KOMPAS.com - Di media sosial beredar berita seorang ibu hamil tertimpa pohon kelapa yang tumbang. Ibu dan bayi yang dikandungnya disebut meninggal dunia.
Berita itu memuat foto yang menampilkan sejumlah orang mengangkat jenazah menggunakan tandu. Namun, kabar itu dibagikan tanpa keterangan lokasi dan waktu.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konteks berita tersebut perlu diperjelas agar tidak timbul kesalahpahaman.
Kabar kematian seorang ibu hamil dan bayi yang dikandungnya akibat tertimpa pohon kelapa dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Jumat (8/8/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
ibu h4mil trt!mp4 pohon kelapa yang tumbang di saat dia sedang mencuci, Ibu dan b4yinya MD. semoga surga tempatmu kaka, kluarga yg ditinggal diberikan kesabaran, dan smoga yang melihat postingan ini dijauhi dari musibah marabahaya..
(GFD-2025-28376) [KLARIFIKASI] Ibu Hamil Tewas Tertimpa Pohon Kelapa, Kejadian di Filipina dan Bukan Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 11/08/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, foto yang dicantumkan dalam narasi tersebut ditemukan dalam unggahan Facebook berbahasa Tagalog.
Dalam unggahan tertanggal 18 Juli 2025 ini, disebutkan bahwa seorang ibu hamil tewas setelah tertimpa pohon kelapa saat sedang mencuci pakaian di Davao Occidental.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran lebih lanjut untuk menemukan pemberitaan dari media Filipina terkait peristiwa tersebut.
Hasilnya, ditemukan pemberitaan Manila Bulletin, 18 Juli 2025. Artikel itu memberitakan kematian seorang ibu hamil akibat tertimpa pohon kelapa di Davao Occidental.
Korban berusia 23 tahun itu sedang berjalan pulang setelah mencuci di sumur dekat rumahnya ketika sebuah pohon kelapa tiba-tiba tumbang.
Korban tertimpa bersama anjing peliharaannya. Anjing itu mati di tempat, sementara korbandibawa ke rumah sakit dan tewas karena luka serius. Bayinya juga meninggal dunia.
Dalam unggahan tertanggal 18 Juli 2025 ini, disebutkan bahwa seorang ibu hamil tewas setelah tertimpa pohon kelapa saat sedang mencuci pakaian di Davao Occidental.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran lebih lanjut untuk menemukan pemberitaan dari media Filipina terkait peristiwa tersebut.
Hasilnya, ditemukan pemberitaan Manila Bulletin, 18 Juli 2025. Artikel itu memberitakan kematian seorang ibu hamil akibat tertimpa pohon kelapa di Davao Occidental.
Korban berusia 23 tahun itu sedang berjalan pulang setelah mencuci di sumur dekat rumahnya ketika sebuah pohon kelapa tiba-tiba tumbang.
Korban tertimpa bersama anjing peliharaannya. Anjing itu mati di tempat, sementara korbandibawa ke rumah sakit dan tewas karena luka serius. Bayinya juga meninggal dunia.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar kematian seorang ibu hamil dan bayi yang dikandungnya akibat tertimpa pohon kelapa dibagikan tanpa konteks lengkap.
Meski dibagikan oleh pengguna Facebook berbahasa Indonesia, peristiwa tersebut terjadi di Davao Occidental, Filipina, pada 18 Juli 2025.
Meski dibagikan oleh pengguna Facebook berbahasa Indonesia, peristiwa tersebut terjadi di Davao Occidental, Filipina, pada 18 Juli 2025.
Rujukan
- https://www.facebook.com/masakanpraktiss/posts/pfbid02qYVxeQnH3y5v2M9Vo474KUFUCQ6iVYnUy8j12tnZSnmiLRK33Xs1Fjd97gyCoLd2l
- https://www.facebook.com/info.zodiak.mu/posts/pfbid02GyiBc3114VGKqCGLw3r4TDwkPzHvYF1iGcnyZ1zA2Qsue8kbYNbgVcdWi3LNCEXgl
- https://www.facebook.com/TipsResepSpesial/posts/pfbid0fgZrw2VcmpzERTAxZkVXUL7rBLFKmHRFKqAbZjdjBXStaZs6zBz3GKzw3JeFLugDl
- https://www.facebook.com/sirbisu/posts/pfbid02ExJxXQJNuNm3tEY45VxnuuRHb8EMzZobEzSzST6jwNuVtcoi11zAP7VttFNQ5EsQl
- https://mb.com.ph/2025/07/18/nine-month-pregnant-woman-killed-by-falling-coconut-tree
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28377) [HOAKS] Netanyahu Berjanji Merdekakan Palestina asal Iran Hentikan Perang
Sumber:Tanggal publish: 11/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Iran untuk menghentikan perang.
Video itu juga menghadirkan narasi bahwa Netanyahu berjanji akan memerdekakan Palestina jika Iran menghentikan perang.
Namun setelah ditelusuri narasi dalam video itu merupakan tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan Netanyahu meminta Iran menghentikan perang dan berjanji akan memerdekakan Palestina dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Netanyahu sedang berpidato dan diberi keterangan:
untuk kedua kalinya PM Israel Benjami Netanyahu meminta stop per4ng dg Israel sambil memohon.
Beraninya sama perempuan dan anak kecil giliran udah ada lawan minta udahan. PM Israel berjanji akan merdekakan rakyat Palestina asal Iran berhenti menyer4ng Israel.
Akun Facebook Video yang diklaim menampilkan Netanyahu meminta Iran menghentikan perang dan berjanji akan memerdekakan Palestina
Video itu juga menghadirkan narasi bahwa Netanyahu berjanji akan memerdekakan Palestina jika Iran menghentikan perang.
Namun setelah ditelusuri narasi dalam video itu merupakan tidak benar atau hoaks.
Video yang diklaim menampilkan Netanyahu meminta Iran menghentikan perang dan berjanji akan memerdekakan Palestina dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini dan ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Netanyahu sedang berpidato dan diberi keterangan:
untuk kedua kalinya PM Israel Benjami Netanyahu meminta stop per4ng dg Israel sambil memohon.
Beraninya sama perempuan dan anak kecil giliran udah ada lawan minta udahan. PM Israel berjanji akan merdekakan rakyat Palestina asal Iran berhenti menyer4ng Israel.
Akun Facebook Video yang diklaim menampilkan Netanyahu meminta Iran menghentikan perang dan berjanji akan memerdekakan Palestina
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid Netanyahu meminta Iran menghentikan perang dan berjanji akan memerdekakan Palestina.
Penelusuran lebih lanjut menemukan keterangan dalam video tidak sesuai dengan perkataan yang disampaikan Netanyahu.
Video identik dengan unggahan di kanal YouTube IsraeliPM pada 14 Juni 2025.
Video asli diberi judul berbahasa Inggris yang artinya: "Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Menyampaikan Pidato kepada Rakyat Iran".
Dalam video itu Netanyahu tidak meminta Iran menghentikan perang dan berjanji akan memerdekakan Palestina.
Namun, Netanyahu menyampaikan mengenai operasi "Rising Lion" atau "Singa yang Bangkit" yang dilancarkan Israel.
Menurut Netanyahu, operasi itu bertujuan untuk menggagalkan ancaman nuklir dan misil balistik Iran.
Netanyahu mengeklaim pihaknya telah berhasil melumpuhkan para komandan militer teratas, ilmuwan nuklir, serta fasilitas nuklir milik Iran.
Penelusuran lebih lanjut menemukan keterangan dalam video tidak sesuai dengan perkataan yang disampaikan Netanyahu.
Video identik dengan unggahan di kanal YouTube IsraeliPM pada 14 Juni 2025.
Video asli diberi judul berbahasa Inggris yang artinya: "Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Menyampaikan Pidato kepada Rakyat Iran".
Dalam video itu Netanyahu tidak meminta Iran menghentikan perang dan berjanji akan memerdekakan Palestina.
Namun, Netanyahu menyampaikan mengenai operasi "Rising Lion" atau "Singa yang Bangkit" yang dilancarkan Israel.
Menurut Netanyahu, operasi itu bertujuan untuk menggagalkan ancaman nuklir dan misil balistik Iran.
Netanyahu mengeklaim pihaknya telah berhasil melumpuhkan para komandan militer teratas, ilmuwan nuklir, serta fasilitas nuklir milik Iran.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Netanyahu meminta Iran menghentikan perang dan berjanji akan memerdekakan Palestina merupakan informasi tidak benar atau hoaks.
Dalam video aslinya, Netanyahu menjelaskan mengenai operasi “Rising Lion” atau “Singa Bangkit” yang dilakukan Israel untuk menyerang Iran.
Dalam video aslinya, Netanyahu menjelaskan mengenai operasi “Rising Lion” atau “Singa Bangkit” yang dilakukan Israel untuk menyerang Iran.
Rujukan
(GFD-2025-28381) [KLARIFIKASI] Baju Selam dari Logam Dibuat pada 1920, Bukan 1907
Sumber:Tanggal publish: 11/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial tersiar narasi mengenai baju selam yang terbuat dari logam seberat 200 kilogram yang dibuat pada 1907 oleh seorang bernama Enos B Petrie.
Narasi dalam unggahan menyatakan, istilah "Iron Man" pertama kali muncul dari permbuatan baju selam tersebut.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru dan perlu diluruskan.
Konten yang menginformasikan baju selam dari logam yang dibuat pada 1907 disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Pengguna media sosial menyertakan video dan foto menampilkan seorang pria memakai pakaian selam yang terbuat dari logam.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 21 Juli 2025:
Nama "Iron Man" Pertama Kali Muncul... Bukanlah Di Komik, Tapi Di Laut.
Tahun 1907, Enos B. Petrie Menciptakan Baju Selam Logam 200 Kg Bernama Iron Man.
Dirancang Tahan Tekanan Ekstrem, Bisa Menyelam 60 Meter Tanpa Dekompresi.
Lebih Dari 50 Tahun Sebelum Tony Stark Muncul, Manusia Sudah Merancang Exosuit Futuristik Dari Besi Murni.
Narasi dalam unggahan menyatakan, istilah "Iron Man" pertama kali muncul dari permbuatan baju selam tersebut.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu keliru dan perlu diluruskan.
Konten yang menginformasikan baju selam dari logam yang dibuat pada 1907 disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Pengguna media sosial menyertakan video dan foto menampilkan seorang pria memakai pakaian selam yang terbuat dari logam.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 21 Juli 2025:
Nama "Iron Man" Pertama Kali Muncul... Bukanlah Di Komik, Tapi Di Laut.
Tahun 1907, Enos B. Petrie Menciptakan Baju Selam Logam 200 Kg Bernama Iron Man.
Dirancang Tahan Tekanan Ekstrem, Bisa Menyelam 60 Meter Tanpa Dekompresi.
Lebih Dari 50 Tahun Sebelum Tony Stark Muncul, Manusia Sudah Merancang Exosuit Futuristik Dari Besi Murni.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek jejak digital video dan gambar yang beredar dengan teknik reverse image search.
Hasil pencarian di TinEye mengarahkan gambar tersebut ke situs berbagi gambar Alamy ini.
Keterangan foto menyebutkan, pria dalam video mengenakan pakaian selam yang terbuat dari baja, dilengkapi lampu dan perangkat yang membuat penyelam dapat bernapas.
Foto itu dipotret oleh Charles Trampus pada Juli 1920.
Kecanggihan artificial intelligence (AI) mampu menghasilkan video hanya dengan memasukkan satu gambar.
Video yang beredar memiliki indikasi dibuat dari foto karya Charles Trampus.
Adapun baju selam pertama di dunia dibuat pada 10 Februari 1774 oleh Andrew Becker.
Dikutip dari Grateful American Foundation, Becker menggunakan sistem tabung agar penyelam dapat bernapas.
Ia mendemonstrasikan pakaiannya di Sungai Thames, London dan mampu menyelam selama satu jam.
Namun, desain pakaian selam pertama dikembangkan oleh penemu Inggris pada 1710-an, yakni John Lethbridge dan Augustus Siebe.
Pakaian selam dengan kanvas kedap air yang ditemukan oleh Charles Mackintosh. Sejak akhir 1800-an dan sepanjang sebagian besar abad ke-20, sebagian besar Gaun Standar terdiri dari selembar karet padat di antara lapisan kepar cokelat.
Sebagaimana dilansir Interesting Engineering, salah satu baju selam tua disimpan di Museom Raahe, Finlandia.
Baju selam itu milik pelaut Finlandia bernama Johan Leufstadius (1795-1867).
Museum lokal tertua di Finlandia itu menyimpan baju selam yang dipakai sekitar abad ke-18, yang dahulu digunakan untuk memeriksa lambung kapal tanpa harus membawanya ke dermaga.
Arsip Nasional Swedia juga memiliki gambar pakaian selam yang diperkirakan dibuat sekitar 1727.
Sebagian besar baju selam itu terbuat dari bahan kulit, dengan jahitan dari benang pitch yang tahan air.
Sementara bagian kepalanya dilengkapi dengan kerangka kayu, lalu dilapisi dengan bahan kulit dan kaca.
Di puncak tudung terdapat lubang untuk pipa udara dari kayu. Udara dipompa ke penyelam dengan pompa piston, dan udara dikeluarkan dari pakaian melalui pipa pendek di bagian belakang.
Hasil pencarian di TinEye mengarahkan gambar tersebut ke situs berbagi gambar Alamy ini.
Keterangan foto menyebutkan, pria dalam video mengenakan pakaian selam yang terbuat dari baja, dilengkapi lampu dan perangkat yang membuat penyelam dapat bernapas.
Foto itu dipotret oleh Charles Trampus pada Juli 1920.
Kecanggihan artificial intelligence (AI) mampu menghasilkan video hanya dengan memasukkan satu gambar.
Video yang beredar memiliki indikasi dibuat dari foto karya Charles Trampus.
Adapun baju selam pertama di dunia dibuat pada 10 Februari 1774 oleh Andrew Becker.
Dikutip dari Grateful American Foundation, Becker menggunakan sistem tabung agar penyelam dapat bernapas.
Ia mendemonstrasikan pakaiannya di Sungai Thames, London dan mampu menyelam selama satu jam.
Namun, desain pakaian selam pertama dikembangkan oleh penemu Inggris pada 1710-an, yakni John Lethbridge dan Augustus Siebe.
Pakaian selam dengan kanvas kedap air yang ditemukan oleh Charles Mackintosh. Sejak akhir 1800-an dan sepanjang sebagian besar abad ke-20, sebagian besar Gaun Standar terdiri dari selembar karet padat di antara lapisan kepar cokelat.
Sebagaimana dilansir Interesting Engineering, salah satu baju selam tua disimpan di Museom Raahe, Finlandia.
Baju selam itu milik pelaut Finlandia bernama Johan Leufstadius (1795-1867).
Museum lokal tertua di Finlandia itu menyimpan baju selam yang dipakai sekitar abad ke-18, yang dahulu digunakan untuk memeriksa lambung kapal tanpa harus membawanya ke dermaga.
Arsip Nasional Swedia juga memiliki gambar pakaian selam yang diperkirakan dibuat sekitar 1727.
Sebagian besar baju selam itu terbuat dari bahan kulit, dengan jahitan dari benang pitch yang tahan air.
Sementara bagian kepalanya dilengkapi dengan kerangka kayu, lalu dilapisi dengan bahan kulit dan kaca.
Di puncak tudung terdapat lubang untuk pipa udara dari kayu. Udara dipompa ke penyelam dengan pompa piston, dan udara dikeluarkan dari pakaian melalui pipa pendek di bagian belakang.
Kesimpulan
Konten yang menginformasikan baju selam dari logam yang dibuat pada 1907 memuat informasi keliru.
Konten itu bersumber dari foto pakaian selam yang dipotret oleh Charles Trampus pada Juli 1920.
Sementara, desain pakaian selam pertama telah ada sejak abad ke-18 dengan bahan dasar kulit, kerangka kayu, dan bahan pitch yang tahan air.
Konten itu bersumber dari foto pakaian selam yang dipotret oleh Charles Trampus pada Juli 1920.
Sementara, desain pakaian selam pertama telah ada sejak abad ke-18 dengan bahan dasar kulit, kerangka kayu, dan bahan pitch yang tahan air.
Rujukan
- https://www.facebook.com/tungkal021/videos/1973481313488696/
- https://www.facebook.com/reel/1333825341698092
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1072569628320128&set=a.431868902390207
- https://www.tineye.com/search/227ae5c28a040dca79e5bf2fa3820fd72470f24b?sort=score&order=desc&page=1
- https://www.alamy.com/july-1920-new-diving-suit-for-great-depths-steel-armor-used-by-divers-for-underwater-investments-a-consequence-of-naval-warfare-it-is-equipped-with-two-powerful-electric-lamps-and-allows-the-diver-to-breathe-as-if-in-the-open-air-credit-album-archivo-abc-charles-trampus-image575800117.html?irclickid=S3KXyGyh0xycTV0zYb3G6xiVUkpxKDV1dxk80U0&utm_source=77643&utm_campaign=Royalty-free%20stock%20photos%20and%20images%20%E2%80%93%20Alamy%20&utm_medium=impact&irgwc=1
- https://gratefulamericanfoundation.org/who-created-the-first-diving-suit/
- https://interestingengineering.com/culture/the-worlds-oldest-known-diving-suit-the-old-gentleman
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28382) [HOAKS] Foto Struk Restoran dengan Tagihan untuk Bayar Royalti Musik
Sumber:Tanggal publish: 11/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar foto struk restoran yang menunjukkan biaya Rp 29.140 untuk royalti musik dan lagu.
Konten itu beredar di tengah polemik kewajiban pemilik usaha membayar royalti kepada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) apabila memutar lagu di tempat usaha.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto struk tersebut merupakan hasil manipulasi.
Foto struk restoran yang menunjukkan biaya Rp 29.140 untuk royalti musik dan lagu dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Makan di restoran sudah diberlakukan kena pajak royalti musik dan lagu dibebankan ke customer padahal kita sbg costomer jg ga minta lagu itu di putar negara bobrok segala pajak dibebankan ke rakyat gak peduli kalangan atas menengah atau bawah bayar pajak itu wajib
Konten itu beredar di tengah polemik kewajiban pemilik usaha membayar royalti kepada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) apabila memutar lagu di tempat usaha.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto struk tersebut merupakan hasil manipulasi.
Foto struk restoran yang menunjukkan biaya Rp 29.140 untuk royalti musik dan lagu dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Makan di restoran sudah diberlakukan kena pajak royalti musik dan lagu dibebankan ke customer padahal kita sbg costomer jg ga minta lagu itu di putar negara bobrok segala pajak dibebankan ke rakyat gak peduli kalangan atas menengah atau bawah bayar pajak itu wajib
Hasil Cek Fakta
Setelah melakukan penelusuran menggunakan Google Lens, Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan foto struk yang mirip di situs Tripadvisor.
Keterangan yang dicantumkan di Tripadvisor menyebutkan, struk itu diperoleh dari transaksi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam foto tersebut, terlihat struk memperlihatkan harga yang harus dibayar sebesar RP 742.940.
Angka ini sama seperti yang terlihat pada struk dalam unggahan Facebook.
Namun, terdapat kejanggalan pada struk yang beredar di Facebook. Pada struk itu, total pembayaran yang tertera adalah Rp 742.940.
Sementara, apabila nominal subtotal (Rp 614.000), service charge (Rp 67.540), dan PB1 (Rp 67.540) dijumlahkan, totalnya adalah Rp 749.080.
Ketidaksesuaian nominal ini tidak ditemukan pada struk yang diunggah di Tripadvisor. Ini mengindikasikan bahwa struk di Tripadvisor asli.
Dalam struk yang diunggah di Tripadvisor, nominal subtotal (Rp 614.000), service charge (Rp 61.400), dan PB1 (Rp 67.540), yang jika dijumlahkan totalnya adalah Rp 742.940.
Selain itu, struk di Tripadvisor tidak mencantumkan tagihan untuk royalti musik dan lagu. Struk itu memuat tagihan untuk item "Wedang Uwuh" sebesar Rp 59.000.
Kejanggalan tersebut mengindikasikan bahwa foto struk yang mencantumkan item royalti musik dan lagu dengan biaya Rp 29.140 merupakan hasil manipulasi.
Keterangan yang dicantumkan di Tripadvisor menyebutkan, struk itu diperoleh dari transaksi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam foto tersebut, terlihat struk memperlihatkan harga yang harus dibayar sebesar RP 742.940.
Angka ini sama seperti yang terlihat pada struk dalam unggahan Facebook.
Namun, terdapat kejanggalan pada struk yang beredar di Facebook. Pada struk itu, total pembayaran yang tertera adalah Rp 742.940.
Sementara, apabila nominal subtotal (Rp 614.000), service charge (Rp 67.540), dan PB1 (Rp 67.540) dijumlahkan, totalnya adalah Rp 749.080.
Ketidaksesuaian nominal ini tidak ditemukan pada struk yang diunggah di Tripadvisor. Ini mengindikasikan bahwa struk di Tripadvisor asli.
Dalam struk yang diunggah di Tripadvisor, nominal subtotal (Rp 614.000), service charge (Rp 61.400), dan PB1 (Rp 67.540), yang jika dijumlahkan totalnya adalah Rp 742.940.
Selain itu, struk di Tripadvisor tidak mencantumkan tagihan untuk royalti musik dan lagu. Struk itu memuat tagihan untuk item "Wedang Uwuh" sebesar Rp 59.000.
Kejanggalan tersebut mengindikasikan bahwa foto struk yang mencantumkan item royalti musik dan lagu dengan biaya Rp 29.140 merupakan hasil manipulasi.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto struk restoran yang menunjukkan biaya Rp 29.140 untuk royalti musik dan lagu adalah hoaks.
Foto itu merupakan hasil manipulasi. Foto asli merupakan struk dari Plataran Menteng, dan tidak memuat tagihan untuk item royalti musik dan lagu.
Foto itu merupakan hasil manipulasi. Foto asli merupakan struk dari Plataran Menteng, dan tidak memuat tagihan untuk item royalti musik dan lagu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=24700719016180438&set=a.174796859199328
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=25143836891872603&set=a.779877558695209
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122212608902122859&set=gm.1503345857327518&idorvanity=294207274908055
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1488671922143324&set=a.103254157351781
- https://www.tripadvisor.com/LocationPhotoDirectLink-g294229-d12179632-i358870851-Plataran_Menteng-Jakarta_Java.html
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
Halaman: 1496/7954