KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut telah mengumumkan pengakuan terhadap Palestina.
Namun, dalam pernyataan itu Trump menyebutkan bahwa Palestina akan berdiri di tanah Perancis karena kesamaan geologis.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Pernyataan Trump mengenai Palestina akan berdiri di Perancis disebarkan oleh akun Facebook ini pada Minggu (11/5/2025). Arsipnya dapat dilihat di sini.
Berikut narasi yang ditulis
Presiden Donald Trump baru saja mengumumkan pengakuan negara Palestina.
la menambahkan: "Palestina akan berdiri di Prancis. Sebagian besar wilayah Prancis sudah tampak seperti Gaza, jadi warga Palestina akan merasa seperti di rumah sendiri, dan Prancis tidak akan melihat perbedaan apa pun."
(GFD-2025-26965) [HOAKS] Pernyataan Trump soal Palestina Akan Berdiri di Perancis
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan pernyataan dari Donald Trump atau Gedung Putih mengenai pengakuan terhadap Palestina dan penempatannya di Perancis.
Narasi di media sosial beredar setelah Perancis mengumumkan mengenai pengakuan terhadap Palestina sebagai negara pada Juni 2025.
Perancis dijadwalkan memimpin konferensi PBB selama dua hari bersama Arab Saudi di New York pada bulan tersebut.
Dilansir Euro News, Presiden Perancis Emmanuel Macron menyampaikan kemungkinan pembahasan pengakuan sebagai negara terhadap Palestina dalam konferensi mendatang.
Berdasarkan data Al Jazeera, per 10 April 2025, Palestina diakui sebagai negara berdaulat oleh 147 dari 193 negara anggota PBB.
Angka tersebut menunjukkan bahwa 75 persen masyarakat dunia mengakui Palestina sebagai negara.
Vatikan, sebagai negara yang memegang status sebagai pengamat di PBB juga mengakui Palestina.
Sementara AS tidak termasuk dalam daftar negara yang mengakui Palestina sebagai negara.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengusulkan akan merelokasi warga Palestina ke negara-negara tetangga. Ia berencana mengambil alih dan membangun kembali Jalur Gaza.
"AS akan mengambil alih Jalur Gaza, dan kami juga akan melakukan pekerjaan di sana," kata Trump, pada 4 Februari 2025, saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Netanyahu.
Pernyataan itu menuai berbagai kecaman. Pasalnya, warga Gaza beserta tanah yang mereka diami merupakan bagian dari Palestina.
Militer Israel melancarkan operasi untuk menghancurkan Hamas sebagai respons atas serangan 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang.
Lebih dari 48.200 orang telah tewas di Gaza sejak saat itu.
Sebagian besar penduduk Gaza juga telah mengungsi dan hampir 70 persen bangunan di wilayah tersebut rusak atau hancur.
Dilansir BBC, pemimpin Mesir dan Yordania, sebagai negara tetangga, telah menolak rencana Trump tersebut.
Narasi di media sosial beredar setelah Perancis mengumumkan mengenai pengakuan terhadap Palestina sebagai negara pada Juni 2025.
Perancis dijadwalkan memimpin konferensi PBB selama dua hari bersama Arab Saudi di New York pada bulan tersebut.
Dilansir Euro News, Presiden Perancis Emmanuel Macron menyampaikan kemungkinan pembahasan pengakuan sebagai negara terhadap Palestina dalam konferensi mendatang.
Berdasarkan data Al Jazeera, per 10 April 2025, Palestina diakui sebagai negara berdaulat oleh 147 dari 193 negara anggota PBB.
Angka tersebut menunjukkan bahwa 75 persen masyarakat dunia mengakui Palestina sebagai negara.
Vatikan, sebagai negara yang memegang status sebagai pengamat di PBB juga mengakui Palestina.
Sementara AS tidak termasuk dalam daftar negara yang mengakui Palestina sebagai negara.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengusulkan akan merelokasi warga Palestina ke negara-negara tetangga. Ia berencana mengambil alih dan membangun kembali Jalur Gaza.
"AS akan mengambil alih Jalur Gaza, dan kami juga akan melakukan pekerjaan di sana," kata Trump, pada 4 Februari 2025, saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Netanyahu.
Pernyataan itu menuai berbagai kecaman. Pasalnya, warga Gaza beserta tanah yang mereka diami merupakan bagian dari Palestina.
Militer Israel melancarkan operasi untuk menghancurkan Hamas sebagai respons atas serangan 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang.
Lebih dari 48.200 orang telah tewas di Gaza sejak saat itu.
Sebagian besar penduduk Gaza juga telah mengungsi dan hampir 70 persen bangunan di wilayah tersebut rusak atau hancur.
Dilansir BBC, pemimpin Mesir dan Yordania, sebagai negara tetangga, telah menolak rencana Trump tersebut.
Kesimpulan
Narasi mencatut Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan bahwa Palestina akan berdiri di Perancis merupakan hoaks.
Narasi itu merupakan respons atas rencana Perancis mengenai pengakuan kepada Palestina sebagai negara berdaulat pada Juni 2025.
Trump memiliki rencana mengambil alih Jalur Gaza dan merelokasi warga Palestina ke negara tetangga. Namun ia tidak spesifik menyebut Perancis.
Narasi itu merupakan respons atas rencana Perancis mengenai pengakuan kepada Palestina sebagai negara berdaulat pada Juni 2025.
Trump memiliki rencana mengambil alih Jalur Gaza dan merelokasi warga Palestina ke negara tetangga. Namun ia tidak spesifik menyebut Perancis.
Rujukan
- https://www.facebook.com/dion.laser.3/posts/pfbid03bwhQu6WaGjoEDZmb5BnCjA5s2UYmGp4mJqd6V97RC3hSc3D7ThQcrbAqwrsuEDml
- https://ghostarchive.org/archive/sd4YI
- https://www.euronews.com/my-europe/2025/04/09/president-macron-announces-potential-recognition-of-palestinian-state-in-coming-months
- https://www.aljazeera.com/news/2025/4/10/mapping-which-countries-recognise-palestine-in-2025
- https://www.foxnews.com/politics/level-it-trump-says-us-take-over-gaza-strip-rebuild
- https://www.bbc.com/news/articles/cn57neepx4vo
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26966) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Satpol PP Akan Paksa Warga Uji Coba Vaksin TBC
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi yang mengeklaim Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP bakal dikerahkan untuk memaksa masyarakat menerima suntikan vaksin TBC.
Narasi itu beredar setelah pemerintah mengumumkan kerja sama dengan Bill Gates untuk menjadikan Indonesia lokasi uji klinis vaksin TBC yang dikembangkan Gates Foundation.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru dan informasinya perlu diluruskan.
Narasi yang mengeklaim Satpol PP akan dikerahkan untuk memaksa masyarakat menerima vaksin TBC dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Senin (12/5/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Hati hati....*INILAH AGENDA MANDATORI VAKSIN 2025 BUATAN BILL GATES YANG DITOLAK OLEH NEGARA2 TAPI DISAMBUT BAIK OLEH PRABOWO... MANTAAAP PAK, JADIKAN RAKYATMU MENJADI KELINCI PERCOBAAN*
Prabowo akan melakukan pemaksaan dengan cara" licikAgar rakyat tdk bisa melakukan aktivitas jika belum di Vaksin TBCatau mempersulit kebutuhan rakyat nya jika suntik vaksin TBC blm di lakukanBajingan bukan ...?!!
Narasi itu beredar setelah pemerintah mengumumkan kerja sama dengan Bill Gates untuk menjadikan Indonesia lokasi uji klinis vaksin TBC yang dikembangkan Gates Foundation.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru dan informasinya perlu diluruskan.
Narasi yang mengeklaim Satpol PP akan dikerahkan untuk memaksa masyarakat menerima vaksin TBC dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Senin (12/5/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Hati hati....*INILAH AGENDA MANDATORI VAKSIN 2025 BUATAN BILL GATES YANG DITOLAK OLEH NEGARA2 TAPI DISAMBUT BAIK OLEH PRABOWO... MANTAAAP PAK, JADIKAN RAKYATMU MENJADI KELINCI PERCOBAAN*
Prabowo akan melakukan pemaksaan dengan cara" licikAgar rakyat tdk bisa melakukan aktivitas jika belum di Vaksin TBCatau mempersulit kebutuhan rakyat nya jika suntik vaksin TBC blm di lakukanBajingan bukan ...?!!
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, narasi itu mencatut artikel Kumparan, 9 Mei 2025. Artikel itu memberitakan rencana Kemenkes melibatkan Satpol PP untuk screening warga TBC.
Tindakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus TBC, bukan untuk memaksa warga disuntik vaksin TBC.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, setiap tahunnya yang mengalami penyakit TBC atau tuberkulosis di Indonesia berjumlah satu juta.
Sementara pasien yang meninggal dunia karena TBC sebanyak 125.000. Sehingga, setiap menitnya ada 4 orang yang meninggal dunia.
Guna mengantisipasi peningkatan kasus TBC, screening atau pemeriksaan diperlukan secara menyeluruh, baik pasien TBC yang menunjukkan gejala ataupun tidak bergejala.
Budi berencana untuk melibatkan Satpol PP dalam melakukan screening kepada warga untuk mencegah penularan TBC.
Terkait pengembangan vaksin TBC oleh Gates Foundation, Kemenkes dalam pemberitaan Kompas.com menyebutkan uji klinis di Indonesia sudah dilaksanakan sejak 3 September 2024.
Sejauh ini 2.095 warga Indonesia tercatat sebagai partisipan dari total 20.081 orang dari lima negara lokasi uji klinis. Adapun perekrutan peserta berakhir pada 16 April 2025.
Merujuk pernyataan Kemenkes tersebut, uji coba vaksin TBC ini dilakukan dengan partisipan terbatas. Uji coba bukan dilakukan terhadap seluruh masyarakat Indonesia.
Tindakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus TBC, bukan untuk memaksa warga disuntik vaksin TBC.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, setiap tahunnya yang mengalami penyakit TBC atau tuberkulosis di Indonesia berjumlah satu juta.
Sementara pasien yang meninggal dunia karena TBC sebanyak 125.000. Sehingga, setiap menitnya ada 4 orang yang meninggal dunia.
Guna mengantisipasi peningkatan kasus TBC, screening atau pemeriksaan diperlukan secara menyeluruh, baik pasien TBC yang menunjukkan gejala ataupun tidak bergejala.
Budi berencana untuk melibatkan Satpol PP dalam melakukan screening kepada warga untuk mencegah penularan TBC.
Terkait pengembangan vaksin TBC oleh Gates Foundation, Kemenkes dalam pemberitaan Kompas.com menyebutkan uji klinis di Indonesia sudah dilaksanakan sejak 3 September 2024.
Sejauh ini 2.095 warga Indonesia tercatat sebagai partisipan dari total 20.081 orang dari lima negara lokasi uji klinis. Adapun perekrutan peserta berakhir pada 16 April 2025.
Merujuk pernyataan Kemenkes tersebut, uji coba vaksin TBC ini dilakukan dengan partisipan terbatas. Uji coba bukan dilakukan terhadap seluruh masyarakat Indonesia.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Satpol PP akan dikerahkan untuk memaksa masyarakat menerima vaksin TBC adalah informasi keliru.
Menkes Budi Gunadi Sadikin melibatkan Satpol PP dalam melakukan screening kepada warga untuk mencegah penularan TBC, bukan untuk memaksa warga disuntik vaksin TBC.
Selain itu, uji coba vaksin TBC yang dikembangkan Gates Foundation di Indonesia dilakukan dengan partisipan terbatas. Uji coba bukan dilakukan terhadap seluruh masyarakat Indonesia.
Menkes Budi Gunadi Sadikin melibatkan Satpol PP dalam melakukan screening kepada warga untuk mencegah penularan TBC, bukan untuk memaksa warga disuntik vaksin TBC.
Selain itu, uji coba vaksin TBC yang dikembangkan Gates Foundation di Indonesia dilakukan dengan partisipan terbatas. Uji coba bukan dilakukan terhadap seluruh masyarakat Indonesia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/BAygon.ICe9/posts/pfbid0ihoSAjZWwHDxx98j9PCXXxMeyZEQYKXwyz4kma6iMw7ZQEBctsciET5e7wkcoq3xl
- https://www.facebook.com/amirulmuminin.khalifah/posts/pfbid02isdT9kb54MpNK2fSFMhpMTT3FKdi4owFHjvWjPnSdztscbKgTug9Z6vcLEqs4K2rl
- https://www.facebook.com/wiwin.win.37454961/posts/pfbid02U8jSZGXHn5VymYDgu8b3ipA5JeZcF9qdQQbMkf8EB4r17K9S9Qy2mkUZHyQBKqyHl
- https://kumparan.com/kumparannews/menkes-bakal-libatkan-satpol-pp-screening-warga-terkait-tbc-252ETsTvkSX/full
- https://www.kompas.com/jawa-timur/read/2025/05/14/104256188/vaksin-tbc-bill-gates-diuji-di-indonesia-menkes-bukan-kelinci?page=all#page2
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26971) [HOAKS] Yaqut Sebut Uang Haji yang Dia Pakai Dibagi Dua dengan Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berupa tangkap layar judul artikel yang mengeklaim mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut uang kuota haji yang ia pakai dibagi dua dengan Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
Namun, setelah ditelusuri artikel itu merupakan hasil manipulasi sehingga narasi itu hoaks.
Sebagai konteks, Yaqut sempat dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji pada 2024. DPR juga membentuk Panitia Khusus Angket Haji 2024 untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan kuota jemaah haji.
Tangkap layar dari artikel yang mengeklaim Yaqut Cholil Qoumas menyebut uang kuota haji yang ia pakai dibagi dua dengan Jokowi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul "Gus Yaqut Kuota Uang Haji Yang Saya Pakai Bagi Dua Sama Pak Jokowi Gibran Saksinya".
Namun, setelah ditelusuri artikel itu merupakan hasil manipulasi sehingga narasi itu hoaks.
Sebagai konteks, Yaqut sempat dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji pada 2024. DPR juga membentuk Panitia Khusus Angket Haji 2024 untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan kuota jemaah haji.
Tangkap layar dari artikel yang mengeklaim Yaqut Cholil Qoumas menyebut uang kuota haji yang ia pakai dibagi dua dengan Jokowi muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel berjudul "Gus Yaqut Kuota Uang Haji Yang Saya Pakai Bagi Dua Sama Pak Jokowi Gibran Saksinya".
Hasil Cek Fakta
Saat dicermati terdapat watermark "Republika.co.id" di bagian foto yang menunjukkan artikel tersebut diterbitkan oleh media Republika.
Namun setelah ditelusuri, di laman Republika tidak ditemukan pemberitaan soal Yaqut menyebut uang kuota haji yang ia dipakai dibagi dua dengan Jokowi.
Penelusuran lebih lanjut menemukan, konten itu memanipulasi artikel di laman Republika yang tayang 4 Oktober 2023. Artikel asli berjudul "Gus Yaqut: Saya Punya Kewajiban Sebagai Menag Jaga Agama tak Diperalat Urusan Politik".
Artikel itu membahas pernyataan Yaqut soal ajakan untuk tidak memilih pemimpin yang pandai berbicara manis dan menggunakan agama sebagai alat politik.
Pernyataan itu dikeluarkan Yaqut saat ia masih menjabat Menteri Agama dan menjelang Pemilihan Presiden 2024.
Sebelumnya di media sosial juga muncul hoaks terkait dana haji yang mencatut beberapa figur publik. Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini, di sini dan di sini
Namun setelah ditelusuri, di laman Republika tidak ditemukan pemberitaan soal Yaqut menyebut uang kuota haji yang ia dipakai dibagi dua dengan Jokowi.
Penelusuran lebih lanjut menemukan, konten itu memanipulasi artikel di laman Republika yang tayang 4 Oktober 2023. Artikel asli berjudul "Gus Yaqut: Saya Punya Kewajiban Sebagai Menag Jaga Agama tak Diperalat Urusan Politik".
Artikel itu membahas pernyataan Yaqut soal ajakan untuk tidak memilih pemimpin yang pandai berbicara manis dan menggunakan agama sebagai alat politik.
Pernyataan itu dikeluarkan Yaqut saat ia masih menjabat Menteri Agama dan menjelang Pemilihan Presiden 2024.
Sebelumnya di media sosial juga muncul hoaks terkait dana haji yang mencatut beberapa figur publik. Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini, di sini dan di sini
Kesimpulan
Judul artikel yang mengeklaim Yaqut Cholil Qoumas menyebut uang kuota haji yang dia pakai dibagi dua dengan Jokowi merupakan hasil manipulasi.
Konten tersebut memanipulasi artikel di laman Republika sehingga berjudul: "Gus Yaqut Kuota Uang Haji Yang Saya Pakai Bagi Dua Sama Pak Jokowi Gibran Saksinya".
Padahal artikel asli berjudul berjudul: "Gus Yaqut: Saya Punya Kewajiban sebagai Menag Jaga Agama Tak Diperalat Urusan Politik".
Konten tersebut memanipulasi artikel di laman Republika sehingga berjudul: "Gus Yaqut Kuota Uang Haji Yang Saya Pakai Bagi Dua Sama Pak Jokowi Gibran Saksinya".
Padahal artikel asli berjudul berjudul: "Gus Yaqut: Saya Punya Kewajiban sebagai Menag Jaga Agama Tak Diperalat Urusan Politik".
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/p/16DF5YYxyU/
- https://www.facebook.com/share/p/1BPf44DrFq/
- https://www.facebook.com/share/p/1FPUvaDNow/
- https://news.republika.co.id/berita/s204fq377/gus-yaqut-saya-punya-kewajiban-sebagai-menag-jaga-agama-tak-diperalat-urusan-politik
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/03/17/143600982/-hoaks-gibran-sebut-pemerintah-tidak-berdosa-gunakan-dana-haji-karena
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/04/15/183000682/-hoaks-ahy-sebut-masyarakat-ikhlaskan-dana-haji-yang-dibawa-kabur-yaqut
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/03/19/111000182/-hoaks-budi-arie-kembalikan-dana-haji-yang-terpakai-untuk-ikn-dalam
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26972) [HOAKS] TKW Asal Jember Ditemukan Hidup dalam Peti Es di Vietnam
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi mengenai tenaga kerja wanita (TKW) asal Jember, Jawa Timur yang ditemukan hidup dalam peti es oleh petugas di Pelabuhan Hifong, Vietnam.
Narasi itu menyebutkan, sebelumnya TKW bernama Sri Wahyuni tersebut bekerja di Phnom Penh, Kamboja dan dilaporkan hilang sejak Januari 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi mengenai TKW asal Jember yang ditemukan di dalam peti es di Vietnam disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (13/5/2025):
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) ditemukan dalam peti es dan masih hidup.
TKW tersebut bernama Sri Wahyuni (27) asal Jember. Disebutkan pula Sri diketahui merupakan TKW di Phnom Penh, Kamboja sejak Agustus 2024.
Sri ditemukan dalam kontainer berisi peti es di Pelabuhan Hifong, Vietnam. Petugas yang curiga kemudian membuka kontainer dan peti es yang dicurigai milik jaringan penyelundupan organ atau jasad manusia.
saat ditemukan Sri ditemukan dalam keadaan terbaring dan memejamkan mata. Petugas yang mengetahui semakin kaget karena Sri membukakan mata dan tersenyum tipis.
Narasi itu menyebutkan, sebelumnya TKW bernama Sri Wahyuni tersebut bekerja di Phnom Penh, Kamboja dan dilaporkan hilang sejak Januari 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi mengenai TKW asal Jember yang ditemukan di dalam peti es di Vietnam disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (13/5/2025):
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) ditemukan dalam peti es dan masih hidup.
TKW tersebut bernama Sri Wahyuni (27) asal Jember. Disebutkan pula Sri diketahui merupakan TKW di Phnom Penh, Kamboja sejak Agustus 2024.
Sri ditemukan dalam kontainer berisi peti es di Pelabuhan Hifong, Vietnam. Petugas yang curiga kemudian membuka kontainer dan peti es yang dicurigai milik jaringan penyelundupan organ atau jasad manusia.
saat ditemukan Sri ditemukan dalam keadaan terbaring dan memejamkan mata. Petugas yang mengetahui semakin kaget karena Sri membukakan mata dan tersenyum tipis.
Hasil Cek Fakta
Seperti diwartakan Kompas.com, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Sigit Priyanto informasi tersebut diduga hoaks.
“Secara logika, sampai dengan saat ini pihak Kemlu maupun KBRI Phnom Penh pun belum ada bersurat ke Pemda setempat" kata Sigit pada Selasa (13/5/2025).
Setelah ditelusuri lebih lanjut, narasi yang beredar bersumber dari video di kanal YouTube Berkisah yang diunggah pada 24 April 2025.
Video tersebut berisi kumpulan klip dan pembacaan cerita oleh narator.
Pengunggah memberi label "Altered or synthetic content" pada video tersebut. Artinya, video merupakan konten buatan yang tidak berdasarkan kisah nyata.
Cerita TKW Jember masuk dalam peti es pernah beredar pada 2010, berdasarkan kisah dari Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jatim, Mohammad Cholily.
Dilansir Tribunnews.com, TKW berinisial merupakan korban perdagangan manusia yang akan dikirim ke Malaysia.
Untuk menghindari pemeriksaan polisi Malaysia, DN sempat dimasukkan dalam peti es di kapal. Kasus DN telah diselidiki Polres Jember.
“Secara logika, sampai dengan saat ini pihak Kemlu maupun KBRI Phnom Penh pun belum ada bersurat ke Pemda setempat" kata Sigit pada Selasa (13/5/2025).
Setelah ditelusuri lebih lanjut, narasi yang beredar bersumber dari video di kanal YouTube Berkisah yang diunggah pada 24 April 2025.
Video tersebut berisi kumpulan klip dan pembacaan cerita oleh narator.
Pengunggah memberi label "Altered or synthetic content" pada video tersebut. Artinya, video merupakan konten buatan yang tidak berdasarkan kisah nyata.
Cerita TKW Jember masuk dalam peti es pernah beredar pada 2010, berdasarkan kisah dari Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jatim, Mohammad Cholily.
Dilansir Tribunnews.com, TKW berinisial merupakan korban perdagangan manusia yang akan dikirim ke Malaysia.
Untuk menghindari pemeriksaan polisi Malaysia, DN sempat dimasukkan dalam peti es di kapal. Kasus DN telah diselidiki Polres Jember.
Kesimpulan
Narasi mengenai TKW asal Jember yang ditemukan di dalam peti es di Vietnam merupakan hoaks.
Narasi itu bersumber dari video YouTube yang memuat klip dan cerita buatan. Kisah TKW asal Jember masuk peti es pernah beredar pada 2010, tetapi berlokasi di Malaysia.
Narasi itu bersumber dari video YouTube yang memuat klip dan cerita buatan. Kisah TKW asal Jember masuk peti es pernah beredar pada 2010, tetapi berlokasi di Malaysia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo?fbid=24299762059625551&set=gm.2185638305252699&idorvanity=1345936839222854
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=698837066424722&set=a.307971852177914
- https://www.facebook.com/meli.garingging/posts/pfbid0d7za9pmkKRQHVyzZqGZBxUKWhQDDZK6JnX2r55XA5G9nYhjmSduT87nCGaaWD3LJl
- https://www.facebook.com/normamifta18/posts/pfbid02M64tfefXyvFAADD3mGLnvQg2YcXzptU1GYinQfuKBnUnhP7Spj53zyWz9fuC6fVml
- https://surabaya.kompas.com/read/2025/05/13/181045478/video-tkw-asal-jember-ditemukan-hidup-dalam-peti-es-diselidiki-ada-dugaan
- https://www.youtube.com/watch?v=PebXLe9Qd9A
- https://www.tribunnews.com/nasional/2010/08/17/tkw-asal-jember-sembunyi-2-hari-dalam-peti-es-kapal
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1823/7934