Akun Facebook “Humas Kemensos RI” pada Kamis (24/4/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico menuturkan narasi sebagai berikut:
“Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, saya Robin Rico Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial ingin menyampaikan putusan raker kepada para tenaga kerja Indonesia bahwa putusan hasil rapat dengan Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan anggaran tunjangan kesehatan kepada 20 orang setiap negara senilai Rp150.000.000. Untuk proses penerimaan bantuan tersebut, silakan inbox nama dan negara tempat anda bekerja”
(GFD-2025-26955) [PENIPUAN] Program “Tunjangan Kesehatan dari Kemensos dan Kemenkes”
Sumber: FacebookTanggal publish: 14/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menggunakan Google Image Reverse untuk mencari tahu konteks asli video. Penelusuran teratas mengarah ke artikel di laman resmi kemensos.go.id “Rapat Usulan Pembentukan Peningkatan Unit Pelaksana Kemensos” tayang Maret 2025.
Konteks asli video adalah momen ketika Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico membahas usulan pembentukan peningkatan unit pelaksana Kementerian Sosial. Tidak ada pembicaraan tentang pemberian tunjangan kesehatan bersama Kementerian Kesehatan,
TurnBackHoax kemudian mengunduh video tersebut dan mengunggahnya ke Hive Moderation. Diketahui, video unggahan akun Facebook “Humas Kemensos RI” merupakan hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 70,8 persen.
Konteks asli video adalah momen ketika Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico membahas usulan pembentukan peningkatan unit pelaksana Kementerian Sosial. Tidak ada pembicaraan tentang pemberian tunjangan kesehatan bersama Kementerian Kesehatan,
TurnBackHoax kemudian mengunduh video tersebut dan mengunggahnya ke Hive Moderation. Diketahui, video unggahan akun Facebook “Humas Kemensos RI” merupakan hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 70,8 persen.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “Kemensos dan Kemenkes berikan tunjangan kesehatan” merupakan konten tiruan (impostor content).
Rujukan
- http[kemensos.go.id] Rapat Usulan Pembentukan Peningkatan Unit Pelaksana Kemensos [Hive Moderation] arsip hasil deteksi AI video Sekjen Kemensos
- https://kemensos.go.id/berita-foto/sekretariat-jenderal/rapat-usulan-pembentukan-peningkatan-unit-pelaksana-kemensos (laman resmi Kementerian Sosial)
- https://ibb.co.com/yFfq4j8r (arsip hasil deteksi AI Hive Moderation)
- https://www.facebook.com/61575789264241/videos/1170065747927786/ (unggahan akun Facebook “Humas Kemensos RI”)
- https://archive.ph/DVOxF (arsip unggahan akun Facebook “Humas Kemensos RI”)
(GFD-2025-26956) Cek Fakta: Wabah Virus Velocity Menjangkiti Masyarakat
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
Murianews, Kudus – Beredar video yang menarasikan telah muncul wabah virus velocity yang telah menjangkiti masyarakat. Yuk cek faktanya lebih dulu.
Video yang menarasikan adanya wabah virus velocity itu salah satunya diunggah akun Facebook bernama Rahman Abdjul pada 18 April 2025 lalu.
”FENOMENA WABAH TIKTOK VELOCITY sindrom merebak luas,” tulis akun tersebut.
Dalam video berdurasi 2 menit 12 detik itu menampilkan warga yang melakukan joget velocity di beberapa aktivitasnya.
Untuk melihat video tersebut dapat klik tautan ini. Adapun, tangkap layar dari unggahan tersebut sebagai berikut:
Tangkap layar video yang dinarasikan wabah virus velocity telah menjangkiti masyarakat. (Istimewa/Facebook)
Penelusuran…
Penelusuran…
Setelah dicermati, Tim Cek Fakta Murianews.com mendapati video yang diklaim adanya wabah virus velocity itu memiliki watermark sebuah akun TikTok bernama balefilm_official di bagian pojok kanan atas.
Tim Cek Fakta Murianews.com kemudian menelusuri sumber video itu di TikTok dan mencari nama akun balefilm_official. Hasilnya ditemukan video serupa yang diunggah pada 9 April 2025.
”Viral! Sindrom velocity merebak! Hati-hati buat masyarakat Konoha,” tulis akun TikTok tersebut.
Pada bagian deskripsi akun, balefilm_official menyebutkan video yang diunggah merupakan konten hiburan parodi, short film, dan sketsa.
Di kanal YouTube Bale Film, juga ditemukan video serupa. Pemilik akun menyebutkan, video tersebut adalah konten parodi tentang fenomena joget velocity yang menjadi tren.
Bale Films menegaskan konten itu bersifat fiktif atau rekaan semata. Tidak ada wabah penyakit velocity yang menjangkiti masyarakat.
Adapun sumber video tersebut dapat diklik di tautan ini dan ini.
Kesimpulan…
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran, video yang diklaim menunjukkan wabah virus velocity merupakan disinformasi dengan jenis satire atau parodi.
Konten ini biasanya tidak memiliki niat jahat, namun cukup mengecoh masyarakat. Biasanya, konten ini dikemas dengan unsur parodi, ironi, bahkan sarkasme yang sengaja dibuat untuk menyindir pihak tertentu.
Satire ini dibuat sebagai bentuk kritik pada personal maupun kelompok tertentu untuk menanggapi isu yang tengah terjadi. Meski tidak berbahaya, konten ini dianggap sebagian masyarakat sebagai kebenaran.
(GFD-2025-26957) Menyesatkan: Vaksin Hanya Produk Rekayasa yang Membahayakan Generasi Mendatang
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
SEBUAH akun di Threads [arsip] membagikan video berisi pernyataan dr Agung Sapta Adi mengenai vaksin, pada 8 Mei 2025. Pernyataan tersebut dihubungkan dengan rencana uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan oleh Bill Gates Foundation.
Video itu beredar di tengah kunjungan pendiri Microsoft itu ke Indonesia pada 7 Mei 2025. Dalam video tersebut, dr. Agung Sapta Adi mengatakan, vaksin disiapkan sebelum ada penyakitnya sehingga berbahaya bagi kesehatan generasi mendatang seperti menjadi bodoh atau mandul. Dia juga menyebut bahwa Melinda & Bill Gates Foundation hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar untuk vaksin.
Benarkah vaksin adalah rekayasa yang dapat membahayakan generasi mendatang?
Video itu beredar di tengah kunjungan pendiri Microsoft itu ke Indonesia pada 7 Mei 2025. Dalam video tersebut, dr. Agung Sapta Adi mengatakan, vaksin disiapkan sebelum ada penyakitnya sehingga berbahaya bagi kesehatan generasi mendatang seperti menjadi bodoh atau mandul. Dia juga menyebut bahwa Melinda & Bill Gates Foundation hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar untuk vaksin.
Benarkah vaksin adalah rekayasa yang dapat membahayakan generasi mendatang?
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim tersebut dengan bantuan Google Lens dan wawancara ahli. Hasilnya, vaksin memiliki lebih banyak manfaat bagi kesehatan.
Sumber video yang beredar tersebut berasal dari unggahan akun YouTube Refly Harun pada 20 Oktober 2024 berjudul Live Dokter Agung Sapta Adi: Kesehatan yang Sakit! Intervensi Global di Balik Menteri Kesehatan RI!.
Video tersebut direkam jauh sebelum kedatangan Bill Gates ke Indonesia pada 7 Mei 2025.
Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman menilai bahwa klaim yang menyebut bahwa vaksin adalah rekayasa karena dibuat sebelum sakitnya muncul adalah bentuk kesalahpahaman. Dalam prinsip public health intervention, upaya pencegahan menjadi strategi utama. Vaksin merupakan senjata utama public health.
Vaksin adalah bagian dari strategi kesehatan publik yang menekankan pencegahan, bukan pengobatan setelah sakit. Jika seseorang sudah jatuh sakit, maka pencegahan menjadi terlambat dan dampaknya merugikan banyak pihak, termasuk secara ekonomi.
“Yang namanya vaksin memang dibuat sebelum orang tersebut sakit. Gunanya untuk melindungi. Tindakan ini dinamakan preemptive atau pencegahan,” kata Dicky kepada Tempo, Kamis, 9 Mei 2025.
Salah satu kebutuhan mendesak akan vaksin yakni terkait dengan penyakit tuberkulosis atau TBC. Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, Laporan Global Tuberculosis pada 2024, Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam hal beban kasus TBC setelah India. Diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus TBC dan 125.000 kematian setiap tahun. Ini berarti ada sekitar 14 kematian setiap jamnya.
Pada tahun 2024, ditemukan sekitar 885 ribu kasus TBC, dengan distribusi yang menunjukkan bahwa 496 ribu kasus terjadi pada laki-laki, 359 ribu pada perempuan, serta 135 ribu kasus pada anak-anak usia 0-14 tahun.
Menurut Dicky, Indonesia telah kehilangan produktivitas karena TBC tersebut banyak diderita oleh usia produktif (15-44 tahun).
Bill Gates dan Vaksin TBC
Bill Gates telah berulang kali menjadi sasaran disinformasi dan teori konspirasi mengenai vaksin, utamanya sejak pandemi COVID-19. Tim riset perusahaan teknologi Blackbird.AI, mendokumentasikan 500 ribu percakapan online di media sosial tradisional, platform percakapan, berita dan web gelap yang menargetkan Bill Gates dengan narasi berbahaya. Percakapan itu terkoordinasi, tidak otentik, dan melakukan serangan naratif yang memanipulasi opini publik dengan klaim yang menimbulkan rasa takut.
Di sektor vaksin, Bill Gates melalui Bill & Melinda Gates Foundation telah lama aktif mendukung pengembangan dan memperluas akses vaksin global, khususnya untuk penyakit menular di negara-negara berkembang. Vaksin-vaksin yang didukung Bill Gates di antaranya pneumonia pneumokokus, rotavirus, meningitis A, kolera, HPV dan polio.
Melalui Gates Medical Research Institute (Gates MRI), anak organisasi nirlaba Bill & Melinda Gates Foundation, telah mensponsori uji coba vaksin TBC M72/AS01E. Kandidat vaksin ini telah dikembangkan sejak awal tahun 2000-an.
Data tuberkulosis di seluruh dunia pada 2022 (Sumber: Our World Data)
Menurut Our World Data, TBC masih menjadi penyakit yang umum di daerah-daerah miskin di dunia dan menjadikannya salah satu penyebab kematian paling umum dari penyakit menular secara global, khususnya terjadi di banyak negara di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Namun, menurut Badan Kesehatan Dunia, vaksinasi BCG yang tersedia sejak 1921 untuk TBC selama ini, hanya memberikan perlindungan parsial untuk bayi dan anak kecil, tetapi tidak melindungi remaja dan orang dewasa yang sebagian besar tertular TBC. Oleh karena itu, dibutuhkan vaksin TBC baru agar target penurunan angka kematian TBC sebesar 95% dan penurunan angka kejadian TB sebesar 90% di seluruh dunia pada tahun 2035 terpenuhi.
Kebutuhan pendanaan untuk vaksin TBC yang mendesak itulah, mendorong Bill Gates foundation berkomitmen mendukung pengembangan vaksin tersebut yang dievaluasi secara klinis oleh perusahaan biofarmasi GSK, serta bermitra dengan Aeras dan International AIDS Vaccine Initiative (IAVI).
Pada Oktober 2023, Gates MRI mengumumkan peluncuran uji klinis fase 3 untuk kandidat vaksin TBC M72/AS01E. Uji ini dilakukan di tujuh negara dengan jumlah TBC yang tinggi yakni Afrika Selatan, Zambia, Kenya, Malawi, Mozambique, India, dan Indonesia. Di Indonesia, uji dilakukan pada lima pusat riset dengan melibatkan sekitar 2.500 relawan.
Menurut Gates MRI, vaksin ini menunjukkan efektivitas 54% dalam uji fase 2B terhadap perkembangan TB aktif pada individu dengan infeksi TB laten. Uji klinis ini diharapkan berlangsung selama empat hingga lima tahun dan melibatkan lebih dari 20.000 peserta di seluruh dunia.
Uji Klinis di Indonesia
Tempo melansir bahwa pemerintah telah merekrut 2.095 partisipan untuk mengikuti uji klinik fase 3. Uji klinik melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), RS Universitas Indonesia (RSUI), RSUP Persahabatan, RS Islam Cempaka Putih Jakarta, serta Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK UNPAD) di Bandung.
Seluruh pelaksanaan uji klinik vaksin M72 di Indonesia diawasi secara ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan RI, serta para ahli vaksin TBC nasional dan global. Jika berhasil, vaksin TBC ini akan menjadi harapan bagi Indonesia. “Ini penting sekali untuk mencegah penularan TB pada orang dewasa muda dan dewasa,” kata Spesialis Penyakit Dalam, Prof. Dr. Zubairi Djoerban.
Sumber video yang beredar tersebut berasal dari unggahan akun YouTube Refly Harun pada 20 Oktober 2024 berjudul Live Dokter Agung Sapta Adi: Kesehatan yang Sakit! Intervensi Global di Balik Menteri Kesehatan RI!.
Video tersebut direkam jauh sebelum kedatangan Bill Gates ke Indonesia pada 7 Mei 2025.
Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman menilai bahwa klaim yang menyebut bahwa vaksin adalah rekayasa karena dibuat sebelum sakitnya muncul adalah bentuk kesalahpahaman. Dalam prinsip public health intervention, upaya pencegahan menjadi strategi utama. Vaksin merupakan senjata utama public health.
Vaksin adalah bagian dari strategi kesehatan publik yang menekankan pencegahan, bukan pengobatan setelah sakit. Jika seseorang sudah jatuh sakit, maka pencegahan menjadi terlambat dan dampaknya merugikan banyak pihak, termasuk secara ekonomi.
“Yang namanya vaksin memang dibuat sebelum orang tersebut sakit. Gunanya untuk melindungi. Tindakan ini dinamakan preemptive atau pencegahan,” kata Dicky kepada Tempo, Kamis, 9 Mei 2025.
Salah satu kebutuhan mendesak akan vaksin yakni terkait dengan penyakit tuberkulosis atau TBC. Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, Laporan Global Tuberculosis pada 2024, Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam hal beban kasus TBC setelah India. Diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus TBC dan 125.000 kematian setiap tahun. Ini berarti ada sekitar 14 kematian setiap jamnya.
Pada tahun 2024, ditemukan sekitar 885 ribu kasus TBC, dengan distribusi yang menunjukkan bahwa 496 ribu kasus terjadi pada laki-laki, 359 ribu pada perempuan, serta 135 ribu kasus pada anak-anak usia 0-14 tahun.
Menurut Dicky, Indonesia telah kehilangan produktivitas karena TBC tersebut banyak diderita oleh usia produktif (15-44 tahun).
Bill Gates dan Vaksin TBC
Bill Gates telah berulang kali menjadi sasaran disinformasi dan teori konspirasi mengenai vaksin, utamanya sejak pandemi COVID-19. Tim riset perusahaan teknologi Blackbird.AI, mendokumentasikan 500 ribu percakapan online di media sosial tradisional, platform percakapan, berita dan web gelap yang menargetkan Bill Gates dengan narasi berbahaya. Percakapan itu terkoordinasi, tidak otentik, dan melakukan serangan naratif yang memanipulasi opini publik dengan klaim yang menimbulkan rasa takut.
Di sektor vaksin, Bill Gates melalui Bill & Melinda Gates Foundation telah lama aktif mendukung pengembangan dan memperluas akses vaksin global, khususnya untuk penyakit menular di negara-negara berkembang. Vaksin-vaksin yang didukung Bill Gates di antaranya pneumonia pneumokokus, rotavirus, meningitis A, kolera, HPV dan polio.
Melalui Gates Medical Research Institute (Gates MRI), anak organisasi nirlaba Bill & Melinda Gates Foundation, telah mensponsori uji coba vaksin TBC M72/AS01E. Kandidat vaksin ini telah dikembangkan sejak awal tahun 2000-an.
Data tuberkulosis di seluruh dunia pada 2022 (Sumber: Our World Data)
Menurut Our World Data, TBC masih menjadi penyakit yang umum di daerah-daerah miskin di dunia dan menjadikannya salah satu penyebab kematian paling umum dari penyakit menular secara global, khususnya terjadi di banyak negara di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Namun, menurut Badan Kesehatan Dunia, vaksinasi BCG yang tersedia sejak 1921 untuk TBC selama ini, hanya memberikan perlindungan parsial untuk bayi dan anak kecil, tetapi tidak melindungi remaja dan orang dewasa yang sebagian besar tertular TBC. Oleh karena itu, dibutuhkan vaksin TBC baru agar target penurunan angka kematian TBC sebesar 95% dan penurunan angka kejadian TB sebesar 90% di seluruh dunia pada tahun 2035 terpenuhi.
Kebutuhan pendanaan untuk vaksin TBC yang mendesak itulah, mendorong Bill Gates foundation berkomitmen mendukung pengembangan vaksin tersebut yang dievaluasi secara klinis oleh perusahaan biofarmasi GSK, serta bermitra dengan Aeras dan International AIDS Vaccine Initiative (IAVI).
Pada Oktober 2023, Gates MRI mengumumkan peluncuran uji klinis fase 3 untuk kandidat vaksin TBC M72/AS01E. Uji ini dilakukan di tujuh negara dengan jumlah TBC yang tinggi yakni Afrika Selatan, Zambia, Kenya, Malawi, Mozambique, India, dan Indonesia. Di Indonesia, uji dilakukan pada lima pusat riset dengan melibatkan sekitar 2.500 relawan.
Menurut Gates MRI, vaksin ini menunjukkan efektivitas 54% dalam uji fase 2B terhadap perkembangan TB aktif pada individu dengan infeksi TB laten. Uji klinis ini diharapkan berlangsung selama empat hingga lima tahun dan melibatkan lebih dari 20.000 peserta di seluruh dunia.
Uji Klinis di Indonesia
Tempo melansir bahwa pemerintah telah merekrut 2.095 partisipan untuk mengikuti uji klinik fase 3. Uji klinik melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), RS Universitas Indonesia (RSUI), RSUP Persahabatan, RS Islam Cempaka Putih Jakarta, serta Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK UNPAD) di Bandung.
Seluruh pelaksanaan uji klinik vaksin M72 di Indonesia diawasi secara ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan RI, serta para ahli vaksin TBC nasional dan global. Jika berhasil, vaksin TBC ini akan menjadi harapan bagi Indonesia. “Ini penting sekali untuk mencegah penularan TB pada orang dewasa muda dan dewasa,” kata Spesialis Penyakit Dalam, Prof. Dr. Zubairi Djoerban.
Kesimpulan
Hasil verifikasi Tempo tentang klaim bahwa vaksin produk rekayasa yang dapat membahayakan generasi mendatang adalah menyesatkan.
Rujukan
- https://www.threads.com/@mochammadbathik/post/DJYPgNCvSvf
- https://perma.cc/48H2-GW27
- https://www.youtube.com/watch?v=89R1TpQqSjA
- https://kemkes.go.id/id/indonesias-movement-to-end-tb
- http://blackbird.ai
- https://www.gatesfoundation.org/our-work/programs/global-development/immunization#:~:text=Over%20the%20past%20two%20decades,hundreds%20of%20millions%20of%20people.
- https://www.emro.who.int/press-releases/2005/gates-foundation-funds-new-polio-vaccine-to-accelerate-eradication-efforts.html
- https://www.gatesmri.org/mri-initiates-phase-3-clinical-trial-tuberculosis-vaccine-candidate/
- https://ourworldindata.org/tuberculosis
- https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/research-innovation/vaccines#:~:text=Reaching%20the%20WHO%20End%20TB,groups%2C%20particularly%20adults%20and%20adolescents.
- https://www.tempo.co/politik/pemerintah-rekrut-2-095-partisipan-dalam-uji-klinis-vaksin-tbc-bill-gates-1404237 /cdn-cgi/l/email-protection#2645434d40474d52476652434b5649084549084f42
(GFD-2025-26958) Benar: Infografis Cara Berlangganan Berita Tempo Menggunakan e-Wallet DANA
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2025
Berita
SEBUAH gambar memperlihatkan infografis cara berlangganan media Tempo dengan pembayaran melalui dompet elektronik (e-wallet) DANA.
Gambar berlatar biru itu memperlihatkan logo Tempo dan petunjuk cara berlangganan Tempo dengan memanfaatkan saluran pembayaran DANA.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Namun, apakah infografis itu menunjukkan cara yang benar untuk berlangganan Tempo?
Gambar berlatar biru itu memperlihatkan logo Tempo dan petunjuk cara berlangganan Tempo dengan memanfaatkan saluran pembayaran DANA.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Namun, apakah infografis itu menunjukkan cara yang benar untuk berlangganan Tempo?
Hasil Cek Fakta
Tempo memeriksa menu-menu di aplikasi DANA dan mewawancarai Direktur Pemasaran Tempo.co untuk memverifikasi gambar yang beredar tersebut.
Menurut Direktur Pemasaran PT Info Media Digital (IMD/Tempo.co) Ibnu Rusydi, infografis yang beredar tidak dikeluarkan oleh Tempo. Sehingga kemungkinan infografis itu dari pihak pengelola aplikasi DANA atau pihak lain. Meski begitu, DANA merupakan dompet elektronik untuk berlangganan Tempo.
“Dana memang salah satu metode pembayaran (untuk berlangganan Tempo). Bisa dicek di halaman subscribe.tempo.co,” kata Ibnu melalui WhatsApp, Rabu, 14 Mei 2025.
Namun, dalam infografis itu terdapat salah ketik nama media Tempo.co menjadi Tempo.com. Ibnu mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak DANA untuk memperbaiki tulisan yang keliru tersebut.
DANA tercantum sebagai dompet digital untuk berlangganan Tempo Plus. (Sumber: https://subscribe.tempo.co/)
Berdasarkan keterangan Ibnu, Tempo menelusuri menu-menu aplikasi DANA dan menemukan infografis seperti dalam gambar yang beredar. Gambar itu bisa ditemukan dengan mengetuk tombol Me lalu tekan menu My Bills. Kemudian muncul halaman pilihan pembayaran tagihan, salah satunya tagihan berlangganan Tempo.
Saat menu dengan simbol logo Tempo itu diketuk, muncul infografis tersebut. Infografis ini berisi informasi mengenai langkah-langkah untuk berlangganan Tempo menggunakan DANA. Namun, terdapat salah ketik pada tulisan Tempo.com yang seharusnya Tempo.co.
Cara Berlangganan Tempo
Tempo menyediakan beberapa paket berlangganan bagi pembaca untuk mengakses semua berita, baik yang online, harian, maupun mingguan atau versi majalah. Caranya dengan mengunjungi tautan https://subscribe.tempo.co.
Di sana, pembaca bisa memilih paket berlangganan yang dikehendaki, metode pembayaran, dan voucher bila ada. Pilihan paket terdiri dari bulanan, per enam bulan, atau tahunan.
Sementara pilihan metode pembayaran, bisa melalui transfer bank, kartu kredit, e-wallet, pulsa, dan toko retail. Bila kolom-kolom itu sudah diisi, pembaca bisa melanjutkan ke proses pembayaran sesuai petunjuk berikutnya.
Menurut Direktur Pemasaran PT Info Media Digital (IMD/Tempo.co) Ibnu Rusydi, infografis yang beredar tidak dikeluarkan oleh Tempo. Sehingga kemungkinan infografis itu dari pihak pengelola aplikasi DANA atau pihak lain. Meski begitu, DANA merupakan dompet elektronik untuk berlangganan Tempo.
“Dana memang salah satu metode pembayaran (untuk berlangganan Tempo). Bisa dicek di halaman subscribe.tempo.co,” kata Ibnu melalui WhatsApp, Rabu, 14 Mei 2025.
Namun, dalam infografis itu terdapat salah ketik nama media Tempo.co menjadi Tempo.com. Ibnu mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak DANA untuk memperbaiki tulisan yang keliru tersebut.
DANA tercantum sebagai dompet digital untuk berlangganan Tempo Plus. (Sumber: https://subscribe.tempo.co/)
Berdasarkan keterangan Ibnu, Tempo menelusuri menu-menu aplikasi DANA dan menemukan infografis seperti dalam gambar yang beredar. Gambar itu bisa ditemukan dengan mengetuk tombol Me lalu tekan menu My Bills. Kemudian muncul halaman pilihan pembayaran tagihan, salah satunya tagihan berlangganan Tempo.
Saat menu dengan simbol logo Tempo itu diketuk, muncul infografis tersebut. Infografis ini berisi informasi mengenai langkah-langkah untuk berlangganan Tempo menggunakan DANA. Namun, terdapat salah ketik pada tulisan Tempo.com yang seharusnya Tempo.co.
Cara Berlangganan Tempo
Tempo menyediakan beberapa paket berlangganan bagi pembaca untuk mengakses semua berita, baik yang online, harian, maupun mingguan atau versi majalah. Caranya dengan mengunjungi tautan https://subscribe.tempo.co.
Di sana, pembaca bisa memilih paket berlangganan yang dikehendaki, metode pembayaran, dan voucher bila ada. Pilihan paket terdiri dari bulanan, per enam bulan, atau tahunan.
Sementara pilihan metode pembayaran, bisa melalui transfer bank, kartu kredit, e-wallet, pulsa, dan toko retail. Bila kolom-kolom itu sudah diisi, pembaca bisa melanjutkan ke proses pembayaran sesuai petunjuk berikutnya.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gambar yang beredar adalah infografis yang menunjukkan cara berlangganan Tempo dengan pembayaran melalui DANA adalah klaim yang benar.
Langkah-langkah cara berlangganan Tempo yang ditunjukkan infografis di aplikasi DANA itu benar dengan kesalahan penulisan yang seharusnya Tempo.co, bukan Tempo.com.
Langkah-langkah cara berlangganan Tempo yang ditunjukkan infografis di aplikasi DANA itu benar dengan kesalahan penulisan yang seharusnya Tempo.co, bukan Tempo.com.
Rujukan
Halaman: 1821/7934




