• (GFD-2025-30575) Hoaks Prabowo Bagikan Bansos Rp50 Juta di Akhir Tahun

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/12/2025

    Berita

    tirto.id - Derasnya arus informasi digital, pesan menyesatkan dan kabar tidak terverifikasi mudah sekali tersebar melalui berbagai platform komunikasi. Salah satu isu yang sering muncul adalah informasi mengenai bantuan sosial (bansos) yang diklaim berasal dari tokoh tertentu atau lembaga resmi, padahal tidak didukung bukti yang valid.

    ADVERTISEMENT

    Beredar video yang dklaim menunjukkan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang membagikan bantuan sosial akhir tahun untuk masyarakat sebesar Rp50 juta. Beberapa akun dari Facebook dan TikTok mengunggah narasi dan klaim yang sama, yaitu ini (arsip), ini dan ini. Terdapat tulisan "bantuan akhir tahun" di video tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Tolong jawab dengan jujur, ya, saat ini kalian butuh apa. Biaya sekolah, biaya kuliah, modal usaha, mau bayar hutang, atau renovasi rumah. Jika kalian membutuhkan salah satu yang tadi saya sebutkan, segera hubungi saya segera, InsyaAllah saya bantu dengan syarat jangan digunakan untuk berfoya-foya,” kata Prabowo di videonya, yang diunggah oleh akun Facebook "dana.bantuan.bansos.h.prabowo.subianto.r.464939", yang diunggah pada Selasa (25/11/2025).
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Tirto Prabowo Bagi-bagi uang 50 juta. foto/hotline periksa fakta tirto

    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga Rabu (3/12/2025), unggahan tersebut sudah ditonton 359 orang dan mendapatkan 34 komentar serta 28 tanda suka. Melalui kolom komentar, dapat dilihat beberapa pengomentar menjelaskan kebutuhan yang mereka perlukan, dengan harapan untuk mendapatkan bantuan yang disebutkan di video tersebut.

    Lantas, benarkah adanya bantuan sosial akhir tahun Rp50 juta oleh Prabowo?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Pertama, Tirto melakukan pencarian informasi mengenai bantuan sosial senilai Rp50 juta yang disebut-sebut dibagikan oleh Prabowo melalui Google Search Engine. Dari hasil penelusuran tersebut, tidak ditemukan sumber resmi pemerintah maupun pernyataan kredibel yang memverifikasi klaim tersebut.

    Sebaliknya, yang muncul adalah sejumlah laporan media yang membahas bahwa informasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks yang telah beredar sebelumnya dalam berbagai bentuk.

    Tirto juga menelusuri keaslian video yang menampilkan seolah-olah Prabowo memberikan pernyataan resmi terkait penyaluran bantuan sosial itu.

    Tirto menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan 99,5 persen dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

    Periksa Fakta Tirto Prabowo Bagi-bagi uang 50 juta. foto/hotline periksa fakta tirto

    Dengan demikian, video tersebut kemungkinan bukan rekaman asli Prabowo memberikan pernyataan, melainkan pengolahan ulang dari foto atau visual lain yang kemudian dimanipulasi menjadi format video menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

    Penelusuran diperluas dengan memeriksa akun-akun yang menyebarkan unggahan serupa. Akun-akun tersebut diketahui rutin mempublikasikan konten dengan pola narasi dan klaim yang sama mengenai bantuan sosial, salah satunya akun Facebook bernama "dana.bantuan.bansos.h.prabowo.subianto.r.464939".

    Akun tersebut, beserta akun lain yang mengunggah klaim serupa, bukan merupakan akun resmi pemerintah maupun akun pribadi resmi milik Prabowo. Akun resmi Prabowo sendiri adalah "Prabowo Subianto", yang bercentang biru/terverifikasi dan memiliki 11 juta pengikut per 3 Desember 2025. Di akun resmi Presiden Prabowo, tidak ditemukan unggahan serupa.

    Tidak ditemukan pula tautan atau referensi yang menghubungkan akun-akun tersebut dengan sumber resmi mana pun.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim bantuan sosial akhir tahun sebesar Rp50 juta yang dikaitkan dengan Prabowo bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video yang beredar terindikasi kuat merupakan konten buatan AI. Pun akun yang mengunggah bukanlah akun resmi milik Prabowo.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-31374) Hoaks, Tautan Pendaftaran Internet Rakyat Gratis 3 Bulan dengan Kecepatan 100mbps

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/12/2025

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah unggahan di media sosial Facebook menarasikan adanya program Internet Rakyat gratis selama tiga bulan tanpa biaya. Postingan tersebut juga menyertakan tautan pendaftaran online.

    Informasi itu beredar melalui akun Facebook Program Bantuan 2025 yang diunggah pada 18 Desember 2025. Hingga kini, postingan tersebut telah memperoleh sekitar 333 tanda suka dan lebih dari 16 komentar, dengan sejumlah warganet menyatakan ketertarikan serta menanyakan detail layanan internet gratis yang dimaksud.

    Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi:

    “Tetap online tanpa beban biaya. Melalui program Internet Rakyat Gratis, masyarakat bisa menikmati internet gratis hingga 25 GB. Fokus pada pemerataan akses digital agar semua bisa terhubung dan produktif.”

    Sementara pada gambar yang disertakan, tertulis klaim sebagai berikut:

    “Internet Rakyat Kecepatan 100 Mbps Resmi Rilis! Daftar Sekarang dan Amankan Kuota Internet Gratis 3 Bulan.”

    Unggahan tersebut juga menyisipkan tautan pendaftaran di bagian bawah gambar. Lalu benarkah postingan tersebut?

    Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com menelusuri kebenaran informasi tersebut dan menemukan bahwa tautan yang dibagikan tidak valid serta bukan merupakan laman resmi Internet Rakyat.

    Berdasarkan penelusuran dan rujukan dari Jabar Saber Hoaks, tautan tersebut justru mengarah ke halaman formulir palsu. Pengunjung diminta mengisi data pribadi berupa nama lengkap sesuai identitas resmi dan nomor Telegram aktif. Pada laman tersebut juga tercantum keterangan bahwa pendaftaran berlaku hingga 31 Desember 2025, namun klaim itu tidak disertai informasi resmi atau sumber yang dapat diverifikasi.

    Dikutip dari laman Komdigi, halaman tersebut diduga kuat merupakan modus phishing, karena meminta data pribadi pengguna tanpa kejelasan lembaga penyelenggara.

    Sebagaimana diketahui, padahal untuk memperoleh layanan Internet Rakyat, pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui situs resmi, yakni internetrakyat.id atau mytelemedia.id.

    Melalui kanal resmi tersebut, tersedia informasi lengkap mengenai paket Internet Rakyat, termasuk ketentuan gratis biaya langganan pada bulan pertama serta tanpa biaya pemasangan.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Sumber: Berbagai Sumber
  • (GFD-2025-30625) Hoaks Prabowo Bagikan Bansos Rp50 Juta di Akhir Tahun

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/12/2025

    Berita

    tirto.id - Derasnya arus informasi digital, pesan menyesatkan dan kabar tidak terverifikasi mudah sekali tersebar melalui berbagai platform komunikasi. Salah satu isu yang sering muncul adalah informasi mengenai bantuan sosial (bansos) yang diklaim berasal dari tokoh tertentu atau lembaga resmi, padahal tidak didukung bukti yang valid.

    ADVERTISEMENT

    Beredar video yang dklaim menunjukkan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang membagikan bantuan sosial akhir tahun untuk masyarakat sebesar Rp50 juta. Beberapa akun dari Facebook dan TikTok mengunggah narasi dan klaim yang sama, yaitu ini (arsip), ini dan ini. Terdapat tulisan "bantuan akhir tahun" di video tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Tolong jawab dengan jujur, ya, saat ini kalian butuh apa. Biaya sekolah, biaya kuliah, modal usaha, mau bayar hutang, atau renovasi rumah. Jika kalian membutuhkan salah satu yang tadi saya sebutkan, segera hubungi saya segera, InsyaAllah saya bantu dengan syarat jangan digunakan untuk berfoya-foya,” kata Prabowo di videonya, yang diunggah oleh akun Facebook "dana.bantuan.bansos.h.prabowo.subianto.r.464939", yang diunggah pada Selasa (25/11/2025).
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Tirto Prabowo Bagi-bagi uang 50 juta. foto/hotline periksa fakta tirto

    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga Rabu (3/12/2025), unggahan tersebut sudah ditonton 359 orang dan mendapatkan 34 komentar serta 28 tanda suka. Melalui kolom komentar, dapat dilihat beberapa pengomentar menjelaskan kebutuhan yang mereka perlukan, dengan harapan untuk mendapatkan bantuan yang disebutkan di video tersebut.

    Lantas, benarkah adanya bantuan sosial akhir tahun Rp50 juta oleh Prabowo?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Pertama, Tirto melakukan pencarian informasi mengenai bantuan sosial senilai Rp50 juta yang disebut-sebut dibagikan oleh Prabowo melalui Google Search Engine. Dari hasil penelusuran tersebut, tidak ditemukan sumber resmi pemerintah maupun pernyataan kredibel yang memverifikasi klaim tersebut.

    Sebaliknya, yang muncul adalah sejumlah laporan media yang membahas bahwa informasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks yang telah beredar sebelumnya dalam berbagai bentuk.

    Tirto juga menelusuri keaslian video yang menampilkan seolah-olah Prabowo memberikan pernyataan resmi terkait penyaluran bantuan sosial itu.

    Tirto menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan 99,5 persen dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

    Periksa Fakta Tirto Prabowo Bagi-bagi uang 50 juta. foto/hotline periksa fakta tirto

    Dengan demikian, video tersebut kemungkinan bukan rekaman asli Prabowo memberikan pernyataan, melainkan pengolahan ulang dari foto atau visual lain yang kemudian dimanipulasi menjadi format video menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

    Penelusuran diperluas dengan memeriksa akun-akun yang menyebarkan unggahan serupa. Akun-akun tersebut diketahui rutin mempublikasikan konten dengan pola narasi dan klaim yang sama mengenai bantuan sosial, salah satunya akun Facebook bernama "dana.bantuan.bansos.h.prabowo.subianto.r.464939".

    Akun tersebut, beserta akun lain yang mengunggah klaim serupa, bukan merupakan akun resmi pemerintah maupun akun pribadi resmi milik Prabowo. Akun resmi Prabowo sendiri adalah "Prabowo Subianto", yang bercentang biru/terverifikasi dan memiliki 11 juta pengikut per 3 Desember 2025. Di akun resmi Presiden Prabowo, tidak ditemukan unggahan serupa.

    Tidak ditemukan pula tautan atau referensi yang menghubungkan akun-akun tersebut dengan sumber resmi mana pun.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim bantuan sosial akhir tahun sebesar Rp50 juta yang dikaitkan dengan Prabowo bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video yang beredar terindikasi kuat merupakan konten buatan AI. Pun akun yang mengunggah bukanlah akun resmi milik Prabowo.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30464) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Bansos BLT

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/12/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Bansos BLT, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 30 November 2025.
    Unggahan  klaim link pendaftaran Bansos BLT tersebut berupa tulisan sebagai berikut.
    "BANSOS BLT Rp 900.000 SUDAH CAIR Buruan Cek Sekarang Apakah Kalian Juga Dapat Dengan Klik DAFTAR Dibawah!!!"
    Dalam unggahan tersebut terdapat menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://program-bansospkh.cekstatus.org/?fbclid=IwY2xjawObroJleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETExS2NBQmhNRUhYNVpOblhnc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHl-wDlV2YdgU3ZemAfZom1ON8WJbmiqLY0tRrpYeLa77-ItXxiOIGHzaY426_aem_ATC4jInCxnmgcryExuA-7w"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital, dengan memninta sejumlah identitas seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran Bansos BLT? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran Bansos BLT, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Cara Resmi Daftar BLT Kesejahteraan Rakyat 2025, Simak untuk Hindari Penipuan" yang dimuat Liputan6.com, pada 19 Oktober 2025. 
    Artikel Liputan6.com menyebutkan, bagi masyarakat yang merasa memenuhi syarat namun belum terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam DTKS, pemerintah menyediakan jalur resmi untuk mengajukan diri. Proses pendaftaran ini harus dilakukan melalui saluran resmi untuk menghindari potensi penipuan.
    Salah satu cara pendaftaran adalah melalui Aplikasi Cek Bansos. Setelah mengunduh aplikasi, buat akun baru, lalu login dan pilih menu 'Daftar Usulan'. Isi data diri lengkap, unggah foto tempat tinggal serta dokumen pendukung, dan kirim permohonan. Status pengajuan dapat dipantau melalui menu 'Riwayat Usulan'.
    Alternatif lain, masyarakat dapat mendatangi kantor kelurahan atau desa setempat untuk memastikan data sudah masuk DTKS atau mengajukan usulan pendaftaran.
    Penelusuran juga mengarah pada pengumuman berjudul "Waspada Hoaks terkait Bantuan Sosial" yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Sosial kemensos.go.id.
    Berikut pengumumannya:
    "Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantau berisi link/tautan yang di dalanya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah."
    Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya.
    Mari saling ingatkan dan lebih kritis terhadap informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI agar kita terhindar dari hoaks maupun modus penipuan lainnya katanya menambahkan."
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran Bansos BLT tidak benar.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.

    Rujukan