• (GFD-2018-206) [KLARIFIKASI] Uang Rp 30 Milyar yang Mengapung di Laut Pasca Musibah Kandasnya Kapal Motor Lestari Maju

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/07/2018

    Berita

    Beredar foto yang memperlihatkan hamburan uang sebesar Rp 30 Miliar yang mengapung di laut di sekitar lokasi kandasnya Kapal Motor (KM) Lestari Maju di perairan Selayar, Makassar, telah viral di media sosial.

    Uang senilai Rp 30 miliar tersebut untuk pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), yang disimpan di dalam mobil Bank Sulselbar yang ada di KM Lestari Maju saat kapal tenggelam karena kerusakan mesin dalam perjalanan menuju Pelabuhan Pematata Selayar.

    Hasil Cek Fakta

    Auditor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar, Wahyu, dalam keterangan persnya, Rabu (4/7), menyatakan uang tersebut dalam kondisi aman, seperti dikutip dari Antara.




    “Uang masih tersegel dalam plastik uang dan tersimpan peti dan berada dalam mobil yang tertutup (terkunci),’ ungkapnya.




    “Sekedar klarifikasi yang mengapung di laut adalah mie instan bukan uang,” katanya.




    Dia mengatakan saat ini dua petugas yang ditugasi mengantar uang, seorang petugas keamanan dan seorang pengemudi, masih berada di dalam kapal bersama mobil pembawa uang tersebut.




    Ia menambahkan bahwa uang dan kendaraan untuk mengantar uang itu dalam pertanggungan asuransi.




    Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sultan mengklarifikasi beberapa foto yang beredar luar di dunia maya itu.




    Yanti begitu panggilan akrabnya menjelaskan jika foto yang beredar itu hoax. “Fotonya hoax ya. Kalau uang dalam kapal tenggelam KM Lestari Maju benar. Saat ini uang senilai Rp 30 miliar itu masih ada dalam kapal,”ujarnya, dikutp dari Makassar Terkini.

    Rujukan

  • (GFD-2018-200) [KLARIFIKASI] PBNU Tidak Pernah Menuding Pemerintah Menggunakan Dana CSR BUMN Digunakan Untuk Gerakan Khilafah

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/07/2018

    Hasil Cek Fakta

    Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) memberikan klarifikasi atas isu yang menyebutkan bahwa instansi tersebut menuding dana Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diberikan kepada gerakan khilafah di Indonesia. Dilansir dari jawapos.com, rmol.co, dan tribunnews.com, Ketua PBNU Muhammad Sulton Fatono menegaskan, pihaknya tidak menuduh penggunaan dana CSR BUMN dan hanya menemukan kasus adanya kegiatan pro khilafah di tengah masyarakat yang diduga memanfaatkan dana tersebut. Adapun, Sulton mengatakan, temuan itu sudah disampaikan disampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN. “Jelas berbeda antara ‘mengalirkan dana’ dengan ‘memanfaatkan dana’. Karena itu temuan kasus sosial PBNU tersebut tidak bisa dijadikan sebagai pintu masuk menuduh Pemerintah mencederai konstitusi,” ujarnya.

    Rujukan

  • (GFD-2018-201) [HOAKS] Jokowi Angkat Bicara Terkait Demo Massa #2019GantiPresiden di depan Toko Markobar

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/07/2018

    Berita

    Akun Facebook bernama Pakde Jokowi @pakdejokowiku mengunggah status dalam laman Facebook, yang isi statusnya terkait penyampaian pendapatnya terhadap aksi massa #2019GantiPresiden yang berunjuk rasa di depan gerai Markobar, Kota Barat, Solo, Minggu (1/7/2018).

    Seperti diketahui, Markobar merupakan bisnis kuliner yang dimiliki oleh putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming Raka.

    Isi unggahan tersebut bertuliskan “Istri, anak dan keluarga, saya jauhkan dari urusan politik. Jadi kalau kalian demo ganti Presiden di depan bisnisnya Gibran, terus apa hubungannya? Demo silahkan, tapi mbok yang pinter dikit.”

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya, akun bernama Pakde Jokowi itu bukan merupakan akun resmi dari Presiden Jokowi. Sebabnya karena akun resmi Presiden Jokowi sudah mendapat verifikasi dari Facebook dengan tanda centang biru.

    Dilansir dari Tirto.id, hasil periksa fakta atas foto massa berkumpul dan berkaos #2019GantiPresiden yang viral di media sosial tidak tepat disebut sebagai aksi demonstrasi warung martabak Markorbar. Benar bahwa massa yang berkumpul dalam foto itu berlokasi di depan warung Markobar Jalan Dr. Moewardi, Surakarta. Kegiatannya adalah acara jalan sehat bersama dari DSKS sekaligus acara deklarasi #2019GantiPresiden.

    Namun, aksi #2019GantiPresiden itu tidak dimaksudkan dilakukan di warung Markobar atau sebagai kegiatan mendemo anak Jokowi.

    Rujukan

  • (GFD-2018-202) [DISINFORMASI] Hasil Scanning Port "Bolong"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/07/2018

    Berita

    "KPU harusnya punya server sendiri. Ini bawa2 ITB, Moratel.. Gimana pemilu berikutnya... RK alumni ITB alasan apapun KPU aneh.. Ayo pemilu berikutnya KPU lbh professional. Lihat scan bawah bolong banyak gitu portnya.."

    Hasil Cek Fakta

    Port-port yang diklaim "bolong" di foto hasil scanning port di post sumber adalah port-port yang memang dibuka untuk melayani permintaan akses ke layanan yang disediakan oleh server tersebut, bukan lubang kemananan. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan