AI.

    Sehingga, dapat dipastikan bahwa konten itu merupakan manipulasi berbasis AI.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video Sekjen Kemensos Robben Rico menjanjikan tunjangan kesehatan untuk pekerja migran Indonesia adalah hoaks.

    Video tersebut merupakan hasil manipulasi AI. Robben tidak pernah menjanjikan tunjangan kesehatan untuk pekerja migran Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26800) [HOAKS] Jokowi Sebut Peti Jenazah Paus Fransiskus Mengeluarkan Cahaya

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/05/2025

    Berita

    KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Joko Widodo ditemui di Solo, Jawa Tengah.KOMPAS.com - Di jagat maya beredar tangkapan layar sebuah artikel dengan judul yang mengeklaim Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut peti jenazah Paus Fransiskus mengeluarkan cahaya.

    Namun, setelah ditelusuri konten tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Sebagai konteks, sebelumnya Jokowi ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu orang Indonesia yang menghadiri pemakaman Paus Fransiskus, di Vatikan pada 26 April 2025.

    Tangkapan layar judul artikel yang mengeklaim Jokowi menyebut peti jenazah Paus Fransiskus mengeluarkan cahaya salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul: "Joko Widodo: Peti Yang Mulia Paus Fransiskus Mengeluarkan Cahaya, Ini Menjadi Sejarah Dalam Hidup Saya".

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati, dalam foto di artikel terdapat watermark "Tempo.co".

    Namun, ketika dicek di laman Tempo.co tidak ditemukan artikel soal Jokowi menyebut peti jenazah Paus Fransiskus mengeluarkan cahaya.

    Penelusuran lebih lanjut menemukan, konten tersebut memanipulasi artikel di laman Tempo.co yang terbit pada 26 April 2025 ini.

    Adapun artikel aslinya berjudul: "Mengapa Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus?".

    Artikel tersebut memuat pernyataan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani terkait alasan Prabowo mengutus Jokowi untuk datang ke pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.

    Menurut Muzani, alasan Prabowo mengutus Jokowi yakni karena saat Paus Fransiskus datang ke Indonesia pada awal September 2024 merupakan tamu Presiden ke-7 itu.

    Saat itu, Paus berkunjung ke Indonesia dalam rangka perjalanan apostolik.

    Selain Jokowi, Prabowo juga mengutus Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai; Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

    Kesimpulan

    Tangkapan layar judul artikel yang mengeklaim Jokowi menyebut peti jenazah Paus Fransiskus mengeluarkan cahaya merupakan hasil manipulasi. Konten itu hoaks.

    Artikel aslinya berjudul "Mengapa Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus?".

    Adapun artikel itu membahas soal alasan Prabowo mengutus Jokowi datang ke pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan pada 26 April 2025. 

    Rujukan