Isu tentang jatuhnya korban lantaran mengkonsumsi coklat bermerek “Mermaid” beredar di media sosial Facebook. Coklat “Mermaid” berbentuk seperti coklat batangan dengan logo putri duyung.
Berikut narasi dalam postingan di media sosial Facebook:
Untuk yg punya ANAK-ANAK KECIL DIRUMAH !
Ati* jajanan PERMEN-COKLAT????MEMATIKAN!????
Korban tonggo kampung
Seorang anak Meninggal dunia saat makan coklat mermaid
Narasi:
Mohon maaf, share ajaa.. Coklat ini beracun.. Barusan kejadian di Budi Rahayu, 3 anak meninggal setelah makan coklat ini.. 3orang yg lain dirujuk ke Bendan juga meninggal.. Mohon anak² diperhatikan.. Maturnuwun
(GFD-2019-1945) Coklat “Mermaid” Memakan Korban
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/04/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran, isu tersebut memang terjadi, tepatnya di Panjang Wetan, Pekalongan Utara. Coklat “Mermaid” itu memakan korban dua orang anak, atu orang meninggal dunia dan satu orang lagi saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Anak yang meningal dunia bernama, Jesika Putri (5) warga Panjang Wetang, Gang 1 Kecamatan Pekalongan Utara. Jesika meninggal saat masih dalam perawatan di RSUD Bendan. Sedangkan Nur Syafia Rahma (5) warga Panjang Wetan Gg. 1 B Pekalongan Utara kini masih menjalani peraatan intensif di RSU Budi Rahayu.
Atas kasus tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto pada 25 April 2019, mengatakan, pihaknya kini akan membawa sampel permen cokelat ke laboratorium di Semarang.
“Kepastian penyebabnya menunggu hasil Lab dimana sampel makanan baru kita sampaikan ke Balai Besar POM Semarang besok,” kata Slamet Budiyanto.
Selain Dinkes Kota Pekalongan, pihak kepolisian pun angkat bicara. Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Situpu menegaskan pihaknya masih mendalami kasus ini.
“Anggota kita masih mendalami kasus ini. Kita juga menunggu hasil labnya,” jelasnya singkat.
Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol I Wayan Tudy memberikan keterangan tambahan. Ia menyebutkan saat ini pihaknya sudah mengamankan coklat mermaid tersebut. “Barang bukti coklat mermaid kita amankan dan akan dibawa ke laboratorium forensik polda Jawa Tengah, untuk memastikan kandungannya,” jelasnya.
Anak yang meningal dunia bernama, Jesika Putri (5) warga Panjang Wetang, Gang 1 Kecamatan Pekalongan Utara. Jesika meninggal saat masih dalam perawatan di RSUD Bendan. Sedangkan Nur Syafia Rahma (5) warga Panjang Wetan Gg. 1 B Pekalongan Utara kini masih menjalani peraatan intensif di RSU Budi Rahayu.
Atas kasus tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto pada 25 April 2019, mengatakan, pihaknya kini akan membawa sampel permen cokelat ke laboratorium di Semarang.
“Kepastian penyebabnya menunggu hasil Lab dimana sampel makanan baru kita sampaikan ke Balai Besar POM Semarang besok,” kata Slamet Budiyanto.
Selain Dinkes Kota Pekalongan, pihak kepolisian pun angkat bicara. Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Situpu menegaskan pihaknya masih mendalami kasus ini.
“Anggota kita masih mendalami kasus ini. Kita juga menunggu hasil labnya,” jelasnya singkat.
Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol I Wayan Tudy memberikan keterangan tambahan. Ia menyebutkan saat ini pihaknya sudah mengamankan coklat mermaid tersebut. “Barang bukti coklat mermaid kita amankan dan akan dibawa ke laboratorium forensik polda Jawa Tengah, untuk memastikan kandungannya,” jelasnya.
Kesimpulan
Isu coklat "Mermaid" memang memakan korban. Namun, isu tentang permen marshmallow yang disertakan pada postingan sumber belum mendapat klarifikasi dari pihak terkait.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/880951008904102/
- https://turnbackhoax.id/2019/04/26/benar-coklat-mermaid-memakan-korban/
- https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4525098/2-anak-keracunan-permen-di-pekalongan-1-meninggal-dan-1-opname
- https://jateng.sindonews.com/read/4341/1/keracunan-cokelat-satu-anak-meninggal-satu-di-rs-1556201093
- https://www.inews.id/daerah/jateng/selidiki-kasus-bocah-keracunan-cokelat-polisi-akan-autopsi-korban/527065
(GFD-2019-1946) [SALAH] SUSUNAN KABINET KERJA JILID II JOKOWI MA'RUF
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/04/2019
Berita
beredar melalui media sosial Facebook sebuah unggahan yang di dalamnya terdapat narasi yakni susunan kabinet kerja jilid II Jokowi-Ma'ruf periode 2019-2024. Menurut narasi yang beredar, setidaknya terdapat dua belas wajah baru seperti Ketua TKN Erick Thohir, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua Umum Konsorsium Kader Gus Dur Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid), Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.
Hasil Cek Fakta
Melansir dari okezone.com, menanggapi informasi tersebut, Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Kemenangan Nasional, Usman Kansong menyatakan bahwa susunan Kabinet Indonesia Kerja Jidil II yang beredar melalui media sosial adalah tidak benar. Usman menegaskan jika saat ini pihaknya belum memikirkan memgenai susunan kabinet, melainkan fokus terhadap dua hal, yaitu menunggu hasil real count KPU dan terus berupaya melakukan rekonsiliasi.
“Ya kita di grup juga sudah kita sampaikan ke teman-teman di grup kalau itu hoaks. Itu tidak benar. Pak Erick juga sudah menyampaikan lewat beberapa grup yang kita miliki bahwa itu hoaks,” ujar Usman.
“Kita belum sama sekali, belum memikirkan kabinet. Yang kita pentingkan saat ini adalah menunggu 22 Mei dan juga upaya-upaya rekonsiliasi. Upaya-upaya untuk mempersatukan kembali, terutama di kalangan elitenya,” tambahnya.
Sementara itu melansir dari realitarakyat.com, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa hingga saat ini belum pernah Istana membahas mengenai Susunan Kabinet.
“Setahu saya, sampai saat ini di istana belum pernah bahas susunan Kabinet Jokowi – Amin, kita masih menunggu hasil keputusan KPU,” pungkasnya.
Mengutip alinea.id, penjelasan serupa juga disampaikan oleh juru bicara TKN, Arya Sinulingga. Ditegaskan bahwa daftar jajaran Kabinet Kerja Jilid II yang beredar tersebut adalah tidak benar. Menurutnya sampai saat ini Jokow-Ma'rufd belum sedikit pun membicarakan mengenai siapa saja yang akan mengisi kursi menteri dan petinggi lembaga pemerintahan lainnya.
Arya menambahkan jika saat ini Jokowi-Ma'ruf masih menunggu rekapitulasi surat suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Adapun pembicaraan mengenai susunan kabinet baru akan dilaksanakan setelah KPU secara resmi mengumumkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
“Proses pemilu kan belum usai. Masih menunggu real count. Jadi, sampai hari ini belum ada pembicaraan mengenai kabinet ke depan. Masih terlalu jauh. Kita tunggu proses ini selesai semua dulu,” tutur Arya.
“Ya kita di grup juga sudah kita sampaikan ke teman-teman di grup kalau itu hoaks. Itu tidak benar. Pak Erick juga sudah menyampaikan lewat beberapa grup yang kita miliki bahwa itu hoaks,” ujar Usman.
“Kita belum sama sekali, belum memikirkan kabinet. Yang kita pentingkan saat ini adalah menunggu 22 Mei dan juga upaya-upaya rekonsiliasi. Upaya-upaya untuk mempersatukan kembali, terutama di kalangan elitenya,” tambahnya.
Sementara itu melansir dari realitarakyat.com, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa hingga saat ini belum pernah Istana membahas mengenai Susunan Kabinet.
“Setahu saya, sampai saat ini di istana belum pernah bahas susunan Kabinet Jokowi – Amin, kita masih menunggu hasil keputusan KPU,” pungkasnya.
Mengutip alinea.id, penjelasan serupa juga disampaikan oleh juru bicara TKN, Arya Sinulingga. Ditegaskan bahwa daftar jajaran Kabinet Kerja Jilid II yang beredar tersebut adalah tidak benar. Menurutnya sampai saat ini Jokow-Ma'rufd belum sedikit pun membicarakan mengenai siapa saja yang akan mengisi kursi menteri dan petinggi lembaga pemerintahan lainnya.
Arya menambahkan jika saat ini Jokowi-Ma'ruf masih menunggu rekapitulasi surat suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Adapun pembicaraan mengenai susunan kabinet baru akan dilaksanakan setelah KPU secara resmi mengumumkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
“Proses pemilu kan belum usai. Masih menunggu real count. Jadi, sampai hari ini belum ada pembicaraan mengenai kabinet ke depan. Masih terlalu jauh. Kita tunggu proses ini selesai semua dulu,” tutur Arya.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran yang sudah dilakukan, mengenai informasi yang beredar melalui media social Facebook mengenai susunan Kabinet Kerja jilid II Jokowi-Ma'ruf adalah tidak benar adanya.
Rujukan
- https://news.okezone.com/read/2019/04/26/605/2048401/beredar-susunan-kabinet-jokowi-ma-ruf-amin-tkn-itu-hoaks
- https://www.law-justice.co/artikel/64304/beredar-susunan-kabinet-jokowi-maruf-ada-ahok-dan-nadiem-makari/
- https://www.alinea.id/politik/beredar-susunan-kabinet-kerja-jokowi-jilid-ii-b1XeB9jw6
- https://www.realitarakyat.com/2019/04/26/beredar-susunan-kabinet-kerja-jilid-ii-jokowi-maruf-amin/?
- https://www.realitarakyat.com/2019/04/25/beredar-kabar-nama-nama-menteri-kabinet-jokowi-amin-salahsatunya-ada-ahok/?
(GFD-2019-1958) [SALAH] Sekjen PBB Ucapkan Selamat pada Prabowo Atas Terpilihnya Menjadi Presiden RI
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 26/04/2019
Berita
Sebuah unggahan yang beredar di sebuah situs memberikan informasi tentang ‘Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Pedro Coelho’ pada Minggu (21/4) yang memberikan ucapan selamat bagi salah satu paslon dalam Pilpres 2019 ditambahkan dengan kata-kata “ucapan selamat yang hangat”, melalui juru bicaranya. Informasi itu seakan-akan merupakan berita yang dibuat oleh Kantor Berita ANTARA yang mengutip berita dari Kantor Berita Xinhua yang memberitakan tersebut dari New York.
Kabartoday, PBB – Dilansir dari New York (Antara Kalbar/Xinhua-OANA) – Sekretaris Jenderal PBB Pedro Coelho, Minggu (21/42019), telah mengagetkan semua publik bahkan di dunia Internasional.
Caelho menyampaikan “ucapan selamatnya yang hangat” kepada Prabowo Subianto, yang terpilih sebagai pemenang dalam pemilihan presiden Indonesia.
Ucapan itu disampaikan Coelho melalui pesan di dalam pernyataannya yang dikeluarkan oleh juru bicaranya di New York pekan lalu.
“Sekretaris Jenderal telah mengikuti secara seksama pemilihan presiden di Indonesia, yang diselenggarakan pada 17 April, dan menyampaikan dengan puas banyaknya pemilihan yang dilaporkan memberi suara mereka, ”kata jubir Coelho mengikuti pernyataan itu.
Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal bermaksud tetap terlibat dengan Pemerintah Indonesia dan dengan presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai masalah penting bagi masyarakat internasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Ia akan terus mendorong Indonesia agar memainkan peran konstruktif dalam urusan regional dan internasional. ”katanya sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad petang.
Prabowo meraih 62 persen dari seluruh pemilih dengan jumlah suara sebanyak 80 persen pemilih memberi suara mereka pada pemilihan presiden di Indonesia.(editor.Op)
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
sekjen PBB ungkap selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pemilu 2019
Sekjek PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen pbb ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpers 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sukjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sukjen PBB ucapkan selamat
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada prabowo
Sekjen bpp ucapkan selamat
sekjen bpbb ucapkan selamat
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kira kira benar atau tidak
sekjen pbb selamat kepada prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo pada pilpres 2019
Sekjek pbb ucapakan selamat kepada Prabowo
sekjen PBB mengucapkan selamat kepada prabowo
Prabowo diucapkan selamat sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB ucapkan selamat pada prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
Kabartoday, PBB – Dilansir dari New York (Antara Kalbar/Xinhua-OANA) – Sekretaris Jenderal PBB Pedro Coelho, Minggu (21/42019), telah mengagetkan semua publik bahkan di dunia Internasional.
Caelho menyampaikan “ucapan selamatnya yang hangat” kepada Prabowo Subianto, yang terpilih sebagai pemenang dalam pemilihan presiden Indonesia.
Ucapan itu disampaikan Coelho melalui pesan di dalam pernyataannya yang dikeluarkan oleh juru bicaranya di New York pekan lalu.
“Sekretaris Jenderal telah mengikuti secara seksama pemilihan presiden di Indonesia, yang diselenggarakan pada 17 April, dan menyampaikan dengan puas banyaknya pemilihan yang dilaporkan memberi suara mereka, ”kata jubir Coelho mengikuti pernyataan itu.
Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal bermaksud tetap terlibat dengan Pemerintah Indonesia dan dengan presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai masalah penting bagi masyarakat internasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Ia akan terus mendorong Indonesia agar memainkan peran konstruktif dalam urusan regional dan internasional. ”katanya sebagaimana dikutip Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad petang.
Prabowo meraih 62 persen dari seluruh pemilih dengan jumlah suara sebanyak 80 persen pemilih memberi suara mereka pada pemilihan presiden di Indonesia.(editor.Op)
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
sekjen PBB ungkap selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pemilu 2019
Sekjek PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen pbb ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpers 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sukjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo
Sukjen PBB ucapkan selamat
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada prabowo
Sekjen bpp ucapkan selamat
sekjen bpbb ucapkan selamat
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres 2019
Sekjen PBB ucapkan selamat kira kira benar atau tidak
sekjen pbb selamat kepada prabowo
Sekjen PBB ucapkan selamat kepada Prabowo pada pilpres 2019
Sekjek pbb ucapakan selamat kepada Prabowo
sekjen PBB mengucapkan selamat kepada prabowo
Prabowo diucapkan selamat sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB ucapkan selamat pada prabowo sebagai pemenang pilpres
PBB mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai pemenang pilpres
Hasil Cek Fakta
Kantor Berita ANTARA melalui situs resminya ( antaranews.com ) menyatakan bahwa ANTARA tidak pernah membuat berita dengan judul “Sekjen PBB Ucapkan Selamat pada Prabowo Atas terpilihnya Menjadi Presiden RI”. Dari catatan berita yang ditelusuri di sistem milik ANTARA, tidak ada berita dengan isi dan judul tersebut.
Selain itu Pedro Coelho bukanlah Sekretaris Jenderal PBB. Saat ini Sekretaris Jenderal PBB dijabat oleh Antonio Guterres yang diangkat sejak 1 Januari 2017. Dia menggantikan kepemimpinan Ban Ki-moon dari tanggal 1 Januari 2017 untuk masa jabatan lima tahun.
Dan juga, pemilu dan pilpres 2019 hingga saat ini masih dalam tahap penghitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang dari TPS hingga ke tingkat KPU Pusat.
Usai pemungutan suara yang dilakukan pada Rabu (17/4/2019), tahap pemilu berikutnya adalah rekapitulasi suara. Penghitungan suara akan diawali dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Kemudian, akan dilanjutkan dengan penghitungan suara pemilu legislatif DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Nantinya, penghitungan suara akan dilakukan secara manual dan berjenjang dari Tempat Pemungutan Suara ( TPS) hingga ke tingkat nasional.
“Masyarakat perlu tahu bahwa hasil pemilu itu akan ditentukan melalui proses sesuai peraturan perundangan-undangan itu melalui rapat pleno berjenjang,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2019).
Selain itu Pedro Coelho bukanlah Sekretaris Jenderal PBB. Saat ini Sekretaris Jenderal PBB dijabat oleh Antonio Guterres yang diangkat sejak 1 Januari 2017. Dia menggantikan kepemimpinan Ban Ki-moon dari tanggal 1 Januari 2017 untuk masa jabatan lima tahun.
Dan juga, pemilu dan pilpres 2019 hingga saat ini masih dalam tahap penghitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang dari TPS hingga ke tingkat KPU Pusat.
Usai pemungutan suara yang dilakukan pada Rabu (17/4/2019), tahap pemilu berikutnya adalah rekapitulasi suara. Penghitungan suara akan diawali dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. Kemudian, akan dilanjutkan dengan penghitungan suara pemilu legislatif DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Nantinya, penghitungan suara akan dilakukan secara manual dan berjenjang dari Tempat Pemungutan Suara ( TPS) hingga ke tingkat nasional.
“Masyarakat perlu tahu bahwa hasil pemilu itu akan ditentukan melalui proses sesuai peraturan perundangan-undangan itu melalui rapat pleno berjenjang,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (13/3/2019).
Rujukan
(GFD-2019-1930) Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi
Sumber: aljazera.onlineTanggal publish: 25/04/2019
Berita
Laman daring aljazera.online menaikan sebuah artikel berjudul berjudul “Info Dari Turki: Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi” pada 20 April 2019. Dalam artikel tersebut dituliskan sejumlah kepala negara sudah memberikan selamat kepada Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo.
Namun, di akhir artikel terdapat informasi bahwa Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menolak dan tidak mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi pada Pemilu 2019 berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.
Namun, di akhir artikel terdapat informasi bahwa Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menolak dan tidak mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi pada Pemilu 2019 berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa artikel tersebut memelintir artikel berita dari laman detik.com yang berjudul “Sudah 21 Kepala Negara Ucap Selamat ke Jokowi, Erdogan Juga akan Telepon.” Perbedaan antara artikel tersebut dengan detik.com ada pada bagian akhir.
Pada artikel aljazera.online menyertakan komentar seorang pengguna akun Twitter @hasmi_bakhtiar yang mengaku memiliki info langsung dari Turki kalau Erdogan tidak pernah mengakui kemenangan Jokowi. Sedangkan, dalam artikel aslinya di detik.com, tidak ada kutipan tersebut. Berikut perbandingan kedua artikel tersebut:
Artikel di aljazera.online:
[…] Info Dari Turki : Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi
Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.
"Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon," kata Jokowi saat wawancara dengan detikcom di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).
Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.
"Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat," katanya.
Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.
"Yes, PM Lee. Thank you," kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler.
Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. "Yes, ninety nine percent yes PM Lee," kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei.
Namun seorang warganet bernama Hasmi Bakhtiar langsung menuliskan komentar mengejutkan di akun medsos Presiden Jokowi.
Ia menyebutkan mendapat info dari Turki, bahwa Erdogan tidak pernah mengakui kemenangan Jokowi.
Semua kepala negara masih menunggu hasil resmi yang akan keluar tanggal 22 Mei nanti.
Di akhir kalimat, Hasmi mengecam Jokowi agar jangan pakai jabatan sebagai presiden untuk mengelabui publik. […]
Lalu, ini artikel dari detik.com:
[…] Sudah 21 Kepala Negara Ucap Selamat ke Jokowi, Erdogan Juga akan Telepon
Jakarta - Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.
"Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon," kata Jokowi saat wawancara dengan detikcom di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).
Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.
"Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat," katanya.
Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.
"Yes, PM Lee. Thank you," kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler.
Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. "Yes, ninety nine percent yes PM Lee," kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei. […]
Dari perbandingan isi artikel sudah jelas ada tambahan di akhir artikel aljazera.online. Terkait laman daring aljazera.online juga bukan bagian dari Al Jazeera Media Network. Bantahan itu pernah diutarakan oleh Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network Sohaib Jassim ketika laman tersebut menuliskan artikel dengan informasi salah berjudul “Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk Kabah” pada 15 April 2019 dan sudah dicek kebenarannya oleh liputan6.com di cekfakta.com pada tanggal 16 April 2019.
Berikut bantahan Al Jazeera Media Network terkait laman aljazera.online:
[…] Dalam pernyataan yang disebar grup percakapan Whatsapp para jurnalis, Sohaib Jassim, Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network menegaskan, www.aljazera.online tak terkait dengan pihaknya.
Berikut isi keterangan tersebut:
Salam,
Sehubungan dengan beredarnya sebuah tulisan berjudul "Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk ke Kabah" yang dipublikasikan oleh situs bernama aljazera.online kemarin, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:
1. Al Jazeera Media Network tidak pernah memproduksi tulisan itu dan tidak memiliki hubungan apapun dengan pengelola situs tersebut
2. Al Jazeera Media Network mengecam keras penggunaan nama situs yang seolah-olah mirip dengan nama media kami
3. Al Jazeera Media Network mendesak agar pengelola situs aljazera.online dan situs-situs lain yang mencatut nama kami agar segera mengganti nama karena sangat merugikan Al Jazeera Media Network
4. Al Jazeera Media Network tidak memiliki situs berita online berbahasa Indonesia hingga saat ini
Sebagai informasi tambahan, Al Jazeera Media Network merupakan jaringan media internasional berbasis di Qatar yang menaungi stasiun televisi Al Jazeera English Channel, Al Jazeera Arabic Channel, Al Jazeera Documentary, Al Jazeera Mubasher (Live), aljazeera.com (Bahasa Inggris), aljazeera.net (Bahasa Arab), AJ+, dan lainnya.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.
Sohaib Jassim
Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network […]
Pada artikel aljazera.online menyertakan komentar seorang pengguna akun Twitter @hasmi_bakhtiar yang mengaku memiliki info langsung dari Turki kalau Erdogan tidak pernah mengakui kemenangan Jokowi. Sedangkan, dalam artikel aslinya di detik.com, tidak ada kutipan tersebut. Berikut perbandingan kedua artikel tersebut:
Artikel di aljazera.online:
[…] Info Dari Turki : Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi
Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.
"Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon," kata Jokowi saat wawancara dengan detikcom di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).
Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.
"Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat," katanya.
Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.
"Yes, PM Lee. Thank you," kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler.
Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. "Yes, ninety nine percent yes PM Lee," kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei.
Namun seorang warganet bernama Hasmi Bakhtiar langsung menuliskan komentar mengejutkan di akun medsos Presiden Jokowi.
Ia menyebutkan mendapat info dari Turki, bahwa Erdogan tidak pernah mengakui kemenangan Jokowi.
Semua kepala negara masih menunggu hasil resmi yang akan keluar tanggal 22 Mei nanti.
Di akhir kalimat, Hasmi mengecam Jokowi agar jangan pakai jabatan sebagai presiden untuk mengelabui publik. […]
Lalu, ini artikel dari detik.com:
[…] Sudah 21 Kepala Negara Ucap Selamat ke Jokowi, Erdogan Juga akan Telepon
Jakarta - Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.
"Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon," kata Jokowi saat wawancara dengan detikcom di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).
Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.
"Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat," katanya.
Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.
"Yes, PM Lee. Thank you," kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler.
Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. "Yes, ninety nine percent yes PM Lee," kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei. […]
Dari perbandingan isi artikel sudah jelas ada tambahan di akhir artikel aljazera.online. Terkait laman daring aljazera.online juga bukan bagian dari Al Jazeera Media Network. Bantahan itu pernah diutarakan oleh Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network Sohaib Jassim ketika laman tersebut menuliskan artikel dengan informasi salah berjudul “Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk Kabah” pada 15 April 2019 dan sudah dicek kebenarannya oleh liputan6.com di cekfakta.com pada tanggal 16 April 2019.
Berikut bantahan Al Jazeera Media Network terkait laman aljazera.online:
[…] Dalam pernyataan yang disebar grup percakapan Whatsapp para jurnalis, Sohaib Jassim, Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network menegaskan, www.aljazera.online tak terkait dengan pihaknya.
Berikut isi keterangan tersebut:
Salam,
Sehubungan dengan beredarnya sebuah tulisan berjudul "Petir Menggelegar Setelah Presiden Indonesia Masuk ke Kabah" yang dipublikasikan oleh situs bernama aljazera.online kemarin, Al Jazeera Media Network Biro Jakarta bermaksud menyampaikan keterangan sebagai berikut:
1. Al Jazeera Media Network tidak pernah memproduksi tulisan itu dan tidak memiliki hubungan apapun dengan pengelola situs tersebut
2. Al Jazeera Media Network mengecam keras penggunaan nama situs yang seolah-olah mirip dengan nama media kami
3. Al Jazeera Media Network mendesak agar pengelola situs aljazera.online dan situs-situs lain yang mencatut nama kami agar segera mengganti nama karena sangat merugikan Al Jazeera Media Network
4. Al Jazeera Media Network tidak memiliki situs berita online berbahasa Indonesia hingga saat ini
Sebagai informasi tambahan, Al Jazeera Media Network merupakan jaringan media internasional berbasis di Qatar yang menaungi stasiun televisi Al Jazeera English Channel, Al Jazeera Arabic Channel, Al Jazeera Documentary, Al Jazeera Mubasher (Live), aljazeera.com (Bahasa Inggris), aljazeera.net (Bahasa Arab), AJ+, dan lainnya.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Terima kasih.
Sohaib Jassim
Kepala Biro Jakarta Al Jazeera Media Network […]
Kesimpulan
Dengan demikian, laman tersebut bukanlah bagian dari media Al Jazeera. Selain itu, laman tersebut juga tidak menyertakan nama penulisnya. Berbeda dengan artikel asli di detik.com yang menyertakan nama penulis aslinya. Oleh sebab itu, isi artikelnya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/880327085633161/
- https://turnbackhoax.id/2019/04/25/salah-erdogan-tidak-pernah-akui-kemenangan-jokowi/
- https://news.detik.com/berita/d-4516379/sudah-21-kepala-negara-ucap-selamat-ke-jokowi-erdogan-juga-akan-telepon
- https://jurnalpolitik.id/2019/04/cek-fakta-erdogan-tak-akui-kemenangan-jokowi-di-pilpres-2019
- https://www.suara.com/news/2019/04/23/155138/cek-fakta-presiden-turki-erdogan-tak-akui-kemenangan-jokowi-di-pilpres
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/253/fakta-atau-hoaks-benarkah-presiden-erdogan-tidak-mengakui-kemenangan-jokowi-pada-pilpres-2019
- https://cekfakta.com/focus/1824
Halaman: 7867/8125


