Akun Facebook “Wazarlis Moe” pada Minggu (21/9/2025) mengunggah video [arsip], isinya memperlihatkan sekumpulan massa demonstran berseragam ojek online. Unggahan disertai narasi:
“Ulah Kebijakan Bahlul Yang Tidak Pro Rakyat. Ribu4an ojol melakukan demo besar-besaran dan m0gok Nasional. Ojol ngak boleh pakai BBM Subsidi.”
(GFD-2025-29367) [SALAH] Video “Demo Ojol Imbas Larangan Penggunaan BBM Subsidi”
Sumber: FacebookTanggal publish: 02/10/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan gambar dari video tersebut dengan fitur Google Image Reverse. Hasil penelusuran teratas mengarah ke pemberitaan katadata.co.id “Jelang Demo Ojol, Maxim Pertanyakan Tuntutan Potongan Komisi Jadi 10%”, isinya memuat potongan gambar yang serupa dengan unggahan akun Facebook “Wazarlis Moe”.
katadata.co.id menuliskan keterangan bahwa potret itu berasal dari momen aksi demonstrasi pengemudi ojek online di Jakarta Pusat pada Kamis (29/8/2024).
TurnBackHoax melanjutkan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “tuntutan demonstrasi pengemudi ojek online di Jakarta Pusat 29 Agustus 2024” ke kolom pencarian Google. Hasilnya mengarah ke pemberitaan tirto.id berjudul “Isi Tuntutan Demo Ojol Hari Ini 29 Agustus 2024”.
Dari laporan tersebut diketahui bahwa para pengemudi ojek online pada saat itu menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aplikator, yaitu:
Revisi serta penambahan pasal dalam Permenkominfo Nomor 1 Tahun 2012 terkait formula tarif layanan pos komersial untuk mitra ojol dan kurir online.
Evaluasi dan pengawasan oleh Kominfo terhadap praktik bisnis aplikator yang dinilai merugikan dan tidak adil bagi para mitra pengemudi maupun kurir online.
Penghapusan program tarif hemat untuk pengantaran barang dan makanan pada semua aplikator karena dianggap tidak manusiawi.
Penyeragaman tarif layanan pengantaran barang dan makanan di seluruh platform aplikator.
Penolakan terhadap promosi aplikator yang bebannya dibebankan kepada pendapatan mitra driver.
Legalisasi ojek online sebagai angkutan sewa khusus melalui surat keputusan bersama (SKB) beberapa kementerian terkait.
Demo saat itu tidak ada kaitannya dengan kebijakan “pengemudi ojek online tidak bisa menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi”.
Sebagai informasi, mengutip dari dari mypertamina.id BBM yang disubsidi adalah jenis biosolar dan pertalite. TurnBackHoax telah membantah klaim pengemudi ojek online dilarang menggunakan bensin Pertalite dalam artikel [SALAH] Ojol Dilarang Gunakan Pertalite”
katadata.co.id menuliskan keterangan bahwa potret itu berasal dari momen aksi demonstrasi pengemudi ojek online di Jakarta Pusat pada Kamis (29/8/2024).
TurnBackHoax melanjutkan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “tuntutan demonstrasi pengemudi ojek online di Jakarta Pusat 29 Agustus 2024” ke kolom pencarian Google. Hasilnya mengarah ke pemberitaan tirto.id berjudul “Isi Tuntutan Demo Ojol Hari Ini 29 Agustus 2024”.
Dari laporan tersebut diketahui bahwa para pengemudi ojek online pada saat itu menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aplikator, yaitu:
Revisi serta penambahan pasal dalam Permenkominfo Nomor 1 Tahun 2012 terkait formula tarif layanan pos komersial untuk mitra ojol dan kurir online.
Evaluasi dan pengawasan oleh Kominfo terhadap praktik bisnis aplikator yang dinilai merugikan dan tidak adil bagi para mitra pengemudi maupun kurir online.
Penghapusan program tarif hemat untuk pengantaran barang dan makanan pada semua aplikator karena dianggap tidak manusiawi.
Penyeragaman tarif layanan pengantaran barang dan makanan di seluruh platform aplikator.
Penolakan terhadap promosi aplikator yang bebannya dibebankan kepada pendapatan mitra driver.
Legalisasi ojek online sebagai angkutan sewa khusus melalui surat keputusan bersama (SKB) beberapa kementerian terkait.
Demo saat itu tidak ada kaitannya dengan kebijakan “pengemudi ojek online tidak bisa menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi”.
Sebagai informasi, mengutip dari dari mypertamina.id BBM yang disubsidi adalah jenis biosolar dan pertalite. TurnBackHoax telah membantah klaim pengemudi ojek online dilarang menggunakan bensin Pertalite dalam artikel [SALAH] Ojol Dilarang Gunakan Pertalite”
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “demo pengemudi ojek online imbas larangan penggunaan BBM subsidi” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[katadata.co.id] Jelang Demo Ojol, Maxim Pertanyakan Tuntutan Potongan Komisi Jadi 10%
- https://katadata.co.id/berita/industri/682b0fa13ca5a/jelang-demo-ojol-maxim-pertanyakan-tuntutan-potongan-komisi-jadi-10 [tirto.id] Isi Tuntutan Demo Ojol Hari Ini 29 Agustus 2024
- https://tirto.id/isi-tuntutan-demo-ojol-hari-ini-29-agustus-2024-g3dg [mypertamina.id] Ketentuan Pengguna BBM Bersubsidi
- https://subsiditepat.mypertamina.id/syarat-ketentuan [turnbackhoax.id] [SALAH] Ojol Dilarang Gunakan Pertalite
- https://turnbackhoax.id/2025/09/30/salah-ojol-dilarang-gunakan-pertalite/
- https://web.facebook.com/reel/1326152805536350 (unggahan informasi oleh akun Facebook “Wazarlis Moe”)
- https://archive.ph/EklF5 (arsip unggahan akun Facebook “Wazarlis Moe”)
(GFD-2025-29369) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Non Muslim dari Ditjen Bimas Kristen dan Australia
Sumber:Tanggal publish: 02/10/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan khusus non-muslim sebesar Rp 100 juta hingga Rp 2 miliar dari Ditjen Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag dan Australia. Postingan itu beredar di Facebook pada 28 September 2025.
Dalam postingan terdapat tulisan:
"# INFO PENTING
# Khusus Untuk Masyarakat Non Muslim Di Seluruh Indonesia.
# Salam Sejahterah Buat kita semua, Langsung Dari Gita Kammath Selaku Wakil Duta Besar Australia Menyampaikan Bahwa Bantuan Dana ( D.A.P ) Non Muslim & Gereja telah di salurkan menyebar di seluruh pelosok Indonesia.
Bagi Masyarakat Non Muslim yang belum menerima Bantuan DAP segera daftar sekarang sebelum terlambat, karena bantuan ini untuk periode tahun 2025 akan segera di tutup.
Perlu Diketahui Bahwa Program Dana BantuanDAP (Direct Aid Program) Tidak ada biayaPendaftaran & Admin/Administrasi.
Semoga Data Anda di ACC.
Terima Kasih.TYM 🙏🙏🙏👏👏👏"
Sedangkan tulisan dalam surat edaran dengan kop KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN, adalah sebagai berikut:
"Nomor: B-589/DJ.IV/DLIV.II/PP.00.25/08/2025
Perihal
SURAT EDARAN PENGAJUAN BANTUAN DANA (DAP)
UNTUK UMAT KRISTEN/NON MUSLIM TAHUN 2025
DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA KEMENAG RI (DITJEN BIMAS KRISTEN) Bersama Dengan Donatur Dari Negara Australia Telah Menyalurkan BANTUAN DANA DAP (Direct Aid Program) Sebesar 100 Juta s/d 2 Milyar Hingga Semester Tahun 2025
Bantuan Ini Khusus Untuk Masyarakat Non Muslim Pemerintah Berharap Supaya Di Gunakan Untuk Modal Usaha, Bayar Hutang, Jadi Harap Bantuan Ini Di Terima 60% dan 40% Wajib Di Sumbangkan Ke Tempat Ibadah/Fakir Miskin dan Dll.
Hormat kami,
Penanggung Jawat Bantuan (DAP) Pdt Norman Ambarita, M.Th
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristus Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M. Pd"
Dalam postingan turut menyertakan link pendaftaran. Link ini mengarah pada pesan percakapan.
Benarkah klaim link pendaftaran bantuan non muslim dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag dan Australia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan non muslim dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag dan Australia. Penelusuran mengarah pada pernyataan Ditjen Bimas Kristen Kemenag melalui akun Instagram resminya @bimaskristenri.
"Waspada Hoaks!
Ditjen Bimas Kristen Kemenag menegaskan, seluruh informasi resmi hanya melalui website bimaskristen.kemenag.go.id dan akun media sosial resmi.
Mari bijak bermedia sosial, jangan mudah percaya, cek & ricek sebelum sebarkan"
Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Dirjen Bimas Kristen Kemenag Keluarkan Surat Edaran Waspada Hoaks" yang dikeluarkan Ditjen Bimas Kristen Kemenag.
Dalam artikel ini, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI mengeluarkan Surat Edaran terkait maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen. Surat edaran ini ditandatangani langsung oleh Direktur Jenderal Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, pada Senin 29 September 2025.
Dalam keterangan resminya, Dirjen Bimas Kristen menegaskan bahwa belakangan ini banyak beredar pesan berantai maupun informasi menyesatkan yang menggunakan nama Ditjen Bimas Kristen dengan iming-iming tertentu. Hal ini dinilai berpotensi meresahkan masyarakat dan mencoreng nama baik lembaga.
"Seluruh informasi resmi Ditjen Bimas Kristen hanya disampaikan melalui kanal resmi, yakni website bimaskristen.kemenag.go.id dan media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kemenag," tegas Jeane.
Melalui surat edaran tersebut, umat Kristen di seluruh Indonesia, pimpinan sinode, pengurus gereja, penyuluh agama, hingga lembaga keagamaan Kristen diimbau untuk:
1.Tidak mudah percaya terhadap berita atau pesan dari sumber yang tidak jelas.
2. Melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan informasi.
3. Segera melaporkan kepada aparat terkait atau Ditjen Bimas Kristen apabila menemukan penyalahgunaan nama lembaga.
Ditjen Bimas Kristen menegaskan bahwa segala kerugian akibat penipuan yang mengatasnamakan lembaga adalah tanggung jawab pihak pelaku, bukan Ditjen Bimas Kristen.
"Marilah kita jadikan ruang digital sebagai sarana berkat, bukan sumber keresahan. Bijaklah dalam bermedia sosial dan bersama-sama menjaga nama baik Gereja serta bangsa," tulis Jeane dalam edaran tersebut.
Dengan terbitnya surat edaran ini, Kementerian Agama berharap seluruh umat Kristiani semakin waspada terhadap hoaks dan aktif berperan menjaga keteduhan ruang publik digital.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan non muslim dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag dan Australia, tidak benar.
Ditjen Bimas Kristen Kemenag menegaskan, seluruh informasi resmi hanya melalui website bimaskristen.kemenag.go.id dan akun media sosial resmi.
Rujukan
(GFD-2025-29372) [PENIPUAN] Video “Eko Patrio Minta Maaf dan Mau Bagi-Bagi Uang di Laman Judi”
Sumber: FacebookTanggal publish: 02/10/2025
Berita
Akun Facebook “Jokesters Junction” pada Jumat (19/9/2025) mengunggah video [arsip], isinya memperlihatkan Eko Patrio menuturkan narasi sebagai berikut:
“Assalamualaikum Pertama-tama, gue mau minta maaf sebesar besarnya sama kalian semua, selama ini mungkin ada kata-kata gue yang bikin kalian salah paham. Ada juga konten yang bikin kalian ngerasa kecewa, dari hati paling dalam gue pribadi minta maaf sebagai bentuk tanggung jawab, dan rasa syukur gue. Gue mau berbagi rejeki buat kalian semua, total yang gue siapin nggak main-main, Rp500 juta ke seluruh masyarakat Indonesia lewat situsnya Kang Sule, yaitu Sule slot. Gue jamin, kalian bisa dapet jutaan sampai ratusan juta. Jika ada salah satu dari kalian yang enggak dikasih WD, gue janji masyarakat boleh ngejarah rumah gue sepuasnya. Langsung klik di bawah video ini langsung daftar aja, abis daftar tunggu tombol hack algoritma ini muncul, dan masukin potensi menang yang kalian mau di sini. Langsung klik tombol hack algoritma Sule Slot. Gue pastiin lu bisa langsung jepe max win 5 kali di akun baru lo, masuk ke menu game dan ganti RTP ke Indonesia. Lihat RTP kalian jadi 100% semua, tinggal depo aja bebas mau apa pun, intinya 1 akun kalian cuma bisa max win sampai 5 kali. Mungkin dengan cara ini masyarakat Indonesia bisa memaafkan kesalahan gue. Jangan lupa share ke teman-teman kalian ya.”
“Assalamualaikum Pertama-tama, gue mau minta maaf sebesar besarnya sama kalian semua, selama ini mungkin ada kata-kata gue yang bikin kalian salah paham. Ada juga konten yang bikin kalian ngerasa kecewa, dari hati paling dalam gue pribadi minta maaf sebagai bentuk tanggung jawab, dan rasa syukur gue. Gue mau berbagi rejeki buat kalian semua, total yang gue siapin nggak main-main, Rp500 juta ke seluruh masyarakat Indonesia lewat situsnya Kang Sule, yaitu Sule slot. Gue jamin, kalian bisa dapet jutaan sampai ratusan juta. Jika ada salah satu dari kalian yang enggak dikasih WD, gue janji masyarakat boleh ngejarah rumah gue sepuasnya. Langsung klik di bawah video ini langsung daftar aja, abis daftar tunggu tombol hack algoritma ini muncul, dan masukin potensi menang yang kalian mau di sini. Langsung klik tombol hack algoritma Sule Slot. Gue pastiin lu bisa langsung jepe max win 5 kali di akun baru lo, masuk ke menu game dan ganti RTP ke Indonesia. Lihat RTP kalian jadi 100% semua, tinggal depo aja bebas mau apa pun, intinya 1 akun kalian cuma bisa max win sampai 5 kali. Mungkin dengan cara ini masyarakat Indonesia bisa memaafkan kesalahan gue. Jangan lupa share ke teman-teman kalian ya.”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri potongan gambar dari video tersebut dengan bantuan Google Image Reverse. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan kompas.com “Eko Patrio Janji Lebih Bijak setelah Dikecam karena Aksi Joget DPR”, isinya memuat potongan gambar yang serupa dengan unggahan akun Facebook “Jokesters Junction”.
Berita yang terbit Minggu (31/08/2025) tersebut menjelaskan tentang Eko Patrio (anggota DPR dari Fraksi PAN) yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia menyesali kegaduhan yang muncul setelah beredarnya video dirinya bersama beberapa anggota DPR, termasuk Uya Kuya, berjoget di ruang sidang.
kompas.com menuliskan foto yang dipakai dalam berita tersebut bersumber dari akun Instagram "ekopatriosuper", TurnBackHoax kemudian menelusuri akun tersebut untuk mengamati konten aslinya. Diketahui, dalam video asli berdurasi 2 menit 26 detik, Eko Patrio tidak menyebut kalau dirinya ingin membagi-bagi rezeki di laman judi sebagai permohonan maaf.
TurnBackHoax kemudian mengunduh video unggahan akun Facebook “Jokesters Junction” dan menganalisisnya dengan Google Gemini. Hasil analisa [arsip] menunjukkan 95–99 persen audio di dalamnya merupakan hasil rekayasa AI.
Google Gemini juga mencatat gerakan bibir Eko Patrio dalam video tidak sepenuhnya sesuai dengan suara yang terdengar. Ini adalah indikasi audio asli telah dihapus dan diganti dengan suara buatan AI.
Berita yang terbit Minggu (31/08/2025) tersebut menjelaskan tentang Eko Patrio (anggota DPR dari Fraksi PAN) yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia menyesali kegaduhan yang muncul setelah beredarnya video dirinya bersama beberapa anggota DPR, termasuk Uya Kuya, berjoget di ruang sidang.
kompas.com menuliskan foto yang dipakai dalam berita tersebut bersumber dari akun Instagram "ekopatriosuper", TurnBackHoax kemudian menelusuri akun tersebut untuk mengamati konten aslinya. Diketahui, dalam video asli berdurasi 2 menit 26 detik, Eko Patrio tidak menyebut kalau dirinya ingin membagi-bagi rezeki di laman judi sebagai permohonan maaf.
TurnBackHoax kemudian mengunduh video unggahan akun Facebook “Jokesters Junction” dan menganalisisnya dengan Google Gemini. Hasil analisa [arsip] menunjukkan 95–99 persen audio di dalamnya merupakan hasil rekayasa AI.
Google Gemini juga mencatat gerakan bibir Eko Patrio dalam video tidak sepenuhnya sesuai dengan suara yang terdengar. Ini adalah indikasi audio asli telah dihapus dan diganti dengan suara buatan AI.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “Eko Patrio bagi-bagi uang di laman judi sebagai bentuk permohonan maaf” merupakan konten palsu (fabricated content).
Rujukan
- http[kompas.com] Eko Patrio Janji Lebih Bijak setelah Dikecam karena Aksi Joget DPR
- https://www.kompas.com/hype/read/2025/08/31/094421966/eko-patrio-janji-lebih-bijak-setelah-dikecam-karena-aksi-joget-dpr [Instagram] Dokumen asli unggahan Instagram Eko Patrio
- https://www.instagram.com/reel/DN-xjcHAceV/ [Google Gemini] Hasil analisa video Eko Patrio
- https://g.co/gemini/share/c0d359ee3eb2 (arsip:
- https://archive.ph/2VbvG)
- https://www.facebook.com/reel/804196718668041 (unggahan informasi oleh akun Facebook “Jokesters Junction”)
- https://archive.ph/DfIly (arsip unggahan akun Facebook “Jokesters Junction”)
(GFD-2025-29373) [SALAH] Prabowo Pecat Menkeu yang Baru Dilantik
Sumber: YouTube.comTanggal publish: 02/10/2025
Berita
Kanal YouTube “KajianOnline” pada Rabu (10/9/2025) membagikan video [arsip] disertai sampul dengan judul yang mengklaim Presiden Prabowo memecat menteri keuangan baru.
Sampul video berisi potret Menteri Keuangan Purbaya Sadewa dan narasi sebagai berikut:
“PRABOWO PECAT MENKEU YANG BARU DILANTIK. BLUNDER BESAR MENKEU BARU BIKIN SUASANA KEMBALI GADUH. MENKEU BARU: RAKYAT TAK BERHAK BUBARKAN DPR.”
“PRESIDEN PECAT MENKEU BARU YANG BARU DILANTIK KEMARIN ! BLUNDER BESAR MENKEU BUAT SUASANA GADUH LAGI”
Hingga Kamis (2/10/2025) video tersebut sudah ditayangkan sebanyak lebih dari 12.000 kali, menuai hampir 300 tanda suka, dan hampir 300 komentar.
Sampul video berisi potret Menteri Keuangan Purbaya Sadewa dan narasi sebagai berikut:
“PRABOWO PECAT MENKEU YANG BARU DILANTIK. BLUNDER BESAR MENKEU BARU BIKIN SUASANA KEMBALI GADUH. MENKEU BARU: RAKYAT TAK BERHAK BUBARKAN DPR.”
“PRESIDEN PECAT MENKEU BARU YANG BARU DILANTIK KEMARIN ! BLUNDER BESAR MENKEU BUAT SUASANA GADUH LAGI”
Hingga Kamis (2/10/2025) video tersebut sudah ditayangkan sebanyak lebih dari 12.000 kali, menuai hampir 300 tanda suka, dan hampir 300 komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kemenkeu.go.id. Di bagian “daftar menteri”, tertulis bahwa Purbaya Yudhi Sadewa hingga saat ini masih menjadi menteri keuangan. Ia dilantik pada Senin (8/9/2025).
TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram resmi Menteri Keuangan “menkeuri” yang dikelola Kemenkeu. Terbaru, pada Senin (29/9/2025), Menteri Purbaya masih aktif bekerja mendampingi Presiden Prabowo dalam akad massal 26.000 KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan serah terima kunci rumah subsidi.
Dari pengamatan TurnBackHoax, narator dalam video unggahan kanal YouTube “KajianOnline” hanya membahas keterangan pers dari Menkeu Purbaya sesaat setelah dirinya dilantik. Tidak ditemukan pernyataan Menkeu Purbaya yang menyebut “rakyat tak berhak bubarkan DPR”, sebagaimana sampul video unggahan “KajianOnline”.
TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram resmi Menteri Keuangan “menkeuri” yang dikelola Kemenkeu. Terbaru, pada Senin (29/9/2025), Menteri Purbaya masih aktif bekerja mendampingi Presiden Prabowo dalam akad massal 26.000 KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan serah terima kunci rumah subsidi.
Dari pengamatan TurnBackHoax, narator dalam video unggahan kanal YouTube “KajianOnline” hanya membahas keterangan pers dari Menkeu Purbaya sesaat setelah dirinya dilantik. Tidak ditemukan pernyataan Menkeu Purbaya yang menyebut “rakyat tak berhak bubarkan DPR”, sebagaimana sampul video unggahan “KajianOnline”.
Kesimpulan
Unggahan berisi video “Prabowo pecat Menkeu yang baru dilantik” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
(Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)
Rujukan
Halaman: 1243/7954

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5368502/original/092738500_1759380387-kristen.jpg)


