(GFD-2025-29028) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Kerusuhan di Kalimalang Bekasi
Sumber:Tanggal publish: 15/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati kliam video kerusuhan di Kalimalang Bekasi, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Agustus 2025.
Unggahan kliam video kerusuhan di Kalimalang Bekasi, berupa video yang menampilkan korban api dan sejumlah orang berkerumun kemudian sebagian orang tersebut berlarian menjauhi kobaran api.
Terlihat juga dalam video sejumlah orang berkumpul beridir dipermukaan yang lebih tinggi ke arah kobaran api dan sejumlah orang berlarian, sebagian terlihat sedang merekam suasan menggunakan ponsel.
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Kalimalang bekasi mulai rusuh"
Benarkah kliam video kerusuhan di Kalimalang Bekasi? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kliam video kerusuhan di Kalimalang Bekasi, dengan menangkap layar menggunakan Google Image.
Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Hoaks Viral Massa Ricuh hingga Ada Kobaran Api di Bekasi, Begini Faktanya" yang dimuat situs news.detik.com, pada 1 September 2025. Artikel situs news.detik.com memuat foto yang identik dengan cuplikan klaim video.
Dalam artikel situs news.detik.com,Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkam, peristiwa yang terjadi dalam video tersebut terjadi di Makassar.
Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Makassar Mencekam, Gedung DPRD Sulsel dan Kejati Dibakar Massa" yang dimuat situs rakyatpriangan.com, Sabtu (30/8/2025).
Artikel situs rakyatpriangan.com memuat foto yang identik dengan kliam, foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"video Susana Makassar Masih Mencekam Saat Malam Hari".
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kliam video kerusuhan di Kalimalang Bekasi tidak benar.
Setelah ditelusuri, pristiwa dalam video tersebut terjadi di Makkasar.
Rujukan
(GFD-2025-29032) [PENIPUAN] Pendaftaran Kemitraan Agen Gas LPG Lewat WhatsApp
Sumber: Instagram.comTanggal publish: 15/09/2025
Berita
Akun Instagram “agen_mitra_lpg” [arsip] pada Kamis (4/9/2025) membagikan foto [arsip] berisi informasi penawaran pendaftaran agen gas LPG melalui kontak WhatsApp yang disematkan pada bio akun tersebut.
Unggahan disertai takarir:
Mau daftar agen gas lpg tapi bingung gimana caranya??? Kemitraan gas lpg solusinya,pangkalan dengan Program kemitraan,yuk menjadi agen pangkalan resmi sekarang!...
Hingga Senin (15/9/2025) unggahan tersebut menuai lebih dari 30 tanda suka dan akun Instagram tersebut menuai hampir 2.500 pengikut.
Unggahan disertai takarir:
Mau daftar agen gas lpg tapi bingung gimana caranya??? Kemitraan gas lpg solusinya,pangkalan dengan Program kemitraan,yuk menjadi agen pangkalan resmi sekarang!...
Hingga Senin (15/9/2025) unggahan tersebut menuai lebih dari 30 tanda suka dan akun Instagram tersebut menuai hampir 2.500 pengikut.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri gambar tersebut dengan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan resmi Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina yang bertanggung jawab atas distribusi produk LPG. Dalam unggahan tersebut terlihat berbeda dengan narasi yang dibagikan Instagram “agen_mitra_lpg”.
Perbedaan itu tampak jelas pada isi teks poster. Versi asli dari Pertamina Patra Niaga menjelaskan soal penyaluran LPG 3 Kg tepat sasaran melalui aplikasi MAP serta perluasan akses LPG subsidi, sedangkan versi yang dibagikan akun “agen_mitra_lpg” telah diubah dengan bahwa pengecer bisa menjadi pangkalan. Selain itu, logo Pertamina Patra Niaga diganti menjadi narasi “Kemitraan UMKM Mandiri”.
TurnBackHoax kemudian menelusuri “warung pengecer 3 kilogram bisa menjadi pangkalan” pada kolom pencarian Google. Ditemukan pemberitaan dari detik.com “Warung Eceran Bisa Jadi Pangkalan Resmi LPG 3 Kg, Ini Cara Daftar dan Syaratnya”.
Dari pemberitaan tersebut, diketahui langkah-langkah menjadi mitra agen pangkalan resmi gas LPG 3 kg dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
- Buka laman kemitraan.patraniaga.com, lalu pilih lokasi pangkalan yang diinginkan.
- Lengkapi data lokasi usaha: provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, dan alamat lengkap.
- Dokumen administrasi seperti KTP, NPWP, bukti kepemilikan lahan, serta dokumen pendukung lainnya seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Surat izin usaha (jika dimiliki), dapat diajukan melalui www.oss.go.id, lalu submit.
Setelah semua data dan dokumen diverifikasi, pihak Pertamina akan menerbitkan surat keterangan sebagai penyalur resmi LPG 3 kg bagi warung atau pengecer yang lolos seleksi.
Dikutip dari liputan6.com, Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga hanya menerima pendaftaran agen LPG melalui website resmi, tidak melalui cara lain. Ia juga mengimbau agar masyarakat waspada terhadap informasi menyesatkan maupun penipuan dan hanya mempercayai pengumuman dari media sosial resmi dari Pertamina Patra Niaga.
Perbedaan itu tampak jelas pada isi teks poster. Versi asli dari Pertamina Patra Niaga menjelaskan soal penyaluran LPG 3 Kg tepat sasaran melalui aplikasi MAP serta perluasan akses LPG subsidi, sedangkan versi yang dibagikan akun “agen_mitra_lpg” telah diubah dengan bahwa pengecer bisa menjadi pangkalan. Selain itu, logo Pertamina Patra Niaga diganti menjadi narasi “Kemitraan UMKM Mandiri”.
TurnBackHoax kemudian menelusuri “warung pengecer 3 kilogram bisa menjadi pangkalan” pada kolom pencarian Google. Ditemukan pemberitaan dari detik.com “Warung Eceran Bisa Jadi Pangkalan Resmi LPG 3 Kg, Ini Cara Daftar dan Syaratnya”.
Dari pemberitaan tersebut, diketahui langkah-langkah menjadi mitra agen pangkalan resmi gas LPG 3 kg dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
- Buka laman kemitraan.patraniaga.com, lalu pilih lokasi pangkalan yang diinginkan.
- Lengkapi data lokasi usaha: provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, dan alamat lengkap.
- Dokumen administrasi seperti KTP, NPWP, bukti kepemilikan lahan, serta dokumen pendukung lainnya seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Surat izin usaha (jika dimiliki), dapat diajukan melalui www.oss.go.id, lalu submit.
Setelah semua data dan dokumen diverifikasi, pihak Pertamina akan menerbitkan surat keterangan sebagai penyalur resmi LPG 3 kg bagi warung atau pengecer yang lolos seleksi.
Dikutip dari liputan6.com, Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga hanya menerima pendaftaran agen LPG melalui website resmi, tidak melalui cara lain. Ia juga mengimbau agar masyarakat waspada terhadap informasi menyesatkan maupun penipuan dan hanya mempercayai pengumuman dari media sosial resmi dari Pertamina Patra Niaga.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “pendaftaran kemitraan agen resmi gas LPG lewat WhatsApp” merupakan konten palsu (fabricated content).
(Ditulis oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo)
(Ditulis oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo)
Rujukan
- http[Instagram] Unggahan asli foto Instagram Pertamina Patra Niaga [detik.com] Warung Eceran Bisa Jadi Pangkalan Resmi LPG 3 Kg, Ini Cara Daftar dan Syaratnya [liputan6.com] Awas Jebakan Hoaks Pendaftaran Agen dan Pengecer LPG, Simak Jalur Resminya
- https://www.instagram.com/p/DOKYB-Pj58q/ (unggahan akun Instagram “agen_mitra_lpg)
- https://archive.vn/9QikV (arsip unggahan akun Instagram “agen_mitra_lpg)
- https://www.instagram.com/p/DLZf-1eB6_r/?img_index=3
- https://www.detik.com/bali/bisnis/d-7760271/warung-eceran-bisa-jadi-pangkalan-resmi-lpg-3-kg-ini-cara-daftar-dan-syaratnya
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6145253/awas-jebakan-hoaks-pendaftaran-agen-dan-pengecer-lpg-simak-jalur-resminya?page=3
(GFD-2025-29033) Cek Fakta: Tidak Benar di Video Ini Sri Mulyani Sowan ke Solo Usai Reshuffle Kabinet
Sumber:Tanggal publish: 15/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan klaim video Sri Mulyani ke Solo usai reshuffle kabinet. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 10 September 2025.
Sri Mulyani menjadi salah seorang menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto yang diumumkan diganti pada 8 September 2025. Posisi Menteri Keuangan kemudian dijabat Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam video yang beredar, Sri Mulyani yang memakai batik warna cokelat meninggalkan rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Kepergiannya tampak diantar Jokowi yang memakai kemeja putih.
Sri Mulyani menyalami sejumlah orang sebelum meninggalkan kediaman Jokowi.
Narasi dalam video tersebut tertulis sebagai berikut:
"TERNYATA MEMANG BENAR KABAR2 YG SANTER SELAMA INI BEGITU DI RESUFLE KOK PADA NGADU KE SOLO. BENER2 GENG SOLO"
Sedangkan caption unggahan adalah:
"TERUNGKAP! Usai Sri Mulyani di-Reshuffle, Pejabat Ramai-Ramai Ngadu ke SOLO – Benar2 Geng Solo?
#SriMulyani #ReshuffleKabinet #GengSolo #PrabowoPresiden #BeritaViral #BreakingNews #Gempar #ElitePolitik #Solo #PolitikHariIni"
Benarkah unggahan klaim video Sri Mulyani ke Solo usai reshuffle kabinet? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri unggahan klaim video Sri Mulyani ke Solo usai reshuffle kabinet. Penelusuran dengan menggunakan google lens menemukan klaim video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok Seputar_Surakarta pada 4 April 2025.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut.
"Menteri Keuangan Sri Mulyani sowan dikediaman Presiden ke-7 Jokowi, warga ikut berikan sambutan meriah
#jokowidodo#srimulyani#menkeu#kotasuraka"
Sementara itu, dalam video yang tayang di Youtube MetroTV berjudul Sri Mulyani Silaturahmi Ke Rumah Jokowi - [Metro Hari Ini], Menteri Keuangan Sri Mulyani bersilaturahmi ke rumah Jokowi pada 3 April 2025.
"Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini bersilaturahmi ke rumah mantan presiden Joko Widodo. Pertemuan keduanya di momen lebaran kali ini berlangsung tertutup," demikian keterangan dalam video tersebut.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Sri Mulyani ke Solo usai reshuffle kabinet, tidak benar.
Rujukan
(GFD-2025-29036) [KLARIFIKASI] Video Ini Perlihatkan Pergerakan Massa di Makassar, Bukan Nepal
Sumber:Tanggal publish: 15/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang diklaim menunjukkan unjuk rasa di Nepal pada Rabu (10/9/2025).
Dalam video tersebut, tampak massa memadati jalanan dan sejumlah titik api terlihat di latar belakang.
Sebagaimana diketahui, ribuan orang menggelar demonstrasi di jalanan Kathmandu pada Senin (8/9/2025) untuk memprotes pembatasan terhadap platform media sosial dan permasalahan korupsi yang telah mengakar di pemerintahan.
Protes berlanjut pada Selasa (9/9/2025), dengan para demonstran membakar gedung parlemen, markas besar Partai Kongres Nepal, dan rumah mantan perdana menteri Sher Bahadur Deuba.
Kendati demikian, video tersebut bukan peristiwa unjuk rasa di Nepal. Peristiwa dalam video terjadi di Indonesia.
Video yang diklaim menunjukkan unjuk rasa di Nepal pada Rabu (10/9/2025) dibagikan oleh akun Facebook ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Nepal Gulingkan Politisi Korup 10 September 2025! Rakyat Amerika Perhatikan!
Dalam video tersebut, tampak massa memadati jalanan dan sejumlah titik api terlihat di latar belakang.
Sebagaimana diketahui, ribuan orang menggelar demonstrasi di jalanan Kathmandu pada Senin (8/9/2025) untuk memprotes pembatasan terhadap platform media sosial dan permasalahan korupsi yang telah mengakar di pemerintahan.
Protes berlanjut pada Selasa (9/9/2025), dengan para demonstran membakar gedung parlemen, markas besar Partai Kongres Nepal, dan rumah mantan perdana menteri Sher Bahadur Deuba.
Kendati demikian, video tersebut bukan peristiwa unjuk rasa di Nepal. Peristiwa dalam video terjadi di Indonesia.
Video yang diklaim menunjukkan unjuk rasa di Nepal pada Rabu (10/9/2025) dibagikan oleh akun Facebook ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Nepal Gulingkan Politisi Korup 10 September 2025! Rakyat Amerika Perhatikan!
Hasil Cek Fakta
Petunjuk yang mengindikasikan video tersebut bukan berlokasi di Nepal adalah keberadaan bendera Merah Putih, yang merupakan bendera Indonesia.
Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com telah menelusuri video tersebut dan menemukan bahwa lokasinya berada di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dengan memperhatikan struktur bangunan dalam video, Kompas.com menemukan bahwa gambar tersebut diambil dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount, Makassar.
Ini terlihat dari dua tiang yang ada dalam video. Tiang itu terlihat menjadi facade atau bagian muka RSIA Paramount Makassar.
Petunjuk lain adalah flyover dan papan petunjuk jalan yang berada di bagian depan rumah sakit.
Video yang sama telah diunggah oleh akun TikTok @Iqbalpratam13 pada 30 Agustus 2025 dan disertai tagar #kotamakassar dan #demomakassar.
Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com telah menelusuri video tersebut dan menemukan bahwa lokasinya berada di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dengan memperhatikan struktur bangunan dalam video, Kompas.com menemukan bahwa gambar tersebut diambil dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount, Makassar.
Ini terlihat dari dua tiang yang ada dalam video. Tiang itu terlihat menjadi facade atau bagian muka RSIA Paramount Makassar.
Petunjuk lain adalah flyover dan papan petunjuk jalan yang berada di bagian depan rumah sakit.
Video yang sama telah diunggah oleh akun TikTok @Iqbalpratam13 pada 30 Agustus 2025 dan disertai tagar #kotamakassar dan #demomakassar.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan unjuk rasa di Nepal pada Rabu (10/9/2025) perlu diluruskan.
Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam video adalah pergerakan massa di Makassar pada 30 Agustus 2025, bukan di Nepal.
Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam video adalah pergerakan massa di Makassar pada 30 Agustus 2025, bukan di Nepal.
Rujukan
Halaman: 1339/7963
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5348850/original/066041100_1757904079-jakut_detik.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349152/original/010651000_1757914232-sri_mulyani_1.jpg)