KOMPAS.com - Di media sosial beredar sebuah video menampilkan ombak besar setinggi 4 meter menerjang pagar biru, hingga sampai ke jalanan beraspal.
Video itu dikaitkan dengan tsunami yang terjadi akibat gempa bermagnitudo 8,7 yang terjadi pada Rabu (30/7/2025).
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.
Video memperlihatkan tsunami 4 meter menghantam Rusia disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (30/7/2025):
Tsunami 4 Meter Hantam Rusia Pasca Gempa M 8,7, pada Rabu (30/7/2025)…
akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Rabu (30/7/2025), memperlihatkan tsunami 4 meter menghantam Rusia.
(GFD-2025-28309) [KLARIFIKASI] Ombak di Sungai Qiantang China, Bukan Tsunami Rusia
Sumber:Tanggal publish: 06/08/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Jejak digital video dapat ditelusuri dengan metode reverse image search.
Caranya dengan mengambil tangkapan layar klip, lalu lakukan pencarian gambar.
Hasil pencarian di Google mengarahkan ke video serupa di akun TikTok ini yang diunggah pada 4 April 2025 dan ini yang diunggah pada 28 Juli 2023.
Keterangan unggahan menyebutkan, peristiwa dalam video berlokas di sungai Qiantang, China.
Tim Cek Fakta Kompas.com juga menemukan video dari lokasi serupa di kanal YouTube ini dan ini.
Ombak besar dalam video bukanlah tsunami air laut, melainkan ombak dari air sungai.
Lokasi tepatnya ada di Zhutoujiaoba, sungai Qiantang, China. Petanya dapat dilihat di sini.
Dilansir Tide News, sungai Qiantang mengalami air pasang tahunan.
Fenomena ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga setempat karena dapat melihat dan merasakan ombak besar dengan tetap aman, di balik pagar.
Caranya dengan mengambil tangkapan layar klip, lalu lakukan pencarian gambar.
Hasil pencarian di Google mengarahkan ke video serupa di akun TikTok ini yang diunggah pada 4 April 2025 dan ini yang diunggah pada 28 Juli 2023.
Keterangan unggahan menyebutkan, peristiwa dalam video berlokas di sungai Qiantang, China.
Tim Cek Fakta Kompas.com juga menemukan video dari lokasi serupa di kanal YouTube ini dan ini.
Ombak besar dalam video bukanlah tsunami air laut, melainkan ombak dari air sungai.
Lokasi tepatnya ada di Zhutoujiaoba, sungai Qiantang, China. Petanya dapat dilihat di sini.
Dilansir Tide News, sungai Qiantang mengalami air pasang tahunan.
Fenomena ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga setempat karena dapat melihat dan merasakan ombak besar dengan tetap aman, di balik pagar.
Kesimpulan
Video ombak besar di Zhutoujiaoba, sungai Qiantang, China disebarkan dengan konteks keliru.
Konten serupa telah ada di TikTok sejak 28 Juli 2023.
Sementara, tsunami akibat gempa Rusia terjadi pada Rabu (30/7/2025).
Konten serupa telah ada di TikTok sejak 28 Juli 2023.
Sementara, tsunami akibat gempa Rusia terjadi pada Rabu (30/7/2025).
Rujukan
- https://www.facebook.com/reflireskimussu/videos/769929188913705
- https://www.facebook.com/reel/928253322819961
- https://www.tiktok.com/@user9411508140472/video/7489333613176114438
- https://www.tiktok.com/@lixiaojunaaaa/video/7260860238633471278
- https://www.youtube.com/shorts/Qg8U9RiglEU
- https://www.youtube.com/shorts/dJa4JjWWt0Y
- https://www.google.com/maps/place/Zhutou+Jiaoba,+Jianggan+District,+Hangzhou,+Zhejiang,+China,+310019/@30.2850031,120.3027529,15z/data=!4m6!3m5!1s0x344c999160c97e2b:0xd18b827457ec3e48!8m2!3d30.28593!4d120.314383!16s%2Fg%2F11c2qw44bs?entry=ttu&g_ep=EgoyMDI1MDczMC4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D
- https://tidenews.com.cn/news.html?id=2904429
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-28310) [HOAKS] Link Pendaftaran Petugas Haji 2026
Sumber:Tanggal publish: 06/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Sejumlah akun Facebook menyebarkan informasi rekrutmen petugas haji dan umrah untuk periode 2026.
Pekerjaan itu menjanjikan gaji Rp 5 juta - Rp 10 juta per bulan. Sebagai syarat pendaftaran, pelamar diminta menyiapkan ijazah, KTP, dan data diri lainnya.
Pengguna Facebook menyebarkan tautan atau link yang diklaim sebagai akses untuk melakukan pendaftaran.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi lowongan kerja sebagai petugas haji 2026 disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (1/8/2025):
RESMI DI BUKA LOWONGAN KERJA PETUGAS HAJI & UMROH 2026
LOWONGAN KERJA PETUGAS HAJI 2026
-Gaji 5-10jt/bulan-Pendaftaran Gratis Tidak Dipungut Biaya!!!-Sesuai Domisili/Daerah masing-masing
-keuntungan petugas ikut ibadah haji-pembuatan phisa gratis
LINK PENDAFTARAN ADA DI BIO
Narasi serupa juga beredar melalui Instagram, seperti diunggah oleh akun ini dan ini.
Pekerjaan itu menjanjikan gaji Rp 5 juta - Rp 10 juta per bulan. Sebagai syarat pendaftaran, pelamar diminta menyiapkan ijazah, KTP, dan data diri lainnya.
Pengguna Facebook menyebarkan tautan atau link yang diklaim sebagai akses untuk melakukan pendaftaran.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Informasi lowongan kerja sebagai petugas haji 2026 disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (1/8/2025):
RESMI DI BUKA LOWONGAN KERJA PETUGAS HAJI & UMROH 2026
LOWONGAN KERJA PETUGAS HAJI 2026
-Gaji 5-10jt/bulan-Pendaftaran Gratis Tidak Dipungut Biaya!!!-Sesuai Domisili/Daerah masing-masing
-keuntungan petugas ikut ibadah haji-pembuatan phisa gratis
LINK PENDAFTARAN ADA DI BIO
Narasi serupa juga beredar melalui Instagram, seperti diunggah oleh akun ini dan ini.
Hasil Cek Fakta
Terdapat empat tautan yang disebarkan oleh masing-masing akun Facebook, meliputi:
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri laman yang diarahkan oleh tautan tersebut, tanpa mengunjungi situs webnya secara langsung.
URL Scan merupakan platform yang mampu melacak situs web tanpa perlu mengunjunginya secara langsung.
Urusan haji dan umroh ditangani oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag),
Namun tidak ada satu pun yang mengarah ke situs web resmi Ditjen PHU maupun Kemenag.
Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini.
Tautan yang disebarkan di Facebook memiliki indikasi sebagai modus phishing.
Pasalnya, salah satu laman meminta pengunjung situsnya untuk mengisi nama lengkap, alamat lengkap, jenis kelamin, dan nomor Telegram aktif.
Melalui akun Instagram-nya, Kemenag mengimbau masyarakat agar mewaspadai modus penipuan mengatasnamakan rekrutmen petugas haji 2026.
"Kami tegaskan itu hoaks. Hingga saat ini Kementerian Agama melalui Ditjen PHU belum membuka rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1447 H/2026 M," tulisnya pada 26 Juli 2025.
Pada awal tahun, Tim Cek Fakta Kompas.com juga menemukan hoaks serupa mengenai rekrutmen petugas haji yang diunggah sejumlah akun Facebook.
Narasi itu telah dibantah dan dilabeli sebagai hoaks.
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri laman yang diarahkan oleh tautan tersebut, tanpa mengunjungi situs webnya secara langsung.
URL Scan merupakan platform yang mampu melacak situs web tanpa perlu mengunjunginya secara langsung.
Urusan haji dan umroh ditangani oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag),
Namun tidak ada satu pun yang mengarah ke situs web resmi Ditjen PHU maupun Kemenag.
Hasil pelacakannya dapat dilihat di sini, di sini, di sini, dan di sini.
Tautan yang disebarkan di Facebook memiliki indikasi sebagai modus phishing.
Pasalnya, salah satu laman meminta pengunjung situsnya untuk mengisi nama lengkap, alamat lengkap, jenis kelamin, dan nomor Telegram aktif.
Melalui akun Instagram-nya, Kemenag mengimbau masyarakat agar mewaspadai modus penipuan mengatasnamakan rekrutmen petugas haji 2026.
"Kami tegaskan itu hoaks. Hingga saat ini Kementerian Agama melalui Ditjen PHU belum membuka rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1447 H/2026 M," tulisnya pada 26 Juli 2025.
Pada awal tahun, Tim Cek Fakta Kompas.com juga menemukan hoaks serupa mengenai rekrutmen petugas haji yang diunggah sejumlah akun Facebook.
Narasi itu telah dibantah dan dilabeli sebagai hoaks.
Kesimpulan
Tawaran lowongan kerja sebagai petugas haji 2026 yang beredar di Facebook dan Instagram merupakan hoaks dan memiliki indikasi phishing.
Tautan pendaftaran yang disebarkan tidak mengarah ke situs resmi Ditjen PHU atau Kemenag.
Pemerintah belum membuka rekrutmen petugas haji atau PPIH periode 2026.
Tautan pendaftaran yang disebarkan tidak mengarah ke situs resmi Ditjen PHU atau Kemenag.
Pemerintah belum membuka rekrutmen petugas haji atau PPIH periode 2026.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0qs4ktP4pnj1YS8uSFLqRWYAzk653TjTxirHonSKEztN7TPjkjiZZx3LzrvXNvDVQl&id=61577752967398
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02XyTbPcRvv5y6iHLRdRM3GnppbSjH5ztyQeJWXbZNLiN6heiGSp7Jn8sXbYUnHts8l&id=61566839242141
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid027PinsnNB3uUf87AJGxVK1enmSFiANftZba9YjpkGvE4KmoTxa8FWtLbpttNeWwW9l&id=61568721941710
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02gfaAyteWS2tRa9bMiUuCqPgqxPXNegzQXCMpYkW4FG6nPipC1ngvT8p9fjb8KBaDl&id=61578755744088
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid09ZXouF5c8BjqjKa27QUk1x5AiFXjf3ii2aUmE3tgipwwmjLGgcFTfXfYs7nncuQRl&id=61578891326195
- https://www.instagram.com/lowonganterpadu.official/reel/DMJii5mymuP/
- https://www.instagram.com/marlina_pratiwy/reel/DMH5TILRBEV/
- https://urlscan.io/result/01987db4-bd30-71f0-ac6e-cad4525c81b0/
- https://urlscan.io/result/01987db7-72f7-7358-83d8-e809e29eb48d/
- https://urlscan.io/result/01987db4-d199-7099-8f28-8b8f446780e5/
- https://urlscan.io/result/01987db4-f19e-771d-8365-3302cca389cb/
- https://www.instagram.com/p/DMkmSKjyNRQ/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/01/20/133818482/klarifikasi-tidak-ada-lagi-lowongan-rekrutmen-petugas-haji-2025-sudah?page=all
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-28311) [HOAKS] Masyarakat Berbondong-bondong Tarik Uangnya dari Bank
Sumber:Tanggal publish: 06/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menampilkan sejumlah orang beramai-ramai menarik uangnya di bank pada 4 Agustus 2025.
Unggahan itu muncul usai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memutuskan memblokir sementara rekening bank yang tidak aktif atau dormant.
Namun, setelah ditelusuri video itu menyampaikan informasi keliru dan perlu diluruskan.
Video yang diklaim menampilkan sejumlah orang beramai-ramai menarik uangnya di bank pada 4 Agustus 2025 salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan antrean di sebuah ruang dan diberi keterangan:
VIRAL !!!
Hari ini Senin Tanggal 4 Agustus 2025 Masyarakat Berbondong" Ke Bank Untuk Penarikan Dan Gaibnya
Warga ramai-ramai ke Bank tarik uang.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan sejumlah orang beramai-ramai menarik uangnya di bank
Unggahan itu muncul usai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memutuskan memblokir sementara rekening bank yang tidak aktif atau dormant.
Namun, setelah ditelusuri video itu menyampaikan informasi keliru dan perlu diluruskan.
Video yang diklaim menampilkan sejumlah orang beramai-ramai menarik uangnya di bank pada 4 Agustus 2025 salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan antrean di sebuah ruang dan diberi keterangan:
VIRAL !!!
Hari ini Senin Tanggal 4 Agustus 2025 Masyarakat Berbondong" Ke Bank Untuk Penarikan Dan Gaibnya
Warga ramai-ramai ke Bank tarik uang.
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan sejumlah orang beramai-ramai menarik uangnya di bank
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video tersebut kemudian menelusurinya menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini.
Narator dalam video menyebut unggahan itu adalah momen ketika sejumlah orangtua siswa memadati Aula Gedung Dibaleka, Balai Kota Depok pada 1 Juli 2025.
Mereka antre untuk mendaftarkan anaknya pada program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
Pemerintah Kota Depok menyediakan puluhan SMP dan MTS pada program RSSG tahun ajaran 2025–2026. Program itu merupakan tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi mengenai sekolah swasta gratis.
Dikutip dari Kompas.id, setelah melakukan pemblokiran, PPATK kini justru mengklaim telah mencabut pemblokiran terhadap 122 juta rekening dormant.
Proses pengaktifan kembali rekening dormant berada di tangan perbankan.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, pemblokiran rekening dormant dilakukan berdasarkan data yang diserahkan oleh perbankan kepada PPATK.
Setiap bank memiliki kriteria tersendiri dalam menetapkan status dormant, biasanya berkisar 3-6 bulan tidak aktif bertransaksi.
Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini.
Narator dalam video menyebut unggahan itu adalah momen ketika sejumlah orangtua siswa memadati Aula Gedung Dibaleka, Balai Kota Depok pada 1 Juli 2025.
Mereka antre untuk mendaftarkan anaknya pada program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG).
Pemerintah Kota Depok menyediakan puluhan SMP dan MTS pada program RSSG tahun ajaran 2025–2026. Program itu merupakan tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi mengenai sekolah swasta gratis.
Dikutip dari Kompas.id, setelah melakukan pemblokiran, PPATK kini justru mengklaim telah mencabut pemblokiran terhadap 122 juta rekening dormant.
Proses pengaktifan kembali rekening dormant berada di tangan perbankan.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, pemblokiran rekening dormant dilakukan berdasarkan data yang diserahkan oleh perbankan kepada PPATK.
Setiap bank memiliki kriteria tersendiri dalam menetapkan status dormant, biasanya berkisar 3-6 bulan tidak aktif bertransaksi.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan sejumlah orang beramai-ramai menarik uangnya di bank pada 4 Agustus 2025 merupakan informasi keliru atau hoaks.
Adapun video aslinya adalah momen ketika para orangtua mengantre di Aula Gedung Dibaleka, Balai Kota Depok pada 1 Juli 2025 untuk mendaftarkan anaknya program RSSG.
Tahun ini pemerintah Kota Depok menyediakan puluhan SMP dan MTS untuk program RSSG.
Adapun video aslinya adalah momen ketika para orangtua mengantre di Aula Gedung Dibaleka, Balai Kota Depok pada 1 Juli 2025 untuk mendaftarkan anaknya program RSSG.
Tahun ini pemerintah Kota Depok menyediakan puluhan SMP dan MTS untuk program RSSG.
Rujukan
(GFD-2025-28318) [KLARIFIKASI] Eiichiro Oda Belum Tanggapi Pengibaran Bendera One Piece di Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 06/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Mangaka Eiichiro Oda, kreator komik bajak laut One Piece disebut telah merespons fenomena pengibaran bendera Jolly Roger kelompok Topi Jerami di Indonesia.
Pemerintah Indonesia menganggap pengibaran bendera hitam dengan gambar tengkorak bertopi jerami menjelang HUT ke-80 RI itu sebagai bentuk provokasi.
Di media sosial, beredar tangkapan layar unggahan akun Instagram yang diklaim milik Oda, merespons mengenai larangan pengibaran bendera Topi Jerami.
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, konten itu merupakan informasi keliru.
Tangkapan layar unggahan akun Instagram Eiichiro Oda menanggapi larangan pengibaran bendera Jolly Roger, disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut teks yang tertera pada tangkapan layar, dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Perayaan HUT ke-80 RI, masyarakat mengibarkan bendera Topi Jerami Bajak Laut. Aksi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap pemerintah dan pemerintah menganggap aksi ini sebagai pemberontakan yang mengancam persatuan bangsa.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (5/8/2025):
Tanggapan Oda sensei perihal bendera Jolly Roger di tanah air. gimana menurut para nakama
Pemerintah Indonesia menganggap pengibaran bendera hitam dengan gambar tengkorak bertopi jerami menjelang HUT ke-80 RI itu sebagai bentuk provokasi.
Di media sosial, beredar tangkapan layar unggahan akun Instagram yang diklaim milik Oda, merespons mengenai larangan pengibaran bendera Topi Jerami.
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, konten itu merupakan informasi keliru.
Tangkapan layar unggahan akun Instagram Eiichiro Oda menanggapi larangan pengibaran bendera Jolly Roger, disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut teks yang tertera pada tangkapan layar, dalam terjemahan bahasa Indonesia:
Perayaan HUT ke-80 RI, masyarakat mengibarkan bendera Topi Jerami Bajak Laut. Aksi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap pemerintah dan pemerintah menganggap aksi ini sebagai pemberontakan yang mengancam persatuan bangsa.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (5/8/2025):
Tanggapan Oda sensei perihal bendera Jolly Roger di tanah air. gimana menurut para nakama
Hasil Cek Fakta
Akun Instagram yang diklaim sebagai kreator komik One Piece memiliki nama akun @eiichiro.odajp. Namun akun itu telah hilang atau telah dihapus.
Tidak ada informasi yang membuktikan bahwa Eiichiro Oda memiliki akun Instagram tersebut.
Sebagaimana pernah ditulis Kompas.com, Oda diketahui tidak memiliki akun media sosial atau setidaknya tidak mengungkapnya ke publik.
Jika ingin berinteraksi dengan penggemar komiknya, Oda akan menulis surat yang kemudian diunggah oleh akun X @Eiichiro_Staff, yang secara resmi dikelola oleh timnya.
Contohnya pada penerbitan One Piece volume 100 pada 2021, Eiichiro Oda menulis surat kepada penggemar dengan tulisan tangan yang diunggah di akun X resmi @Eiichiro_Staff,.
Dikutip dari Anime Corner, selain surat, Oda juga membuat animasi singkat untuk menyampaikan rasa terima kasihnya pada pembaca setia One Piece.
Tidak ada informasi yang membuktikan bahwa Eiichiro Oda memiliki akun Instagram tersebut.
Sebagaimana pernah ditulis Kompas.com, Oda diketahui tidak memiliki akun media sosial atau setidaknya tidak mengungkapnya ke publik.
Jika ingin berinteraksi dengan penggemar komiknya, Oda akan menulis surat yang kemudian diunggah oleh akun X @Eiichiro_Staff, yang secara resmi dikelola oleh timnya.
Contohnya pada penerbitan One Piece volume 100 pada 2021, Eiichiro Oda menulis surat kepada penggemar dengan tulisan tangan yang diunggah di akun X resmi @Eiichiro_Staff,.
Dikutip dari Anime Corner, selain surat, Oda juga membuat animasi singkat untuk menyampaikan rasa terima kasihnya pada pembaca setia One Piece.
Kesimpulan
Kabar yang menyebut Eiichiro Oda menanggapi larangan pengibaran bendera Jolly Roger milik kelompok Topi Jerami melalui Instagram merupakan informasi keliru.
Akun Instagram dalam tangkapan layar bukanlah akun resmi milik Oda.
Ketika ingin berinteraksi dengan penggemar komiknya, Oda akan menulis surat yang kemudian diunggah di akun X @Eiichiro_Staff, yang merupakan akun resmi yang dikelola timnya.
Akun Instagram dalam tangkapan layar bukanlah akun resmi milik Oda.
Ketika ingin berinteraksi dengan penggemar komiknya, Oda akan menulis surat yang kemudian diunggah di akun X @Eiichiro_Staff, yang merupakan akun resmi yang dikelola timnya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1329056869219496&set=a.1309940017797848
- https://www.facebook.com/photo?fbid=4006517779607654&set=a.1568309146761875
- https://www.facebook.com/photo?fbid=122246049764193088&set=a.122104480598193088
- https://www.instagram.com/eiichiro.odajp/?hl=en
- https://www.kompas.com/hype/read/2025/08/05/193446066/eiichiro-oda-tak-respons-fenomena-berkibarnya-jolly-roger-one-piece-di
- https://x.com/Eiichiro_Staff/status/1433766745420931077
- https://animecorner.me/eiichiro-oda-sends-message-to-fans-for-after-volume-100-release/
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
Halaman: 1514/7954