• (GFD-2025-29984) [HOAKS] Video Imam Shamsi Ali Baca Al Quran di Pelantikan Zohran Mamdani

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video dengan narasi yang mengeklaim ustaz asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Imam Shamsi Ali membacakan Al Quran dalam acara pelantikan calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Sebagai konteks, Imam Shamsi Ali merupakan imam besar Islamic Center di New York, Amerika Serikat. Di New York ia juga menjabat sebagai President of Nusantara Foundation dan Imam of Jamaica Muslim Center.

    Video yang mengeklaim Imam Shamsi Ali menjadi pembaca Al Quran saat acara pelantikan Zohran Mamdani dibagikan akun Facebook ini, ini ini, dan ini.

     Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Ali naik ke atas panggung dan membaca Al Quran. Narasi dalam video yakni demikian:

    Iman Shamsi AliAsal Kajang Bulukumba

    Membaca Surah AL -Quran didepan Presiden Amerika di New York

    Pertama kali pelantikan Walikota New York Zohran Mamdani yg beragama Islam diawali dng baca Al Quran oleh Qari dari Indonesia

    Akun Facebook Video yang mengeklaim Imam Shamsi Ali menjadi pembaca Al Quran saat pelantikan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York.

    Hasil Cek Fakta

    Hal mendasar yang perlu diketahui, belum ada pelantikan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York.

    Dikutip dari NBC, politisi Partai Demokrat itu baru akan dilantik pada 1 Januari 2026.

    Zohran terpilih menjadi Wali Kota New York setelah berhasil meraih suara di atas 50 persen. . Ia akan menjadi muslim pertama yang menjadi wali kota New York.

    Dikutip dari Antara, Shamsi Ali juga membantah unggahan yang mengeklaim dirinya membacakan Al Quran saat pelantikan Zohran. Ali menjelaskan, video itu diambil pada 2001 usai Tragedi 11 September di New York. 

    Tragedi 9/11 merupakan peristiwa pilu ketika dua menara kembar World Trade Center (WTC) di New York runtuh akibat tabrakan pesawat yang dibajak teroris.

    "Zohran Mamdani belum dilantik. Beliau akan dilantik pada tanggal 1 Januari atau dini hari setelah peringatan tahun baru biasanya, untuk menjadi Wali Kota New York. Jadi pembacaan Al Quran itu tidak ada hubungannya dengan Zohran Mamdani. Al Quran itu saya baca ketika setelah terjadi 9/11 di tahun 2001 yang lalu," kata Ali pada Jumat (7/11/2025). 

    Ia menyebut narasi dalam video itu merupakan kebohongan. Setelah video viral di media sosial, Ali mengaku banyak mendapat pertanyaan soal kebenaran narasi tersebut. 

    "Saya hanya ingin meluruskan karena ini sudah begitu banyak yang bertanya kepada saya perihal video yang beredar tentang pembacaan Al Quran dalam pelantikan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York," ujarnya. 

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Imam Shamsi Ali menjadi pembaca Al Quran saat pelantikan Zohran Mamdani merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Peristiwa dalam video itu diambil pada 2001 usai tragedi 9/11 di New York. Zohran sendiri sampai saat ini belum dilantik sebagai Wali Kota New York. Ia baru akan dilantik pada 1 Januari 2026. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-30005) Hoaks Artikel Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    tirto.id - Polemik terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh kembali menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat seiring munculnya perhatian terhadap utang proyek yang disebut-sebut membengkak.

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan enggan terlibat dalam proses negosiasi penyelesaian utang Whoosh. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan bisnis antarperusahaan (business to business/B2B) yang tidak seharusnya melibatkan pemerintah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Pernyataan itu disampaikan Purbaya menanggapi pertanyaan mengenai rencana restrukturisasi utang antara pihak Indonesia dan Tiongkok, yang disebut memiliki tenor hingga 60 tahun.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu utang proyek Whoosh, beredar unggahan di media sosial tangkapan layar artikel berita yang memuat klaim bahwa Presiden Joko Widodo menyebut rakyat akan “patungan selama tiga tahun” untuk membayar utang Whoosh jika Menteri Keuangan menolak menanggungnya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Narasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Agus Abdurrahim”(arsip) Senin (27/10/2025) melalui unggahan tangkapan layar artikel berita yang mencatut nama Gelora News berjudul, "Jokowi Muda Saja Jika Menkeu Tidak Mau Bayar Utang Kereta Cepat Atau Whoosh Rakyatkan Ada Patungan Membayar Utang Whoosh Tiga Tahun Lunas".

    Tangkapan layar ini disertai takarir berbunyi, "Apakah kita siap PATUNGAN untuk bayar hutang whooos? Kalau gw cuma mo bilang.. ”KEPALA LU PEANG”,,!,”

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh. foto/hotline periksa fakta tirto

    Sepanjang Senin (27/10/2025) sampai Jumat (7/11/2025) atau selama 11 hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh dua reaksi, 11 komentar dan sekali dibagikan. Lantas, bagaimana kebenaran klaim itu?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menelusuri klaim tersebut dengan menelusuri judul berita yang disebut serta mencantumkan nama media Gelora News sebagai sumber unggahan. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ditemukan artikel dengan judul serupa di situs Gelora News. Selain itu, tidak ada pemberitaan serupa di sejumlah media arus utama lainnya.

    Namun, penelusuran menemukan gambar tangkapan layar dan tanggal publikasi yang sama, tetapi dengan judul berbeda, yakni “Disalahkan soal Utang Proyek Whoosh, Jokowi: Tujuannya Bukan Mencari Laba, tapi Keuntungan Sosial.”

    Dalam artikel asli tersebut, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa proyek Whoosh tidak dibangun untuk mengejar keuntungan finansial, melainkan untuk memberikan manfaat sosial, seperti mengurangi kemacetan yang telah terjadi selama puluhan tahun di kawasan Jabodetabek dan Bandung.

    Baca juga:Dubes China: Whoosh Proyek Besar, Restrukturisasi Utang Wajar

    Sebagai informasi, sebelumnya, Jokowi secara terbuka menjelaskan alasan di balik pembangunan proyek-proyek transportasi massal, termasuk Whoosh, yang kerap disorot karena besarnya beban utang. Ia menegaskan bahwa transportasi massal adalah layanan publik yang prinsip dasarnya bukan mencari laba.

    “Kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL. Agar kerugian itu bisa terkurangi dengan baik. Dan prinsip dasar transportasi massal, transportasi umum itu adalah layanan publik. Ini kita juga harus ngerti bukan mencari laba,” kata Jokowi.

    Hingga Jumat (7/11/2025) atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun. Dengan demikian, judul dan narasi dalam unggahan yang beredar merupakan hasil suntingan dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

    Presiden ke-7 RI itu menekankan bahwa keberhasilan transportasi umum tidak diukur dari keuntungan finansial semata, melainkan dari social return on investment.

    “Jadi, sekali lagi, transportasi massal, transportasi umum, itu tidak diukur dari laba, tetapi adalah diukur dari keuntungan sosial. Social return on investment, misalnya, pengurangan emisi karbon,” terangnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim yang menyebut Jokowi menyebut rakyat akan patungan selama tiga tahun untuk membayar utang Whoosh bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:19UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-30006) Hoaks Purbaya Akan Sewa Hacker untuk Bobol Data Anggaran DPR

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial unggahan yang menyebut bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta izin kepada rakyat Indonesia untuk menggunakan uang negara untuk menyewa peretas (hacker) dalam rangka membobol data anggaran di DPR.

    ADVERTISEMENT

    Narasi tersebut juga menyebut Purbaya berniat menggandeng tim hacker lokal guna menelusuri dan memperkuat sistem keuangan negara, termasuk menelusuri aliran anggaran rakyat yang disebut tersimpan di DPR dan lembaga terkait. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya transparansi total dalam pengelolaan keuangan negara, dan diklaim disampaikan langsung oleh Purbaya kepada publik.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Klaim ini beredar di sejumlah akun Facebook, antara lain “Lintas Berita”, “Chandra Ismail”, dan “Ardhi Ardhaz”(arsip) pada periode Minggu (26/10/2025) hingga Selasa (28/10/2025).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali membuat gebrakan tak biasa. Kali ini, ia menyampaikan niat untuk menggandeng tim hacker lokal guna menelusuri dan memperkuat sistem keuangan negara, termasuk menelusuri aliran anggaran rakyat yang selama ini tersimpan di DPR dan lembaga terkait," bunyi dari bagian dari takarir unggahan tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Hoaks Purbaya Akan Sewa Hacker untuk Bobol Data Anggaran DPR.

    Langkah ini, menurut Purbaya, merupakan bagian dari upaya transparansi total dalam pengelolaan keuangan negara. Ia bahkan dengan rendah hati menyampaikan kepada publik.

    ADVERTISEMENT

    “Kalau rakyat izinkan, saya pakai sedikit saja uang rakyat untuk bayar para ahli keamanan siber ini. Mereka akan bantu kita bongkar data anggaran yang selama ini tertutup,” bunyi takarir itu juga, diklaim disebut oleh Purbaya.

    Sepanjang Selasa (28/10/2025) hingga Sabtu (8/11/2025) atau selama 11 hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 7,3 ribu tanda suka, 1,9 ribu komentar dan telah dibagikan sebanyak 179 kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim itu?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menelusuri klaim tersebut dengan memasukan kata kunci terkait klaim ke mesin pencarian Google. Hasilnya, kami tidak menemukan satupun adanya pernyataan resmi dari Purbaya yang meminta izin kepada rakyat Indonesia untuk menggunakan uang negara untuk menyewa hacker dalam rangka membobol data anggaran di DPR.

    Kami justru menemukan pernyataan resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui unggahan dalam akun PPID Kemenkeu yang membantah klaim tersebut. Disebutkan bahwa Menteri Keuangan tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai rencana menyewa hacker untuk membobol data anggaran di DPR.

    “Beredar unggahan di platform media sosial Facebook mengenai pernyataan Menteri Keuangan yang meminta izin kepada rakyat Indonesia menggunakan uang rakyat menyewa hacker untuk membobol data anggaran di DPR. Dapat diinformasikan bahwa unggahan tersebut merupakan HOAKS. Menteri Keuangan tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai rencana menyewa hacker untuk membobol data anggaran di DPR,” tulis keterangan PPID Kemenkeu, Senin (27/10/2025).

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim yang menyebut bahwa Purbaya meminta izin kepada rakyat Indonesia untuk menggunakan uang negara untuk menyewa peretas (hacker) dalam rangka membobol data anggaran di DPR bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Menteri Keuangan Purbaya tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai rencana menyewa hacker untuk membobol data anggaran di DPR. Kementerian Keuangan juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa klaim yang beredar merupakan hoaks.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-30035) Hoaks Artikel Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/11/2025

    Berita

    tirto.id - Polemik terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh kembali menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat seiring munculnya perhatian terhadap utang proyek yang disebut-sebut membengkak.

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan enggan terlibat dalam proses negosiasi penyelesaian utang Whoosh. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan bisnis antarperusahaan (business to business/B2B) yang tidak seharusnya melibatkan pemerintah.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Pernyataan itu disampaikan Purbaya menanggapi pertanyaan mengenai rencana restrukturisasi utang antara pihak Indonesia dan Tiongkok, yang disebut memiliki tenor hingga 60 tahun.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu utang proyek Whoosh, beredar unggahan di media sosial tangkapan layar artikel berita yang memuat klaim bahwa Presiden Joko Widodo menyebut rakyat akan “patungan selama tiga tahun” untuk membayar utang Whoosh jika Menteri Keuangan menolak menanggungnya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Narasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Agus Abdurrahim”(arsip) Senin (27/10/2025) melalui unggahan tangkapan layar artikel berita yang mencatut nama Gelora News berjudul, "Jokowi Muda Saja Jika Menkeu Tidak Mau Bayar Utang Kereta Cepat Atau Whoosh Rakyatkan Ada Patungan Membayar Utang Whoosh Tiga Tahun Lunas".

    Tangkapan layar ini disertai takarir berbunyi, "Apakah kita siap PATUNGAN untuk bayar hutang whooos? Kalau gw cuma mo bilang.. ”KEPALA LU PEANG”,,!,”

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Jokowi Minta Rakyat Patungan Bayar Whoosh. foto/hotline periksa fakta tirto

    Sepanjang Senin (27/10/2025) sampai Jumat (7/11/2025) atau selama 11 hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh dua reaksi, 11 komentar dan sekali dibagikan. Lantas, bagaimana kebenaran klaim itu?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto menelusuri klaim tersebut dengan menelusuri judul berita yang disebut serta mencantumkan nama media Gelora News sebagai sumber unggahan. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ditemukan artikel dengan judul serupa di situs Gelora News. Selain itu, tidak ada pemberitaan serupa di sejumlah media arus utama lainnya.

    Namun, penelusuran menemukan gambar tangkapan layar dan tanggal publikasi yang sama, tetapi dengan judul berbeda, yakni “Disalahkan soal Utang Proyek Whoosh, Jokowi: Tujuannya Bukan Mencari Laba, tapi Keuntungan Sosial.”

    Dalam artikel asli tersebut, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa proyek Whoosh tidak dibangun untuk mengejar keuntungan finansial, melainkan untuk memberikan manfaat sosial, seperti mengurangi kemacetan yang telah terjadi selama puluhan tahun di kawasan Jabodetabek dan Bandung.

    Baca juga:Dubes China: Whoosh Proyek Besar, Restrukturisasi Utang Wajar

    Sebagai informasi, sebelumnya, Jokowi secara terbuka menjelaskan alasan di balik pembangunan proyek-proyek transportasi massal, termasuk Whoosh, yang kerap disorot karena besarnya beban utang. Ia menegaskan bahwa transportasi massal adalah layanan publik yang prinsip dasarnya bukan mencari laba.

    “Kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL. Agar kerugian itu bisa terkurangi dengan baik. Dan prinsip dasar transportasi massal, transportasi umum itu adalah layanan publik. Ini kita juga harus ngerti bukan mencari laba,” kata Jokowi.

    Hingga Jumat (7/11/2025) atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun. Dengan demikian, judul dan narasi dalam unggahan yang beredar merupakan hasil suntingan dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

    Presiden ke-7 RI itu menekankan bahwa keberhasilan transportasi umum tidak diukur dari keuntungan finansial semata, melainkan dari social return on investment.

    “Jadi, sekali lagi, transportasi massal, transportasi umum, itu tidak diukur dari laba, tetapi adalah diukur dari keuntungan sosial. Social return on investment, misalnya, pengurangan emisi karbon,” terangnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klaim yang menyebut Jokowi menyebut rakyat akan patungan selama tiga tahun untuk membayar utang Whoosh bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tirto tidak menemukan adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut rakyat akan melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dalam tiga tahun.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:21UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan