(GFD-2025-29995) Video Ketua MPR Sindir Gibran dengan Kata
Sumber:Tanggal publish: 31/10/2025
Berita
ADVERTISEMENT
Dalam bentuk video sepanjang 37 detik, akun Facebook "Abdul Hamid" (arsip) menyebarkan narasi ini pada Sabtu (18/10/2025). Muzani dalam klip tersebut terdengar membacakan pantun, kemudian menyebut "fufufafa" yang merujuk pada Gibran.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
"Sebelum kami menutup acara ini izinkan kami membacakan tiga buah pantun. Di hutan Papua pergi mencari madu, makan sarden sama papeda. Kita semua pada dungu, punya wakil presiden fufufafa," kata Muzani sambil tertawa.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Ketua MPR Sindir Gibran. foto/hotline periksa fakta tirto
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Pernyataan Muzani lalu disambut tepuk tangan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sementara mantan Presiden, Joko Widodo, yang duduk di sebelahnya hanya tersenyum. Dalam keterangan yang menyertai video, akun pengunggah video mengatakan kalau klip ini bersumber dari Kompas.
Per Jumat (31/10/2025), video ini sudah dibagikan sebanyak 2.300 kali dan memperoleh 27 ribu tanda suka serta 1.200 komentar. Para warganet melontarkan komentar yang beragam, mulai dari menertawakan respons Prabowo sampai mempertanyakan kebenaran narasi yang disebarkan.
Lantas, bagaimana faktanya?
ADVERTISEMENT
Hasil Cek Fakta
Rekaman Muzani itu rupanya merupakan momen sidang MPR pelantikan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2024 – 2029. Akan tetapi, dalam video aslinya Muzani sama sekali tak menyindir Gibran dan menyebut “fufufafa”.
“Sebelum kami menutup acara ini izinkan kami membacakan tiga buah pantun. Di hutan Papua pergi mencari madu, makan sarden sama papeda. Kita semua pasti akan rindu pernah punya presiden yang suka bagi-bagi sepeda. Masak kue talam jangan digulung, masak ikan pepes jangan dipanggang,” kata Muzani dalam dokumentasi asli.
“Berpeci hitam dan memakai sarung, Kyai Ma'ruf Amin akan selalu kita senang. Pergi ke Glodok nonton barongsai, mampir Pasar Baru beli kain gorden, tugas kami pimpinan MPR sudah selesai, melantik Pak Prabowo kini jadi presiden,” lanjutnya.
Tirto juga memastikan video yang diunggah oleh kanal YouTube Kompas, seperti klaim yang tertera di klip beredar. Kompas TV menyiarkan video Muzani berpantun ini dengan tajuk “Kala Pantun Ketua MPR Ahmad Muzani Buat Prabowo Geleng Kepala hingga Jokowi Tepuk Tangan”.
Namun, sama seperti Liputan 6, Muzani tidak menyinggung Gibran dan menyebut “fufufafa”. Itu artinya, di bagian akhir video ini telah dimanipulasi secara digital. Setelah kami mencoba mengecek bagian akhir video menggunakan bantuan Hive Moderation, tertera kemungkinan video memuat konten AI atau deepfake, persentasenya mencapai 86,6 persen. Artinya, video yang disebarkan di media sosial telah mengalami proses penyuntingan dari video aslinya.
Kesimpulan
Dalam video aslinya Muzani sama sekali tak menyindir Gibran dan menyebut “fufufafa”. Setelah menyebut "papeda", Muzani mengatakan "kita semua pasti akan rindu pernah punya presiden yang suka bagi-bagi sepeda".
Artinya, di bagian akhir video ini telah dimanipulasi secara digital. Dengan demikian, video dengan klaim Muzani menyindir Gibran bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53arrow_forward_iosBaca SelengkapnyaCANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0001:19UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Rujukan
(GFD-2025-29772) Cek Fakta: Hoaks Artikel Jokowi Setujui Gibran Jadi Pahlawan Nasional
Sumber:Tanggal publish: 31/10/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Mantan Presiden Jokowi setujui usulan M Qodari agar Gibran Rakabuming Raka jadi pahlawan nasional. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 30 Oktober 2025.
Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari Gelora News berjudul:
"Jokowi Setuju Qodari Jadikan Gibran Pahlawan Nasional"
Akun itu menambahkan narasi:
"Untuk warga +62.,,apakah anda juga setuju ????"
Lalu benarkah postingan artikel Mantan Presiden Jokowi setujui usulan M Qodari agar Gibran Rakabuming Raka jadi pahlawan nasional?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs Gelora dengan foto dan waktu yang sama dengan postingan.
Namun dalam artikel asli berjudul "Jokowi cuma Bisa Dikalahkan oleh Autoimun".
Artikel asli juga sama sekali tidak membahas pernyataan Jokowi terkait Wapres Gibran. Artikel asli hanya membahas pendapat Dokter Tifa mengenai kondisi kesehatan mantan Presiden Jokowi.
Kesimpulan
Postingan artikel Mantan Presiden Jokowi setujui usulan M Qodari agar Gibran Rakabuming Raka jadi pahlawan nasional adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2025-29773) [SALAH] Prabowo Lantik Ahok Sebagai Ketua KPK
Sumber: FACEBOOK.COMTanggal publish: 31/10/2025
Berita
Akun Facebook “CCTV Jalanan” pada Senin (12/10/2025) mengunggah gambar [arsip] yang dengan narasi:
“Prabowo akan lantik Ahok jadi ketua KPK. Presiden Purbaya dan Ahok bisa guncangkan dunia politik Indonesia”
Per Jumat (31/10/2025) gambar itu sudah disukai 2,2 ribu kali, dibagikan 65 kali dan menuai 728 komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Prabowo Lantik Ahok Sebagai Ketua KPK” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) sebelumnya sudah mengusut kebenaran klaim serupa lewat artikel “[SALAH] Presiden Prabowo Lantik Ahok Jadi Ketua KPK” yang tayang pada Kamis, (9/1/2025).
Melansir dari website resmi KPK, Prabowo telah melantik sejumlah pimpinan KPK masa jabatan 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Senin 16 Desember 2024. Ketua KPK yang baru adalah Setyo Budiyanto, bukan Ahok. Sedangkan Wakil pemimpin KPK berjumlah empat orang yakni Fitroh Rohcahyanto, Ibnu Basuki Widodo, Johanis Tanak dan Agus Joko Pramono.
Sampai saat ini pernyataan tersebut tidak pernah diungkapkan oleh Presiden Prabowo.
Kesimpulan
(Ditulis oleh Yudho Ardi)
Rujukan
(GFD-2025-29774) [SALAH] Prabowo Siap Keluarkan Dekrit Bubarkan DPR
Sumber: facebook.comTanggal publish: 31/10/2025
Berita
Akun Facebook “budiman” pada Kamis (28/9/2025) mengunggah video [arsip] berisi narasi:
“Dipanggil DK PBB, Prabowo siap keluarkan dekrit Presiden pembubaran DPR RI.
Demi bangsa dan atas nama rakyat Indonesia, saya siap mengeluarkan dekrit Presiden untuk membubarkan Parlemen RI”

Hingga Jumat (31/10/2025), unggahan telah disukai sekitar 20.000 akun, 1.700-an kali dibagikan ulang, serta menuai 3.600-an ribu komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengetikkan kata kunci “bolehkah presiden membubarkan DPR?” melalui mesin pencarian Google. Pada hasil pencarian teratas terdapat artikel kompas.com “Apakah Presiden Bisa Membubarkan DPR? Ini Penjelasannya”.
Dalam artikel yang terbit pada Rabu (3/9/2025) tersebut dijelaskan bahwa Presiden tidak memiliki kewenangan untuk membubarkan DPR. Hal ini tertuang secara jelas dalam Pasal 7C Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa “Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat”.
Lebih lanjut, TurnBackHoax mengetikkan kata kunci “Prabowo dipanggil Dewan Keamanan PBB” ke mesin pencarian Google. Namun, tidak ditemukan informasi yang relevan dengan klaim. Pencarian teratas mengarah ke artikel indonesia.go.id “Presiden Prabowo di PBB: Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza”.
Dalam artikel yang tayang pada Rabu (24/9/2025) itu, Presiden Prabowo membahas mengenai dukungan Indonesia terhadap perdamaian di Gaza. Tidak terdapat pernyataan Prabowo terkait Dekrit pembubaran DPR RI.
TurnBackHoax kemudian memeriksa foto unggahan akun Facebook “budiman” lewat Google Lens. Hasilnya merujuk ke dokumentasi Prabowo menghadiri peluncuran inisiatif Global Alliance Against Hunger and Poverty dalam rangkaian KTT G20 yang berlangsung di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/10/2024). Sama sekali tidak ada hubungannya dengan klaim.
Kesimpulan
Rujukan
- https://www.kompas.com/skola/read/2025/09/03/170000569/apakah-presiden-bisa-membubarkan-dpr-ini-penjelasannya
- https://indonesia.go.id/kategori/politik-hukum/10108/presiden-prabowo-di-pbb-indonesia-siap-kirim-pasukan-perdamaian-ke-gaza
- https://www.medcom.id/foto/internasional/4baOmEWK-prabowo-hadiri-peluncuran-inisiatif-global-lawan-kelaparan-di-ktt-g20
- https://web.facebook.com/reel/785025587653301
- https://archive.org/details/prabowo-dipanggil-dk-pbb



