• (GFD-2025-29779) [SALAH] Menkeu Purbaya: Saya Tidak Peduli Ditembak atau Diracun Seperti Munir

    Sumber: Tiktok
    Tanggal publish: 31/10/2025

    Berita

    Akun TikTok “kemenkeurii” pada Selasa (21/10/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang diwawancara.


    Dalam video tertulis narasi:


    “Viral Pernyataan Menkeu Sungguh Luar Biasa. Saya sudah tua, saya tidak peduli mau di tembak atau di racun sekalipun seperti alm.munir dulu, saya sudah tida, saya hanya ingin mengabdi untuk masyarakat disisa2 umur saya, semoga itu menghapus dosa2 saya dulu.. saya akan akan tetap maju memberantas oknum2 pajak yang nakal. Bagaimana pendapat anda??”


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan potongan gambar dari video tersebut ke Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan detik.com “Purbaya Bersikeras Utang Kereta Cepat Tanpa APBN, Minta Danantara Turun Tangan”, tayang Rabu (15/10/2025).


    Diketahui, konteks asli dari konten yang beredar adalah momen Menkeu Purbaya menyampaikan pembahasan rapat seputar utang kereta cepat Whoosh usai dirinya menghadiri rapat dewan pengawas Danantara. 


    TurnBackHoax kemudian mencari video asli dengan memasukkan kata kunci “Purbaya usai rapat Danantara” di kolom pencarian YouTube. Hasilnya, ditemukan video dari momen serupa dengan sudut pengambilan gambar berbeda yang tayang di kanal YouTube KOMPASTV “BREAKING NEWS - Pernyataan Menkeu Purbaya usai Rapat dengan Dewas Danantara”. Tidak ada pernyataan Purbaya sebagaimana yang dibagikan akun TikTok “kemenkeurii”.


    Perlu diketahui, akun TikTok resmi Kementerian Keuangan adalah “kemenkeuri” sementara akun TikTok resmi Menteri Keuangan adalah “menkeuri”.


    TurnBackHoax juga memasukkan kata kunci “pernyataan Purbaya tidak peduli ditembak atau diracuni” ke kolom pencarian Google. Tidak ditemukan sumber valid yang membenarkan adanya pernyataan langsung dari Purbaya terkait hal tersebut.


    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “Purbaya nyatakan tidak peduli ditembak atau diracuni seperti Munir” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29781) [PENIPUAN] Prabowo Mau Transfer Puluhan Juta Lewat Chat Via Messenger FB

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 31/10/2025

    Berita

    Akun Facebook “Majulah Indonesiaku” pada Sabtu (4/10/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan Presiden Prabowo sedang menyampaikan narasi sebagai berikut:

    “Saya Prabowo Subianto satu jam ke depan setelah melihat video ini kamu akan saya transfer 40.000.000 ini langsung dari saya sendiri”

    Pada kolom takarir, pengunggah menambahkan narasi:

    “Bantuan Untuk Seluruh Masyarakat Indonesia!! Kami Berikan DANA BANTUAN Sebesar Rp.40.000.000. Khusus Masyarakat Kalangan Menegah(Miskin).

    𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗧 & 𝗞𝗘𝗧𝗘𝗡𝗧𝗨𝗔𝗡

    Silahkan Chat Penitia Pelaksana harian 

     Lewat Mesenjer.”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mencoba menghubungi pengunggah video tersebut lewat Facebook Messenger. Ketika ditanya “bagaimana cara mendapatkan bantuan dana?” pengunggah minta data pribadi berupa foto KTP.

    TurnBackHoax kemudian mengecek tangkapan layar video unggahan akun Facebook “Majulah Indonesiaku” itu dengan Google Lens. Penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “Prabowo Dinilai Tegaskan PDI-P Masih di Luar Kekuasaan, meski Anggap Kakak Adik”.

    Berita yang tayang Senin (21/7/2025) tersebut menggunakan foto yang sama dengan tangkapan layar unggahan akun Facebook “Majulah Indonesiaku”. Diketahui, konteks asli dokumentasi itu adalah momen Presiden Prabowo Subianto menghadiri peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

    Penelusuran berlanjut dengan memasukkan kata kunci “Presiden Prabowo Subianto hadiri peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten” ke kolom pencarian YouTube.

    Hasil penelusuran mengarah ke video di kanal YouTube BeritaSatu “[FULL] Pidato Prabowo dalam Peluncuran Koperasi Merah Putih di Klaten | Beritasatu“. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo sama sekali tidak membahas tentang transfer dana puluhan juta.

    TurnBackHoax lalu menganalisis video unggahan akun Facebook “Majulah Indonesiaku” dengan alat deteksi AI Hive Moderation. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “Prabowo mau transfer puluhan juta lewat chat via Messenger FB” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29782) [SALAH] Menkeu Purbaya Pakai Hacker untuk Susupi Mafia Penyimpan Uang Hasil Korupsi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 31/10/2025

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun Facebook “Asih Vlog” pada Selasa (21/10/2025) berisi klaim yang menyebut Menkeu Purbaya pakai hacker untuk susupi mafia penyimpan uang hasil korupsi.

    Berikut narasi lengkapnya:

    “Viral…!! Menkeu PURBAYA Pakai H3cker Untuk Svsvpi M*fia Yang Cob4-Cob4 M3nyimpan Uang H4asil Kvrvpsi Luar Negri.”

    “PURBAYA: Siapapun Saya Pastikan Tidak 4k4n L0l0s Kalo Bermain-Main Dengan Uang Negara Ucap Menkeu Purbaya…”

    Per Kamis (30/10/2025), konten tersebut sudah ditonton lebih dari 348 ribu kali, disukai lebih dari 15 ribu kali, menuai lebih dari seribu komentar dan dibagikan ulang sebanyak 415 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Menkeu Purbaya pakai hacker untuk susupi mafia penyimpan uang hasil korupsi ” ke mesin pencarian Google.

    Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan di akun Youtube Liputan 6 berjudul “Menkeu Purbaya Libatkan Hacker Jago Jaga Keamanan Keuangan Nasional” yang tayang Sabtu (25/10/2025). 

    Dalam video tersebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan langkah serius pemerintah memperkuat sistem keamanan siber sektor keuangan nasional dengan melibatkan para hacker asal Indonesia yang memiliki reputasi internasional. Menurutnya, para hacker tersebut direkrut untuk menguji dan menambal celah pada sistem Cortex serta infrastruktur digital lembaga keuangan agar tidak mudah ditembus.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Menkeu Purbaya pakai hacker untuk susupi mafia penyimpan uang hasil korupsi” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29783) [PENIPUAN] Mahfud MD Bagi-Bagi Bansos Hasil Perampasan Aset

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 31/10/2025

    Berita

    Pada Kamis (23/10/2025) akun Facebook “Profesor,Mohammad Mahfud” membagikan video [arsip] disertai narasi:

    “Dan ini nantinya akan dibagikan kepada yang belum mempunyai usaha, masing-masing akan dibantu Rp100 juta. Ini real dan juga amanah ya bukan setting-an atau hoaks pasti cair untuk yang mendaftar”

    Unggahan disertai takarir:

    “BANTUAN SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU

    *** (  PROFESOR.H.MOHAMMAD MAHFUD MD )***

    YANG MAU DI PROSES CEPAT DARI SAYA KLIK LINK WHATSAPP DI BAWAH INI

    NO WHATSAPP : 085147428037”

    Hingga Jumat (31/10/2025) unggahan telah mendapatkan 110 tanda suka, 61 komentar dan telah dibagikan ulang 8 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video melalui Google Lens. Pencarian mengarah ke pemberitaan antaranews “Mahfud sebut obligor dan debitur BLBI sering melobi pemerintah” yang tayang Selasa (5/10/2021). 

    Diketahui, foto tersebut diambil saat Mahfud MD (kala itu Menko Polhukam) memberi pernyataan mengenai perkembangan Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (5/11/2021).

    Dalam pemberitaan tersebut, Mahfud menjelaskan obligor dan debitur BLBI sering melobi pemerintah sehingga pelunasan utangnya tertunda. Tidak ditemukan pernyataan Mahfud mengenai pembagian bansos hasil perampasan aset. 

    TurnBackHoax kemudian mengunduh video unggahan akun Facebook “Profesor,Mohammad Mahfud” dan menganalisisnya menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 99,2 persen.  

    Sebagai informasi, dilansir dari emedia.dpr.go.id, RUU Perampasan Aset pada September 2025 baru disetujui untuk masuk ke dalam daftar prioritas program legislasi nasional (prolegnas) 2025-2026.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “Mahfud MD bagi-bagi bansos hasil perampasan aset" merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan