• (GFD-2025-29046) [SALAH] Suasana Panik saat Presiden Mengeluarkan UU Hukuman Mati untuk Koruptor

    Sumber: FACEBOOK.COM
    Tanggal publish: 16/09/2025

    Berita

    Akun Tiktok “Elly Rachmawatie” pada Selasa (2/9/2025) mengunggah video [arsip] yang dengan narasi:

    Suasana Pejabat Panik, Presiden Mengeluarkan UU Hukuman Mati untuk para Koruptor. Sampe ada yg serangan jantung #jangkauansemuaorang #monetisasikonten #facebookpro #sorotan_semuaorang #trandingtopik #viral #fyp

    Per Selasa (16/9/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 1,4 juta kali, disukai 42 ribu, dibagikan ulang 2,9 ribu kali dan menuai 6,9 ribu komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Suasana Panik Saat Presiden Mengeluarkan UU Hukuman Mati untuk Koruptor” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.

    Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan reverse image search. Hasilnya, video merupakan rapat pemilihan ketua DPD RI periode 2024-2025 pada Rabu (2/10/2024).

    Selain itu, ditemukan video serupa pada kanal Youtube dengan nama pengguna TribunJatim Official dengan judul video “RAPAT DPD RICUH! Dihujani Interupsi, La Nyalla dan Sultan Najamudin Nyaris Adu Jotos” yang diunggah pada Kamis (3/10/2024).

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “suasana panik saat presiden mengeluarkan UU hukuman mati untuk koruptor” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Yudho Ardi)
  • (GFD-2025-29047) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Haji Gratis 2026 dari Pemerintah

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar unggahan klaim link pendaftaran haji gratis 2026 dari pemerintah khusus 100 orang yang beruntung. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada Kamis 13 September 2025.
    Unggahan berisi tulisan sebagai berikut:
    "Pendaftaran Haji gratis pemerintah khusus 100 orang yang beruntung tahun keberangkatan 2026,biaya keberangkatan ditanggung pemerintah Indonesia. langsung klik daftar di bawah 👇👇👇
    Untuk mendaftar silahkan login menggunakan akun telegram dan kami akan menghubungi anda untuk melengkapi semua berkas yang di perlukan"
    Dalam unggahan yang disertai foto Menteri Agama Nasaruddin Umar, terdapat narasi:
    "Pengurus Pusat Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PP APRI)
    MAU HAJI TANPA BIAYA?
    PENDAFTARAN HAJI GRATIS KHUSUS 100 ORANG YANG BERUNTUNG DI TAHUN
    PENDAFTARAN GRATIS DAN BIAYA KEBERANGKATAN DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH
    Min Umur 26 Tahun - 65 Tahun
    DAFTAR SEKARANG"
    Jika menu daftar dalam unggahan tersebut diklik, mengarah pada halaman situs berupa formulir digital yang meminta nama lengkap hingga nomor Telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran haji gratis 2026 dari pemerintah? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran haji gratis 2026 dari pemerintah. Penelusuran mengarah pada pernyataan Kementerian Agama (Kemenag) melalui akun Instagram Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag RI yakni @penais.kemenag yang dikutip pada Selasa (16/9/2025).
    Berikut pernyataannya:
    [ WASPADA PENIPUAN ]
    Beredar hoaks tentang pemberangkatan haji gratis di berbagai kanal media sosial yang mengatasnamakan Direktorat Penerangan Agama Islam. Kemenag RI tidak pernah membuka pendaftaran Haji gratis dengan syarat tertentu. Jika menemukan informasi serupa, abaikan dan laporkan.
    Pastikan selalu mendapatkan informasi resmi hanya melalui kanal Kemenag RI dan Informasi Haji.
    #waspadahoaks #haji2025 #informasihaji #sahabatpenais #bimasislam #kemenagri
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran haji gratis 2026 dari pemerintah, tidak benar.
  • (GFD-2025-29048) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Bantuan Hewan Ternak Sapi dari Kementan

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapat bantuan hewan ternak sapi dari Kementan, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 10 September 2025.
    Klaim link pendaftaran untuk mendapat bantuan hewan ternak sapi dari Kementan berupa tulisan sebagai berikut.
    "Direktorat jenderal peternakan dan kesehatan hewan (kementan RI) membagikan bantuan dan modal usaha untuk seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada.
    Adapun bantuan dan modal usaha yang dibagikan yaitu :
    PEMBAGIAN HEWAN TERNAK SAPI UNTUK WARGA YANG BERADA DI PEDESAAN DI WILAYAH INDONESIA PAKAN HEWAN DAN BEBERAPA ALAT PETERNAKAN
    Catatan: GRATIS TIDAK DI PUNGUT BIAYA APAPUN (BERLAKU UNTUK SELURUH WILAYAH INDONESIA) Jika Ingin daftar Silahkan Langsung klik :"
    Unggahan tersebut mencantumkan menu daftar, jika diklik muncul link sebagai berikut.
    "https://mendaftardisini.aqbiir.com/?fbclid=IwY2xjawM0p_tleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFQSGs5S2tMMkM5aWZNNlFZAR58QcZS9T8w0ifUwU3rpxhRHa_XvoByawDkn1eZNDv6tIZhQXSUbiypV5IjLw_aem_-0JhraFlkzj4dR2syQ9sjg"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah identitas pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapat bantuan hewan ternak sapi dari Kementan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran untuk mendapat bantuan hewan ternak sapi, penelusuran mengarah pada pernyataan dari Kementerian Pertanian.
    Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian meminta masyarakat untuk mewaspadai hoaks soal bantuan hewan ternak gratis. Pernyataan disampaikan melalui akun Instagram resminya @ditjen_pkh yang diunggah pada 24 Juli 2025.
    ? Waspada Hoax ?
    Ada kabar soal "bantuan hewan ternak gratis"?
    Hati-hati, bisa jadi itu berita palsu!
    Selalu pastikan informasi yang Anda terima berasal dari:
    ✔️ Website resmi
    ✔️ Media sosial terverifikasi
    ✔️ Dinas Peternakan atau Kementerian langsung
    ✅ Saring sebelum sharing, agar kita semua aman dan tidak dirugikan.
     Cek Fakta Liputan6.com pun mengunjungi sejumlah saluran informasi resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, hasilnya tidak ditemukan informasi tentang pembagian hewan ternak sapi dari Kementerian Pertanian.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk mendapat bantuan hewan ternak sapi tidak benar.
    Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian meminta masyarakat untuk mewaspadai hoaks soal bantuan hewan ternak gratis.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29051) Cek fakta, foto Raffi Ahmad diperiksa KPK pada awal September

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/09/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan foto di Facebook menampilkan Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, bersama istrinya, Nagita Slavina yang terlihat menangis.

    Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan bahwa Nagita menangis karena Raffi diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 9 September 2025.

    Narasi dalam unggahan itu berbunyi:

    “tangishisteris nagita ketika rafiamad tak bisa mengelak saat dipriksa kpk,ternyata ia trbkti ber...lihat lanjutannya”

    Namun, benarkah foto Raffi Ahmad diperiksa KPK pada awal September?

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ada informasi yang menyebutkan Raffi Ahmad diperiksa KPK pada September ini. Foto Raffi di gedung KPK sama dengan unggahan foto ANTARA berjudul “Raffi Ahmad sambangi KPK Selasa siang”.

    Saat itu, Raffi memang mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan bersama beberapa stafnya untuk mengikuti kegiatan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Hal ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri.

    Selain itu, foto lain yang digunakan dalam unggahan tersebut ternyata berasal dari video berjudul “Raffi Ahmad Ketakutan Digerebek Polisi!”. Video itu merupakan konten prank yang dibuat Atta Halilintar pada tahun 2019.

    Dalam video tersebut, Atta menyewa sejumlah orang yang berpura-pura sebagai polisi untuk menggerebek rumah Raffi Ahmad dengan alasan penggunaan doping ilegal. Aksi tersebut semata-mata dibuat sebagai hiburan, bukan kejadian nyata.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Sementara itu, foto Nagita Slavina yang menangis ternyata tidak ada hubungannya dengan KPK. Foto tersebut ditemukan dalam artikel Merdeka.com berjudul “Nagita Slavina Nangis Dapat Kejutan dari Rans, Sempat Ditipu Kucing Rp50 Juta Kejepit”.

    Dalam artikel tersebut dijelaskan, Nagita menangis saat menerima kejutan bunga dari karyawannya, bukan karena Raffi Ahmad diperiksa KPK.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan