• (GFD--31696) Cek Fakta: Jokowi Terima Uang Ratusan Triliun Rupiah dari Yaqut Cholil, Ini Faktanya

    Sumber:

    Berita

    SuaraLampung.id - Sebuah unggahan yang ramai dibagikan di media sosial mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima uang ratusan triliun rupiah dari mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji. Narasi itu disebarkan seolah berasal dari artikel berita dan menuduh adanya aliran dana besar yang tidak benar.

    Pada Selasa (13/1/2026) akun Facebook “Tehnik Rekayasa” membagikan foto [arsip] berupa tangkapan layar dari artikel berjudul:

    Yaqut Cholil: Pak Jokowi Banyak Menerima Uang Kuota Haji Dari Saya Secara Bertahap Ada Sekitar 470 Triliun, Saya Punya Cek Nota Transferannya.

    Namun sebelum Anda percaya atau ikut menyebarkannya, penting untuk membaca hasil cek fakta yang sesungguhnya, karena klaim tersebut ternyata hoaks dan menyesatkan.

    Hingga Kamis (15/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan hampir 20 tanda suka, serta 30-an komentar.

    Unggahan viral itu menampilkan narasi seakan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa Jokowi menerima aliran uang Rp470 triliun dari kuota haji secara bertahap dan bahkan memiliki “nota transferan” sebagai bukti. Klaim ini kemudian dipadukan dengan teks provokatif yang memancing emosi pembaca.

    Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo menelusuri klaim tersebut dan menemukan:

    1. Konten yang beredar adalah hasil suntingan atau manipulasi judul artikel — bukan pernyataan asli dari Yaqut Cholil Qoumas atau sumber resmi mana pun. 2. Tidak ada laporan media kredibel atau pernyataan resmi yang menunjukkan Jokowi menerima uang kuota haji dalam jumlah ratusan triliun dari Yaqut atau pihak lain. 3. Artikel asli yang dipakai sebagai sumber manipulasi justru membahas penetapan Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi kuota haji — bukan tuduhan tranfer dana kepada Jokowi. 4. Faktanya, narasi viral itu hanyalah konten palsu (manipulated content) yang mempermainkan judul artikel dan menambahkan klaim yang tidak pernah disampaikan.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Jokowi menerima uang ratusan triliun rupiah dari Yaqut Cholil Qoumas adalah SALAH dan menyesatkan.

    Informasi itu tidak pernah muncul dalam sumber resmi, tidak dilaporkan oleh media besar, dan hanya merupakan hasil suntingan konten untuk menarik perhatian atau memicu emosi publik.

    Mengapa Klaim Ini Berbahaya?Unggahan seperti ini:

    Tips Cek Fakta Sebelum Share

    Sebelum Anda membagikan informasi viral:
  • (GFD--31697) Cek Fakta: Viral Ustaz Ajak Jamaah Bersahabat dengan Israel, Ini Faktanya!

    Sumber:

    Berita

    SuaraSumsel.id - Sebuah video yang sedang viral di media sosial memicu perdebatan sengit. Dalam video itu, seorang ustaz terlihat berbicara kepada jamaah seolah-olah mengajak mereka untuk bersahabat dengan Israel.

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Oshin Tayong” pada Jumat (9/1/2026) yang menampilkan seorang ustaz membawa bendera Israel memberikan ceramah di hadapan jamaah. Berikut narasi lengkapnya:

    VIRAL: SEORANG USTADZ KIBARKAN BENDERA ISRAEL. AJAK PARA JAMA'AH BERSAHABAT DENGAN ISRAEL

    Viral: Seorang Ustadz kibarkan bendera Israel sa'at ceramah

    Maksudnya apa ini, ada yg tau?

    Unggahan tersebut cepat menyebar di platform seperti Facebook, TikTok, dan WhatsApp dengan narasi provokatif yang memancing emosi netizen.

    Hingga Kamis (14/1/2026) unggahan tersebut telah mendapat 33 tanda suka, menuai 48 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 8 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Namun sebelum Anda ikut terpancing atau menyimpulkan sesuatu, simak dulu hasil cek fakta yang sebenarnya karena klaim itu ternyata tidak benar dan menyesatkan.

    Klaim itu langsung mendapatkan ratusan komentar dan dibagikan ke berbagai grup agama dan komunitas di media sosial.

    Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo menelusuri video tersebut dan menemukan temuan penting:

    1. Video yang beredar tidak menunjukkan seorang ustaz mengajak jamaah bersahabat dengan Israel.2. Potongan video yang dibagikan merupakan bagian dari ceramah tentang toleransi dan perdamaian antarumat beragama, bukan ajakan politis atau hubungan khusus dengan suatu negara tertentu.3. Dalam konteks aslinya, orang yang tampil dalam video tersebut sedang menyampaikan pesan etika umum tentang hidup rukun antar sesama manusia, bukan ajakan bersahabat secara politik dengan negara manapun.4. Narasi yang dikaitkan dengan Israel adalah interpretasi yang keliru atau sengaja dipelintir oleh pihak yang menyebarkan video tersebut tanpa konteks yang benar.

    Video itu tidak menunjukkan nama ustaz, tidak ada pernyataan eksplisit tentang Israel, dan sejatinya ditujukan untuk menyebarkan pesan damai, tetapi sudah diganti narasinya oleh akun yang tidak bertanggung jawab.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Klaim bahwa video itu berisi ajakan seorang ustaz untuk bersahabat dengan Israel adalah SALAH dan menyesatkan.

    Narasi tersebut merupakan hoaks karena memanfaatkan video yang diambil di luar konteks, lalu diberi penafsiran yang tidak sesuai dengan isi sebenarnya.
  • (GFD--27095) CEK FAKTA: Roy Suryo Ditahan di Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

    Sumber:

    Berita

    Suara.com - Beredar narasi yang menyebut jika pakar telematika Roy Suryo ditahan setelah sidang pembuktian kasus ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Dalam unggahan video di YouTube tersebut menampilkan Roy Suryo mengenakan rompi tahanan berwarna merah.

    Adapun narasi video tersebut sebagai berikut:

    "Berita hari ini akhirnya roy suryo ditahan setelah sidang pembuktian kasus ijazah palsu pak Jokowi

    Ternyata ada unsur dendam !! roy suryo dan komplotannya. Makanya jangan melawan orang diam dan sabar !!!"

    Lantas benarkah foto Roy Suryo ditahan karena tuduhan ijazah palsu Jokowi?

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Antara menggunakan Google Reverse Image foto tersebut serupa dengan laman Kompas berjudul Akhir Kasus Meme Stupa Mirip Jokowi, Roy Suryo Divonis 9 Bulan Penjara.

    Dalam berita itu, Roy Suryo dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Rabu, 28 Desember 2022.

    Roy Suryo dinyatakan bersalah karena dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan kebencian atau permusuhan terhadap individu maupun kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA).

    Dengan demikian, foto yang beredar merupakan foto dari tahun 2022 dan bukan foto saat ini, serta tidak terkait dengan dugaan kasus ijazah palsu Presiden Jokowi.

    Dalam perkembangan kasus tudingan ijazah palsu yang dilaporkan oleh Jokowi, Roy Suryo memenuhi undangan klarifikasi di Polda Metro Jaya.

    Mantan Menpora itu menyampaikan bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan dengan menjawab 24 pertanyaan dari penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (15/5/2025).

    Dengan demikian, foto Roy Suryo ditahan karena tuduhan ijazah palsu Jokowi merupakan informasi hoaks.

    Bareskrim nyatakan ijazah Jokowi asli
  • (GFD--31966) Cek Fakta: Detik-Detik Pesawat ATR Jatuh karena Power Bank Terbakar Viral, Ini Faktanya

    Sumber:

    Berita

    SuaraJakarta.id - Belakangan ini beredar sebuah video di media sosial yang diklaim sebagai “detik-detik pesawat ATR jatuh karena power bank terbakar di tengah penerbangan”. Unggahan tersebut memicu kekhawatiran publik dan cepat dibagikan oleh banyak akun.

    Beredar video dari akun TikTok “berita.indonesia143” pada Senin (19/1/2025). isinya memperlihatkan adanya api di kabin pesawat. 

    Unggahan disertai narasi:

    “Gara-gara Powerbank Terbakar di Tengah Penerbangan

    DETIK DETIK JATUH NYA PESAWAT ATR 400 YANG MENEWASKAN 143 PENUMPANG DAN 4 ORANG PRAMUGARI”

    Hingga Jumat (23/1/2026), konten itu mendapat lebih dari 20.500-an tanda suka, 383 interaksi komentar, serta dibagikan ulang 1.110 kali.

    Namun setelah ditelusuri, klaim itu tidak benar dan termasuk konten yang menyesatkan.

    Video yang beredar bukanlah rekaman dari kecelakaan pesawat ATR Indonesia. Pemeriksa fakta dari Mafindo menemukan bahwa video tersebut berasal dari dokumentasi lama sebuah insiden di pesawat lain, di mana baterai lithium terbakar di kabin pesawat China Air dalam penerbangan dari Hangzhou menuju Incheon, Korea Selatan pada Oktober 2025.

    Dengan kata lain:

    Fakta Insiden yang Sebenarnya:

    Belakangan, sebuah pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat terbang di wilayah Maros–Pangkep pada 17 Januari 2026. Namun, insiden ini bukan karena power bank terbakar di dalam kabin. Video yang dipakai sebagai bukti di unggahan viral tidak berkaitan dengan kejadian tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang beredar berasal dari kejadian terbakarnya baterai lithium di penerbangan luar negeri, bukan kecelakaan ATR di Indonesia.

    Sebaiknya masyarakat waspada terhadap klaim viral sebelum mempercayai atau membagikannya.

    Tips untuk Cek Fakta Sebelum Berbagi