Tsamara Amany, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dijadikan bahan hoaks alias kabar bohong di media sosial oleh akun Facebook Amat Jeck.
Tsamara yang sekarang berstatus janda. Difitnah oleh pembuat hoaks menggunakan berita soal perceraian pasutri gara-gara pantat hitam.
Melalui akun Facebooknya, Amat Jeck membagikan gambar dari screenshot berita dari media daring suratkabar.id, yang berjudul ‘Dua Tahun Menikah, Suami Ceraikan Tsamara Hanya Gara-Gara Pantatnya Hitam’, Selasa (1/5).
(GFD-2018-74) [HOAKS] Dua Tahun Menikah, Suami Ceraikan Tsamara Hanya Gara-Gara Pantatnya Hitam
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/05/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Faktanya screenshot dari berita tersebut itu telah di edit. Judul berita aslinya di suratkabar.id adalah ‘Setahun Menikah, Suami Ceraikan Istri Hanya Gara-Gara Pantatnya Hitam’, pada 6 Juli 2017.
Tidak ada nama Tsamara Amany di berita tersebut. Pasutri yang dikabarkan bercerai dalam berita itu disebut bernama Rini (26) dan Suwardjo (31).
Tidak ada nama Tsamara Amany di berita tersebut. Pasutri yang dikabarkan bercerai dalam berita itu disebut bernama Rini (26) dan Suwardjo (31).
Rujukan
(GFD-2018-75) [KLARIFIKASI] Kemenristekdikti Luruskan Wacana Dosen Impor
Sumber: antaranews.comTanggal publish: 04/05/2018
Berita
Atas desas-desus wacana Indonesia akan mengimpor dosen dari luar negeri, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memberikan klarifikasi. Dilansir dari antaranews.com, tempo.co, republika.co.id, tirto.id, dan medcom.id, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menegaskan, pihaknya bukan mendatangkan dosen asing melainkan profesor kelas dunia, termasuk orang Indonesia yang mengajar di kampus luar negeri.
Hasil Cek Fakta
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meluruskan wacana impor dosen asing yang telah ramai dibicarakan oleh khalayak ramai. Dilansir dari antaranews.com, tempo.co, republika.co.id, tirto.id, dan medcom.id, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menegaskan, pihaknya bukan mendatangkan dosen asing melainkan profesor kelas dunia, termasuk orang Indonesia yang mengajar di kampus luar negeri.
“Bukan dosen asing, tapi profesor kelas dunia. Orang Indonesia pun bisa mengikuti program ini, asalkan dia mengajar di universitas di luar negeri dan mempunyai koneksi dengan peraih Nobel,” ujarnya.
Profesor kelas dunia yang akan didatangkan tersebut, Ghufron menjelaskan, merupakan bagian dari program World Class Professor (WCP). WCP merupakan skema khusus yang disediakan Kemenristekdikti sejak 2017 bagi dosen kelas dunia, baik asing maupun dalam negeri dengan tujuan meningkatkan kualitas penelitian melalui jalur kolaborasi. Mereka yang didatangkan merupakan profesor kelas dunia, bukan sekadar profesor berkewarganegaraan asing.
“Bukan dosen asing, tapi profesor kelas dunia. Orang Indonesia pun bisa mengikuti program ini, asalkan dia mengajar di universitas di luar negeri dan mempunyai koneksi dengan peraih Nobel,” ujarnya.
Profesor kelas dunia yang akan didatangkan tersebut, Ghufron menjelaskan, merupakan bagian dari program World Class Professor (WCP). WCP merupakan skema khusus yang disediakan Kemenristekdikti sejak 2017 bagi dosen kelas dunia, baik asing maupun dalam negeri dengan tujuan meningkatkan kualitas penelitian melalui jalur kolaborasi. Mereka yang didatangkan merupakan profesor kelas dunia, bukan sekadar profesor berkewarganegaraan asing.
Rujukan
- https://www.antaranews.com/berita/704227/kemristekdikti-bukan-undang-dosen-asing-tapi-profesor-kelas-dunia
- https://nasional.tempo.co/read/1082682/soal-dosen-asing-kemendikti-mereka-profesor-kelas-dunia
- http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/18/04/24/p7ogcl428-kemenristekdikti-bukan-dosen-asing-tetapi-profesor-dunia
- https://tirto.id/kemristekdikti-bantah-datangkan-dosen-asing-ke-indonesia-cJkr
- https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/nN95GzAN-kemenristekdikti-bantah-rumor-indonesia-impor-dosen
- https://turnbackhoax.id/2018/04/25/benar-kemenristekdikti-luruskan-wacana-dosen-impor/
(GFD-2018-65) [KLARIFIKASI] Penggalian Saluran Air di Penjaringan, Jakarta Utara Bukan Proyek Palyja
Sumber: akurat.coTanggal publish: 03/05/2018
Berita
Proyek galian saluran air yang longsor dan memakan korban jiwa, Tarno (42), di Penjaringan, Jakarta Utara bukanlah proyek milik PT. PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), melainkan proyek milik PT. PAM Jaya. Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Dilansir dari akurat.co dan wartakota.tribunnews.com, Sandiaga menyatakan bahwa proyek galian yang menelan korban jiwa di Penjaringan bukan dikerjakan oleh Palyja. “Perlu diklarifikasi bahwa itu bukan Palyja tapi PAM Jaya,” ujar Sandiaga.
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari akurat.co dan wartakota.tribunnews.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan bahwa proyek galian yang menelan korban jiwa di Penjaringan bukan dikerjakan oleh Palyja.
“Perlu diklarifikasi bahwa itu bukan Palyja tapi PAM Jaya. Dan kami sudah memanggil dengan Disnaker tadi pagi. Berbicara dengan bapak Pri. Dan bapak Pri memohon kehadiran dari PAM Jaya tapi PAM Jaya masih menginvestigasi dan mengumpulkan data-data teknis, dan masih mengumpulkan informasi,” terang Sandiaga.
Sandiaga mengatakan, setelah Dinas Ketenagakerjaan DKI melaporkan hasil investigasi tersebut, Pemprov pastinya akan memberikan sanksi apabila terbukti melakukan kelalaian.
Atas kejadian tersebut, pihak Palyja pun angkat bicara. Dilansir dari cnnindonesia.com dan okezone.com, Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head Palyja Lydia Astriningworo menegaskan, pekerja yang terperosok di gorong-gorong dan tertimbun longsor, Tarno (42), bukan karyawan atau kontraktor Palyja.
“Palyja tidak terlibat baik dalam hal pengerjaan maupun pengawasan proyek pipa Rusun Penjaringan ini. Proyek pipa Rusun Penjaringan Tower 1 & 2 Blok E, F, G. Jalan. Tanjung Wangi/Tanah Pasir adalah proyek PAM Jaya,” ujar Lydia.
Atas meninggalnya Tarno, dilansir dari cnnindonesia.com, Direktur Utama PD PAM Jaya Erlan Hidayat, meminta maaf kepada keluarga korban. Selain itu, Erlan menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut dan akan bertanggung jawab kepada keluarga korban.
“Kami sangat menyesali insiden tesebut dan turut bela sungkawa kepada keluarga korban. PAM Jaya akan memastikan bahwa korban dan keluarganya mendapatkan santunan yang cukup dan sesuai ketentuan yang ada,” ungkap Erlan.
Erlan menjelaskan proyek ini merupakan pembangunan jaringan distribusi pipa ke Rusun Penjaringan Tower 1 dan 2 Blok E, F, G di Jalan Tanjung Wangi/ Tanah Pasir. Proyek ini telah dimulai sejak 22 Januari 2018.
PAM Jaya, menurut Erlan, sudah mengecek ke lapangan dan memastikan pekerja yang tertimbun adalah karyawan kontraktor yang melakukan proyek pemasangan jaringan distribusi ke wilayah Rusun Penjaringan. Erlan pun menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan Pemerintah Kota Jakarta Utara untuk menindaklanjuti kejadian ini.
“Segera akan dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi yang diperlukan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Erlan.
“Perlu diklarifikasi bahwa itu bukan Palyja tapi PAM Jaya. Dan kami sudah memanggil dengan Disnaker tadi pagi. Berbicara dengan bapak Pri. Dan bapak Pri memohon kehadiran dari PAM Jaya tapi PAM Jaya masih menginvestigasi dan mengumpulkan data-data teknis, dan masih mengumpulkan informasi,” terang Sandiaga.
Sandiaga mengatakan, setelah Dinas Ketenagakerjaan DKI melaporkan hasil investigasi tersebut, Pemprov pastinya akan memberikan sanksi apabila terbukti melakukan kelalaian.
Atas kejadian tersebut, pihak Palyja pun angkat bicara. Dilansir dari cnnindonesia.com dan okezone.com, Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head Palyja Lydia Astriningworo menegaskan, pekerja yang terperosok di gorong-gorong dan tertimbun longsor, Tarno (42), bukan karyawan atau kontraktor Palyja.
“Palyja tidak terlibat baik dalam hal pengerjaan maupun pengawasan proyek pipa Rusun Penjaringan ini. Proyek pipa Rusun Penjaringan Tower 1 & 2 Blok E, F, G. Jalan. Tanjung Wangi/Tanah Pasir adalah proyek PAM Jaya,” ujar Lydia.
Atas meninggalnya Tarno, dilansir dari cnnindonesia.com, Direktur Utama PD PAM Jaya Erlan Hidayat, meminta maaf kepada keluarga korban. Selain itu, Erlan menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut dan akan bertanggung jawab kepada keluarga korban.
“Kami sangat menyesali insiden tesebut dan turut bela sungkawa kepada keluarga korban. PAM Jaya akan memastikan bahwa korban dan keluarganya mendapatkan santunan yang cukup dan sesuai ketentuan yang ada,” ungkap Erlan.
Erlan menjelaskan proyek ini merupakan pembangunan jaringan distribusi pipa ke Rusun Penjaringan Tower 1 dan 2 Blok E, F, G di Jalan Tanjung Wangi/ Tanah Pasir. Proyek ini telah dimulai sejak 22 Januari 2018.
PAM Jaya, menurut Erlan, sudah mengecek ke lapangan dan memastikan pekerja yang tertimbun adalah karyawan kontraktor yang melakukan proyek pemasangan jaringan distribusi ke wilayah Rusun Penjaringan. Erlan pun menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan Pemerintah Kota Jakarta Utara untuk menindaklanjuti kejadian ini.
“Segera akan dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi yang diperlukan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Erlan.
Rujukan
- http://news.akurat.co/id-213773-read-sandiaga-klarifikasi-pengerjaan-proyek-maut-bukan-dikerjakan-palyja-tapi-pam-jaya
- http://wartakota.tribunnews.com/2018/05/03/sandiaga-tegaskan-longsor-di-galian-saluran-air-bukan-milik-palyja
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180502184009-20-295198/palyja-bantah-terlibat-proyek-galian-pipa-yang-timbun-pekerja
- https://news.okezone.com/read/2018/05/02/338/1893686/palyja-pastikan-pekerja-tewas-di-gorong-gorong-pluit-bukan-pegawainya
- https://turnbackhoax.id/2018/05/03/benar-penggalian-saluran-air-di-penjaringan-jakarta-utara-bukan-proyek-palyja/
(GFD-2018-66) [KLARIFIKASI] Klarifikasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Terkait Anggaran Rp56 Miliar Untuk Bangun 3 JPO
Sumber:Tanggal publish: 02/05/2018
Berita
Sempat beredar isu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menganggarkan Rp56 miliar untuk pembangunan tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Menanggapi hal tersebut, Dinas Marga DKI Jakarta memberikan klarifikasi. Dilansir dari kompas.com, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan, anggaran Rp56 miliar untuk pembangunan tiga JPO di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin belum merupakan angka final dan angka tersebut merupakan asumsi untuk pembangunan JPO baru. “Angka Rp56 miliar itu kalau bangun baru yang membentang 68 meter lebar 3 meter, dengan JPO yang wah begitu,” kata Yusmada.
Hasil Cek Fakta
Sempat santer isu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menganggarkan Rp56 Miliar untuk pembangunan tiga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Menanggapi hal tersebut, Dinas Marga DKI Jakarta memberikan klarifikasi. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan, anggaran Rp56 miliar untuk pembangunan tiga JPO di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin belum merupakan angka final. Menurut Yusmada, angka tersebut merupakan asumsi untuk pembangunan JPO baru.
“Angka Rp56 miliar itu kalau bangun baru yang membentang 68 meter lebar 3 meter, dengan JPO yang wah begitu,” kata Yusmada.
Tiga JPO yang menjadi prioritas di Jalan Sudirman, Yusmada menambahkan, ialah JPO Ratu Plaza, JPO Gelora Bung Karno, dan JPO Polda Metro Jaya. Pengerjaannya ditargetkan selesai sebelum penyelenggaraan Asian Games pada pertengahan Agustus mendatang.
Adapun, tiga JPO itu tidak akan dibangun baru tetapi hanya direvitalisasi. Dengan demikian, anggaran yang dibutuhkan tidak akan mencapai Rp56 miliar.
Revitalisasi JPO harus memenuhi tiga komponen, yakni aspek fungsional, estetika, dan keamanan. Untuk memenuhi aspek fungsional, Yusmada menjelaskan, JPO harus ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
Lalu, pada aspek keamanan, kata Yusmada, JPO harus dilengkapi CCTV, lampu penerangan, dan lift. Sementara untuk memenuhi aspek estetika, Yusmada mengatakan, JPO akan dibuat dengan desain terkini.
Yusmada mengatakan, dirinya belum tahu berapa banyak anggaran yang dibutuhkan. Saat ini Dinas Bina Marga sedang menyusun perkiraan anggaran untuk revitalisasi tiga JPO tersebut. Namun, anggaran pembangunan JPO yang standar tanpa lift dan desain biasa sekitar Rp7 miliar sampai Rp8 miliar per JPO.
“Yang ini nanti bisa lebih dari itu,” ujar Yusmada.
“Angka Rp56 miliar itu kalau bangun baru yang membentang 68 meter lebar 3 meter, dengan JPO yang wah begitu,” kata Yusmada.
Tiga JPO yang menjadi prioritas di Jalan Sudirman, Yusmada menambahkan, ialah JPO Ratu Plaza, JPO Gelora Bung Karno, dan JPO Polda Metro Jaya. Pengerjaannya ditargetkan selesai sebelum penyelenggaraan Asian Games pada pertengahan Agustus mendatang.
Adapun, tiga JPO itu tidak akan dibangun baru tetapi hanya direvitalisasi. Dengan demikian, anggaran yang dibutuhkan tidak akan mencapai Rp56 miliar.
Revitalisasi JPO harus memenuhi tiga komponen, yakni aspek fungsional, estetika, dan keamanan. Untuk memenuhi aspek fungsional, Yusmada menjelaskan, JPO harus ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
Lalu, pada aspek keamanan, kata Yusmada, JPO harus dilengkapi CCTV, lampu penerangan, dan lift. Sementara untuk memenuhi aspek estetika, Yusmada mengatakan, JPO akan dibuat dengan desain terkini.
Yusmada mengatakan, dirinya belum tahu berapa banyak anggaran yang dibutuhkan. Saat ini Dinas Bina Marga sedang menyusun perkiraan anggaran untuk revitalisasi tiga JPO tersebut. Namun, anggaran pembangunan JPO yang standar tanpa lift dan desain biasa sekitar Rp7 miliar sampai Rp8 miliar per JPO.
“Yang ini nanti bisa lebih dari itu,” ujar Yusmada.
Rujukan
Halaman: 7864/7897






