• (GFD-2025-29096) [KLARIFIKASI] Video Penyelundupan Solar Bisnis Gelap Ahmad Sahroni

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Anggota nonaktif DPR, Ahmad Sahroni disebut memiliki bisnis gelap berupa penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) berupa solar.

    Di media sosial, beredar video menampilkan puluhan truk tangki PT Pertamina berwarna putih berbaris di pelabuhan Tanjung Priok.

    Narator video menyebutkan, tangki berisi solar tersebut akan dinaikkan ke kapal dan diselundupkan ke Singapura.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.

    Video penyelundupan solar yang merupakan bisnis gelap Sahroni disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada September 2025:

    Dugaan bisnis gelap milik sahroni tentang penyelundupan minyak ke singapura

    Sementara, berikut teks yang tertera dalam video:

    Dugaan bisnis gelap sahroni tentang penyelundupan solar bersubsidi ke Singapura

    akun Facebook Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, penyelundupan solar yang disebut bisnis gelap anggota nonaktif DPR, Ahmad Sahroni.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian video menggunakan Hive Moderation.

    Platform itu dapat mendeteksi campur tangan artificial intelligence (AI) dalam suatu konten. Baik video, gambar, suara, maupun teks.

    Hasilnya menunjukkan, video truk tangki berisi solar yang diselundupkan oleh Sahroni merupakan video yang dihasilkan oleh AI. Probabilitasnya mencapai 99,9 persen.

    Sejauh ini belum ada laporan atau kasus penyelundupan solar yang melibatkan Sahroni.

    Konten serupa diunggah dalam bentuk Short di kanal YouTube @armyzoneai pada 3 September 2025.

    Keterangan unggahan menyebutkan bahwa video merupakan konten yang sepenuhnya dibuat dengan akal imitasi.

    Pada 2020, Sahroni yang masih menjabat sebagai anggota DPR fraksi Partai Nasdem sempat diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Sahroni terlibat dalam kasus dugaan suap terkait pengesahan anggaran Badan Keamanan Laut atau Bakamla.

    Ia ditanya mengenai hubungan dengan pemilik PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah yang telah divonis bersalah.

    Kesimpulan

    Video penyelundupan solar yang disebut bisnis gelap Sahroni merupakan konten manipulatif.

    Hive Moderation mengidentifikasi konten tersebut sebagai video yang dihasilkan AI.

    Sejauh ini belum ada laporan atau berita kredibel mengenai keterlibatan Sahroni dalam penyelundupan BBM.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29097) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Persidangan Tyler Robinson

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Tyler Robinson, tersangka pembunuhan aktivis sayap kanan Amerika Serikat (AS) Charlie Kirk akan menghadapi persidangan pada Selasa (16/9/2025) pukul 17.00 waktu setempat.

    Namun sebelum sidang sesungguhnya dimulai, di media sosial beredar video Robinson berada ruang sidang.

    Simak penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com berikut.

    Video suasana persidangan Tyler Robinson disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Tampak ia digiring polisi, kemudian seorang anak laki-laki memakai baju biru terlihat menangis. Bocah itu diklaim sebagai adik dari Tyler Robinson.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (15/9 2025):

    Assalamualaikum.

    Pelaku penembak charlie kirk muncul di publikKami bangga dengan mu wahai sniper hebatYg menembak ternyata bangsa yahudi juga

    Semoga keluarga baik2 saja dan semoga mendapatkan hidayah cahaya Islam aamiin. Semoga dia lolos dari hukuman mati aamiin

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, menampilkan suasana persidangan Tyler Robinson. Padahal persidangan di Pengadilan Negeri Utah baru dilaksanakan pada Selasa (16/9/2025) pukul 17.00 waktu setempat.

    Hasil Cek Fakta

    Sosok pria yang digiring dalam ruang sidang bukanlah Tyler Robinson.

    Apabila diperhatikan, warna kulit, gaya rambut, bentuk rahang, hidung, dan telinganya berbeda.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mencari jejak digital dari video yang beredar tetapi belum ditemukan sumber aslinya.

    Sementara, beberapa tools tidak mendeteksi campur tangan artificial intelligence (AI).

    Namun faktanya, video tersebut beredar sebelum persidangan dimulai.

    Dikutip dari Court TV, Tyler Robinson menghadapi persidangan pada Selasa (16/9/2025) pukul 17.00 waktu setempat.

    Selama menunggu sidang, Robinson ditahan tanpa jaminan di Penjara Utah, di bawah pengawasan khusus untuk menentukan apakah ia berisiko bagi dirinya sendiri atau orang lain.

    Sebagaimana dilansir BBC, Jaksa Penuntut Umum Utah, Jeff Gray, memperkirakan akan mengajukan tuntutan resmi pada Selasa (16/9/2025) di Pengadilan Negeri Utah.

    Robinson diperkirakan akan tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya dalam pengadilan di hari yang sama.

    Kesimpulan

    Video yang beredar di media sosial bukanlah suasana persidangan Tyler Robinson.

    Konten itu disebarkan sebelum sidang tersangka pembunuhan Charlie Kirk di Pengadilan Negeri Utah pada Selasa (16/9/2025) pukul 17.00 waktu setempat.

    Robinson diperkirakan akan tampil di hadapan publik pertama kali dalam sidang tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29101) [KLARIFIKASI] Video Warga Qatar Demonstrasi Terjadi 2023, Tidak Terkait Serangan Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang diklaim menampilkan warga Qatar melakukan aksi demonstrasi agar pemerintah melakukan serangan balasan ke Israel.

    Video itu muncul usai Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Doha pada 9 September 2025. Menurut Israel, serangan menargetkan pimpinan Hamas yang berada di sana.

    Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang diklaim menampilkan warga Qatar melakukan aksi demonstrasi usai diserang Israel pada 9 September 2025 dibagikan sejumlah akun Facebook, misalnya ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan kerumunan orang berkumpul di sebuah tempat sambil mengibarkan bendera Palestina.

    Berikut narasi teks yang disampaikan:

    Setelah shalat Jumat, ribuan warga Qatar turun ke jalan, mengecam serangan israel dan menuntut pemerintahnya untuk melakukan pembalasan.

    Mari kita tunggu, apakah Qatar akan membalas serangan israel, atau tetap saja Qatar Qetar-Qetir terhadap israel.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan warga Qatar melakukan aksi demonstrasi usai serangan Israel di Doha pada 9 September 2025.

    Hasil Cek Fakta

    Penelusuran menggunakan Google Lens menemukan bahwa video itu identik dengan unggahan di artikel pemeriksa fakta Misbar.

    Dalam artikelnya, Misbar menjelaskan, video kerumunan orang mengibarkan bendera Qatar merupakan unggahan lama pada 2023 yang bersumber dari Instagram ini.

    Pengunggah menjelaskan, video itu merupakan aksi dukungan terhadap Gaza pada 20 Oktober 2023.

    Dalam video itu, para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan beberapa slogan yang mendukung Brigade Al-Qassam dan kelompok perlawanan Palestina.

    Al Araby TV juga melaporkan terdapat demonstrasi di Doha yang mengutuk serangan udara Israel di Jalur Gaza pada 20 Oktober 2023

    Sehingga, dapat dipastikan bahwa video yang beredar tidak terkait dengan serangan Israel di Doha pada 9 September 2025. 

    Sementara itu, dikutip dari Al Jazeera, Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, mengecam serangan Israel ke Doha pada 9 September 2025.

    Menurut Tamim, serangan Israel tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan. Tindakan Israel juga melanggar aturan dan prinsip hukum internasional. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan warga Qatar melakukan aksi demonstrasi usai diserang Israel pada 9 September 2025 dibagikan dengan konteks keliru.

    Adapun video aslinya adalah demonstrasi pada 20 Oktober 2023 untuk mengecam serangan udara Israel di Jalur Gaza. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-29102) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Anies Baswedan Resmi Jadi Menteri di Kabinet Merah Putih

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video dengan narasi yang mengeklaim mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi menjadi menteri di Kabinet Merah Putih.

    Video itu menampilkan pertemuan antara Anies dengan Presiden Prabowo Subianto.

    Setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan itu keliru dan perlu diluruskan. Video aslinya diambil pada 2024 dan tidak terkait dengan penjunjukkan Anies sebagai menteri. 

    Video yang mengeklaim Anies Baswedan resmi menjadi menteri di Kabinet Merah Putih dibagikan akun Facebook ini dan ini.

    Narasi dalam video yakni sebagai berikut:

    Sehat sllu pak prabowo

    ANIS BASWEDAN RESMI JADI MENTERI DI KABINET MERAH PUTIH

    Alhamdulillah ada kemajuan

    Akun Facebook Video yang mengeklaim Anies Baswedan resmi menjadi menteri di Kabinet Merah Putih

    Hasil Cek Fakta

    Saat dicermati, dalam video terdapat spanduk yang menunjukkan bahwa konten itu diambil ketika rapat pleno penetapan pasangan presiden dan wakil presiden terpilih di Jakarta.

    Kemungkinan besar video itu diambil pada 2024 dalam rangkaian proses Pemilihan Presiden 2024.

    Seperti diketahui, Prabowo maju di Pilpres 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka. Sementara, Anies berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.

    Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri sumber video tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, diketahui bahwa video identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini.

    Keterangan dalam video menyebut bahwa konten itu merupakan momen ketika Prabowo ditetapkan sebagai presiden terpilih dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 24 April 2024.

    Setelah menyampaikan pidato, Prabowo menyapa Anies. Mereka saling menepuk pundak dan melempar senyum.

    Sehingga, dapat dipastikan bahwa video itu tidak terkait dengan narasi penunjukkan Anies sebagai menteri. 

    Pada 8 September 2025, Prabowo memang melakukan reshuffle kabinet dengan mengganti lima posisi menteri.

    Hingga Selasa (16/9/2025), posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) belum terisi.

    Dikutip dari Kompas,id, Prabowo diperkirakan akan mengisi dua posisi menteri yang masih kosong tersebut pada pada Rabu (17/9/2025).

    Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan Istana, sejumlah nama, seperti Djamari Chaniago dan Mahfud MD, disebut akan mengisi posisi Menko Polkam.

    Sementara beberapa nama seperti Erick Thohir, Puteri Komarudin, Rob Clinton Kardinal, dan Moreno Soeprapto sempat disebut sebagai calon yang akan mengisi posisi Menpora.

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Anies Baswedan resmi menjadi menteri di Kabinet Merah Putih merupkaan kabar tidak benar.

    Unggahan dengan video yang menampilkan Anies bertemu Prabowo merupakan peristiwa pada 2024.

    Video itu adalah momen ketika Prabowo ditetapkan sebagai presiden terpilih dalam rapat pleno KPU pada 24 April 2024. Setelah berpidato, Prabowo menyapa Anies yang merupakan lawannya di Pilpres 2024.

    Sehingga, dapat dipastikan bahwa video itu tidak terkait dengan penunjukkan Anies sebagai menteri di Kabinet Merah Putih. 

    Rujukan