• (GFD-2018-203) [DISINFORMASI] Penggunaan Foto Patung Buddha Berwajah Gus Dur yang Sudah Ditutup

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/07/2018

    Berita

    "Ternyata tdk percuma penghargaan diberikan kepada bapak pluralisme ini. Ajarannya telah berkembang menjadi ISLAM NUSANTARA".

    Hasil Cek Fakta

    Post sumber tidak menyertakan informasi bahwa per 12 Februari 2010 patung tersebut sudah ditutup, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

  • (GFD-2018-204) Klarifikasi Ridwan Kamil Terkait Foto 'Bowo'

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 03/07/2018

    Berita

    Hari Minggu kemarin, Ridwan Kamil melalui akun instagramnya @ridwankamil memposting sebuah gambar berisi capture dari akun @kazastraxx yang memnampilkan seorang anak yang sedang berfoto dengan dirinya dan dengan caption ; "Foto Sama Pak Ridwan Aja Gratis, Masa Sama Bowo Bayar 80k." - Postingan ini langsung viral dan dibanjiri komentar netizen.
    Diantara begitu banyaknya komentar, muncul beberapa netizen yang tampaknya salah paham dengan nama "Bowo" yang disebut di postingan tsb. Mereka menyangka, Bowo yang dimaksud adalah Prabowo Subianto dan Ridwan Kamil menyindir Prabowo dengan postingannya tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Melalui akun instagramnya, akhirnya Ridwan Kamil memberikan klarifikasi sebagai berikut :

    "Buat yang suka marah-marah efek pilkada tanpa tabayun: Bowo Alpenleibe itu seleb tiktok yg jadi idola baru anak2, yg kebetulan minta 80k untuk bisa bertemu dan selfie, Bukan menyindir Bpk Prabowo Subianto yang sangat saya hormati. Lain kali gaul dan gugel dulu ya. *Tag temanmu yg salah paham #HikmahWalauReceh"

    Rujukan

  • (GFD-2018-198) [KLARIFIKASI] KemenPAN-RB Tidak Terlibat Dalam Acara Seminar Nasional Pengadaan Tes CPNS 2018

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/07/2018

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memberikan klarifikasi atas beredarnya poster acara seminar nasional pengadaan tes CPNS 2018 dengan menyebutkan keynote speaker berasal dari institusi tersebut. Dilansir dari menpan.go.id dan jpnn.com, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan-RB, Herman Suryatman menegaskan, pihak kementerian tidak pernah bekerjasama dengan pihak manapun untuk menyelenggarakan seminar nasional mengenai pengadaan CPNS 2018. “Waspada terhadap pihak mana pun yang mengklaim mendapatkan dukungan dari Kementerian PANRB dan seolah-olah dapat menghadirkan narasumber pejabat dari Kementerian PANRB dalam penyelenggaraaan seminar, pelatihan, bimbingan belajar, atau kegiatan sejenis lainnya,” ucap Herman.

    Rujukan

  • (GFD-2018-199) [KLARIFIKASI] Video Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio Dipaksa Makan Babi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 02/07/2018

    Berita

    Viral di media sosial status-status yang disertai video dengan judul "Kapolres Landak Dipaksa Makan Babi”, membuat geger warganet khususnya di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

    Hasil Cek Fakta

    Melalui akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK, Kapolres Landak pun memberikan klarifikasi tentang video yang sedang beredar tersebut bahwa, Kapolres Landak adalah seorang Non-Muslim.

    Berikut klarifikasi akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK;

    "MIMIN MAU MENGKLARIFIKASI VIDEO KAPOLRES LANDAK AKBP BOWO GEDE IMANTIO YANG SEDANG VIRAL KARENA TURUT SERTA MAKAN DAGING BABI BEBERAPA HARI YANG LALU.

    PERLU KITA TAHU SAUDARA-SAUDARAKU, BAHWA KAPOLRES LANDAK ADALAH SEORANG "NON-MUSLIM". AKBP BOWO BERAGAMA KRISTEN PROTESTAN.

    BELIAU SANGAT DIKENAL BAIK OLEH TOKOH TOKOH AGAMA, ADAT, DAN MASYARAKAT YANG ADA DI KABUPATEN LANDAK SEBAGAI SOSOK YANG MELINDUNGI, MENGAYOMI, DAN MELAYANI TANPA PANDANG BULU, TANPA PANDANG SUKU, AGAMA, DAN RAS.

    KARENA BELIAU ADALAH SEORANG NASRANI, SAH-SAH SAJA DAN TIDAK ADA LARANGAN BAGI BELIAU UNTUK TURUT MENCICIPI HIDANGAN DAGING BABI TERSEBUT.”

    Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio menuturkan bahwa, keikutsertaannya duduk dan mencicipi hidangan disitu adalah salah satu caranya untuk mendekati dan bernegosiasi langsung dengan massa.

    "Kita duduk bersama dan mencicipi hidangan itu kan untuk membangun suasana yang baik, itu trik kita dalam mendekati masyarakat. Kalau kita mau kendalikan dan bernegosiasi masyarakat, kita harus berbaur dengan mereka," ujar Bowo

    Ditambahkan oleh Bowo bahwa, cara yang dilakukannya lewat bernegosiasi dan duduk bersama masyarakat tersebut berhasil dan akhirnya situasi dapat diredam.

    "Puji Tuhan langkah kita untuk bernegosiasi dan bicara dari hati ke hati bersama mereka dalam satu meja dapat berjalan dengan baik. Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam kita menghadapi dinamika kamtibmas kita pada saat ini," tambah Bowo.

    Rujukan