• (GFD-2025-28008) Keliru: Video Pasukan Militer Amerika Serikat Terus Berdatangan ke Aceh

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/07/2025

    Berita

    SEBUAH video yang diklaim sebagai pasukan militer Amerika Serikat berdatangan di Aceh, beredar di TikTok (satu dan dua), Instagram [arsip], serta Facebook. Video itu berisi kolase tentara yang berjalan di tengah hutan dan sejumlah kapal perang di lautan.

    Konten itu beredar setelah kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz, memasuki wilayah perairan Indonesia saat perang 12 hari antara Iran dengan Israel pada 13-23 Juni 2025. Amerika Serikat juga terlibat mendukung Israel dengan menyerang Iran pada 22 Juni 2025. “Sudah mulai masuk hutan Aceh. Kapal induk dan jet tempur Amerika Serikat terus bertambah di perairan Aceh 22 Juni 2025,” tulis akun tersebut.



    Namun, benarkah video tersebut memperlihatkan tentara dan alutsista AS yang sampai di Aceh?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu menggunakan layanan pencarian gambar terbalik, dan mengkonfirmasinya pada pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hasilnya, meski kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz, pernah melintas di perairan Indonesia, namun konten tersebut bukan pasukan militer Amerika di Aceh.



    Gambar kapal induk yang diikuti sejumlah kapal tempur sedang berlayar di laut, bukan foto yang direkam di Aceh. Foto tersebut saat kapal induk USS Carl Vinson (CVN 70) melewati laut Filipina pada 28 April 2017. Fotonya dapat diakses di situs AFP.

    Selain itu, warna seragam seorang tentara yang terlihat di hutan, berbeda dengan seragam militer Amerika untuk di medan tempur. Tempo membandingkan corak dan warna seragam antara TNI Angkatan Darat dan Amerika Serikat. Melalui perbandingan foto yang pernah dipublikasikan Tempo, terlihat perbedaan warna dan corak. Visual seragam yang terlihat di video TikTok, lebih mirip TNI Angkatan Darat daripada seragam pasukan militer Amerika Serikat.



    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mengatakan narasi yang beredar tersebut tidak benar. “Tidak ada kehadiran tentara Amerika di Aceh. Saat itu hanya USS Nimitz yang melintas dan sudah pernah diklarifikasi,” kata Kristomei melalui WhatsApp kepada Tempo, 18 Juli 2025.

    Dilansir Tempo, kapal induk AS USS Nimitz pernah melintasi dan parkir di perairan Aceh pada Juni 2025. Mabes TNI mengatakan kapal asing tersebut telah diperkenankan melintas dan menggunakan hak transit.

    Kristomei mengatakan sikap militer Indonesia sesuai dengan ketentuan dalam Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982. Dalam konvensi tersebut, kapal asing, termasuk kapal perang, memiliki hak untuk melintasi perairan negara lain.

    Meski tak harus meminta izin, kata dia, kapal asing tersebut harus mengikuti peraturan pelayaran internasional, terutama tidak membahayakan keamanan wilayah yang dilintasi.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan tentara, kapal induk dan jet tempur AS yang terus berdatangan ke Aceh, adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28009) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Cetak Kupon Undian Panen Hadiah Simpedes BRI

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/07/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link cetak kupon undian panen hadiah Simpedes BRI, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 17 Juli 2025.
    Unggahan klaim link cetak kupon undian panen hadiah Simpedes BRI berupa tulisan sebagai berikut.
    "“Dapatkan Kupon Undian Anda sekarang hanya dengan menekan tombol DAFTAR dibawah 📌
    kamu langsung bisa memenangkan total 17.828 hadiah lainnya yang menunggu. 🎁💯💯
    *Info Hadiah telah dijelaskan digambar dibawah
    *Pajak sudah ditanggung 100% oleh pihak BankBRI"
    Dalam unggahan tersebut terdapat menu cetak kupon untuk memenangkan undian panen hadiah Simpedes BRI, jika menu tersebut diklik mengarah pada link berikut ini.
    "https://uf5c2d-fstvl.koyeb.app/fstvl/data.html"
    Link tersebut membawa kita dalam halaman situs yang menampilkan formulir digital dengan meminta sejumlah data pribadi seperti nama lengkap, nomor handphone aktif dan saldo akhir.
    Benarkah klaim link cetak kupon undian panen hadiah Simpedes BRI? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link cetak kupon undian panen hadiah Simpedes BRI, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Waspada Penipuan Online Mencatut BRI di Media Sosial, Simak Cara Lindungi Diri Anda" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 1 September 2024.
    Dalam artikel Liputan6.com, Direktur BRI, Andrijanto, mengingatkan agar nasabah tetap waspada dan tidak memberikan informasi pribadi atau data perbankan kepada pihak yang tidak jelas atau tidak resmi.
    "Hindari memberikan data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, username dan password internet banking, OTP, dan informasi sensitif lainnya melalui tautan atau situs yang tidak terverifikasi," tegasnya.
    Belakangan ada pihak yang memanfaatkan nama besar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) untuk menjerat korban, dengan berbagai modus yang sulit dibedakan dari komunikasi resmi.
    Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.
    Contohnya, bulan lalu, muncul penipuan online yang mengatasnamakan BRImo FSTVL di media sosial. Mereka mengiming-iming hadiah fantastis, namun ternyata itu semua hanyalah jebakan. Link yang mereka bagikan, bukanlah situs resmi BRI.
    Ingat, situs resmi BRI hanya dapat diakses melalui https://bri.co.id/.
    Penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "Waspada Modus Social Engineering" yang dimuat situs resmi BRI bri.co.id, tulisan tersebut memuat infografis yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai social engineering yaitu sebuah teknik memperoleh informasi rahasia dengan cara menipu atau memanipulasi korban.
    BRI pun mengingatkan agar kita selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mentasnamakan BRI.
    Selain itu juga menjaga kerahasiaan data seperti PIN, password, OTP, CVV/CVC dan M-token agar tidak diberitahukan pada pihak manapun termasuk pertugas BRI.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link cetak kupon undian panen hadiah Simpedes BRI tidak benar.
    Belakangan ada pihak yang memanfaatkan nama besar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) untuk menjerat korban, dengan berbagai modus yang sulit dibedakan dari komunikasi resmi.
    Modus yang sering digunakan adalah melalui pesan-pesan yang mengklaim berasal dari BRI, baik melalui email, SMS, maupun media sosial seperti Facebook, X, dan Instagram. Salah satu taktik favorit mereka adalah menawarkan undian berhadiah menggiurkan, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28013) Hoaks Erick Thohir Minta Polisi Stop Usut Kasus Ijazah Jokowi

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/07/2025

    Berita

    tirto.id - Pada Kamis (10/7/2025) lalu, sidang gugatan dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri Surakarta (Solo) resmi berhenti melalui putusan sela. Perkara nomor 99/Pdt.G/2025/PN Skt tersebut ditutup usai Majelis Hakim mengabulkan eksepsi para tergugat, maka otomatis perkara dinyatakan gugur.

    ADVERTISEMENT

    Sementara itu Polda Metro Jaya meningkatkan status laporan Presiden ke-7 Indonesia, terkait tudingan ijazah palsu itu ke tingkat penyidikan, sehingga perbincangan mengenai ijazah palsu Jokowi masih terus bergulir di jagat maya. Beberapa narasi bahkan turut menyeret tokoh-tokoh publik.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Sebuah akun Facebook bernama “DoNi DoNi” (arsip) misalnya, membagikan video yang berisi pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengancam polisi untuk menghentikan pengusutan kasus tersebut.
    #inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Video itu disertai tangkapan layar artikel CNBC Indonesia bertanggal 8 Juli 2025, judulnya “Erick Thohir Minta ke Polisi Tidak Usah lagi usut Ijazah Palsu Jokowi Jika Diusut Mau Mati Tragis Kayak Laskar FPI Berapa Tahun yang lalu”.
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Di bawah tajuk artikel, tampak header foto Erick berlatar biru sedang memegang pengeras suara. Erick dalam foto tersebut terlihat mengenakan kemeja batik paduan warna coklat dan kuning.

    “Kalian Percaya Termul bisa Berstatemen. Menngancam POLRI untuk kembali mengusut Kasus Pembunuhan KM 50??? Segala Cara mereka gunakan Issyu untuk memadamkan Kasus Ijazah Palsu Jokowi ‼️ Inilah pengalihan Isyu yang terbaru,” tulis akun pengunggah disertai emoji tertawa, Minggu (13/7/2025).

    ADVERTISEMENT

    PERIKSA FAKTA Hoaks Erick Thohir Minta Polisi Stop Usut Kasus Ijazah Jokowi

    Per Senin (21/7/2025), video ini sudah diputar sebanyak 137 ribu kali dan mendapatkan 2.600 reaksi emoji, serta 515 komentar. Klaim tersebut tampak memunculkan asumsi liar di kolom komentar, di mana seorang warganet menyebut pelaku peristiwa Kilometer 50 atau KM 50 adalah Jokowi.

    Klip serupa turut disebarkan akun X “04_zainal” dan akun TikTok “raki_gm”

    Lantas, bagaimana kebenaran video yang beredar?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto mencari kebenaran klaim ini menggunakan penelusuran Google sebagai langkah awal. Hasilnya, dengan memasukkan kata kunci “Erick Thohir*ijazah palsu Jokowi”, kami tak menemukan adanya sumber resmi maupun pemberitaan kredibel yang melaporkan soal permintaan Erick kepada polisi untuk menghentikan pengusutan dugaan ijazah palsu Jokowi.

    Hasil pencarian teratas justru membawa kami ke artikel yang dipublikasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menyatakan narasi ini tidak benar.

    Untuk mencari tahu konteks asli tangkapan layar artikel CNBC yang disematkan, Tirto mencoba memasukkan foto itu ke Google Image. Hasilnya, kami menjumpai kalau header, penulis berita, dan waktu terbit artikel identik dengan laporanCNBC Indonesia bertajuk “Erick Thohir Akan Berkantor di Danantara Seminggu Sekali”.

    Seperti judulnya, laporan itu berisi tentang rencana Erick untuk berkantor di Wisma Danantara minimal sekali dalam sepekan. Rencana itu menjadi bagian dari posisi Erick sebagai Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Dengan begitu, dia merasa perlu untuk mengunjungi kantor Danantara.

    "Kami hanya regulasi pengawasan, bahkan alhamdulillah, saya diberikan kantor di Danantara di mana sudah ada kesepakatan, insya Allah setiap seminggu sekali minimum," ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, seperti dilaporkan CNBC Indonesia, Selasa (8/7/2025).

    Dalam artikel aslinya tidak ada informasi terkait ancaman Erick ke polisi untuk menghentikan pengusutan dugaan ijazah palsu Jokowi.

    Universitas Gadjah Mada sebagai tempat berkuliah Jokowi sebenarnya sudah pernah mengeluarkan klarifikasi terkait dugaan ijazah dan skripsi palsu Jokowi. Lewat siaran pers, Jumat (21/3/2025), Guru Besar Hukum Pidana UGM, Marcus Priyo Gunarto, mengatakan bahwa tuduhan UGM melindungi Jokowi terkait kepemilikan ijazah dan skripsi palsu adalah hal keliru.

    Meski begitu, kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menyatakan tidak akan menunjukkan ijazah asli Jokowi kepada Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) maupun Roy Suryo. Dilansir Tempo, Rabu (9/7/2025), Yakup mengatakan hasil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) yang telah diumumkan sudah cukup menjadi bukti keaslian ijazah Jokowi.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan kalau tangkapan layar artikel CNBC Indonesia berisi pernyataan Erick mengancam polisi untuk menghentikan pengusutan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi bersifat salah dan meneysatkan (false & misleading).

    Header, penulis berita, dan waktu terbit artikel identik dengan laporan CNBC Indonesia bertajuk “Erick Thohir Akan Berkantor di Danantara Seminggu Sekali”. Seperti judulnya, laporan itu berisi tentang rencana Erick untuk berkantor di Wisma Danantara minimal sekali dalam sepekan.

    Dalam artikel aslinya tidak ada informasi terkait ancaman Erick ke polisi untuk menghentikan pengusutan dugaan ijazah palsu Jokowi. Klaim ini juga sudah dinyatakan tidak benar oleh Komdigi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28015) [PENIPUAN] Tautan Pospay untuk Cek Pencairan BSU

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 21/07/2025

    Berita

    Pada Senin (13/7/2025) akun Facebook “bantuan bsu terbaru 2025” membagikan tautan [arsip] disertai narasi :

    “🎉 BSU Kembali Cair! Dapatkan Rp600.000 Sekarang Melalui apk Pospay

    Cek status Anda dan nikmati subsidi dari pemerintah untuk pekerja aktif.

    ✅ Khusus pekerja terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

    📌 Cair langsung ke rekening Anda

    👉 https://pospay1.b-su.com/

    Jangan tunggu! Segera klaim sekarang juga.”

    Hingga Senin (21/7/2025) unggahan mendapatkan 315 tanda suka, 127 komentar dan telah dibagikan ulang 5 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), tautan tidak mengarah ke laman resmi Pospay Klik (pospayklik.posindonesia.co.id). Warganet justru diminta menuliskan asal provinsi, dan nomor handphone yang terhubung dengan akun Telegram.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “pengecekan BSU melalui Pospay” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran teratas mengarah ke unggahan Instagram Kementerian Ketenagakerjaan “kemnaker”.

    Dilansir dari unggahan pada Minggu (6/7/2025) itu, diketahui kalau alur pengecekan BSU melalui Pospay adalah sebagai berikut:

    Mengunduh aplikasi Pospay melalui Play Store atau App Store.
    Buka aplikasi Pospay dan klik ikon “i” pada pojok kanan bawah. Pilih ikon “Bantuan Sosial”.
    Kemudian pilih “Bantuan Subsidi Upah 2025” dan masukkan NIK untuk mengecek status penerima bantuan.
    Jika terdaftar sebagai penerima BSU, lanjutkan dengan memfoto KTP dan mengisi formulir sesuai KTP.
    Kemudian klik tulisan “Lihat Syarat dan Ketentuan”, setelah diarahkan pada halaman persetujuan proses data pribadi. Pilih “terima” kemudian pilih “lanjutkan”.
    Setelah berhasil akan muncul kode QR untuk verifikasi dan pengambilan bantuan di Kantor Pos/lokasi bayar.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan Pospay untuk pencairan BSU 2025 itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan