(GFD-2025-26779) Cek Fakta: Penemuan Putri Duyung di Pesisir Pantai Selatan Jawa
Sumber:Tanggal publish: 01/05/2025
Berita
Murianews, Kudus – Belum lama ini beredar video yang menggambarkan penemuan putri duyung di pesisir Pantai Selatan Jawa. Yuk cek fakta dan kebenarannya sebelum membagikan video itu.
Video yang menggambarkan penemuan putri duyung di pesisir Pantai Selatan Jawa itu beredar di sejumlah akun media sosial. Salah satunya diunggah akun @layardibalik.id di TikTok.
”BREAKING NEWS: Putri duyung misterius ditemukan di pesisir pantai Selatan Jawa,” demikian keterangan dalam video tersebut seperti dikutip Murianews, Kamis (1/5/2025).
Berikut tangkapan layar yang menarasikan penemuan putri duyung di pesisir Pantai Selatan Jawa.
Tangkap layar unggahan yang menyebutkan penemuan putri duyung di pesisir Pantai Selatan Jawa. (Istimewa/TikTok)
Untuk melihat unggahan tersebut dapat klik tautan ini.
Penelusuran…
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Murianews.com melakukan penelusuran dengan memeriksa video yang beredar tersebut. Unggahan itu diketahui menggunakan teknologi AI dan telah diberi label ”dihasilkan AI”.
Setelah meninjau lebih dalam, bio akun TikTok tersebut memang sering membuat konten berbasis AI dan membuka jasa pembuatan konten AI.
Tim Cek Fakta Murianews.com juga menelusuri menggunakan alat pencarian google menggunakan kata kunci ”Penemuan Putri Duyung”. Hasilnya, terdapat beberapa artikel yang menyatakan penemuan putri duyung merupakan konten hoaks.
Kesimpulan…
Kesimpulan
Unggahan video disertai klaim penemuan putri duyung di pantai selatan Jawa merupakan konten disinformasi dengan jenis fabricated content atau konten palsu.
Video yang diunggah merupakan hasil rekayasa AI dan tidak ada pemberitaan terkait penemuan putri duyung di pesisir Pantai Selatan Jawa maupun di wilayah Indonesia lainnya.
(GFD-2025-26780) Cek Fakta: Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala Asia U17
Sumber:Tanggal publish: 01/05/2025
Berita
Murianews, Kudus – Beredar video dengan narasi Timnas Indonesia lolos semifinal Piala Asia U17 2025. Yuk cek faktanya lebih dulu sebelum membagikannya.
Video tersebut beredar di sejumlah media sosial, salah satunya diunggah akun bernama @arjun.junaidy02 pada 16 April 2025 lalu.
”timnas U17 lolos semi final,” tulis ketarangan video tersebut seperti dilihat Kamis (1/5/2025).
Dalam video itu, Presiden FIFA Gianni Infantino disebut telah mendiskualifikasi Korea Utara dari kejuaraan Asia U17 2025.
”Mereka sudah mencederai keindahan sepakbola mereka sama sekali tidak fairplay. Umur 17 bukan untuk hal seperti ini seharusnya ini menjadi ajang buat meningkatkan skil. Kami sepakat mendiskualifikasi Korea Utara dalam kejuaraan Asia U17 2025 dan kami sepakat untuk meloloskan tim muda Indonesia ke semifinal,” tulis terjemahan dalam video tersebut.
Berikut tangkap layar dari video tersebut:
Video tersebut dapat dilihat di tautan ini.
Penelusuran…
Hasil Cek Fakta
Saat ditelusuri, Tim Cek Fakta Murianews.com mendapati video tersebut serupa dengan YouTube Dario AS yang berjudul ”FIFA WORLD CUP: FIFA announces WORLD CUP 2030 and 2034 hosts at Extraordinary Congress 2024”.
Kongres luar biasa itu diselenggarakan pada 11 Desember 2024. Saat itu, FIFA menunjuk tuan rumah Piala Dunia 2030 dan 2034.
Dalam kongres itu, FIFA menunjuk Uruguay, Argentina, Paraguay, Portugal, Spanyol, dan Maroko sebagai host Piala Dunia 2030 sekaligus menjadi perayaan 100 tahun Piala Dunia.
Kemudian, FIFA menunjuk Arab Saudi sebagai host Piala Dunia 2034 dan menjadi yang pertama kalinya bagi negara tersebut.
Di video tersebut, tidak ada kalimat dari Presiden FIFA Gianni Infantino yang menyatakan mendiskualifikasi Korea Selatan karena berbuat curang.
Klik tautan berikut ini untuk melihat video aslinya.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari AFC terkait diskualifikasi Korea Utara dalam semifinal Piala Asia U17.
Diketahui, Timnas Indonesia U17 gagal melaju ke babak semifinal Piala Asia U17 2025 setelah kekalahan dari Korea Utara di pertandingan perempat final yang berlangsung, Senin, 14 April 2025.
Bertanding di Stadion King Abdullah Sports City Hall, Jeddah, Arab Saudi, skuad Garuda Muda harus menerima kekalahan dengan skor telak 0-6.
Kesimpulan…
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran itu, video dengan narasi Timnas Indonesia lolos semifinal Piala Asia U17 merupakan konten Disinformasi dengan kategori Misleading Content atau konten menyesatkan.
Timnas Indonesia U17 sudah dipastikan gagal melaju ke Semifinal Piala Asia U17 setelah kalah 0-6 dari Korea Utara.
Baik FIFA dan AFC tak pernah mengeluarkan keputusan untuk mendiskualifikasi Korea Utara serta menjadikan Timnas Indonesia U17 melaju ke Semifinal Piala Asia U17.
(GFD-2025-26803) [SALAH] Video Ribuan Tumpukan Motor Sitaan Akibat Tidak Bisa Nebus
Sumber: twitter.comTanggal publish: 01/05/2025
Berita
Sebuah video [arsip] yang diunggah oleh akun X “@21_mozza”” pada Selasa (8/4/2025), menunjukkan kondisi banyaknya tumpukan motor dalam kondisi tidak terawat. Unggahan itu dinarasikan bahwa motor tersebut merupakan hasil sitaan oleh pihak kepolisian, dan tidak bisa ditebus oleh masyarakat.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran sumber tersebut melalui alat pencarian “InVid” dengan Google. Hasilnya, ditemukan sebuah unggahan serupa oleh akun [ini], [ini], [ini], dan [ini].
Pada unggahan dari beberapa akun tersebut ada yang menyebutkan bahwa video itu diambil dari negara Nigeria. Namun tidak bisa dipastikan dengan jelas apakah video tersebut benar-benar dari Nigeria atau wilayah lainnya.
Berikutnya, tim pemeriksa fakta melakukan pengamatan lebih lanjut dari video tersebut. Dari beberapa durasi dalam video tersebut, ditemukan beberapa motor yang masih terpasang plat nomor putih dengan tulisan hitam. Ukuran plat nomor tersebut terlihat lebih tinggi dibanding dengan plat nomor Indonesia.
Dari hasil pengamatan yang ditemukan, walaupun belum bisa dipastikan dari mana video tersebut diambil namun bisa dipastikan bahwa tumpukan motor tersebut bukan di Indonesia.
Pada unggahan dari beberapa akun tersebut ada yang menyebutkan bahwa video itu diambil dari negara Nigeria. Namun tidak bisa dipastikan dengan jelas apakah video tersebut benar-benar dari Nigeria atau wilayah lainnya.
Berikutnya, tim pemeriksa fakta melakukan pengamatan lebih lanjut dari video tersebut. Dari beberapa durasi dalam video tersebut, ditemukan beberapa motor yang masih terpasang plat nomor putih dengan tulisan hitam. Ukuran plat nomor tersebut terlihat lebih tinggi dibanding dengan plat nomor Indonesia.
Dari hasil pengamatan yang ditemukan, walaupun belum bisa dipastikan dari mana video tersebut diambil namun bisa dipastikan bahwa tumpukan motor tersebut bukan di Indonesia.
Kesimpulan
Unggahan “video ribuan tumpukan motor sitaan akibat tidak bisa nebus” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[Instagram] unggahan akun Instagram “iamskobi” [Instagram] unggahan akun Instagram “varjotanoticiaas” [Facebook] unggahan akun Facebook “Muhammad Sale”
- https://x.com/21_mozza/status/1909429164362301914?t=Y0wW7U3IGYo4QCZ4HwvO8w&s=19 (unggahan akun X “@21_mozza”)
- https://archive.ph/UrQOw (arsip unggahan akun X “@21_mozza”)
(GFD-2025-26752) Keliru: Video Terawan Agus Putranto Promosikan Obat Nyeri Sendi Punggung
Sumber:Tanggal publish: 30/04/2025
Berita
SEBUAH video beredar di Facebook [arsip] berisi klaim, mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto menganjurkan obat oles untuk nyeri sendi pada punggung, lutut, dan leher.
Dalam video itu sosok dr. Terawan yang berkemeja putih terlilhat berbicara dengan latar belakang rak buku berwarna merah. Ia membahas nyeri persendian yang tidak boleh diremehkan dan menawarkan obat oles berbahan alami.
Namun, benarkah video yang menampilkan sosok dr Terawan itu asli?
Dalam video itu sosok dr. Terawan yang berkemeja putih terlilhat berbicara dengan latar belakang rak buku berwarna merah. Ia membahas nyeri persendian yang tidak boleh diremehkan dan menawarkan obat oles berbahan alami.
Namun, benarkah video yang menampilkan sosok dr Terawan itu asli?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video tersebut menggunakan layanan reverse image search dan menggunakan kata kunci di mesin pencari Google. Selain itu, Tempo juga menggunakan alat untuk mendeteksi kecerdasan buatan. Hasilnya, video tersebut telah disunting dengan mengubah audio Terawan menggunakan alat kecerdasan buatan.
Pemeriksaan secara visual mendapatkan gerakan mulut dan audio tidak sinkron. Gerakan mulut terlihat lebih lambat daripada audio. Biasanya mulut memang kerap menjadi area yang paling menunjukkan jejak visual hasil rekayasa.
Selain itu, nada bicara dan tubuh dr. Terawan dalam video itu juga terlihat janggal karena tidak berubah sepanjang 2:26 menit durasi video.
Analisis menggunakan Hive Moderation menyimpulkan, 99,9 persen kemungkinan video telah direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). terutama pada bagian audio, sebesar 99 persen.
Potongan gambar Terawan ternyata diambil dari video wawancaranya dalam program acara Blak-blakan Detik.com yang dipublikasikan pada 1 November 2019. Dalam acara itu, Terawan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai jabatannya sebagai Menteri Kesehatan RI dan permasalahan tata kelola pelayanan kesehatan di Indonesia.
Terawan sama sekali tidak mempromosikan obat oles untuk menyembuhkan nyeri sendi.
Bukan Spesialis Tulang
Dilansir website Siloam Hospital, permasalahan sendi merupakan bidang yang biasa ditangani dokter spesialis ortopedi. Keahlian spesialis mereka ialah menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, yang meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan tendon (sendi).
Sementara, Terawan bukan dokter spesialis ortopedi. Dia merupakan dokter militer dengan spesialisasi radiologi, sebagaimana dilaporkan Tempo. Dilansir website Primaya Hospital, spesialisasi radiologi merupakan cabang kedokteran yang menggunakan teknologi radiasi, elektromagnetik, dan akustik untuk melihat ke dalam tubuh manusia.
Menurut situs kesehatan, Medical News Today, penyebab umum nyeri punggung meliputi ketegangan otot, dan beberapa kondisi kronis, seperti patah tulang akibat osteoporosis. Nyeri punggung dapat berasal dari otot, tulang, atau ligamen tulang belakang. Bisa juga berasal dari sumsum tulang belakang dan saraf atau masalah pada organ dalam.
Penyembuhan nyeri sendi sangat tergantung pada penyebab nyeri tersebut dan tingkat keparahan. Pada kasus yang ringan, perawatan di rumah dapat dilakukan dengan peregangan dan kompres. Namun pada kasus tertentu dengan mengkonsumsi obat anti-nyeri, terapi fisik, suntikan, dan operasi.
Pemeriksaan secara visual mendapatkan gerakan mulut dan audio tidak sinkron. Gerakan mulut terlihat lebih lambat daripada audio. Biasanya mulut memang kerap menjadi area yang paling menunjukkan jejak visual hasil rekayasa.
Selain itu, nada bicara dan tubuh dr. Terawan dalam video itu juga terlihat janggal karena tidak berubah sepanjang 2:26 menit durasi video.
Analisis menggunakan Hive Moderation menyimpulkan, 99,9 persen kemungkinan video telah direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). terutama pada bagian audio, sebesar 99 persen.
Potongan gambar Terawan ternyata diambil dari video wawancaranya dalam program acara Blak-blakan Detik.com yang dipublikasikan pada 1 November 2019. Dalam acara itu, Terawan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai jabatannya sebagai Menteri Kesehatan RI dan permasalahan tata kelola pelayanan kesehatan di Indonesia.
Terawan sama sekali tidak mempromosikan obat oles untuk menyembuhkan nyeri sendi.
Bukan Spesialis Tulang
Dilansir website Siloam Hospital, permasalahan sendi merupakan bidang yang biasa ditangani dokter spesialis ortopedi. Keahlian spesialis mereka ialah menangani masalah pada sistem muskuloskeletal, yang meliputi tulang, otot, sendi, saraf, ligamen, serta jaringan yang menghubungkan tulang dan tendon (sendi).
Sementara, Terawan bukan dokter spesialis ortopedi. Dia merupakan dokter militer dengan spesialisasi radiologi, sebagaimana dilaporkan Tempo. Dilansir website Primaya Hospital, spesialisasi radiologi merupakan cabang kedokteran yang menggunakan teknologi radiasi, elektromagnetik, dan akustik untuk melihat ke dalam tubuh manusia.
Menurut situs kesehatan, Medical News Today, penyebab umum nyeri punggung meliputi ketegangan otot, dan beberapa kondisi kronis, seperti patah tulang akibat osteoporosis. Nyeri punggung dapat berasal dari otot, tulang, atau ligamen tulang belakang. Bisa juga berasal dari sumsum tulang belakang dan saraf atau masalah pada organ dalam.
Penyembuhan nyeri sendi sangat tergantung pada penyebab nyeri tersebut dan tingkat keparahan. Pada kasus yang ringan, perawatan di rumah dapat dilakukan dengan peregangan dan kompres. Namun pada kasus tertentu dengan mengkonsumsi obat anti-nyeri, terapi fisik, suntikan, dan operasi.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar menampilkan dr Terawan mempromosikan obat oles nyeri sendi adalah klaim yang keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61573229450946/videos/651388307867292/?rdid=X3VwoZg1xjse2QZL
- https://mvau.lt/media/a008a985-504d-4641-bd0d-d6568e8ec26c
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.youtube.com/watch?v=KN4RbMlSEBY
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/mengenal-dokter-ortopedi
- https://www.tempo.co/politik/profil-terawan-agus-putranto-eks-menkes-yang-jadi-penasihat-khusus-presiden-1045783
- https://primayahospital.com/radiologi/dokter-spesialis-radiologi/
- https://www.medicalnewstoday.com/articles/172943#causes /cdn-cgi/l/email-protection#d4b7b1bfb2b5bfa0b594a0b1b9a4bbfab7bbfabdb0
Halaman: 1855/7928




