(GFD-2025-30865) Tidak Benar, Video Sapi di Atap saat Banjir Sumatra
Sumber:Tanggal publish: 10/12/2025
Berita
ADVERTISEMENT
Video tersebut beredar setelah banjir besar yang menerjang banyak wilayah di Indonesia, sehingga menimbulkan kesan bahwa peristiwa dalam video itu merupakan kejadian terbaru yang terkait dengan bencana tersebut.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Video ini diunggah melalui akun Facebook "Arya Hariyono" (arsip) pada Senin (29/11/2025). Dalam video berdurasi 19 detik itu terlihat seekor sapi berada di atas atap rumah warga. Unggahan tersebut disertai klaim yang menyebut sapi itu naik ke atap untuk menghindari banjir akibat hujan ekstrem.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Menghindari banjir akibat potensi cuaca dan hujan yang begitu extrem sapi terpaksa naik ke atap rumah,” tulis pengunggah.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Header Periksa Fakta Sapi di atas Atap Saat Banjir.
Hingga Selasa (9/12/2025), unggahan tersebut sudah ditonton 671 kali dan mendapatkan 11 tanda suka, lima komentar serta dibagikan sekali. Video serupa juga beredar di akun dan platform media sosial lain, yaitu ini dan di YouTube.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana kebenaran video tersebut?
Hasil Cek Fakta
Hive Moderation Periksa Fakta Sapi di atas Atap Saat Banjir.
Pencarian lanjutan dilakukan melalui Google Search menggunakan kata kunci “sapi naik ke atap saat banjir”. Hasil penelusuran memperlihatkan sejumlah unggahan yang mengaitkan video itu dengan lokasi berbeda-beda.
Misalnya, pada akun "jalungga_post", dijelaskan bahwa peristiwa sapi di atap rumah itu disebut terjadi di Vietnam Tengah akibat banjir bandang. Namun, unggahan ini telah diberi label oleh TikTok sebagai konten yang dihasilkan oleh AI dan berpotensi tidak relevan.
Di sisi lain, dalam unggahan Facebook, di bagian kolom komentar akun "Arya Hariyono", video tersebut diklaim berasal dari Madura. Adanya perbedaan klaim lokasi tanpa didukung bukti kredibel, laporan media resmi, atau sumber lain yang dapat diverifikasi menunjukkan bahwa tidak ada informasi valid mengenai tempat maupun waktu peristiwa tersebut.
Ketiadaan sumber terpercaya, ditambah hasil analisis dari pendeteksi AI yang menunjukkan probabilitas sangat tinggi bahwa video merupakan rekayasa, menguatkan kesimpulan bahwa video sapi yang berada di atas atap rumah tersebut kemungkinan besar adalah konten buatan AI, bukan kejadian nyata.
Kesimpulan
Tidak ada bukti valid yang menunjukkan lokasi maupun waktu peristiwa tersebut. Klaim lokasi berbeda tidak didukung oleh sumber terpercaya.
Dengan demikian, video sapi yang berada di atas atap rumah bukanlah rekaman kejadian nyata, melainkan konten sintetis yang disebarkan tanpa konteks dan menyesatkan.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
(GFD-2025-30891) Hoaks BMKG Sebut Badai Siklon Tropis 97S Kepung Pulau Jawa
Sumber:Tanggal publish: 10/12/2025
Berita
Narasi yang beredar menyebut meski peluang Siklon Tropis 97S untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh masih relatif rendah, BMKG memperingatkan kemungkinan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah Jawa, serta potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.
Narasi itu diunggah oleh sejumlah akun Facebook pada Selasa (2/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025) di antaranya “INFO 4 KOTA”(arsip),“SainsTech ID” dan “Leoboys Choiruddin”. Berikut keterangan takarir yang diunggah sejumlah akun tersebut:
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Siklon Tropis 97S menurut pemantauan BMKG berpotensi “mengepung” Pulau Jawa dalam beberapa hari ke depan. Meski peluangnya untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh masih relatif rendah, BMKG memperingatkan kemungkinan hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah Jawa, serta potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat terutama di pesisir dan wilayah rawan banjir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga sebaiknya menyiapkan langkah antisipasi terhadap hujan deras, angin kencang, dan banjir atau gelombang laut tinggi agar risiko dampak cuaca ekstrem bisa diminimalisir.”
Periksa Fakta Hoaks BMKG Sebut Badai Siklon Tropis 97S Kepung Pulau Jawa.
Sepanjang Rabu (3/12/2025) hingga Selasa (9/12/2025) atau selama enam hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 10 ribu tanda suka, 2,2 ribu komentar dan telah dibagikan sebanyak 1,2 ribu kali.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:BMKG: Siklon Tropis Tak Lazim di RI sehingga Kami Belum Siap
Hasil Cek Fakta
BMKG menekankan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan peringatan maupun informasi apa pun terkait kejadian sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut. Lembaga itu juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca terkini selalu disampaikan melalui kanal resmi BMKG dan diperbarui secara berkala, sehingga masyarakat diminta merujuk hanya pada sumber resmi untuk memperoleh informasi yang akurat.
“Faktanya: BMKG tidak pernah mengeluarkan peringatan maupun informasi terkait kejadian tersebut. Info tersebut bukan berasal dari BMKG dan tidak memiliki dasar data meteorologi yang valid,” tulis BMKG dalam unggahan akun resminya, Jumat (5/12/2025).
Meski begitu, BMKG memang pernah mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan status Bibit Siklon Tropis 97S. Namun, peringatan tersebut tidak dikeluarkan pada awal Desember dan tidak berkaitan dengan wilayah Jawa. Peringatan itu dirilis pada 18 November 2025 dan ditujukan untuk wilayah timur Indonesia.
Pada saat itu, bibit siklon yang terpantau di Laut Timor, tepatnya di selatan Kepulauan Babar-Tanimbar, berada dalam kategori peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam sejak peringatan diterbitkan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat itu menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah timur Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan gelombang tinggi sebagai dampak penguatan status 97S.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan, sambil terus mewaspadai perkembangan cuaca di wilayah masing-masing.
“BMKG hadir memantau perkembangan 97S ini setiap saat. Masyarakat tidak perlu cemas, kuncinya adalah tetap waspada dan terus memantau informasi resmi. Mari kita jaga keselamatan diri dan keluarga dengan mengikuti arahan petugas di lapangan serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi,” kata Faisal, Selasa (18/11/2025).
Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 kilometer. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.
Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah nonfrontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.
Baca juga:Mekanisme Siklon Tropis yang Picu Cuaca Ekstrem di Asia TenggaraApa Itu Bibit Siklon Tropis 93W & 91S? Cek Info-Prediksi BMKG
Kesimpulan
BMKG menyatakan bahwa narasi yang beredar di Facebook pada awal Desember itu bukan berasal dari lembaganya dan tidak memiliki dasar data meteorologi yang valid.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02dAqfufWQBKvC6rgs8HYfT8y6exkxQyh1mVRnQRxDCR73r6CkUN7vQq8f1svZwjFVl&id=100075640854485
- https://archive.ph/QwH02
- https://web.facebook.com/sainstechid/posts/pfbid02VTdCkyWQLuXJ9dnjiAtAcXpkNuGetedYzpMfv1p5sDqdWtbrCVtDqxChscYurPpWl
- https://web.facebook.com/Em.Choiruddin/posts/pfbid02AYAxxNBBAB3vA5vgHsr7tBAvrsb13Bmn8mUBQu4s9XdV43cEzCbBX1XAuwYrZENol
- https://tirto.id/bmkg-siklon-tropis-tak-lazim-di-ri-sehingga-kami-belum-siap-hm4Z
- https://www.instagram.com/p/DR4REpugegm/
- https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/bibit-siklon-tropis-97s-menguat-bmkg-minta-waspada-cuaca-ekstrem-di-wilayah-timur-indonesia
- https://web-meteo.bmkg.go.id/id/model-prediksi-cuaca/special-events-nwp-product/37-siklon-tropis/268-siklon-tropis
- https://tirto.id/mekanisme-siklon-tropis-yang-picu-cuaca-ekstrem-di-asia-tenggara-hmYH
- https://tirto.id/apa-itu-bibit-siklon-tropis-93w-91s-cek-info-prediksi-bmkg-hno9
(GFD-2025-30892) Tidak Benar, Video Sapi di Atap saat Banjir Sumatra
Sumber:Tanggal publish: 10/12/2025
Berita
Video tersebut beredar setelah banjir besar yang menerjang banyak wilayah di Indonesia, sehingga menimbulkan kesan bahwa peristiwa dalam video itu merupakan kejadian terbaru yang terkait dengan bencana tersebut.
Video ini diunggah melalui akun Facebook "Arya Hariyono" (arsip) pada Senin (29/11/2025). Dalam video berdurasi 19 detik itu terlihat seekor sapi berada di atas atap rumah warga. Unggahan tersebut disertai klaim yang menyebut sapi itu naik ke atap untuk menghindari banjir akibat hujan ekstrem.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Menghindari banjir akibat potensi cuaca dan hujan yang begitu extrem sapi terpaksa naik ke atap rumah,” tulis pengunggah.#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Header Periksa Fakta Sapi di atas Atap Saat Banjir.
Hingga Selasa (9/12/2025), unggahan tersebut sudah ditonton 671 kali dan mendapatkan 11 tanda suka, lima komentar serta dibagikan sekali. Video serupa juga beredar di akun dan platform media sosial lain, yaitu ini dan di YouTube.
Lantas, bagaimana kebenaran video tersebut?
Hasil Cek Fakta
Hive Moderation Periksa Fakta Sapi di atas Atap Saat Banjir.
Pencarian lanjutan dilakukan melalui Google Search menggunakan kata kunci “sapi naik ke atap saat banjir”. Hasil penelusuran memperlihatkan sejumlah unggahan yang mengaitkan video itu dengan lokasi berbeda-beda.
Misalnya, pada akun "jalungga_post", dijelaskan bahwa peristiwa sapi di atap rumah itu disebut terjadi di Vietnam Tengah akibat banjir bandang. Namun, unggahan ini telah diberi label oleh TikTok sebagai konten yang dihasilkan oleh AI dan berpotensi tidak relevan.
Di sisi lain, dalam unggahan Facebook, di bagian kolom komentar akun "Arya Hariyono", video tersebut diklaim berasal dari Madura. Adanya perbedaan klaim lokasi tanpa didukung bukti kredibel, laporan media resmi, atau sumber lain yang dapat diverifikasi menunjukkan bahwa tidak ada informasi valid mengenai tempat maupun waktu peristiwa tersebut.
Ketiadaan sumber terpercaya, ditambah hasil analisis dari pendeteksi AI yang menunjukkan probabilitas sangat tinggi bahwa video merupakan rekayasa, menguatkan kesimpulan bahwa video sapi yang berada di atas atap rumah tersebut kemungkinan besar adalah konten buatan AI, bukan kejadian nyata.
Kesimpulan
Tidak ada bukti valid yang menunjukkan lokasi maupun waktu peristiwa tersebut. Klaim lokasi berbeda tidak didukung oleh sumber terpercaya.
Dengan demikian, video sapi yang berada di atas atap rumah bukanlah rekaman kejadian nyata, melainkan konten sintetis yang disebarkan tanpa konteks dan menyesatkan.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
(GFD-2025-30644) [SATIR] Jokowi Berhasil Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran di China Melalui Program IMIP
Sumber: FacebookTanggal publish: 10/12/2025
Berita
Akun Facebook “Muhammadnurraihan Azis” pada Sabtu (29/11/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:
“TERCATAT DALAM SEJARAH, JOKOWI SATU2NYA PRESIDEN YANG BERHASIL MENGURANGI KEMISKINAN & PENGANGGURAN DI CHINA
BREAKING NEWS: PRESTASI DUNIA! TERCATAT DALAM SEJARAH, CUMA DI ERA INI.. KEMISKINAN & PENGANGGURAN DI CHINA IKUT TURUN BERKAT LOWONGAN ‘INTERNASIONAL’ DARI IMIP
INDONESIA: BUTUH KERJA!
TKA CHINA: GASKEUN, BRO!
BANDARA KHUSUS? ADA.
TENAGA KERJA IMPOR? HADIR.
RAKYAT? TETAP SEMANGAT NONTON DARI PAGAR
KALAU KAMU JUGA PENGEN INDONESIA MAJU TANPA HARUS IMPOR TENAGA KERJA, KASIH REAKSINYA SEKARANG”
Unggahan disertai takarir:
“Tercatat Dalam Sejarah, Jokowi Satu2 Nya Presiden Yang Berhasil Mengurangi Kemiskinan & Pengangguran di China.”
Per Rabu (10/12/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.200-an tanda suka, menuai 430 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 303 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Jokowi kurangi kemiskinan China melalui IMIP” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan mengenai polemik kawasan industri nikel asal China, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah. Pemberitaan tersebut antara lain:
Berita detik.com “Kala Jokowi Tepis soal Resmikan Bandara IMIP di Morowali”, tayang Sabtu (29/11/2025). Berita ini melaporkan kalau Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) membantah tudingan yang mengatakan bahwa bandara IMIP diresmikan oleh dirinya. Bandara khusus PT IMIP itu menjadi sorotan usai disebut beroperasi tanpa petugas dari negara.
Berita kompas.com “Luhut Pasang Badan, Sebut Bangun IMIP Bukan Keputusan Sepihak Jokowi”, tayang Selasa (2/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kebijakan pembangunan PT IMIP di Morowali bukanlah keputusan sepihak Jokowi. Ia juga menyebut pembangunan kawasan itu dimulai pada era Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Jokowi berhasil kurangi kemiskinan dan pengangguran di China melalui Program IMIP”.




.png)