• (GFD-2025-28934) [KLARIFIKASI] Manajemen Bantah Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan Dijual

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dijual dengan harga Rp 2,5 triliun.

    Informasi yang beredar turut mencantumkan tangkapan layar listing Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan di situs agen properti terkemuka di Indonesia.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan.

    Informasi penjualan hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan dibagikan oleh akun X ini, akun Facebook ini, dan akun TikTok ini, pada Minggu (7/9/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan di X:

    Serius? Kode keras, Ritz Carlton aja nyerah

    Tangkapan Layar Unggahan di platform X, Ritz-Carlton Mega Kuningan Jakarta dijual dengan harga Rp 2,5 triliun. Namun, hal ini dibantah manajemen.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan listing Ritz-Carlton Mega Kuningan di situs agen properti terkemuka di Indonesia.

    Dengan demikian, posting itu memang ada, dan bukan hasil rekayasa.

    Kendati demikian, manajemen Ritz-Carlton Mega Kuningan membantah bahwa hotel tersebut dijual dan mengaku tidak mengetahui sumber informasi tersebut. 

    "Tidak benar. Dan ini banyak sekali agen properti yang listing penjualan ini. Kami tidak mengetahui, dari mana mereka mendapatkan informasi tersebut," ujar perwakilan manajemen, sebagaimana diberitakan Kompas.com, Minggu (7/9/2025).

    Tak hanya sekali ini saja isu yang menerpa Ritz-Carlton Mega Kuningan, sebelumnya platform jual beli properti 99.co juga menampilkan listing penjualan hotel ini.

    Manajemen menyebutkan bahwa performa Ritz-Carlton Mega Kuningan terbilang solid.

    Tingkat okupansi hotel mencapai 68 persen, jauh di atas rata-rata okupansi Jakarta yang masih berada di kisaran 50-60 persen.

    Manajemen mengakui, tingkat okupansi sempat turun akibat serangkaian demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada akhir Agustus dan awal September 2025.

    "Meskipun begitu, performa hotel tetap menunjukkan kekuatan di tengah tantangan yang ada," kata perwakilan manajemen.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi penjualan hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan perlu diluruskan.

    Manajemen Ritz-Carlton Mega Kuningan membantah bahwa hotel tersebut dijual dan mengaku tidak mengetahui sumber informasi tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28935) [KLARIFIKASI] Video Ahmad Sahroni Ditangkap Polisi di Bandara Soetta Hasil Rekayasa AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial mengeklaim politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni ditangkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta usai pulang dari Singapura.

    Namun, setelah ditelusuri, video itu merupakan hasil rekayasa menggunakan artificial intelligence (AI).

    Sebagai konteks, Sahroni sempat dikabarkan kabur ke Singapura setelah rumahnya dijarah massa pada 30 Agustus 2025.

    Penjarahan itu dilakukan usai Sahroni melontarkan pernyataan kontroversial terhadap masyarakat yang ingin membubarkan DPR.

    Video yang diklaim menampilkan Sahroni ditangkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini, dan ini.

    Dalam video, tampak Sahroni sedang berjalan dengan dikawal oleh dua orang berseragam polisi.

    Narator dalam video menyebut Sahroni ditangkap polisi karena terlibat kasus kontroversial yang memicu kemarahan publik.

    Hasil Cek Fakta

    Ketika dicermati, terdapat kejanggalan dalam video tersebut. Salah satunya yakni bisa dilihat pada mimik wajah Sahroni yang tampak kaku.

    Penelusuran melalui Google Search juga tidak menemukan adanya pemberitaan valid soal penangkapan Sahroni.

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation. Tools tersebut dapat mendeteksi sebuah video dihasilkan oleh AI atau bukan.

    Setelah dicek, hasilnya video Sahroni ditangkap di Bandara Soekarno Hatta memiliki probabilitas 81 persen dihasilkan oleh AI. Sehingga, dapat dipastikan bahwa konten itu bukan peristiwa nyata.

    Sebelumnya di media sosial juga muncul sejumlah informasi keliru yang mencatut nama Sahroni usai rumahnya dijarah.

    Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini, di sini, di sini, di sini, dan di sini.

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Ahmad Sahroni ditangkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta merupakan konten hasil manipulasi.

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video itu memiliki probabilitas 81 persen dihasilkan AI. Sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid kader Partai Nasdem itu ditangakap polisi. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28940) [SALAH] Video Demonstrasi di Citra Raya Cikupa

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 08/09/2025

    Berita

    Pada Senin (1/9/2025) beredar video di TikTok (arsip cadangan) oleh akun “dnidmuslim” (@Pais_gurih) dengan narasi:

    “citra raya cikupa bree 💪🇮🇩"

    dengan menambahkan:

    “#fyppppppppppppppppppppppppppppppppシ゚viral🖤tiktok”

    di unggahannya.

    Unggahan ini mengeksploitasi/menumpang momen unjuk rasa DPR yang terjadi selama beberapa hari di akhir bulan Agustus 2025 baru-baru ini.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah disukai 55.4 ribu dan dibagikan 24.2 ribu kali oleh pengguna TikTok lainnya dengan kondisi komentar dikunci sehingga tidak ada komentar di post tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan Google Lens untuk menemukan sumber foto yang disebarkan, hasilnya didapatkan sebuah sumber yang sebelumnya membagikan video yang mirip dengan konteks yang benar.

    Akun Facebook "Tangsel Life” (fb.me/tangselife) sudah membagikan video yang dibagikan oleh akun X @AntoniusCDN sebelumnya pada 6 Oktober 2020 lalu, sehingga dari aspek waktu tidak relevan dengan momen unjuk rasa DPR yang berlangsung di akhir bulan Agustus beberapa hari lalu.

    Untuk mengkoroborasi mendukung sumber di atas, pencarian di Google News dengan kata kunci “demo omnibus law citra raya cikupa” dengan membatasi pencarian di Oktober 2020 menghasilkan satu artikel dari Liputan6.com terbitan 8 Oktober 2020 yang memuat informasi mengenai berkumpulnya buruh di depan gerbang Citra Raya Cikupa di paragraf ke 8 di bagian “Tangerang”.

    Berkaitan dengan momen unjuk rasa DPR, pencarian di Google News dengan kata kunci “unjuk rasa dpr” menghasilkan artikel dari sumber-sumber autoritatif, yaitu berita dari berbagai media.

    Kesimpulan

    Unggahan tersebut masuk ke kategori konten yang menyesatkan (misleading content). Faktanya, video yang dibagikan adalah video demonstrasi UU Cipta Kerja atau Omnibus Law pada tahun 2020 lalu.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28894) [PENIPUAN] Jusuf Hamka Promosikan Situs Judi Online

    Sumber: FACEBOOK.COM
    Tanggal publish: 08/09/2025

    Berita

    Akun Facebook “Duda Encok” pada Minggu (31/8/2025) mengunggah video [arsip] yang dengan narasi:

    Jusuf Hamka Promosikan Situs Judi Online

    Per Senin (8/9/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 4,7 juta kali, disukai 76 ribu kali dibagikan 953 kali dan menuai 5,6 ribu komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi Artificial Intelligence (AI), hivemoderation.com. Hasilnya, suara di video tersebut tersebut diketahui hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dengan probabilitas 96 persen.


    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens. Hasilnya, video yang serupa ditemukan di kanal Youtube milik Uya Kuya TV dengan judul video “Yusuf Hamka Bongkar Rahasia Besar jadi Mualaf” yang diunggah pada Jumat (7/9/2025).

    Kesimpulan

    Unggahan berisi “Jusuf Hamka promosikan situs judi online” merupakan konten tiruan (impostor content).

    (Ditulis oleh Yudho Ardi)