SEBUAH video beredar di WhatsApp [arsip] dan Facebook, memuat klaim gabungan tentara AS dan Israel menyerang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Serangan itu diklaim menyebabkan Letkol Infanteri Wisnu gugur, beserta 40 anggota pasukan khusus TNI dibombardir pesawat gabungan Israel.
Video itu memperlihatkan sejumlah kegiatan militer yang membawa senjata masing-masing dalam kondisi perang. Berikut narasinya: “Letkol Inf. Wisnu gugur beserta 40 anggota pasukan khusus TNI yang bersandi garuda hitam PBB, dalam misinya di Gaza akibat dibombardir pesawat gabungan Israel dan AS pada Jum'at malam 25 April 2025, setelah sebelumnya menghancurkan gudang senjata milik Israel di otoritas Gaza.”
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah video itu memperlihatkan tentara AS-Israel yang menyerang TNI di Gaza?
(GFD-2025-26807) Keliru: Video yang Diklaim Memperlihatkan Balas Dendam Tentara AS-Israel pada TNI di Gaza
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, konten yang memuat klaim 40 anggota pasukan khusus TNI tewas karena serangan militer Amerika Serikat dan Israel adalah informasi bohong. Kolase video yang beredar tersebut berasal dari peristiwa yang lain.
Tempo menggunakan reverse image search Google dan Yandex untuk memverifikasi video tersebut.
Pada menit ke-1, video yang memperlihatkan asap yang membumbung di antara gedung-gedung tinggi, Klip itu sesungguhnya memperlihatkan gedung yang roboh setelah diserang berkali-kali oleh militer Israel melalui udara sebagaimana diberitakan Sky News. Target serangan itu adalah Hamas, bukan TNI.
Peristiwa itu dipublikasikan pada 18 Mei 2021. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan angkatan udara negara tersebut mengatakan, mereka telah menyerang 65 target Hamas di Jalur Gaza dalam semalam, dengan menggunakan 62 jet tempur dan 110 senjata.
Klip berikutnya memperlihatkan sejumlah tentara berjalan di gundukan tanah yang tak rata. Video itu juga tidak memperlihatkan militer AS-Israel menyerang TNI. Video itu sesungguhnya memperlihatkan kondisi tentara Israel (IDF) yang sedang berperang dengan militer Lebanon sebagaimana keterangan di akun Twitter mereka pada 21 Oktober 2024.
Akun tersebut menulis: “Pasukan IDF melanjutkan operasi yang ditargetkan di sektor Lebanon, dan dengan kerja sama erat antara pasukan udara, intelijen, dan api, 7 komandan brigade, 21 komandan batalion, dan 24 komandan kompi di organisasi teroris Hizbullah telah dieliminasi sejauh ini.”
Berikutnya klip di konten itu memperlihatkan beberapa tentara yang merunduk sambil mengarahkan senapan pada musuh. Video itu sesungguhnya bersumber dari akun X US Marine pada 7 November 2017 yang tak ada hubungannya dengan TNI.
Bantahan dari TNI
Dikutip dari Antara, Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan, pernyataan yang beredar merupakan hoaks.
Indonesia tidak mengirimkan pasukan militer ke Gaza untuk melawan Israel. Menurut situs Mabes TNI, tim yang dikirim Indonesia yakni 40 tenaga kesehatan, terdiri dari dokter, perawat, dan ahli medis lainnya yang diberangkatkan dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan 25 personel yang berangkat pada 9 Agustus 2024 pukul 00.45 WIB.
Gelombang dua sebanyak 25 nakes TNI diberangkatkan pada Senin, 16 Desember 2024 dari Denpasar, Bali.
Kemudian, gelombang ketiga terdiri dari 25 personel, yang merupakan gabungan dari berbagai tenaga medis dan paramedis, diberangkatkan April 2025.
Tempo menggunakan reverse image search Google dan Yandex untuk memverifikasi video tersebut.
Pada menit ke-1, video yang memperlihatkan asap yang membumbung di antara gedung-gedung tinggi, Klip itu sesungguhnya memperlihatkan gedung yang roboh setelah diserang berkali-kali oleh militer Israel melalui udara sebagaimana diberitakan Sky News. Target serangan itu adalah Hamas, bukan TNI.
Peristiwa itu dipublikasikan pada 18 Mei 2021. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan angkatan udara negara tersebut mengatakan, mereka telah menyerang 65 target Hamas di Jalur Gaza dalam semalam, dengan menggunakan 62 jet tempur dan 110 senjata.
Klip berikutnya memperlihatkan sejumlah tentara berjalan di gundukan tanah yang tak rata. Video itu juga tidak memperlihatkan militer AS-Israel menyerang TNI. Video itu sesungguhnya memperlihatkan kondisi tentara Israel (IDF) yang sedang berperang dengan militer Lebanon sebagaimana keterangan di akun Twitter mereka pada 21 Oktober 2024.
Akun tersebut menulis: “Pasukan IDF melanjutkan operasi yang ditargetkan di sektor Lebanon, dan dengan kerja sama erat antara pasukan udara, intelijen, dan api, 7 komandan brigade, 21 komandan batalion, dan 24 komandan kompi di organisasi teroris Hizbullah telah dieliminasi sejauh ini.”
Berikutnya klip di konten itu memperlihatkan beberapa tentara yang merunduk sambil mengarahkan senapan pada musuh. Video itu sesungguhnya bersumber dari akun X US Marine pada 7 November 2017 yang tak ada hubungannya dengan TNI.
Bantahan dari TNI
Dikutip dari Antara, Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan, pernyataan yang beredar merupakan hoaks.
Indonesia tidak mengirimkan pasukan militer ke Gaza untuk melawan Israel. Menurut situs Mabes TNI, tim yang dikirim Indonesia yakni 40 tenaga kesehatan, terdiri dari dokter, perawat, dan ahli medis lainnya yang diberangkatkan dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan 25 personel yang berangkat pada 9 Agustus 2024 pukul 00.45 WIB.
Gelombang dua sebanyak 25 nakes TNI diberangkatkan pada Senin, 16 Desember 2024 dari Denpasar, Bali.
Kemudian, gelombang ketiga terdiri dari 25 personel, yang merupakan gabungan dari berbagai tenaga medis dan paramedis, diberangkatkan April 2025.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan tentara AS-Israel yang menyerang TNI di Gaza karena balas dendam adalah klaim keliru.
Rujukan
- https://s3.eu-west-1.amazonaws.com/check-api-live/capi/683787434137164
- https://web.facebook.com/jumadi.awal.127/videos/2121431805001794/?__cft__[0]=AZVAWum8kV2bnJwZEeTe4Hwz2BjAfTaYawdY7JyqcJe9X9XkzAgw65NOE4ul7zTQuXPvmBSiejiCeTAlIl7oRBCRG7n9NrgW4oc982R-MHNIQOTkzwtSIGgxT32eoYck65A0A3cX1po4kF1kYIWCjhm443BHXasoQIBgpkcfUHwFDCLZuT0yXgEu-Db8PErsrZg&__tn__=%2CO%2CP-R
- https://news.sky.com/story/israel-gaza-conflict-eighth-night-of-violence-as-biden-makes-fresh-call-for-ceasefire-12309638
- https://x.com/idfonline/status/1848394096332742881
- https://x.com/USMC/status/927883347036008449
- https://www.antaranews.com/berita/4802945/hoaks-41-pasukan-khusus-tni-gugur-saat-melakukan-misi-kemanusiaan-di-gaza
- https://tni.mil.id/view-244693-tni-kirimkan-tenaga-kesehatan-ke-gaza-untuk-misi-kemanusiaan.html
- https://www.kemhan.go.id/2024/12/13/menhan-sjafrie-beri-pembekalan-nakes-tni-gelombang-dua.html
- https://www.kemhan.go.id/2025/04/16/wamenhan-beri-pengarahan-kepada-satgas-nakes-tni-gelombang-iii-misi-kemanusiaan-gaza.html /cdn-cgi/l/email-protection#99fafcf2fff8f2edf8d9edfcf4e9f6b7faf6b7f0fd
(GFD-2025-26799) [SALAH] Jalan Napal Belah di Bukit Kemuning, Lampung Utara Putus
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/05/2025
Berita
Beredar video [arsip] dari akun Facebook “Fernandes Andes” yang menampilkan sebuah jalan yang terputus dengan narasi:
Jalan napal belah bukit kemuning putus Lampung Utara 22 April 2025
Sejak diunggah Selasa (22/4/2025), video itu telah ditonton 187 kali dan disukai oleh 3 pengguna Facebook lainnya per Sabtu (3/5/2025).
Jalan napal belah bukit kemuning putus Lampung Utara 22 April 2025
Sejak diunggah Selasa (22/4/2025), video itu telah ditonton 187 kali dan disukai oleh 3 pengguna Facebook lainnya per Sabtu (3/5/2025).
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “jalan Napal Belah di Bukit Kemuning, Lampung Utara putus” ke mesin pencarian Google. Hasilnya ditemukan bantahan dari laman binamarga.pu.go.id.
Dalam laman tersebut dijelaskan jalan yang terputus adalah jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Jambi-Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Bungo, Jambi pada Minggu (2/3/2025) dan bukan berada di Lampung Utara.
Dalam laman tersebut dijelaskan jalan yang terputus adalah jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Jambi-Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Bungo, Jambi pada Minggu (2/3/2025) dan bukan berada di Lampung Utara.
Kesimpulan
Faktanya, video tersebut merupakan peristiwa jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Jambi-Sumatera Barat terputus pada Minggu (2/3/2025).
Rujukan
(GFD-2025-26802) Cek fakta, artikel Jokowi yang sebut peti Paus Fransiskus bercahaya
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menampilkan tangkapan layar berita yang mengutip perkataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang menyebut peti jenazah Paus Fransiskus bercahaya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengutus Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk menghadiri pemakaman pemimpin tertinggi Gereja Khatolik, Paus Fransiskus, di Vatikan.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Joko Widodo: Peti Yang Mulia Paus Fransiskus Mengeluarkan Cahaya, Ini Menjadi Sejarah Dalam Hidup Saya.”
Namun, benarkah artikel Jokowi klaim peti Paus Fransiskus bercahaya?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengutus Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk menghadiri pemakaman pemimpin tertinggi Gereja Khatolik, Paus Fransiskus, di Vatikan.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Joko Widodo: Peti Yang Mulia Paus Fransiskus Mengeluarkan Cahaya, Ini Menjadi Sejarah Dalam Hidup Saya.”
Namun, benarkah artikel Jokowi klaim peti Paus Fransiskus bercahaya?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran ANTARA, tidak ditemukan artikel yang menyatakan Jokowi mengeluarkan pernyataan sebagaimana diklaim dalam unggahan yang beredar itu.
Namun, ANTARA menemukan artikel lain dengan elemen yang serupa, yakni foto, tanggal, dan sumber media yang sama, yang berjudul berbeda, yaitu “Mengapa Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus?”. Artikel ini dipublikasikan di laman Tempo pada 26 April 2025.
Isi artikel tersebut membahas latar belakang serta tanggapan pro dan kontra terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Joko Widodo sebagai Utusan Khusus Presiden untuk menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.
Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut penunjukan Jokowi sebagai utusan khusus Presiden untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus ke Vatikan, karena Jokowi pernah bertemu langsung dengan Paus ketika berkunjung ke Indonesia pada September 2024. Dengan demikian tidak benar artikel terkait Jokowi yang menyebut peti jenazah Paus Fransiskus bercahaya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Namun, ANTARA menemukan artikel lain dengan elemen yang serupa, yakni foto, tanggal, dan sumber media yang sama, yang berjudul berbeda, yaitu “Mengapa Prabowo Utus Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus?”. Artikel ini dipublikasikan di laman Tempo pada 26 April 2025.
Isi artikel tersebut membahas latar belakang serta tanggapan pro dan kontra terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Joko Widodo sebagai Utusan Khusus Presiden untuk menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.
Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut penunjukan Jokowi sebagai utusan khusus Presiden untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus ke Vatikan, karena Jokowi pernah bertemu langsung dengan Paus ketika berkunjung ke Indonesia pada September 2024. Dengan demikian tidak benar artikel terkait Jokowi yang menyebut peti jenazah Paus Fransiskus bercahaya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
(GFD-2025-26805) Cek Fakta: Kemensos Bagi-Bagi Tunjangan Kesehatan untuk TKI
Sumber:Tanggal publish: 03/05/2025
Berita
Murianews, Kudus – Beredar sebuah video yang menarasikan Kementerian Sosial (Kemensos) membagikan tunjangan kesehatan untuk Tenaga Kerja Indonesia. Yuk cek fakta lebih dulu sebelum dibagikan.
Video itu salah satunya diunggah akun Facebook bernama Humas Kemensos RI pada Kamis (24/4/2025) pukul 16.30 WIB. Dalam video itu menampilkan Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengenakan baju putih. Terdapat pula logo Kemensos di kiri atas video.
Dalam video tersebut, Sekjen Kemensos menjanjikan akan memberikan tunjangan kesehatan sebesar Rp 150 juta bagi 20 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di berbagai negara.
Berikut penjelasan Robben dalam video tersebut:
”Saya Robin Riko Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial ingin menyampaikan putusan raker kepada para tenaga kerja Indonesia bahwa putusan hasil rapat dengan Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan anggaran tunjangan kesehatan kepada 20 orang setiap negara senilai Rp150 juta untuk proses penerimaan bantuan tersebut silahkan inbox nama dan negara tempat anda bekerja”
Akun tersebut juga memberikan keterangan pada video unggahannya dengan nada berikut:
”Kesempatan Bagi Para TKI
Mendapatkan Tunjangan Kesehatan..!” tulis keterangan unggahan video tersebut.
Untuk melihat postingan tersebut dapat dicek di tautan ini dan berikut tangkap layar postingan dengan narasi Kemensos membagikan tunjangan Kesehatan untuk TKI:
Tangkap layar video yang menarasikan Kemensos Bagikan Tunjangan Kesehatan untuk TKI. (Istimewa/Facebook)
Penelusuran…
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri informasi tersebut lewat mesin pencarian Google dengan kata kunci ”Kemensos Beri Tunjangan Kesehatan untuk TKI”.
Hasilnya, tidak ada pemberitaan dengan narasi Kemensos Beri Tunjangan Kesehatan untuk TKI.
Setelah video tersebut dicek dengan pendeteksi kecerdasan buatan AI, diketahui audio dalam video itu 97,6 persen merupakan hasil kecerdasan buatan, sebagaimana dilansir Antara.
Video tersebut identik dengan foto milik Kemensos RI yang digunakan suarhijrah.com untuk artikel berjudul ”Sekjen Kemensos RI Dorong Inovasi, Hadiri Rapat Usulan Peningkatan Unit Pelaksana untuk Layanan Sosial yang Lebih Baik” pada Jumat, 15 Maret 2024 pukul 14.00 WIB.
Foto yang diduga diubah menjadi video menggunakan teknologi AI dapat klik di tautan ini.
Akun Facebook bernama Humas Kemensos RI yang menarasikan Kemensos Bagikan Tunjangan Kesehatan untuk TKI diketahui baru dibuat pada 24 April 2025 dengan kategori Jasa Keuangan. Dipastikan akun tersebut bukan merupakan akun resmi milik Kemensos RI.
Sebelumnya, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan memberikan dana Rp 45 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk membantu mengatasi berbagai persoalan TKI terutama untuk biaya pemberangkatan, pelatihan dan pemberdayaan.
Rencananya, dana tersebut dikeluarkan secara bertahap, sebanyak tiga kali dalam lima tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo. Nilai masing-masing penyalurannya yakni Rp 15 triliun.
Kesimpulan…
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran itu, video dengan narasi Kemensos Bagikan Tunjangan Kesehatan untuk TKI merupakan konten disinformasi dengan jenis misleading content alias konten menyesatkan.
Audio dalam video tersebut diketahui dibuat menggunakan kecerdasan buatan AI. Video tersebut diduga merupakan foto yang kemudian diubah menjadi video.
Halaman: 1849/7929




