Akun Tiktok “alongsigli” pada Senin (1/9/2025) mengunggah video [arsip] yang dengan narasi:
UPDATE TERKINI GERAKAN TERBARU DEMONSTRASI MAHASISWA DAN RAKYAT DEMO BESAR-BESARAN MAKO BRIMOB 7 SEPTEMBER 2025
Per Rabu (10/9/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 149 ribu kali, disukai 3359 kali, dibagikan ulang 645 kali dan menuai 271 komentar.
(GFD-2025-28951) [SALAH] Mahasiswa Melakukan Demo di Mako Brimob pada 7 September 2025
Sumber: TIKTOK.COMTanggal publish: 10/09/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Mahasiswa Melakukan Demo di Mako Brimob pada 7 September 2025” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan reverse image search. Hasilnya, video merupakan demo Aliansi Mahasiswa Makassar yang terjadi di Makassar pada Senin (1/9/ 2025).
Selain itu, ditemukan video serupa pada kanal Youtube dengan nama pengguna Unhas TV dengan judul video “Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar berkumpul berdemo di bawah Fly Over” yang diunggah pada pada Senin (1/9/ 2025).
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan reverse image search. Hasilnya, video merupakan demo Aliansi Mahasiswa Makassar yang terjadi di Makassar pada Senin (1/9/ 2025).
Selain itu, ditemukan video serupa pada kanal Youtube dengan nama pengguna Unhas TV dengan judul video “Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar berkumpul berdemo di bawah Fly Over” yang diunggah pada pada Senin (1/9/ 2025).
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi “Mahasiswa Melakukan Demo di Mako Brimob pada 7 September 2025” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Yudho Ardi)
(Ditulis oleh Yudho Ardi)
(GFD-2025-28952) Keliru: Video Jokowi Perintahkan Penembakan di KM 50
Sumber:Tanggal publish: 10/09/2025
Berita
SEBUAH video di TikTok [arsip] yang menarasikan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, berada di balik peristiwa KM 50. Kasus Kilometer 50 adalah kejadian tewasnya enam anggota laskar FPI. Dalam video itu, pengunggah menuliskan, “Inilah arahan Jokowi pada kepolisian pembunuhan sadis 6 syuhada di KM 50.”
Benarkah Jokowi memerintahkan polisi menembak enam anggota laskar FPI dalam peristiwa KM 50?
Benarkah Jokowi memerintahkan polisi menembak enam anggota laskar FPI dalam peristiwa KM 50?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten itu dengan pencarian gambar terbalik Google dan penelusuran pemberitaan media kredibel. Hasilnya, video tersebut merupakan gabungan beberapa foto yang sebagian telah diubah dari aslinya. Investigasi dan liputan Tempo tentang KM 50 juga tidak menemukan bukti keterlibatan Jokowi dalam penembakan empat laskar FPI.
Verifikasi Video
Potongan video di awal konten yang beredar itu diambil dari pidato Jokowi pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Nasional di Taman Sari, Jakarta Barat, 26 Juni 2016. Video lengkapnya diunggah akun YouTube resmi Kementerian Sekretariat Negara dengan judul Presiden Jokowi: Kejar Pengedar Narkoba! Tangkap! atau Bahkan di Dor Saja!
Pada menit 09:05–09:41, Jokowi berkata, “Tegaskan sekali lagi kepada seluruh Kapolda jajaran Polda kepada seluruh Kapolres jajaran Polres Polsek semuanya. Kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka. Kalau undang-undang memperbolehkan, dor mereka.”
Sementara cuplikan video kedua berasal dari pidato Jokowi pada peringatan Hari HAM Sedunia di Istana Negara, 10 Desember 2021. Versi lengkapnya diunggah akun YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Pada menit 07:25–07:40, Jokowi berkata, “Pemerintah berkomitmen untuk menegakkan, menuntaskan, dan menyelesaikan pelanggaran HAM berat dengan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan bagi korban dan keadilan bagi yang diduga menjadi pelaku HAM berat.” Ucapan itu tidak menyinggung peristiwa penembakan enam laskar FPI di KM 50.
Sedangkan gambar yang menampilkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengenakan baju tahanan oranye adalah hasil edit. Foto aslinya memperlihatkan Bobby Joseph, selebritas yang ditangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba. Jurnalis Kompas.com, Firda Janati, memotret Bobby saat keluar dari Polres Tangerang Selatan pada Senin, 13 Desember 2021, dengan tangan diborgol dan didampingi aparat.
Peristiwa KM 50
Peristiwa KM 50 bermula saat rombongan imam besar FPI, Rizieq Syihab, meninggalkan Sentul menuju Jakarta dengan delapan mobil. Empat berisi keluarga, empat lainnya anggota laskar. Polisi yang membuntuti rombongan terlibat kejar-kejaran. Mobil Avanza lolos, sementara Chevrolet Spin yang ditumpangi enam laskar dihalau dan terjadi baku tembak di Rest Area KM 50 Tol Jakarta–Cikampek.
Menurut versi polisi, penembakan terjadi setelah salah satu laskar berusaha merebut senjata dan tiga lainnya ikut membantu. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyebut keterangan itu hanya bersumber dari polisi karena seluruh saksi korban sudah meninggal. Kapolda Metro Jaya saat itu, Inspektur Jenderal Fadil Imran, membela tindakan anak buahnya dengan alasan laskar menodongkan senjata api dan senjata tajam.
FPI membantah tudingan itu. Munarman menyebut tidak ada pembicaraan soal senjata api. Dua polisi, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella, sempat jadi tersangka unlawful killing, tapi keduanya divonis lepas oleh pengadilan pada Maret 2022.
Verifikasi Video
Potongan video di awal konten yang beredar itu diambil dari pidato Jokowi pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Nasional di Taman Sari, Jakarta Barat, 26 Juni 2016. Video lengkapnya diunggah akun YouTube resmi Kementerian Sekretariat Negara dengan judul Presiden Jokowi: Kejar Pengedar Narkoba! Tangkap! atau Bahkan di Dor Saja!
Pada menit 09:05–09:41, Jokowi berkata, “Tegaskan sekali lagi kepada seluruh Kapolda jajaran Polda kepada seluruh Kapolres jajaran Polres Polsek semuanya. Kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka. Kalau undang-undang memperbolehkan, dor mereka.”
Sementara cuplikan video kedua berasal dari pidato Jokowi pada peringatan Hari HAM Sedunia di Istana Negara, 10 Desember 2021. Versi lengkapnya diunggah akun YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Pada menit 07:25–07:40, Jokowi berkata, “Pemerintah berkomitmen untuk menegakkan, menuntaskan, dan menyelesaikan pelanggaran HAM berat dengan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan bagi korban dan keadilan bagi yang diduga menjadi pelaku HAM berat.” Ucapan itu tidak menyinggung peristiwa penembakan enam laskar FPI di KM 50.
Sedangkan gambar yang menampilkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengenakan baju tahanan oranye adalah hasil edit. Foto aslinya memperlihatkan Bobby Joseph, selebritas yang ditangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba. Jurnalis Kompas.com, Firda Janati, memotret Bobby saat keluar dari Polres Tangerang Selatan pada Senin, 13 Desember 2021, dengan tangan diborgol dan didampingi aparat.
Peristiwa KM 50
Peristiwa KM 50 bermula saat rombongan imam besar FPI, Rizieq Syihab, meninggalkan Sentul menuju Jakarta dengan delapan mobil. Empat berisi keluarga, empat lainnya anggota laskar. Polisi yang membuntuti rombongan terlibat kejar-kejaran. Mobil Avanza lolos, sementara Chevrolet Spin yang ditumpangi enam laskar dihalau dan terjadi baku tembak di Rest Area KM 50 Tol Jakarta–Cikampek.
Menurut versi polisi, penembakan terjadi setelah salah satu laskar berusaha merebut senjata dan tiga lainnya ikut membantu. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyebut keterangan itu hanya bersumber dari polisi karena seluruh saksi korban sudah meninggal. Kapolda Metro Jaya saat itu, Inspektur Jenderal Fadil Imran, membela tindakan anak buahnya dengan alasan laskar menodongkan senjata api dan senjata tajam.
FPI membantah tudingan itu. Munarman menyebut tidak ada pembicaraan soal senjata api. Dua polisi, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella, sempat jadi tersangka unlawful killing, tapi keduanya divonis lepas oleh pengadilan pada Maret 2022.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa Jokowi yang memerintahkan penembakan polisi terhadap enam orang laskar FPI pada saat peristiwa KM 50 adalah keliru.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@tarmiziagus/video/7547545563034619143
- https://mvau.lt/media/3b572df4-c966-4a62-8287-96317a0d1bb7
- https://www.youtube.com/watch?v=quXrsXK5nMQ
- https://www.youtube.com/watch?v=OIyrT0swGiE
- http://kompas.com
- https://www.tempo.co/hukum/lika-liku-kronologi-peristiwa-km-50-kejar-kejaran-hingga-vonis-bebas-terdakwa-289657
- https://interaktif.tempo.co/proyek/dokumenter-km-50/longform/index.html /cdn-cgi/l/email-protection#2447414f42454f504564504149544b0a474b0a4d40
(GFD-2025-28953) Keliru: Reporter Di Solo Ditembak dengan Peluru Karet
Sumber:Tanggal publish: 10/09/2025
Berita
SEBUAH video dan foto memperlihatkan seorang laki-laki terluka di kepala tersebar di media sosial X [arsip] dan Instagram pada 31 Agustus 2025.
Korban diklaim seorang reporter di Solo yang terluka karena peluru karet saat demonstrasi. Konten ini beredar di tengah rentetan demo di beberapa kota di Indonesia sejak 25 Agustus 2025.
Namun, benarkah klaim dalam unggahan tersebut?
Korban diklaim seorang reporter di Solo yang terluka karena peluru karet saat demonstrasi. Konten ini beredar di tengah rentetan demo di beberapa kota di Indonesia sejak 25 Agustus 2025.
Namun, benarkah klaim dalam unggahan tersebut?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten itu dengan pencarian gambar terbalik Google dan membandingkannya dengan sumber kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan fakta seorang reporter di Solo tertembak peluru karet.
Sekretaris AJI Kota Solo, Danur Lambang Pristiandaru, memastikan tidak ada jurnalis di Solo yang menjadi korban. “Sepertinya informasi itu tidak benar. Kami juga menelusuri, tapi sampai sekarang belum ketemu,” kata Danur kepada Tempo, Senin, 8 September 2025.
Foto seorang pemuda terluka di bagian dahi memang sempat viral seusai aksi ricuh pengemudi ojol di Solo pada 29 Agustus 2025. Namun, identitas pemuda itu simpang siur, ada yang menyebut demonstran, ada pula yang menyebut jurnalis.
Polresta Surakarta melalui akun Instagram resminya pada 30 Agustus 2025 menegaskan pengamanan aksi ojol dilakukan sesuai prosedur. Kapolresta Surakarta, Komisaris Besar Catur Cahyono Wibowo, menyatakan polisi tidak menggunakan peluru karet, apalagi peluru tajam, saat mengawal unjuk rasa tersebut.
Pernyataan itu disampaikan terkait insiden petugas medis yang terluka. Detik.com melaporkan dua paramedis terkena pukul saat demo ricuh di sekitar Bundaran Gladak, Solo, ketika berusaha menolong massa yang terkena gas air mata.
Demonstrasi di Solo
Dilansir Tempo, kerusuhan di Markas Brimob Batalyon C Pelopor Solo mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan sosial dengan nilai kerugian sekitar Rp13,8 miliar. Kerusakan terparah terjadi pada gedung Sekretariat DPRD Kota Solo yang terbakar pada Sabtu dini hari, 30 Agustus 2025.
Kericuhan itu pecah seusai aksi solidaritas pengemudi ojek daring di Markas Brimob pada Jumat, 29 Agustus 2025, dan mengakibatkan lebih dari 20 orang luka-luka.
Sekretaris AJI Kota Solo, Danur Lambang Pristiandaru, memastikan tidak ada jurnalis di Solo yang menjadi korban. “Sepertinya informasi itu tidak benar. Kami juga menelusuri, tapi sampai sekarang belum ketemu,” kata Danur kepada Tempo, Senin, 8 September 2025.
Foto seorang pemuda terluka di bagian dahi memang sempat viral seusai aksi ricuh pengemudi ojol di Solo pada 29 Agustus 2025. Namun, identitas pemuda itu simpang siur, ada yang menyebut demonstran, ada pula yang menyebut jurnalis.
Polresta Surakarta melalui akun Instagram resminya pada 30 Agustus 2025 menegaskan pengamanan aksi ojol dilakukan sesuai prosedur. Kapolresta Surakarta, Komisaris Besar Catur Cahyono Wibowo, menyatakan polisi tidak menggunakan peluru karet, apalagi peluru tajam, saat mengawal unjuk rasa tersebut.
Pernyataan itu disampaikan terkait insiden petugas medis yang terluka. Detik.com melaporkan dua paramedis terkena pukul saat demo ricuh di sekitar Bundaran Gladak, Solo, ketika berusaha menolong massa yang terkena gas air mata.
Demonstrasi di Solo
Dilansir Tempo, kerusuhan di Markas Brimob Batalyon C Pelopor Solo mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan sosial dengan nilai kerugian sekitar Rp13,8 miliar. Kerusakan terparah terjadi pada gedung Sekretariat DPRD Kota Solo yang terbakar pada Sabtu dini hari, 30 Agustus 2025.
Kericuhan itu pecah seusai aksi solidaritas pengemudi ojek daring di Markas Brimob pada Jumat, 29 Agustus 2025, dan mengakibatkan lebih dari 20 orang luka-luka.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim reporter di Solo yang ditembak adalah keliru.
Rujukan
- https://x.com/awesomeposted/status/1962896064589230555?t=QsIMEHSOp2Deuem_J2x4Yg&s=08
- https://mvau.lt/media/67b0403e-0657-4050-bc2b-90628731c655
- https://www.instagram.com/reel/DOBgH3WDEY5
- https://www.instagram.com/p/DN858nak0Ll
- https://www.detik.com/jateng/berita/d-8086932/2-relawan-ambulans-terluka-saat-demo-ricuh-di-solo-polisi-janji-tindak-lanjuti /cdn-cgi/l/email-protection#b7d4d2dcd1d6dcc3d6f7c3d2dac7d899d4d899ded3
(GFD-2025-28957) [SALAH] Foto "Cut Nayla menyampaikan kepada PBB Aceh terlalu lama diperlakukan tidak adil"
Sumber: ThreadsTanggal publish: 10/09/2025
Berita
Pada Kamis (21/9/2025) beredar foto di Threads (arsip cadangan) oleh akun “Alghoisan Chanel” (@sport_moment38) dengan narasi:
“AKIBAT PEJABAT KORUP‼️
Cut Nayla memyampaikan kepada PBB bahwa Aceh terlalu lama diperlakukan tidak adil di bawah kekuasaan Indonesia. Salah satunya kekayaan alam yang di eksploitasi habis habisan
#followersreelsfypシ゚viralシfypシ゚viral”
Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah disukai 1.3 ribu, mendapatkan 748 komentar, di-post ulang 29 kali, dan dibagikan 67 kali oleh pengguna Threads lainnya.
“AKIBAT PEJABAT KORUP‼️
Cut Nayla memyampaikan kepada PBB bahwa Aceh terlalu lama diperlakukan tidak adil di bawah kekuasaan Indonesia. Salah satunya kekayaan alam yang di eksploitasi habis habisan
#followersreelsfypシ゚viralシfypシ゚viral”
Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah disukai 1.3 ribu, mendapatkan 748 komentar, di-post ulang 29 kali, dan dibagikan 67 kali oleh pengguna Threads lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa foto yang disebarkan menggunakan dua perkakas (tools) pendeteksi (detector).
Berdasarkan pendeteksian menggunakan Hive Moderation dengan berbagai metode, total skor yang didapatkan adalah sebanyak 99.9% terdeteksi sebagai konten yang dibuat menggunakan KA (Kecerdasan Artifisial) atau AI (Artificial Intelligence).
Selain itu, dengan menggunakan sightengine terdeteksi juga sebagai konten yang dibuat menggunakan KA dengan kemungkinan sebanyak 99%.
Berdasarkan pendeteksian menggunakan Hive Moderation dengan berbagai metode, total skor yang didapatkan adalah sebanyak 99.9% terdeteksi sebagai konten yang dibuat menggunakan KA (Kecerdasan Artifisial) atau AI (Artificial Intelligence).
Selain itu, dengan menggunakan sightengine terdeteksi juga sebagai konten yang dibuat menggunakan KA dengan kemungkinan sebanyak 99%.
Kesimpulan
Unggahan tersebut masuk ke kategori konten palsu (fabricated content). Faktanya, hasil deteksi menggunakan Hive Moderation menyatakan bahwa foto yang disebarkan adalah buatan Kecerdasan Artifisial (AI, Artificial Intelligence) dengan probabilitas/kemungkinan sebesar 99.9%.
Rujukan
- https://archive.ph/Jxa5N, arsip cadangan hasil deteksi menggunakan Hive Moderation.
- https://archive.ph/3XcrG, arsip cadangan hasil deteksi menggunakan sightengine.
- https://www.threads.com/@sport_moment38/post/DNnNH3MTPnL, unggahan oleh akun Threads “Alghoisan Chanel” (@sport_moment38).
- https://archive.ph/FHxX4, arsip cadangan unggahan oleh akun tersebut.
Halaman: 1514/8123





