• (GFD-2026-31311) Cek Fakta: Video Menkeu Purbaya Beri Bantuan Rp 50 Juta Tidak Benar dan Hasil AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan memberi bantuan sebesar Rp 50 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 Desember 2025.
    Berikut caption pada unggahan yang beredar:
    "khusus untuk seluruh masyarakat Indonesia dana bantuan sebesar 50 juta yang belum pernah menerima bantuan pemerintah silakan konfirmasi #DanaBantuan #Masyarakat #indonesiaemas"
    Unggahan juga berisi video yang menyertakan pernyataan Purbaya, berikut isinya:
    "Sebelum pergantian tahun ini, banyak program pemerintah yang keluar dan disetujui langsung oleh bapak presiden, salah satunya program yang saya jalankan sekarang.
    Saya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ingin memberi tahu bahwa bantuan ini tidak pandang bulu, siapapun kalian berhak mendapatkan. Segera daftar dan masukkan data diri anda. Semoga bantuan ini tetap berlanjut sampai penutupan tahun ini"
    Lalu benarkah klaim video Menkeu Purbaya memberi bantuan sebesar Rp 50 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Menkeu Purbaya memberi bantuan sebesar Rp 50 juta. Penelusuran melalui tangkapan foto dengan Google, ditemukan video tersebut identik dengan foto kegiatan Menkeu Purbaya berdiskusi dengan jajaran Kadin Indonesia di kantor Kementerian Keuangan pada 19 Desember 2025.
    Kegiatan tersebut diunggah di akun Instagram resmi Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa @menkeuri. Sejumlah foto pertemuan tersebut pun diunggah.
    Berikut tulisan dalam unggahan @menkeuri:
    "Menkeu Purbaya kembali berdiskusi dengan jajaran @kadin.indonesia.official di kantor @kemenkeuri pagi ini.
    Aspirasi dari pelaku usaha menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim bisnis dan investasi yang semakin sehat, kondusif, serta berdaya saing.
    Pemerintah berkomitmen terus membuka ruang dialog dan memperkuat sinergi dengan dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi."
     
    Cek Fakta Liputan6.com juga menelusuri klaim dengan menangkap layar video untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs hivemoderation.com.
    Dari hasil penelusuran lewat situs hivemoderation.com, video Menkeu Purbaya  menunjukkan 84,1 persen video tersebut hasil buatan AI.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Menkeu Purbaya memberi bantuan sebesar Rp 50 juta, tidak benar dan merupakan buatan AI.
  • (GFD-2026-31310) [SALAH] Foto “Raffi Ahmad dan Prabowo Bersama Ammar Zoni”

    Sumber: Instagram
    Tanggal publish: 01/01/2026

    Berita

    Akun Instagram “maujiprastyo” pada Rabu (22/11/2025) membagikan foto [arsip], isinya memperlihatkan Presiden Prabowo dan Raffi Ahmad bersama Ammar Zoni (yang mengenakan baju tahanan).


    Unggahan disertai narasi:


    “Ditjen PAS mengklarifikasi bahwa kasus yang menyeret Ammar Zoni adalah temuan narkoba saat penggeledahan rutin di rutan, bukan kasus peredaran yang dilakukan Ammar. Namun, ia tetap dianggap berisiko tinggi. ​Di tengah kabar ini, muncul harapan agar Bapak Presiden Prabowo dan Raffi Ahmad dapat memberikan perhatian serta bantuan untuk Ammar Zoni”.


    Hasil Cek Fakta

    Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), foto tersebut terindikasi sebagai hasil rekayasa AI, terlihat dari tulisan di baju Ammar Zoni yang tidak membentuk kata yang jelas.


    TurnBackHoax kemudian mengunduh foto tersebut dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasilnya, potret yang beredar adalah hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 72,6 persen.


    Dilansir dari jpnn.com pada Senin (10/11/2025), Raffi Ahmad memang sempat mengunjungi lapas Nusakambangan (tempat di mana Ammar Zoni ditahan). Namun, Raffi Ahmad mengaku tidak sempat mengelilingi area sepenuhnya hingga bertemu dengan Ammar Zoni.


    Menukil pemberitaan antaranews.com, aktor Ammar Zoni tengah menjadi terdakwa dalam kasus dugaan peredaran narkoba di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Jakarta Pusat. Ia diduga menerima pasokan narkotika dari luar rutan dan didistribusikan kepada narapidana lain untuk diedarkan kembali di dalam lembaga pemasyarakatan. Perkara ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan masuk tahap kedua penyerahan barang bukti dan tersangka.


    Kejaksaan menjerat Ammar dengan pasal berlapis Undang-Undang Narkotika karena perannya dalam peredaran barang haram tersebut. Dilansir dari detik.com  ia dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan sebagai narapidana berisiko tinggi.


    Kesimpulan

    Potret yang beredar adalah hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 72,6 persen. Jadi, unggahan berisi klaim “foto Raffi Ahmad dan Prabowo bersama Ammar Zoni” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31309) [SALAH] Video “700 Kepala Desa Tertangkap KPK”

    Sumber: Tiktok
    Tanggal publish: 01/01/2026

    Berita

    Akun TikTok “blackabadi_” pada Selasa (16/12/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan puluhan orang berbaju tahanan berjalan diiringi petugas kepolisian. 


    Dalam video terdapat narasi sebagai berikut:


    “Pertama Dalam Sejarah Indonesia 700 Kepala Desa Ketangkap Korupsi di Gelandang ke KPK”


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengamati gedung dalam video tersebut dan melihat tulisan “Polda Sulawesi Selatan”. TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Puluhan tahanan Polda Sulsel” ke kolom pencarian TikTok. 


    Penelusuran mengarah ke video momen serupa (yang direkam dari sudut berbeda) diunggah oleh akun TikTok “bangsaonline”. Terdapat narasi “korupsi berjamaah di Makassar 21 orang jadi tersangka” dalam unggahan tersebut.


    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Polda Sulsel tetapkan 21 tersangka korupsi”. Hasilnya, ditemukan video serupa yang diunggah akun TikTok “suararakyat.02”. Pengunggah menambahkan tautan pemberitaan mediasulsel.id “Polda Sulsel Tetapkan 21 Tersangka Tindak Pidana Korupsi Dengan Total Kerugian Negara 84 Miliar” di dalam takarirnya.


    Dari pemberitaan yang tayang pada Selasa (12/11/2024) tersebut, diketahui 21 tersangka itu merupakan gabungan dari beberapa kasus korupsi, seperti pembangunan Jalan Ruas Sabang Talang Kabupaten Luwu Utara, pembangunan Pasar Labukkang, dan kasus penyalahgunaan wewenang yang melibatkan PNS di RSUD pada 2017 dan 2018. Tidak disebutkan adanya 700 kepala desa yang tertangkap korupsi oleh KPK dalam pemberitaan tersebut. 


    TurnBackHoax pada Juli lalu juga pernah membantah video dengan klaim serupa dalam artikel berjudul “[SALAH] 700 Kepala Desa Ditangkap KPK”.


    Kesimpulan

    Konteks asli video adalah momen Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menangkap 21 tersangka korupsi dari berbagai kasus, bukan tentang KPK yang menangkap 700 kepala desa. Jadi, unggahan video berisi klaim “700 kepala desa tertangkap KPK” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31308) [SALAH] Video “Ka’bah Dihias dengan Ornamen Natal”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 01/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Odi Dya” pada Rabu (17/12/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan seseorang berkostum sinterklas sedang menunjukkan Ka’bah (kiblat umat Islam) yang dihiasi dengan ornamen Natal. Terdapat juga pohon Natal di sekitar Ka’bah.


    Dalam video tertulis narasi sebagai berikut:


    "Untuk pertama Natal dirayakan di Mekah. Arab merayakan natal dengan memasang perhiasan natal di Ka'bah tempat suci Islam. Bagaimana menurut anda?”


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengamati video tersebut dan melihat ada sejumlah kejanggalan yang mengindikasikan rekayasa AI, yakni suara pria berkostum sinterklas yang terdengar kaku, serta gerak objek yang tidak natural.


    TurnBackHoax kemudian mengunduh video itu dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasil analisa menunjukkan video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 90,6%.


    Diketahui dari visaindex.com, non-islam tidak diperbolehkan memasuki Mekah. Pembatasan ini didasarkan pada yurisprudensi Islam dan telah dikodifikasikan ke dalam hukum Arab Saudi. Larangan itu sudah ada sejak berabad-abad lalu, Kota Mekah dikhususkan zona suci khusus bagi umat Islam. 


    Berdasarkan regulasi tersebut, maka sangat tidak mungkin simbol agama lain seperti pohon Natal ditampilkan di ruang publik Mekah dalam konteks perayaan atau hiasan keagamaan. Terlebih di sekitar Ka’bah sebagai kiblat umat Islam.


    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 90,6%. Jadi, unggahan video berisi klaim “Ka’bah dihias dengan ornamen Natal” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan