• (GFD-2025-30668) Hoaks! Menkeu Purbaya usulkan gaji guru dan PNS setara dengan DPR

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/12/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video berdurasi satu menit 28 detik yang diunggah ke Facebookmenarasikan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan agar gaji guru dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) disetarakan dengan gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    Dalam video tersebut juga disebutkan alasan pernyataannya, yakni karena guru dianggap sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa, sementara PNS dipandang sebagai tulang punggung pelayanan publik.

    Berikut narasi dalam video tersebut:

    “Menkeu Purbaya; "Gaji Guru dan PNS setara dengan gaji anggota DPR"”

    Namun, benarkah Menkeu Purbaya usulkan gaji guru dan PNS setara dengan DPR?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan mengklarifikasi melalui akun Instagram resminya, informasi tersebut adalah hoaks.

    Tidak ada pernyataan resmi dari Menteri Keuangan Purbaya mengenai penyetaraan gaji guru dan PNS dengan anggota DPR.

    Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya, terutama yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.

    Dengan demikian, klaim bahwa Menkeu Purbaya mengusulkan gaji guru dan PNS disetarakan dengan gaji anggota DPR tidak benar.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Menkeu Purbaya usulkan gaji guru dan PNS setara dengan DPR

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30937) Hoaks BMKG Sebut Badai Siklon Tropis 97S Kepung Pulau Jawa

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/12/2025

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial narasi yang menyebut bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi besar Siklon Tropis 97S yang akan mengepung Pulau Jawa. Narasi tersebut berseliweran di media sosial pada awal Desember 2025 ini, di tengah bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatra.

    ADVERTISEMENT

    Narasi yang beredar menyebut meski peluang Siklon Tropis 97S untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh masih relatif rendah, BMKG memperingatkan kemungkinan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah Jawa, serta potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Narasi itu diunggah oleh sejumlah akun Facebook pada Selasa (2/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025) di antaranya “INFO 4 KOTA”(arsip),“SainsTech ID” dan “Leoboys Choiruddin”. Berikut keterangan takarir yang diunggah sejumlah akun tersebut:
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Siklon Tropis 97S menurut pemantauan BMKG berpotensi “mengepung” Pulau Jawa dalam beberapa hari ke depan. Meski peluangnya untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh masih relatif rendah, BMKG memperingatkan kemungkinan hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah Jawa, serta potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Dalam kondisi seperti ini, masyarakat terutama di pesisir dan wilayah rawan banjir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga sebaiknya menyiapkan langkah antisipasi terhadap hujan deras, angin kencang, dan banjir atau gelombang laut tinggi agar risiko dampak cuaca ekstrem bisa diminimalisir.”

    Periksa Fakta Hoaks BMKG Sebut Badai Siklon Tropis 97S Kepung Pulau Jawa.

    ADVERTISEMENT

    Sepanjang Rabu (3/12/2025) hingga Selasa (9/12/2025) atau selama enam hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 10 ribu tanda suka, 2,2 ribu komentar dan telah dibagikan sebanyak 1,2 ribu kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:BMKG: Siklon Tropis Tak Lazim di RI sehingga Kami Belum Siap

    Hasil Cek Fakta

    Melalui unggahan di akun media sosial resminya, BMKG menegaskan bahwa informasi mengenai siklon 97S yang disebut akan “mengepung” Pulau Jawa adalah tidak benar. Lembaga tersebut menyatakan bahwa narasi yang beredar di Facebook pada awal Desember itu bukan berasal dari BMKG dan tidak memiliki dasar data meteorologi yang valid.

    BMKG menekankan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan peringatan maupun informasi apa pun terkait kejadian sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut. Lembaga itu juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca terkini selalu disampaikan melalui kanal resmi BMKG dan diperbarui secara berkala, sehingga masyarakat diminta merujuk hanya pada sumber resmi untuk memperoleh informasi yang akurat.

    “Faktanya: BMKG tidak pernah mengeluarkan peringatan maupun informasi terkait kejadian tersebut. Info tersebut bukan berasal dari BMKG dan tidak memiliki dasar data meteorologi yang valid,” tulis BMKG dalam unggahan akun resminya, Jumat (5/12/2025).

    Meski begitu, BMKG memang pernah mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan status Bibit Siklon Tropis 97S. Namun, peringatan tersebut tidak dikeluarkan pada awal Desember dan tidak berkaitan dengan wilayah Jawa. Peringatan itu dirilis pada 18 November 2025 dan ditujukan untuk wilayah timur Indonesia.

    Pada saat itu, bibit siklon yang terpantau di Laut Timor, tepatnya di selatan Kepulauan Babar-Tanimbar, berada dalam kategori peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam sejak peringatan diterbitkan.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat itu menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah timur Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan gelombang tinggi sebagai dampak penguatan status 97S.

    Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan, sambil terus mewaspadai perkembangan cuaca di wilayah masing-masing.

    “BMKG hadir memantau perkembangan 97S ini setiap saat. Masyarakat tidak perlu cemas, kuncinya adalah tetap waspada dan terus memantau informasi resmi. Mari kita jaga keselamatan diri dan keluarga dengan mengikuti arahan petugas di lapangan serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi,” kata Faisal, Selasa (18/11/2025).

    Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 kilometer. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

    Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah nonfrontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.

    Baca juga:Mekanisme Siklon Tropis yang Picu Cuaca Ekstrem di Asia TenggaraApa Itu Bibit Siklon Tropis 93W & 91S? Cek Info-Prediksi BMKG

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan, narasi yang menyebut bahwa BMKG memperingatkan potensi besar sikon tropis 97S yang akan mengepung Pulau Jawa bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    BMKG menyatakan bahwa narasi yang beredar di Facebook pada awal Desember itu bukan berasal dari lembaganya dan tidak memiliki dasar data meteorologi yang valid.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30938) Tidak Benar, Video Sapi di Atap saat Banjir Sumatra

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/12/2025

    Berita

    tirto.id - Di tengah suasana duka menyusul bencana banjir yang melanda beberapa provinsi di Sumatra pada akhir November 2025, beredar sebuah video yang memperlihatkan seekor sapi berada di atas atap rumah saat banjir.

    ADVERTISEMENT

    Video tersebut beredar setelah banjir besar yang menerjang banyak wilayah di Indonesia, sehingga menimbulkan kesan bahwa peristiwa dalam video itu merupakan kejadian terbaru yang terkait dengan bencana tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Video ini diunggah melalui akun Facebook "Arya Hariyono" (arsip) pada Senin (29/11/2025). Dalam video berdurasi 19 detik itu terlihat seekor sapi berada di atas atap rumah warga. Unggahan tersebut disertai klaim yang menyebut sapi itu naik ke atap untuk menghindari banjir akibat hujan ekstrem.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Menghindari banjir akibat potensi cuaca dan hujan yang begitu extrem sapi terpaksa naik ke atap rumah,” tulis pengunggah.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Header Periksa Fakta Sapi di atas Atap Saat Banjir.

    Hingga Selasa (9/12/2025), unggahan tersebut sudah ditonton 671 kali dan mendapatkan 11 tanda suka, lima komentar serta dibagikan sekali. Video serupa juga beredar di akun dan platform media sosial lain, yaitu ini dan di YouTube.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, bagaimana kebenaran video tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto memulai penelusuran terhadap video yang beredar tersebut menggunakan pendeteksi konten AI dari Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa video itu memiliki kemungkinan 99,7 persen merupakan hasil buatan AI, sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa visual dalam video bukanlah peristiwa nyata.

    Hive Moderation Periksa Fakta Sapi di atas Atap Saat Banjir.

    Pencarian lanjutan dilakukan melalui Google Search menggunakan kata kunci “sapi naik ke atap saat banjir”. Hasil penelusuran memperlihatkan sejumlah unggahan yang mengaitkan video itu dengan lokasi berbeda-beda.

    Misalnya, pada akun "jalungga_post", dijelaskan bahwa peristiwa sapi di atap rumah itu disebut terjadi di Vietnam Tengah akibat banjir bandang. Namun, unggahan ini telah diberi label oleh TikTok sebagai konten yang dihasilkan oleh AI dan berpotensi tidak relevan.

    Di sisi lain, dalam unggahan Facebook, di bagian kolom komentar akun "Arya Hariyono", video tersebut diklaim berasal dari Madura. Adanya perbedaan klaim lokasi tanpa didukung bukti kredibel, laporan media resmi, atau sumber lain yang dapat diverifikasi menunjukkan bahwa tidak ada informasi valid mengenai tempat maupun waktu peristiwa tersebut.

    Ketiadaan sumber terpercaya, ditambah hasil analisis dari pendeteksi AI yang menunjukkan probabilitas sangat tinggi bahwa video merupakan rekayasa, menguatkan kesimpulan bahwa video sapi yang berada di atas atap rumah tersebut kemungkinan besar adalah konten buatan AI, bukan kejadian nyata.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video sapi naik ke atap rumah akibat banjir adalah salah dan menyesatkan (false and misleading). Analisis dengan Hive Moderation mengindikasikan bahwa video tersebut memiliki kemungkinan 99,7 persen merupakan konten sintetis buatan AI.

    Tidak ada bukti valid yang menunjukkan lokasi maupun waktu peristiwa tersebut. Klaim lokasi berbeda tidak didukung oleh sumber terpercaya.

    Dengan demikian, video sapi yang berada di atas atap rumah bukanlah rekaman kejadian nyata, melainkan konten sintetis yang disebarkan tanpa konteks dan menyesatkan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30697) Hoaks BMKG Sebut Badai Siklon Tropis 97S Kepung Pulau Jawa

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/12/2025

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial narasi yang menyebut bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi besar Siklon Tropis 97S yang akan mengepung Pulau Jawa. Narasi tersebut berseliweran di media sosial pada awal Desember 2025 ini, di tengah bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatra.

    ADVERTISEMENT

    Narasi yang beredar menyebut meski peluang Siklon Tropis 97S untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh masih relatif rendah, BMKG memperingatkan kemungkinan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah Jawa, serta potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Narasi itu diunggah oleh sejumlah akun Facebook pada Selasa (2/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025) di antaranya “INFO 4 KOTA”(arsip),“SainsTech ID” dan “Leoboys Choiruddin”. Berikut keterangan takarir yang diunggah sejumlah akun tersebut:
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Siklon Tropis 97S menurut pemantauan BMKG berpotensi “mengepung” Pulau Jawa dalam beberapa hari ke depan. Meski peluangnya untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh masih relatif rendah, BMKG memperingatkan kemungkinan hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah Jawa, serta potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Dalam kondisi seperti ini, masyarakat terutama di pesisir dan wilayah rawan banjir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga sebaiknya menyiapkan langkah antisipasi terhadap hujan deras, angin kencang, dan banjir atau gelombang laut tinggi agar risiko dampak cuaca ekstrem bisa diminimalisir.”

    Periksa Fakta Hoaks BMKG Sebut Badai Siklon Tropis 97S Kepung Pulau Jawa.

    ADVERTISEMENT

    Sepanjang Rabu (3/12/2025) hingga Selasa (9/12/2025) atau selama enam hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 10 ribu tanda suka, 2,2 ribu komentar dan telah dibagikan sebanyak 1,2 ribu kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:BMKG: Siklon Tropis Tak Lazim di RI sehingga Kami Belum Siap

    Hasil Cek Fakta

    Melalui unggahan di akun media sosial resminya, BMKG menegaskan bahwa informasi mengenai siklon 97S yang disebut akan “mengepung” Pulau Jawa adalah tidak benar. Lembaga tersebut menyatakan bahwa narasi yang beredar di Facebook pada awal Desember itu bukan berasal dari BMKG dan tidak memiliki dasar data meteorologi yang valid.

    BMKG menekankan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan peringatan maupun informasi apa pun terkait kejadian sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut. Lembaga itu juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca terkini selalu disampaikan melalui kanal resmi BMKG dan diperbarui secara berkala, sehingga masyarakat diminta merujuk hanya pada sumber resmi untuk memperoleh informasi yang akurat.

    “Faktanya: BMKG tidak pernah mengeluarkan peringatan maupun informasi terkait kejadian tersebut. Info tersebut bukan berasal dari BMKG dan tidak memiliki dasar data meteorologi yang valid,” tulis BMKG dalam unggahan akun resminya, Jumat (5/12/2025).

    Meski begitu, BMKG memang pernah mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan status Bibit Siklon Tropis 97S. Namun, peringatan tersebut tidak dikeluarkan pada awal Desember dan tidak berkaitan dengan wilayah Jawa. Peringatan itu dirilis pada 18 November 2025 dan ditujukan untuk wilayah timur Indonesia.

    Pada saat itu, bibit siklon yang terpantau di Laut Timor, tepatnya di selatan Kepulauan Babar-Tanimbar, berada dalam kategori peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam sejak peringatan diterbitkan.

    Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat itu menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah timur Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan gelombang tinggi sebagai dampak penguatan status 97S.

    Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan, sambil terus mewaspadai perkembangan cuaca di wilayah masing-masing.

    “BMKG hadir memantau perkembangan 97S ini setiap saat. Masyarakat tidak perlu cemas, kuncinya adalah tetap waspada dan terus memantau informasi resmi. Mari kita jaga keselamatan diri dan keluarga dengan mengikuti arahan petugas di lapangan serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi,” kata Faisal, Selasa (18/11/2025).

    Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 kilometer. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

    Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah nonfrontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.

    Baca juga:Mekanisme Siklon Tropis yang Picu Cuaca Ekstrem di Asia TenggaraApa Itu Bibit Siklon Tropis 93W & 91S? Cek Info-Prediksi BMKG

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan, narasi yang menyebut bahwa BMKG memperingatkan potensi besar sikon tropis 97S yang akan mengepung Pulau Jawa bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    BMKG menyatakan bahwa narasi yang beredar di Facebook pada awal Desember itu bukan berasal dari lembaganya dan tidak memiliki dasar data meteorologi yang valid.

    Rujukan