• (GFD-2025-29000) [KLARIFIKASI] Konten Satire, Indonesia Satu Grup dengan Belanda-Jepang pada Piala Dunia 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi pembagian grup pada Piala Dunia FIFA 2026, di mana Indonesia, Jepang, Portugal, dan Belanda, berada dalam satu grup.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut perlu diluruskan.

    Narasi Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Portugal, dan Belanda, pada Piala Dunia 2026 dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada September 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Apa2an ini? kok jadi kayak acara Reunian Akbar

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan kejanggalan yang mengindikasikan narasi Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Portugal, dan Belanda, pada Piala Dunia 2026, palsu.

    Pada gambar daftar peserta Grup C Piala Dunia 2025 yang dibagikan, logo yang dicantumkan adalah logo Piala Dunia 2022 alih-alih logo Piala Dunia 2026. 

    Selain itu, FIFA belum mengumumkan pembagian grup Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebab, proses kualifikasi masih berjalan.

    Tim nasional Indonesia juga belum lolos ke Piala Dunia 2026. Timnas masih harus berjuang melalui putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

    Hasil undian putaran keempat menempatkan Indonesia di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Laga putaran keempat akan dimulai pada 8 Oktober 2025 menghadapi Arab Saudi.

    Dilansir Goal, pengundian grup Piala Dunia 2026 baru akan dimulai pada 5 Desember 2025.

    Konten tersebut merupakan satire atau candaan terkait latar belakang sejarah dari tim-tim yang disebut termasuk dalam Grup C Piala Dunia 2026.

    Sebagaimana diketahui, Indonesia pernah menjadi wilayah jajahan Belanda dan kemudian Jepang, sebelum akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945. 

    Portugal juga sempat masuk dan berupaya menguasai sejumlah wilayah Nusantara seperti Malaka dan Maluku. Kemudian, Portugal juga sempat menguasai wilayah Timor yang kini dikenal sebagai Timor Leste. 

    Kesimpulan

    Narasi Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Portugal, dan Belanda, pada Piala Dunia 2026 perlu diluruskan agar tidak menimbulkan misinformasi.

    FIFA belum mengumumkan pembagian grup Piala Dunia 2026. Pengundian grup baru akan dimulai pada 5 Desember 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29001) [HOAKS] Video Ilham Aidit Memprovokasi Sejumlah Orang

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang diunggah di media sosial diklaim menampilkan anak dari pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit yang bernama Ilham Aidit sedang memprovokasi sejumlah orang.

    Dalam video, ia menyebut beberapa orang yang dituduh sebagai dalang kerusuhan.

    Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video tersebut tidak benar. Pria yang ada di dalam video bukan Ilham Aidit dan tidak terkait dengan PKI.

    Video yang diklaim menampilkan Ilham Aidit memprovokasi sejumlah orang salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan seorang pria sedang menyampaikan soal dalang di balik peristiwa kerusuhan. Salah satu yang disebut yakni kubu Presiden Prabowo Subianto.

    Video diberi keterangan sebagai berikut: 

    SEJAK 98 ILHAM AIDIT SELALU PROVOKASI DI FASILITASI OLEH REJIM BERKUASA..ERA 2014 DIA DUET DGN JOKOWI CS MERUBAH TAP MPRS NOMER XXV/MPRS/1966 TENTANG PEMBUBARAN PKI

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim Ilham Aidit sedang melakukan provokasi

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati, wajah pria yang ada di dalam video tersebut tidak mirip dengan Ilham Aidit.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mencari sumber video tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, video identik dengan unggahan kanal YouTube ini pada 29 Mei 2019.

    Keterangan dalam video menyebut bahwa pria yang ada di dalam video yakni Benny Rhamdani yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

    Dalam video aslinya, Benny yang saat itu menjadi relawan Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berkomentar terkait beberapa pihak yang dianggap sebagai dalang kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019. 

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, pada 21 dan 22 Mei 2019 terjadi kerusuhan di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga ke Markas Brimob Petamburan dan kawasan Slipi, Jakarta.

    Unjuk rasa penolakan hasil Pemilu 2019 yang awalnya berlangsung damai itu menjadi ricuh setelah sebagian besar pengunjuk rasa pulang dan datang kelompok warga lain. Kericuhan mengakibatkan 9 orang tewas.

    Sebagai informasi, ini bukan kali pertama Benny Rhamdani dinarasikan sebagai anak DN Aidit. Ada sejumlah narasi hoaks yang menyebut Benny sebagai anak Aidit, misalnya ini dan ini.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan Ilham Aidit sedang memprovokasi sejumlah orang merupakan konten hoaks. Informasi dalam unggahan itu tidak benar.

    Pria yang ada di dalam video bukan Ilham Aidit, melainkan mantan Kepala BP2MI Benny Rhamdani.

    Video aslinya diambil pada 2019. Saat itu, Benny berkomentar terkait beberapa pihak yang dianggap sebagai dalang kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28950) [SALAH] Rumah Roy Suryo Dijarah dan Dibakar

    Sumber: Tiktok
    Tanggal publish: 10/09/2025

    Berita

    Akun tiktok “jackyjack084” pada Senin (08/09/2025) mengunggah video [arsip] yang menampilkan kerumunan massa dan pembakaran disertai takarir:

    “Giliran Rumah Roy Panci yang Dijarah dan Dibakar”
    “ketika rakyat sudah muak dengan fitnahan Roy Suryo dan kelompoknya yang semakin kurang ajar terhadap pak Jokowi, kini masa beramai-ramai membakar rumah Roy Suryo hingga tak bersisa, inilah resiko memfitnah orang baik ya guys”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “rumah Roy Suryo dijarah dan dibakar” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
    Selanjutnya, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran dengan memasukkan hasil tangkapan layar dari video ke dalam Google lens. Hasilnya ditemukan artikel dari jabarekspres.com berjudul “Jadi Sasaran Empuk, Aset MPR RI di Depan Gedung DPRD Jabar Dibakar Oknum Massa!” yang menggunakan gambar serupa dengan video klaim.

    Dalam artikel yang tayang Jumat (29/08/2025) tersebut dijelaskan bahwa yang dibakar merupakan sebuah rumah aset milik MPR RI yang terletak di depan gedung DPRD Jabar di Jalan Diponegoro, Bandung.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “rumah Roy Suryo dijarah dan dibakar” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28951) [SALAH] Mahasiswa Melakukan Demo di Mako Brimob pada 7 September 2025

    Sumber: TIKTOK.COM
    Tanggal publish: 10/09/2025

    Berita

    Akun Tiktok “alongsigli” pada Senin (1/9/2025) mengunggah video [arsip] yang dengan narasi:

    UPDATE TERKINI GERAKAN TERBARU DEMONSTRASI MAHASISWA DAN RAKYAT DEMO BESAR-BESARAN MAKO BRIMOB 7 SEPTEMBER 2025

    Per Rabu (10/9/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 149 ribu kali, disukai 3359 kali, dibagikan ulang 645 kali dan menuai 271 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Mahasiswa Melakukan Demo di Mako Brimob pada 7 September 2025” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.

    Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan reverse image search. Hasilnya, video merupakan demo Aliansi Mahasiswa Makassar yang terjadi di Makassar pada Senin (1/9/ 2025).

    Selain itu, ditemukan video serupa pada kanal Youtube dengan nama pengguna Unhas TV dengan judul video “Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar berkumpul berdemo di bawah Fly Over” yang diunggah pada pada Senin (1/9/ 2025).

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “Mahasiswa Melakukan Demo di Mako Brimob pada 7 September 2025” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Yudho Ardi)