tirto.id - Kabar mengenai perombakan anak buah presiden, alias reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto, masih menjadi perbincangan publik. Sebelumnya, Senin (8/9/2025) lalu, Prabowo mengganti sejumlah posisi menteri di kabinetnya dengan nama-nama baru.
ADVERTISEMENT
Di media sosial, ikut ramai narasi mengenai mantan Menkopolhukam era Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Mahfud MD, yang diklaim sudah ditunjuk Presiden Prabowo masuk ke dalam pemerintahannya. Narasi yang beredar, Mahfud MD diklaim mengurusi lembaga antikorupsi, yakni Kejaksaan Agung RI.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Klaim ini di antaranya disebarkan oleh akun Facebook bernama "Wejra Goldrain" (arsip) pada Minggu (14/9/2025).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam bentuk video pendek, akun pengunggah menunjukkan kompilasi video Mahfud yang tengah diwawancarai wartawan dengan latar di area Istana Kepresidenan. Kemudian video itu disandingkan dengan foto Mahfud dan Prabowo dengan setelan formal.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Dalam klip tersebut, Mahfud tampak mengenakan baju putih. Selain menyematkan teks soal pengangkatan Mahfud menjadi menteri Presiden Prabowo, pengunggah juga menambahkan narasi tentang pengangkatan Mahfud di lembaga yang berfokus memberantas korupsi.
“Mahfud Md Di kabarkan Akan Di Lantik Untuk Menduduki Jabatan Di Salah Satu Lembaga Pemerintahan Untuk Memberantas Korupsi,” bunyi keterangan teks dalam video.
ADVERTISEMENT
periksa fakta hoaks Mahfud MD masuk Kabinet Prabowo.
Sampai Selasa (16/9/2025), unggahan itu sudah mendapatkan lebih dari 17 ribu likes, 1.500 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 684 kali. Narasi serupa juga ditemukan dalam unggahan lain seperti ini dan ini.
Lantas, benarkah klaim yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo mengangkat Mahfud masuk ke dalam kabinet dan menempatkannya sebagai Jaksa Agung?
(GFD-2025-29081) Hoaks Mahfud MD Ditunjuk Prabowo untuk Urusi Korupsi
Sumber:Tanggal publish: 16/09/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah menyaksikan video secara utuh, Tim Riset Tirto mencoba melakukan penelusuran di mesin pencari Google dengan kata kunci “Mahfud MD ditunjuk Prabowo masuk dalam Kabinet Merah-Putih”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid yang mendukung klaim tersebut.
Tirto kemudian mencari asal usul footage utama di mana Mahfud mengenakan baju putih dan diwawancarai wartawan dengan latar Istana Kepresidenan. Hasil penelusuran dengan perangkat reverse image search (pencarian gambar terbalik) Google Image, mengantarkan kami ke informasi bahwa cuplikan itu identik dengan potongan video dalam unggahan kanal YouTube resmi Tribunnews, yang diunggah pada 2019 silam
Video yang disiarkan enam tahun lalu itu rupanya cuplikan berita terkait Mahfud MD yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan untuk menjadi salah satu menteri di kabinet Kerja Jilid II. Kepada wartawan Istana, Mahfud menyatakan bahwa diminta untuk kembali datang ke Istana Negara pada Rabu, 23 Oktober 2019.
Dalam video itu juga tidak ditemukan adanya pembahasan mengenai pengangkatan Mahfud MD sebagai Jaksa Agung.
Tirto juga pernah menerbitkan pemberitaan tersebut, pada Senin (21/10/2019), Mahfud MD menjadi orang pertama yang terlihat datang ke Istana Negara untuk memenuhi panggilan Presiden Jokowi.
"Hari Rabu jam 07.00 diundang ke sini pertama untuk diperkenalkan kepada Anda. Ini kan satu-satu ini ya. Hari ini. Rabu besok diperkenalkan semua, sesudah itu jam 07.00 diperkenalkan kemudian jam 09.00 penyerahan SK keputusan Presiden untuk masing-masing orang sesudah itu pelantikan," kata Mahfud kala itu.
Setelah dicocokkan, pernyataan Mahfud ketika 2019 tersebut memang identik dengan video di Facebook yang mengklaim Mahfud ditunjuk masuk ke dalam kabinet presiden Prabowo. Maka, video yang beredar sebetulnya merupakan cuplikan lawas pada 2019 ketika Mahfud memenuhi panggilan Presiden Jokowi ke Istana.
Dari hasil penelusuran tersebut, dapat disimpulkan bahwa potongan video dan foto yang dimuat akun Facebook “Wejra Goldrain” tidak ada kaitannya dengan klaim bahwa Mahfud MD diangkat oleh Presiden Prabowo menjadi Jaksa Agung, atau masuk dalam kabinetnya.
Bahkan, narasi serupa sempat beredar pada akhir tahun lalu. Kala itu, Tirto sudah melabeli informasi ini sebagai hoaks. Mahfud MD sendiri bahkan sudah membantahnya secara langsung lewat media sosial pribadinya.
Dalam unggahannya, Mahfud menyatakan, “Dengan segala hormat, saya sampaikan bahwa berita di bawah ini hoax. Berita bahwa saya dilantik atau akan menjadi jaksa agung itu tidak berdasar sumber yang akurat. Gambarnya editan, narasinya hanya fiksi. Jangan bertanya kepada saya lagi, tanya kepada yang memproduksi saja. Saya benar-benar tidak tahu soal ini.”
Tirto kemudian mencari asal usul footage utama di mana Mahfud mengenakan baju putih dan diwawancarai wartawan dengan latar Istana Kepresidenan. Hasil penelusuran dengan perangkat reverse image search (pencarian gambar terbalik) Google Image, mengantarkan kami ke informasi bahwa cuplikan itu identik dengan potongan video dalam unggahan kanal YouTube resmi Tribunnews, yang diunggah pada 2019 silam
Video yang disiarkan enam tahun lalu itu rupanya cuplikan berita terkait Mahfud MD yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan untuk menjadi salah satu menteri di kabinet Kerja Jilid II. Kepada wartawan Istana, Mahfud menyatakan bahwa diminta untuk kembali datang ke Istana Negara pada Rabu, 23 Oktober 2019.
Dalam video itu juga tidak ditemukan adanya pembahasan mengenai pengangkatan Mahfud MD sebagai Jaksa Agung.
Tirto juga pernah menerbitkan pemberitaan tersebut, pada Senin (21/10/2019), Mahfud MD menjadi orang pertama yang terlihat datang ke Istana Negara untuk memenuhi panggilan Presiden Jokowi.
"Hari Rabu jam 07.00 diundang ke sini pertama untuk diperkenalkan kepada Anda. Ini kan satu-satu ini ya. Hari ini. Rabu besok diperkenalkan semua, sesudah itu jam 07.00 diperkenalkan kemudian jam 09.00 penyerahan SK keputusan Presiden untuk masing-masing orang sesudah itu pelantikan," kata Mahfud kala itu.
Setelah dicocokkan, pernyataan Mahfud ketika 2019 tersebut memang identik dengan video di Facebook yang mengklaim Mahfud ditunjuk masuk ke dalam kabinet presiden Prabowo. Maka, video yang beredar sebetulnya merupakan cuplikan lawas pada 2019 ketika Mahfud memenuhi panggilan Presiden Jokowi ke Istana.
Dari hasil penelusuran tersebut, dapat disimpulkan bahwa potongan video dan foto yang dimuat akun Facebook “Wejra Goldrain” tidak ada kaitannya dengan klaim bahwa Mahfud MD diangkat oleh Presiden Prabowo menjadi Jaksa Agung, atau masuk dalam kabinetnya.
Bahkan, narasi serupa sempat beredar pada akhir tahun lalu. Kala itu, Tirto sudah melabeli informasi ini sebagai hoaks. Mahfud MD sendiri bahkan sudah membantahnya secara langsung lewat media sosial pribadinya.
Dalam unggahannya, Mahfud menyatakan, “Dengan segala hormat, saya sampaikan bahwa berita di bawah ini hoax. Berita bahwa saya dilantik atau akan menjadi jaksa agung itu tidak berdasar sumber yang akurat. Gambarnya editan, narasinya hanya fiksi. Jangan bertanya kepada saya lagi, tanya kepada yang memproduksi saja. Saya benar-benar tidak tahu soal ini.”
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, klaim video di Facebook menyebutkan Mahfud MD masuk ke dalam kabinet Merah Putih, atau diangkat sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Prabowo, tidak terbukti kebenarannya.
Footage utama dalam video tersebut merupakan cuplikan wawancara Mahfud ketika ia dipanggil ke Istana Kepresidenan oleh Jokowi pada tahun 2019, untuk menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Video diedit dan sengaja ditambahkan narasi seolah baru terjadi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Footage utama dalam video tersebut merupakan cuplikan wawancara Mahfud ketika ia dipanggil ke Istana Kepresidenan oleh Jokowi pada tahun 2019, untuk menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Video diedit dan sengaja ditambahkan narasi seolah baru terjadi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
(GFD-2025-29082) Video Kritik Ahok ke Kemenkeu Tak terkait Pencopotan Sri Mulyani
Sumber:Tanggal publish: 16/09/2025
Berita
tirto.id - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Kuangan menggantikan posisi Sri Mulyani Indrawati. Pelantikan ini dilakukan di Istana Negara, Senin (8/9/2025) lalu.
ADVERTISEMENT
Di hari yang sama Sri Mulyani dicopot, berseliweran berbagai narasi, yang sayangnya beberapa di antaranya meragukan. Akun Instagram "topohartonows" (arsip) misalnya, membagikan video reaksi mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Ahok diklaim sedang mengkritik pemberhentian Sri Mulyani. Dalam klip, Ahok mengatakan bahwa Kemenkeu harusnya tidak terus-terusan memalak pajak dari rakyat dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
"Ini mengelola anggaran APBN ya sama, bukan malakin rakyat. Pajak apa, kurang pajak apa. Itu mah tugas kasir bos. kalau Kementerian Keuangan cuman bisa begitu, gak usah sekolah. Nenek gue juga bisa kalau gitu," kata Ahok di video.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Rekaman Ahok sedang memakai kemeja biru itu disandingkan dengan foto Sri Mulyani berpakaian kemeja putih. Akun pengunggah juga membubuhi keterangan, berbunyi “Ibu Sri Mulyani di copot oleh Presiden Prabowo! koh ahok berkata begini guyyys”.
Sejak dibagikan pada Senin (8/9/2025) sampai Selasa (16/9/2025), unggahan ini sudah mengumpulkan 69 ribu tanda suka dan hampir 3 ribu komentar. Sejumlah pengguna Instagram di komentar menyapakati pernyataan Ahok dan ada pula yang melontarkan hormat kepada keputusan Prabowo.
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Video Kritik Ahok ke Kemenkeu Tak terkait Pencopotan Sri Mulyani.
Beberapa akun Facebook juga terlihat membagikan video serupa, seperti ini dan ini.
Namun, benarkah video yang beredar merupakan kritik Ahok ke Kemenkeu setelah Sri Mulyani dicopot?
ADVERTISEMENT
Di hari yang sama Sri Mulyani dicopot, berseliweran berbagai narasi, yang sayangnya beberapa di antaranya meragukan. Akun Instagram "topohartonows" (arsip) misalnya, membagikan video reaksi mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Ahok diklaim sedang mengkritik pemberhentian Sri Mulyani. Dalam klip, Ahok mengatakan bahwa Kemenkeu harusnya tidak terus-terusan memalak pajak dari rakyat dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
"Ini mengelola anggaran APBN ya sama, bukan malakin rakyat. Pajak apa, kurang pajak apa. Itu mah tugas kasir bos. kalau Kementerian Keuangan cuman bisa begitu, gak usah sekolah. Nenek gue juga bisa kalau gitu," kata Ahok di video.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Rekaman Ahok sedang memakai kemeja biru itu disandingkan dengan foto Sri Mulyani berpakaian kemeja putih. Akun pengunggah juga membubuhi keterangan, berbunyi “Ibu Sri Mulyani di copot oleh Presiden Prabowo! koh ahok berkata begini guyyys”.
Sejak dibagikan pada Senin (8/9/2025) sampai Selasa (16/9/2025), unggahan ini sudah mengumpulkan 69 ribu tanda suka dan hampir 3 ribu komentar. Sejumlah pengguna Instagram di komentar menyapakati pernyataan Ahok dan ada pula yang melontarkan hormat kepada keputusan Prabowo.
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Video Kritik Ahok ke Kemenkeu Tak terkait Pencopotan Sri Mulyani.
Beberapa akun Facebook juga terlihat membagikan video serupa, seperti ini dan ini.
Namun, benarkah video yang beredar merupakan kritik Ahok ke Kemenkeu setelah Sri Mulyani dicopot?
Hasil Cek Fakta
Setelah menyaksikan klip selama 15 detik, Tim Riset Tirto mencoba mencari asal muasal rekaman Ahok tersebut. Kami memasukkan kata kunci potongan pernyataan Ahok, yakni “itu mah tugas kasir bos. kalau Kementerian Keuangan cuman bisa begitu, gak usah sekolah. Nenek gue juga bisa kalau gitu” ke mesin pencarian Google.
Dari penelusuran itu, Tirto menemukan cuplikan identik diunggah kanal YouTube “KetawaItuSehatOfficial” dalam bentuk short. Menurut keterangan, video Ahok ini berasal dari siaran YouTube Big Alpha.
Saat mengunjungi kanal YouTube Big Alpha, kami menjumpai dokumentasi ini sebelumnya disiarkan pada 28 Agustus 2025, alias sebelum adanya reshuflle Sri Mulyani dan beberapa menteri lain. Judul video aslinya “Ahok: Gue Berani Gaji Menteri 1 Juta Dolar Per Tahun | Unfiltered E89”.
Dalam siaran asli, Ahok menyebut menjalankan negara seharusnya seperti mengoperasikan perusahaan, tapi perusahaan yang baik hati, termasuk dalam hal keuangan. Ia menekankan, efisiensi APBN tidak bisa dilakukan dengan mengurangi efektivitas atau pendapatan di masa depan.
Dalam terminologi kepemimpinan perusahaan, Menurut Ahok, yang perlu dilakukan adalah optimalisasi anggaran. Dengan begitu, pola pikir yang muncul tidak terus-menerus menambah pajak, melainkan meningkatkan nilai atau hasil dari optimalisasi.
“Nah, mengelola anggaran APBN ya sama, bukan malakin rakyat, kurang pajak apa, kurang pajak apa, itu mah tugas kasir, Bos. Kalau Kementerian Keuangan cuma bisa begitu, enggak usah sekolah. Nenek gua juga bisa kalau begitu,” kata Ahok pada durasi 41:49.
Ia lalu menyinggung terkait perjalanan dinas pejabat publik. Ahok menyebut, kenikmatan dan kekayaan hidup ini membuat orang tidak mampu lagi apa itu kebenaran dan keadilan. Klip aslinya lagi-lagi tidak ada kaitannya dengan pencopotan Sri Mulyani, dan tak spesifik mengomentari Kemenkeu.
Dari penelusuran itu, Tirto menemukan cuplikan identik diunggah kanal YouTube “KetawaItuSehatOfficial” dalam bentuk short. Menurut keterangan, video Ahok ini berasal dari siaran YouTube Big Alpha.
Saat mengunjungi kanal YouTube Big Alpha, kami menjumpai dokumentasi ini sebelumnya disiarkan pada 28 Agustus 2025, alias sebelum adanya reshuflle Sri Mulyani dan beberapa menteri lain. Judul video aslinya “Ahok: Gue Berani Gaji Menteri 1 Juta Dolar Per Tahun | Unfiltered E89”.
Dalam siaran asli, Ahok menyebut menjalankan negara seharusnya seperti mengoperasikan perusahaan, tapi perusahaan yang baik hati, termasuk dalam hal keuangan. Ia menekankan, efisiensi APBN tidak bisa dilakukan dengan mengurangi efektivitas atau pendapatan di masa depan.
Dalam terminologi kepemimpinan perusahaan, Menurut Ahok, yang perlu dilakukan adalah optimalisasi anggaran. Dengan begitu, pola pikir yang muncul tidak terus-menerus menambah pajak, melainkan meningkatkan nilai atau hasil dari optimalisasi.
“Nah, mengelola anggaran APBN ya sama, bukan malakin rakyat, kurang pajak apa, kurang pajak apa, itu mah tugas kasir, Bos. Kalau Kementerian Keuangan cuma bisa begitu, enggak usah sekolah. Nenek gua juga bisa kalau begitu,” kata Ahok pada durasi 41:49.
Ia lalu menyinggung terkait perjalanan dinas pejabat publik. Ahok menyebut, kenikmatan dan kekayaan hidup ini membuat orang tidak mampu lagi apa itu kebenaran dan keadilan. Klip aslinya lagi-lagi tidak ada kaitannya dengan pencopotan Sri Mulyani, dan tak spesifik mengomentari Kemenkeu.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta memperlihatkan kalau video Ahok mengkritik Kementerian Keuangan tak ada sangkut pautnya dengan pencopotan Sri Mulyani pada reshuffle kabinet Senin (8/9/2025).
Dokumentasi ini sebelumnya disiarkan pada kanal YouTube Big Alpha pada 28 Agustus 2025, alias sebelum adanya reshuflle Sri Mulyani dan beberapa menteri lain. Dalam siaran asli, Ahok menyebut menjalankan negara seharusnya seperti mengoperasikan perusahaan, tapi perusahaan yang baik hati, termasuk dalam hal keuangan.
Menurut Ahok, alih-alih efisiensi, negara sebaiknya melakukan optimalisasi anggaran. Dengan begitu, pola pikir yang muncul tidak terus-menerus menambah pajak, melainkan meningkatkan nilai atau hasil dari optimalisasi.
Jadi, rekaman Ahok mengkritik Kemenkeu usai Sri Mulyani dicopot bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Dokumentasi ini sebelumnya disiarkan pada kanal YouTube Big Alpha pada 28 Agustus 2025, alias sebelum adanya reshuflle Sri Mulyani dan beberapa menteri lain. Dalam siaran asli, Ahok menyebut menjalankan negara seharusnya seperti mengoperasikan perusahaan, tapi perusahaan yang baik hati, termasuk dalam hal keuangan.
Menurut Ahok, alih-alih efisiensi, negara sebaiknya melakukan optimalisasi anggaran. Dengan begitu, pola pikir yang muncul tidak terus-menerus menambah pajak, melainkan meningkatkan nilai atau hasil dari optimalisasi.
Jadi, rekaman Ahok mengkritik Kemenkeu usai Sri Mulyani dicopot bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.instagram.com/reel/DOVweXrDdTc/?igsh=ZnZpemM1Mm0xMXc2
- https://ghostarchive.org/archive/ZsbSC
- https://web.facebook.com/reel/1857671551449464
- https://web.facebook.com/reel/1562418581389469?rdid=QQQZCVNC34cgIRA9&share_url=
- https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fshare%2Fr%2F19p6XWME8a%2F
- https://www.youtube.com/shorts/WHGoV_1Qem0
- https://www.youtube.com/watch?v=k9V6fbht3Nk
- https://mailto:factcheck@tirto.id
(GFD-2025-29089) [HOAKS] Ahmad Sahroni Menebus Flashdisk Miliknya ke Perwira TNI
Sumber:Tanggal publish: 16/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video yang diunggah dan beredar di media sosial mengeklaim politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni menyerahkan sejumlah mata uang asing kepada seorang perwira TNI.
Uang itu diklaim diberikan untuk menebus sebuah flashdisk berisi dokumen penting miliknya.
Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).
Video yang mengeklaim Ahmad Sahroni menebus flashdisk miliknya ke seorang perwira TNI salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Video itu menampilkan pertemuan antara Sahroni dengan seorang perwira TNI yang sedang memegang sebuah flashdisk.
Di bagian meja terdapat koper berisi uang yang diklaim digunakan untuk menebus flashdisk tersebut.
Narator menyebut flashdisk itu berisi dokumen penting yang menyangkut orang-orang penting.
Narasi dalam video yakni sebagai berikut:
Aggota DPR Ahmad Sahroni sogok TNI untuk mengembalikan Flash Disk nya
Akun Facebook Video yang diklaim menampilkan Sahroni menebus flashdisk miliknya yang ditemukan TNI
Uang itu diklaim diberikan untuk menebus sebuah flashdisk berisi dokumen penting miliknya.
Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).
Video yang mengeklaim Ahmad Sahroni menebus flashdisk miliknya ke seorang perwira TNI salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Video itu menampilkan pertemuan antara Sahroni dengan seorang perwira TNI yang sedang memegang sebuah flashdisk.
Di bagian meja terdapat koper berisi uang yang diklaim digunakan untuk menebus flashdisk tersebut.
Narator menyebut flashdisk itu berisi dokumen penting yang menyangkut orang-orang penting.
Narasi dalam video yakni sebagai berikut:
Aggota DPR Ahmad Sahroni sogok TNI untuk mengembalikan Flash Disk nya
Akun Facebook Video yang diklaim menampilkan Sahroni menebus flashdisk miliknya yang ditemukan TNI
Hasil Cek Fakta
Jika dicermati secara saksama, video itu tampak janggal, gerakan badan Sahroni dan perwira TNI tersebut tampak kaku.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengambil sampel video dan mengeceknya menggunakan Hive Moderation. Tool tersebut dapat mendeteksi sebuah video dihasilkan oleh AI atau bukan.
Setelah dicek, diketahui bahwa video itu memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan oleh AI.
Adapun sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid terkait penemuan flashdisk milik Sahroni usai rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah massa pada 30 Agustus 2025.
Sebelumnya di media sosial juga muncul hoaks yang mengeklaim Sahroni meminta agar warga mengembalikan flashdisk miliknya.
Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengambil sampel video dan mengeceknya menggunakan Hive Moderation. Tool tersebut dapat mendeteksi sebuah video dihasilkan oleh AI atau bukan.
Setelah dicek, diketahui bahwa video itu memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan oleh AI.
Adapun sampai saat ini tidak ditemukan informasi valid terkait penemuan flashdisk milik Sahroni usai rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah massa pada 30 Agustus 2025.
Sebelumnya di media sosial juga muncul hoaks yang mengeklaim Sahroni meminta agar warga mengembalikan flashdisk miliknya.
Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Ahmad Sahroni menebus flashdisk miliknya ke seorang perwira TNI merupakan hasil manipulasi.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video itu memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan oleh AI.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video itu memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan oleh AI.
Rujukan
(GFD-2025-29023) [PENIPUAN] Prabowo Bagikan Bansos Rp7 Juta per KTP
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 15/09/2025
Berita
Pada Sabtu (6/9/2025) akun Facebook “Ria Amelia” membagikan video [arsip] disertai narasi:
"INFO PENTING HARI INI
Rp 7 Juta Per Nik Ktp
PRABOWO PASTIKAN SUBSIDI & BANSOS TEPAT SASARAN”
Hingga Senin (15/9/2025) unggahan telah mendapatkan 14.000 tanda suka dan 4.600 komentar.
"INFO PENTING HARI INI
Rp 7 Juta Per Nik Ktp
PRABOWO PASTIKAN SUBSIDI & BANSOS TEPAT SASARAN”
Hingga Senin (15/9/2025) unggahan telah mendapatkan 14.000 tanda suka dan 4.600 komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video melalui Google Lens. Hasilnya, video tersebut mirip dengan unggahan kanal YouTube Metro TV ”[FULL] – PIDATO PERDANA PRABOWO SUBIANTO MENJADI PRESIDEN RI” pada (20/8/2024).
Diketahui, konteks asli video merupakan momen pidato Prabowo setelah dilantik sebagai presiden. Dalam video tersebut tidak ditemukan pernyataan Prabowo mengenai pemberian bansos Rp7 juta untuk setiap pemegang KTP.
Diketahui, konteks asli video merupakan momen pidato Prabowo setelah dilantik sebagai presiden. Dalam video tersebut tidak ditemukan pernyataan Prabowo mengenai pemberian bansos Rp7 juta untuk setiap pemegang KTP.
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi “Prabowo bagikan bansos Rp7 juta per KTP” merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).
Rujukan
Halaman: 1337/7963





