KOMPAS.com - Bermunculan akun-akun Facebook yang menawarkan bantuan benih ikan air tawar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada April 2025.
Bantuan tersebut mensyaratkan calon penerima memiliki lahan untuk dikelola.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Tawaran bantuan benih ikan air tawar disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (29/4/2025):
Program Pemerintah Tahun Anggaran 2025 Menyalurkan bantuan Benih ikan air tawar. Kriteria Persyaratan Calon Penerima Bantuan Pemerintah tahun Anggaran 2025:
- Warga Negara Indonesia- Memiliki Lahan untuk dikelolah- Perorangan & kelompok- Bertanggung jawab
bantuan Pemerintah Bersifat Gratis, tidak ada biaya pendaftaran.
(GFD-2025-26844) [HOAKS] Akun Facebook Tawarkan Bantuan Benih Ikan dari KKP
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun-akun yang menawarkan bantuan benih menyertakan tautan di biodata akun mereka. Namun, tautan tersebut tidak mengarah ke situs web resmi KKP.
Laman tautan tersebut dapat dicek tanpa perlu mengekliknya dengan bantuan URL Scan.
Hasilnya dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini.
Salah satu tautan mengarahkan ke laman yang meminta mengisi provinsi dan nomor Telegram aktif. Tautan tersebut memiliki indikasi phishing.
Melalui akun Instagram resminya, KKP menginformasikan bahwa informasi tawaran benih ikan dari akun-akun tersebut merupakan hoaks.
"Dengan maraknya penipuan mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dimohon agar Sahabat Bahari dapat waspada dengan segala informasi yang beredar," tulisnya pada 23 April 2025.
Informasi resmi dari kementerian tersebut disampaikan melalui media sosial resmi.
Laman tautan tersebut dapat dicek tanpa perlu mengekliknya dengan bantuan URL Scan.
Hasilnya dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini.
Salah satu tautan mengarahkan ke laman yang meminta mengisi provinsi dan nomor Telegram aktif. Tautan tersebut memiliki indikasi phishing.
Melalui akun Instagram resminya, KKP menginformasikan bahwa informasi tawaran benih ikan dari akun-akun tersebut merupakan hoaks.
"Dengan maraknya penipuan mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dimohon agar Sahabat Bahari dapat waspada dengan segala informasi yang beredar," tulisnya pada 23 April 2025.
Informasi resmi dari kementerian tersebut disampaikan melalui media sosial resmi.
Kesimpulan
Tawaran bantuan benih ikan air tawar disebarkan oleh sejumlah akun Facebook merupakan hoaks.
Akun-akun tersebut merupakan akun tiruan KKP yang menyertakan tautan phishing di biodata akunnya.
KKP memastikan informasi yang dibagikan di akun-akun tersebut merupakan hoaks.
Akun-akun tersebut merupakan akun tiruan KKP yang menyertakan tautan phishing di biodata akunnya.
KKP memastikan informasi yang dibagikan di akun-akun tersebut merupakan hoaks.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0i9oFDmPSgtnWFaK6ohqqp2o8gnMJ5JFj4dH8XKtLRK8zcEyJY6gm4PgHkftVnjuFl&id=61575575815401
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02VQE5Q5RWLTPNyzqXM8PDTi1FarMvsYEnMqgZC46jNFSreDXttK2syk6pYHHSSx1Kl&id=61575661372585
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid033ppjrnKV29rKtVz45ZMnqLv8jgikcYEh27BjsRv44Su3nb442MV6JYpZ5h8QZgzPl&id=61575862854282
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0G255GwRPr3s8tS5r5mQsvuvunrPsrffEVGM8PD6kgaiocpJK6d9zxn4mAxiVZEefl&id=61572238463560
- https://urlscan.io/result/01969f6a-53f8-778a-93a0-a21f09bd5cf5/
- https://urlscan.io/result/01969f6a-8885-70ad-ab7a-b520f0484146/
- https://urlscan.io/result/01969f6a-afe7-7669-89b0-2cdc91ebcbec/
- https://urlscan.io/result/01969f6b-3188-776b-8c13-a3c485ed188f/
- https://www.instagram.com/kkpgoid/p/DIyi3-ayIXF/?img_index=3
- https://linktr.ee/kkpgoid?fbclid=PAZXh0bgNhZW0CMTEAAafAnXecQ6dpqr5FqgJ5QfK7VSVgY2Edwfg8-G-GwJga6NzuPLvJgR06wDzwQg_aem_JJazgeOH_9gO-d1WYrznHg
- https://www.instagram.com/p/DIyi3-ayIXF/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26855) Cek fakta, video Netanyahu ancam Presiden Prabowo terkait Gaza
Sumber:Tanggal publish: 05/05/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Instagram menampilkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk tidak ikut campur dalam persoalan yang terjadi di Gaza.
Dalam video tersebut, Netanyahu meminta negara-negara lain untuk tidak terlalu ikut campur dalam urusan antara Israel dan Palestina.
Berikut narasi dalam video tersebut:
“PM Israel Benyamin Netanyahu peringatkan negara siapapun, termasuk Indonesia : "Kepada Mr. Presiden Prabowo JANGAN TERLALU IKUT CAMPUR, PENTINGKAN KESELAMATAN ANDA, NEGARA ANDA, DARI PADA SIBUK BANTU TERORIS" Syaratnya ialah... TERORIS HAMAS BEBASKAN SANDERA.”
Namun, benarkah video Netanyahu ancam Prabowo tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam video tersebut, Netanyahu meminta negara-negara lain untuk tidak terlalu ikut campur dalam urusan antara Israel dan Palestina.
Berikut narasi dalam video tersebut:
“PM Israel Benyamin Netanyahu peringatkan negara siapapun, termasuk Indonesia : "Kepada Mr. Presiden Prabowo JANGAN TERLALU IKUT CAMPUR, PENTINGKAN KESELAMATAN ANDA, NEGARA ANDA, DARI PADA SIBUK BANTU TERORIS" Syaratnya ialah... TERORIS HAMAS BEBASKAN SANDERA.”
Namun, benarkah video Netanyahu ancam Prabowo tersebut?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, video tersebut serupa dengan unggahan YouTube PM Israel yang berjudul “Prime Minister Benjamin Netanyahu's Passover Greetings” yang diunggah 11 April 2025.
Dalam video tersebut, Netanyahu memberikan pesan kepada warganya pada hari Paskah.
Selanjutnya, narator membacakan narasi tentang kunjungan Prabowo ke sejumlah negara di Timur Tengah hingga rencana evakuasi 1.000 korban di Gaza. Tidak ada pernyataan ataupun narasi yang menyatakan Netanyahu mengecam maupun mengancam Presiden Prabowo dalam unggahan tersebut.
Klaim : Video Netanyahu ancam Presiden Prabowo terkait Gaza
Rating : Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dalam video tersebut, Netanyahu memberikan pesan kepada warganya pada hari Paskah.
Selanjutnya, narator membacakan narasi tentang kunjungan Prabowo ke sejumlah negara di Timur Tengah hingga rencana evakuasi 1.000 korban di Gaza. Tidak ada pernyataan ataupun narasi yang menyatakan Netanyahu mengecam maupun mengancam Presiden Prabowo dalam unggahan tersebut.
Klaim : Video Netanyahu ancam Presiden Prabowo terkait Gaza
Rating : Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
(GFD-2025-26864) [SALAH] KPK Periksa Bobby dan Kaesang Terkait Kasus ‘Blok Medan’
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 05/05/2025
Berita
Pada Rabu (16/4/2025) akun Tiktok “suarakan.kebenaran” membagikan video [arsip] disertai klaim:
“BOBBY NASUTION & KAESANG PANGAREP HARI INI PERIKSA KEJAGUNG & KPK SEPUTAR KASUS BLOK MEDAN SERTA KASUS TAMBANG TIMAH HINGGA GRATIFIKASI HANYA SAJA MEDIA DILARANG MELIPUT”
Hingga Rabu (7/5/25), unggahan mendapatkan lebih dari 2.400 tanda suka, 586 komentar, dan telah 735 kali dibagikan ulang.
“BOBBY NASUTION & KAESANG PANGAREP HARI INI PERIKSA KEJAGUNG & KPK SEPUTAR KASUS BLOK MEDAN SERTA KASUS TAMBANG TIMAH HINGGA GRATIFIKASI HANYA SAJA MEDIA DILARANG MELIPUT”
Hingga Rabu (7/5/25), unggahan mendapatkan lebih dari 2.400 tanda suka, 586 komentar, dan telah 735 kali dibagikan ulang.
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Anti Hoax antaranews.com
Kode ‘Blok Medan’ disebut-sebut mengarah ke blok tambang di Halmahera Timur, Maluku Utara. Istilah ini terungkap pertama kali saat persidangan kasus korupsi dengan terdakwa mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK).
Berdasarkan penelusuran antaranews.com, tidak ada informasi resmi yang menarasikan KPK periksa Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep.
Pada Agustus 2024 lalu, Bobby Nasution menyatakan kesiapannya apabila diminta hadir oleh KPK terkait penyebutan ‘Blok Medan’ dalam sidang kasus dugaan korupsi yang melibatkan AGK. KPK akan melakukan diskusi internal untuk membahas kelanjutan kasus yang melibatkan AGK usai yang bersangkutan meninggal dunia pada Jumat (14/3).
Sementara itu, untuk dugaan perkara lain yang berkaitan dengan AGK, seperti Blok Medan, KPK masih menunggu hasil persidangan yang melibatkan almarhum dan pengusaha Muhaimin Syarif (MS).
Dengan demikian, tidak benar KPK memeriksa menantu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo yakni Bobby Nasution dan juga putra bungsu Jokowi yakni Kaesang Pangarep pada April 2025.
Kode ‘Blok Medan’ disebut-sebut mengarah ke blok tambang di Halmahera Timur, Maluku Utara. Istilah ini terungkap pertama kali saat persidangan kasus korupsi dengan terdakwa mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK).
Berdasarkan penelusuran antaranews.com, tidak ada informasi resmi yang menarasikan KPK periksa Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep.
Pada Agustus 2024 lalu, Bobby Nasution menyatakan kesiapannya apabila diminta hadir oleh KPK terkait penyebutan ‘Blok Medan’ dalam sidang kasus dugaan korupsi yang melibatkan AGK. KPK akan melakukan diskusi internal untuk membahas kelanjutan kasus yang melibatkan AGK usai yang bersangkutan meninggal dunia pada Jumat (14/3).
Sementara itu, untuk dugaan perkara lain yang berkaitan dengan AGK, seperti Blok Medan, KPK masih menunggu hasil persidangan yang melibatkan almarhum dan pengusaha Muhaimin Syarif (MS).
Dengan demikian, tidak benar KPK memeriksa menantu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo yakni Bobby Nasution dan juga putra bungsu Jokowi yakni Kaesang Pangarep pada April 2025.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “KPK periksa Bobby dan Kaesang terkait kasus ‘blok Medan’” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[antaranews.com] Hoaks! KPK periksa Bobby dan Kaesang terkait kasus ‘Blok Medan’ pada awal April
- https://www.antaranews.com/berita/4798729/hoaks-kpk-periksa-bobby-dan-kaesang-terkait-kasus-blok-medan-pada-awal-april
- https://www.tiktok.com/@suarakan.kebenaran/video/7493838930089987346 (arsip unggahan akun Tiktok “@suarakan.kebenaran”)
- https://turnbackhoax.id/wp-content/uploads/2025/05/photo_6098305501474439954_y.jpg (arsip unggahan akun Tiktok “@suarakan.kebenaran”)
(GFD-2025-26806) Keliru: Rosianna Silalahi Promosi Pengobatan Mata dengan Soda Dapur
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2025
Berita
SEBUAH akun di Facebook [arsip] mengunggah video berlogo Kompas TV yang menyiarkan Rosianna Silalahi memberikan informasi pengobatan mata. Sebagai presenter, Rosi menyampaikan tentang penemuan metode memulihkan penglihatan hingga 100 persen hanya dalam waktu 48 jam.
Dalam video itu, Rosi menyebut seorang dokter mata asal Indonesia yang telah menemukan minuman untuk memulihkan penglihatan. Obat tersebut diklaim telah menyembuhkan 5 juta orang.
Benarkah Rossi menayangkan program promosi pengobatan mata dengan soda dapur yang ditemukan oleh seorang dokter?
Dalam video itu, Rosi menyebut seorang dokter mata asal Indonesia yang telah menemukan minuman untuk memulihkan penglihatan. Obat tersebut diklaim telah menyembuhkan 5 juta orang.
Benarkah Rossi menayangkan program promosi pengobatan mata dengan soda dapur yang ditemukan oleh seorang dokter?
Hasil Cek Fakta
Verifikasi Tempo menunjukkan, potongan video Rosianna Silalahi di Kompas TV yang menyiarkan pengobatan mata tersebut adalah hasil suntingan. Audio itu diubah dari aslinya dengan menggunakan kecerdasan buatan (generated-AI audio).
Tempo menelusuri video Kompas TV dengan menggunakan kata kunci di Youtube. Hasilnya, video Rosi tersebut sebenarnya pernah dipublikasikan di akun YouTube Kompas TV pada 8 November 2024 dengan judul [FULL] Mendikti Saintek Klarifikasi soal LPDP, UKT Mahal berujung Pinjol, sampai Obral Gelar | ROSI.
Video tersebut berisi obrolan antara Rosianna Silalahi dengan mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Kabinet Merah Putih, Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro. Saat itu, Satryo menjawab permasalahan yang dialami mahasiswa mulai dari UKT mahal yang berujung pinjol, pembungkaman suara kritis, hingga perisakan.
Dalam video itu, Rosi tidak mempromosikan minuman pemulih penglihatan hingga 100 persen seperti pada unggahan di atas.
Pria yang memberikan testimoni dalam video tersebut adalah Prof. dr. Budu, PhD, SPM, MMedEdu dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Video tersebut pernah dirilis oleh kanal YouTube Identitas Unhas pada 1 Desember 2021, yang membahas pemilihan rektor Unhas.
Prof. Budu menceritakan tentang alasannya maju dalam pemilihan rektor 2021 dan visi-misinya setelah terpilih sebagai rektor. Dia tidak menyampaikan testimoni tentang keberhasilan pengobatan mata dengan metode soda dapur, seperti dalam konten di atas.
Tempo juga memverifikasi video dengan alat pemindai AI, Hive Moderation.com. Hasil analisis menunjukkan bahwa 99 persen kemungkinan audio dalam video Kompas TV itu telah diubah dengan generator AI.
Manfaat Soda untuk Mata
Narasi bahwa soda bisa mengobati penyakit mata atau memperbaiki penglihatan, pernah beredar di India. Dikutip dari The Healthy Indian Project, organisasi pemeriksa fakta kesehatan di India, soda tidak dapat menyembuhkan masalah penglihatan.
Masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisma biasanya disebabkan oleh bentuk mata atau kesehatan retina dan tidak dapat diperbaiki dengan pengobatan rumahan atau perawatan eksternal seperti soda. Kondisi ini memerlukan lensa korektif, pembedahan, atau intervensi medis, tergantung pada tingkat keparahannya.
Tidak ada bukti bahwa penglihatan dapat diperbaiki 100% dalam 24 jam. Perbaikan penglihatan memerlukan waktu dan didasarkan pada kondisi spesifik yang sedang dirawat.
Tempo menelusuri video Kompas TV dengan menggunakan kata kunci di Youtube. Hasilnya, video Rosi tersebut sebenarnya pernah dipublikasikan di akun YouTube Kompas TV pada 8 November 2024 dengan judul [FULL] Mendikti Saintek Klarifikasi soal LPDP, UKT Mahal berujung Pinjol, sampai Obral Gelar | ROSI.
Video tersebut berisi obrolan antara Rosianna Silalahi dengan mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Kabinet Merah Putih, Prof. Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro. Saat itu, Satryo menjawab permasalahan yang dialami mahasiswa mulai dari UKT mahal yang berujung pinjol, pembungkaman suara kritis, hingga perisakan.
Dalam video itu, Rosi tidak mempromosikan minuman pemulih penglihatan hingga 100 persen seperti pada unggahan di atas.
Pria yang memberikan testimoni dalam video tersebut adalah Prof. dr. Budu, PhD, SPM, MMedEdu dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Video tersebut pernah dirilis oleh kanal YouTube Identitas Unhas pada 1 Desember 2021, yang membahas pemilihan rektor Unhas.
Prof. Budu menceritakan tentang alasannya maju dalam pemilihan rektor 2021 dan visi-misinya setelah terpilih sebagai rektor. Dia tidak menyampaikan testimoni tentang keberhasilan pengobatan mata dengan metode soda dapur, seperti dalam konten di atas.
Tempo juga memverifikasi video dengan alat pemindai AI, Hive Moderation.com. Hasil analisis menunjukkan bahwa 99 persen kemungkinan audio dalam video Kompas TV itu telah diubah dengan generator AI.
Manfaat Soda untuk Mata
Narasi bahwa soda bisa mengobati penyakit mata atau memperbaiki penglihatan, pernah beredar di India. Dikutip dari The Healthy Indian Project, organisasi pemeriksa fakta kesehatan di India, soda tidak dapat menyembuhkan masalah penglihatan.
Masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisma biasanya disebabkan oleh bentuk mata atau kesehatan retina dan tidak dapat diperbaiki dengan pengobatan rumahan atau perawatan eksternal seperti soda. Kondisi ini memerlukan lensa korektif, pembedahan, atau intervensi medis, tergantung pada tingkat keparahannya.
Tidak ada bukti bahwa penglihatan dapat diperbaiki 100% dalam 24 jam. Perbaikan penglihatan memerlukan waktu dan didasarkan pada kondisi spesifik yang sedang dirawat.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa video klaim Rosiana Silalahi menyiarkan tentang metode penyembuhan mata dengan soda dapur adalah keliru.
TIM CEK FAKTA TEMPO
**Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]
TIM CEK FAKTA TEMPO
**Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]
Rujukan
- https://www.facebook.com/61557649612464/videos/648265191274958/?rdid=5J97HRWiYnIOTEIg
- https://mvau.lt/media/601ceb3e-2659-4201-87c8-4853b8b57b47
- https://www.youtube.com/watch?v=Lw7MbD8aQo8
- https://www.youtube.com/watch?v=yj4T_8boLXI
- http://hivemoderation.com
- https://www-thip-media.translate.goog/health-news-fact-check/can-a-5-second-baking-soda-remedy-cure-vision-problems/95449/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=wapp&_x_tr_hist=true /cdn-cgi/l/email-protection#1d7e78767b7c76697c5d6978706d72337e72337479
Halaman: 1848/7929



